yesss gue SEGITU sibuknya handle
1) kerjaan,
2) bayi mungil,
3) anak pra-abege
(dll menyusul)
sampai nggak sempat ngeblog (atau ngoceh ngalor-ngidul membayangkan ada yang peduli).
ah emang sedari dulu gue bukan ibu yang rajin mendokumentasikan ina-inu anaknya.
waktu bumy kecil dulu masih mending... bisalah rutin ngeblog sebulan sekali. pas sam sekarang, tangan rasanya nggak cukup "cuma" sepasang. dihimpit hectic aja rasanya.
begitu udah ada waktu luang yang memungkinkan hands-free, gue memilih molor. minimal leyeh-leyeh untuk menghela napas - sambil nonton netflix.
but here we are!
seminggu lalu, kita memberanikan diri plesir bawa bocah-bocah.
dengan kondisi sam belum genap 8 bulan, plus gue dan adit belum berpengalaman bawa bayi naik pesawat, it's a bit risky, I know.
menurut gue, plesiran kali ini sejatinya hanya mindahin lokasi ngangon anak. gue tau bakalan capek dan repot. tapiii a change of scenery wouldn't hurt lah. semacam sedikit bonus buat mamak yang sehari-harinya dikeroyok kerepotan belaka. harapannya di singapur meskipun repot, tapi paling nggak mamak hepi bisa menghirup hawa non-berpolusi dan berkesempatan blanja-blenjong.
but first! izinkan gue memaparkan hal-ihwal yang mesti dihadapi menjelang keberangkatan...
![]() |
| bayinya atitt huhu |
gue bawalah dia ke dokter spesialis anak di KMC. karena dokter2 yang biasa ditemui lagi pada gak praktek, maka kemarin itu pertama kalinya gue konsul sama Dokter Made. ternyata beliau helpful banget. meriksanya bener-bener teliti dan menyeluruh. dijelasin kalo Sam kena common cold (aja alhamdulillah), nggak ada infeksi telinga, nafasnya juga grok-grok karena dahak yang terjebak di tenggorokan bukan di paru-paru. dokternya ngasih harapan kalau ini infeksi virus aja maka dalam 2-3 hari ke depan demamnya bakal reda. sungguh jelas, dan puas mamak jadinya.
- on the other hand, gue belum sempat menyusun itinerary blasssss. adit nagih melulu yang cuma gue respon dengan dengusan.
- sementara karena sam udah mamam, maka gue siapkan ransum berupa 4 set meal mamma kanin untuk dibawa ke sana (which is also his favorite). karena selama lagi demam ini dia males makan, gue berharap dengan ransum MK paling nggak dia bisa makan yang dia doyan. gue siapin dengan rapi jali di dalam cooler bag dan gue masukin ke freezer malamnya.
- and then sekitar jam 11 malam, kita menemukan kalau obat batuk yang perlu diminumin ke sam tumpah. kebayang refotnya kudu nyari obat di sing, kita tilpunlah apotek KMC untuk janjian ambil obatnya jam 4 pagi keesokan hari.
- eh iya, flight kita tuh jam 5:20 pagi.
- jam 3:30 pagi, taksi bluebird yang mau nganterin sudah tiba. kita grasak grusuk masukin barang ke taksi.
pak supirnya komen, "ini perginya dadakan ya bu?" ehe.
- jam 4 pagi kita sampai di KMC, tebus obat 5 menit cus masuk tol jorr.
- jam 4:10... gue berteriak di dalam taksi, "ya Allah ransum si sam ketinggalan!!" mao pingsaaaaannnn.
akibat dimasukin ke kulkas, cooler bag berisi ransum si sam nggak keangkut.
adit segera nilpun supir gue yang alhamdulillah ngangkat telpon. gue segera nelpon ART (pulang pergi) yang alhamdulillah juga ngangkat telpon buat kasihin kunci rumah. setres nda kira-kira hahahha. supir gue pun segera melesaaaat ngebut nyusulin itu ransum ke bandara.
- sampai di bandara jam 4:50, adit melenggang ke konter check-in, dikasih tau embaknya "oh sistemnya udah closed, pak."
KETINGGALAN PESAWAT AJAH KAK.
x)))))))))
saking lemesnya, gue sampe nggak bisa ngomel. padahal that's my automatic response in this kind of mess. hahaha. langsung gue telpon mamak buat minta maaf, minta ampun, minta ridho. uh... the power of restu orangtua tuh emang ya.. masya Allah.
alhamdulillah, kita bisa dapat seat di flight berikutnya sekitar satu jam sesudahnya.
and the flight with our infant? well, he screamed and cried almost the entire flight.
aslilahhh, gue dari yang awalnya malu dan nggak enak sama penumpang lain sampe BODO AMAT gue nggak tau mau ngapain lagi huhuhu. kita udah siapin ear muffs tapi boro-boro deh nggak bisa dipakein karena anaknya meliuk-liuk saat ngamuk.
kalau direview sekarang, kemungkinan karena kita terbang di jam sam lagi ngantuk-ngantuknya tapi doi nggak bisa tidur di tempat dan suasana yang nggak familiar buat dia. plus doi juga lagi nggak enak badan.
selama di sing, kita cuma ke
- sentosa karena bumy ngidam main luge. alhamdulillah kesampean dan si bocah menganggap that's the highlight of the trip, the rest of the days were just "membosankan!"
- ngider-ngider mooool
- national gallery
- dinner at chijmes, which became the highlight for adit and me haha. udah lamaa banget berniat makan di sini, padahal beberapa kali nginap dekat-dekat situ tapi nggak terwujud untuk mampir. we ate at prive at night; makanannya enak-enaaak dan suasananya juga sangat okss.
- haji lane, arab street, dan sekitarnya.
sangat sangat tidak ambisius. dan membosankan sih emang hahaha.
but I was too overwhelmed with kerempongan.
sam nggak mau ditaro di stroller jadi ya dia digendong melulu.
gue nggak berani pack lightly saat keliling-keliling, jadi tenaga lumayan kesedot buat angkut beban.
tapi dari sini gue (dan adit) jadi belajar soal beberapa hal yang berguna, yang nggak berguna, dan what to note for our next trip(s).
- stroller pockit pinjaman dari ibu peri Ika Loekita comes really handy karena ringan dan easy to assemble. semoga ke depannya sam udah mau ditaro di stroller. - sayota electric lunch box ini jugaaa... pinjaman dari bun-Ka dan sangat sangat membantu. bubur bisa dibikin langsung di situ, untuk manasin makanan juga oke karena fungsinya mengukus, jadi panasnya awet (nggak kayak kalo dipanasin pakai microwave). ukurannya juga kecil dan nggak makan tempat.
- buat mandiin sam kita pakai bak mandi tiup gitu. ini enak juga untuk dipakai. permukaannya empuk, dan nggak licin.
- packing suggestions that we did and found to be useful: bawa buku rumah sakit anak. bagi-bagi baju anak dalam sealed plastic bag harian (1 day 1 bag). oh dan aplikasi Pack yang enak dijadiin checklist (--> screenshot on the right)
- what we need (to improve): PLAN AN ITINERARY. siapin gendongan yang bahannya nggak gerah. siapin perlak yang ringan buat dibawa-bawa. obat-obatan jangan cuma 1 botol jadi ada cadangan kalau tumpah. siapin wadah untuk snack kering yang gampang dirogoh tapi nggak gampang tumpah. siapin sippy cup because we didn't bring any in sing dan gue jadi harus kasih fresh ASI kalau si bocah haus hahaha.
sejauh ini sih itu aja yang kepikiran...
mungkin untuk akomodasi keinginan si anak gede untuk berpetualang, baiknya sih kita bagi dua tim. adit sama bumy untuk kelayapan, gue ngendon ngadem sama bayi.
![]() |
| yaay we made it (foto bertiga. difotoin ibu-ibu yang lewat haha) |
![]() |
| night at chijmes |
![]() |
| our stay at oasia. ini di lantai 12, enak buat leyeh-leyeh. |
![]() |
| city tour bertiga saja (bumy not pictured), mamak felt successful bisa gondol dan suapin bayi "sendirian" |
| si kakak yang direpotin bawa-bawa ransum adeknya.. |
![]() |
| of course this is by request. "wooy gantian fotoin mamakk" kalo nggak mah boro-boro bisa berpose |





