21/04/2013

the week with rain, sweat, and memoirs

whew it's sunday already. sudah hampir jam 9 malam pula. alhamdulillah i could get by another week sebagai IRT, hehehe.
minggu lalu, gue berkenalan dengan yang namanya "ibu profesional" karena artikel tentang foundernya ditulis sama Saski di MD. pertama kali baca, gue melongo. kagum, sekaligus sedikit curiga. ini mirip sama kiasu parents di Sg gak sih? gambaran yang gue dapatkan tentang kiasu parents tuh ya para ortu ambisius yang nyekokin banyak materi pelajaran dan keterampilan ke anaknya supaya anaknya do well academically and later on, profesionally.
untuk si kiasu ini, gue gak terlalu ngefans sih. emang ada positifnya, mereka tau kalo kehebatan anak gak bisa dicapai overnight. tapi harus melalui proses drilling yang tekun, dan mereka juga mau menimba ilmu supaya bisa nge-drill anak-anaknya. mirip tiger mom, kurang lebih.

tapi yang bikin gue gak sreg adalah orientasinya yang duniawi banget. tujuan akhirnya mencetak anak yang sukses secara lahiriah, tapi apa emang itu yang terbaik untuk anak?
proses drilling akademik bertahun-tahun bahkan sejak usia dini itu juga apa baik buat mental anak? kalo udah sukses, kaya, makmur, trus apa?
nah, kembali ke ibu profesional, awalnya gue kira ini mirip sama kiasu ituh. tapi, semakin banyak gue eksplorasi tentang 'gerakan' ini, kayaknya beda. emang sih, anak-anak foundernya unggul semua. tapi keunggulannya bukan cuma di segi akademik. mereka tau mau memanfaatkan hidupnya dengan berkontribusi ke masyarakat dengan cara apa. duar! kagum banget gue.

sebelumnya gue harus pasang disclaimer dulu nih. i said it before and i'ma say it again, kalo gue gak berambisi mau 'mencetak' bumy jadi yang ter-ini dan ter-itu. tujuan pengasuhan anak emang punya, tapi 'semata' ingin menjadikan anak sebagai manusia yang fungsional dan tau arah hidupnya. tanda mata penghargaan atau gelar kehormatan itu bonus aja sih menurut gue.

nah, yang membuat gue tertarik sama si ibu profesional ini, adalah visi misinya. ketika membaca kata-kata di bawah ini, semangat gue jadi berkobar. kalo inilah yang mau gue capai!
PERAN IBU DIMATA ANAK
Seberapa bersungguh-sungguhnya kita menjalankan peran kita sebagai ibu, anak dan suami kitalah yang akan melihat.
  • Apakah kita benar-benar merencanakan kegiatan dirumah dengan sangat terencana dan dahsyat.
  • Apakah kita benar-benar mengatur jadwal belajar dan mengasuh serta mendidik anak kita dengan sepenuh hati.
  • Apakah kita benar–benar mengambil peran ibu dan istri (bagi suami) yang sesungguhnya di dalam rumah.

PERKEMBANGAN PERAN
  • Dari kasir menjadi pengelola keuangan
  • Dari hanya menjadi Tukang Masak menjadi Perencana Menu Keluarga
  • Dari hanya menjadi Pengantar Sekolah Anak menjadi Pendidik Utama Anak

(sumber dari sini)
efek positifnya buat gue adalah gue jadi ngerasa punya peta tujuan yang jelas. gue pernah nulis begini duluuu banget di multiply gara-gara nonton acara mario teguh di kosan (hehe).

2. see our job or mundane tasks as a part of something big and noble, instead of seeing it as a monotonous and insignificant thing that we have to do merely for the sake of money. example, X says "my job is to put a brick next to another", Y says, "my job is to build a wall," while Z says, "i'm gonna make a beautiful home where children and a family can stay and live a happy life." so in conclusion, we gotta try to behave like Z.

ternyata cara pikir seperti itu bisa gue terapkan juga di peran gue sekarang. semua tergantung bagaimana kita memaknai peran kita. kalo lo cuma ngerasa jadi tukang batu, ya ambisilo setinggi batu-batu terpasang dengan rapih aja. dan lo menilai kontribusilo dari terpasangnya si batu-batu itu. bukan dari makna bangunan yang lo bantu dirikan. kurleb gitu deh, gak pandai juga gue menyusun kata-kata berbau motivasi, hehe.

sekarang, gue lagi berusaha menyusun jadwal kegiatan yang jelas dan realistis untuk kegiatan di rumah. realistis itu faktor paling penting, karena jujur aja, untuk poin bangun pagi semata masih suka gak tercapai :P

oya, kembali ke kilasbalik minggu ini.
  • selasa lalu, gue dan bumy nimbrung adek gue foto prewed di kedai. haha.
  • gue sedang berusaha menyelesaikan 3 buah buku memoar yang kebetulan gue pilih semuanya di bulan ini.
  • gue mencoba membiasakan diri gerak badan di rumah. badan sakit-sakit gela tapi it's the price to pay deh, daripada sakit pinggang melulu kalo malem :((
  • kamisnya kita ke karawaci. hari jumat, awalnya dengan tujuan mulia menyajikan soto haji mamat untuk makan siang di mrican, kita pergi bertiga untuk beli sotonya di cabang pasar mutiara karawaci. ternyata, tutup bo! karena mikirnya cuma pergi jarak deket, kita minjem mobil tua bokap gue karena itu mobil posisinya kebetulan lagi di luar rumah, jadi gak ribet pindah-pindahin. berhubung gak mau mengecewakan mereka yang udah nungguin di rumah, kita putuskan mengejar soto mamat ke gading serpong. siang itu puanaass banget. ac si mobil tua juga ngos-ngosan berusaha mengejar hawa di luar. kita masih menghibur diri, gak apa-apalah, sebentar doang ke gading. ketika sampe di gading, kita beli deh sotonya sekian porsi, plus rujak buah dan es podeng :D~
baliknya, adit mutusin lewat tol aja supaya lebih cepet sampe karawaci. tak disangka, ternyata depan tifico situ muacet poolll. gue udah mulai deg-degan karena si mobil tua mesinnya gak bisa kepanasan alias dibawa bermacet-macet. di dalem mobil, bumy udah keringetan. gue menghibur diri lagi, aah bentar lagi juga masuk tol.
setelah macetnya terlewati, kita masuk tol deh. alhamdulillah. eeeeh, pas bayar tol, kok tiba-tiba... mesinnya mati.... gue dan adit liat-liatan.... bok... serius 'ni mobil mau mogok di tol?? setelah sekian menit adit nyoba menstarter, dan gue ngelapin keringet bumy yang segede-gede jagung... ALHAMDULILLAH itu mobil akhirnya mau nyala juga. mau nangis terharu kalo gak inget ketek gue udah basah (takut kekurangan cairan, ceritanya). tegang juga tapi 'kaannn.... meskipun abis ini kita jadi bertekad, enggak lagi-lagi deh minjem mobil bokap pas siang bolong dan bawa bumy.
  • sabtunya, kita nonton ke... mol terbaru di alam sutera, ihiy! penyebabnya bukan karena mau trendy sih, cuma karena the croods masih diputernya di situ doang, hehe. gue pengen banget nonton film ini sejak liat trailernya sebelum nonton film oz tempo bulan. filmnya bagus deeehh, mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan banget. airmata sampe netes-netes pas (SPOILER ALERT) grug sang bapak ketinggalan di sisi lain daratan.
truuus, berhubung hari sabtu ini gue absen gerak badan, malemnya abis isya, gue dan adit iseng jalan kaki dari rumah bokap ke arah jalan utama. tujuannya ngajak bumy ke alfa aja sih, hahah, ngadem abis jalan kaki :P asik deh, kaya nostalgia jaman kecil, ngelewatin rute gue naik sepeda pas SD, mesjid tempat taraweh demi menuhin buku laporan puasa dan ngelirik gebetan haha.
  • hari minggunya, gue dan adit berenang. sengaja gak ngajak bumy biar gak rempong. kebetulan anaknya juga masih tidur. trus siangnya cusss deh ke jeketi. adit bawa bumy ke kantornya karena lagi ada DRP atau apalah, gue ke salihara untuk... ikut kelas menulis kreatif yang diajarin oleh... none other than AYU UTAMI HERSELF. hihihihihii. uber-excited!! seneng gela, takjub gela, bisa dapet elmu dari sang maestroo xD
trus setelah kelas selesai, kebetulan adit dan bumy juga udah meluncur dari thamrin. kita ketemuan di cilandak mol, beli donat setengah lusin, trus balik ke home sweet home. i feel soooo grateful. atas ciganjur sehabis hujan, donat hazelnut kesukaan, salihara, dan kebersamaan. alhamdulillah <3

No comments:

Post a Comment