25/01/2012

untitled #12

tadi malem begitu sampai di rumah nyokap, mereka (bokap nyokap) udah bersiap-siap jempu debby adek gue ke stasiun. bumy lagi digendong nyokap gue. bokap udah nyalain mobil di luar. adit dengan excited langsung berjalan ke arah nyokap dan bumy, dengan tangan terentang bersiap menggendong bumy. tapi bukannya menyambut adit dengan excited juga seperti biasa, bumy malah mempererat pelukannya ke nyokap gue sambil teriak "dadah adit!!"

hwakakakkakaak.
parrraaaaah deh kelakuan anak gue. saking pengennya ikut "jalan-jalan" sama omanya, sampai ogah diajak melepas rindu. dan lagi, kenapa dia jadi ikut-ikutan manggil bapaknya "adit" kayak nyokap gueeee -___-

24/01/2012

loooooong weekend

just a recap of my looong weekend (read: long weekend with extra office leaves :P)
> rabu - kamis: ke bogor.

> jumat: adit kerja, jadilah gue di rumah all day long. nyuci piring, nyuci, nyetrika, trus ujug-ujug bikin investment plan :P 

> sabtu: kita sepedaan ke SPH (Sekolah Pelita Harapan), abis itu nyobain sarapan di KFC hahaha what a great combination: a little sport + a little paha ayam original = BALANCED. siangnya kita grocery shopping, gue bawa Bumy ke playground setelah itu naik choochoo train. malam ke rumah mertokuuu.

> minggu: maraton ANTM cycle 17. endingnya gantung banget ih! tau-tau si Angelea didiskulifikasi. sorenya, gue kencan sama Ratna temen SMP gue. lucu banget nih, selama SMP, gue gak pernah ngobrol sama dia. SMA dan kuliah gak pernah bareng. gimana coba bisa 'akrab'nya? lewat friendster! hehehe. entah siapa yg nge-add duluan, dari page frenster itu kita jadi tau selera musik satu sama lain yang ternyata mirip. setelah itu, jadi suka kirim-kiriman lagu yg 'recommended' menurut kita haha... gue juga suka baca blog dia yang ternyata cihuy juga bo cerita-cerita fiksinya ;D
akhirnya kami kopi darat kemaren hihihi... kita ngobrol kayaknya sejam, sampe berasa ngos-ngosan deh gue saking semangatnya cerita. it's a great feeling to get know a 'new' friend, terlebih gue juga dapet ekstra benefit yaitu insight tentang perubahan karir dari 9 to 5 office job ke dunia pendidikan. we should do it again, Na!
setelah ketemu Ratna, gue sama Adit dan Bumy ke SMS (Summarecon Mall Serpong). tu mall setelah direnov jadi amit-amit gedennya... teler bo jalan dari ujung ke ujung (lagian siapa suruhhhh). kita nyobain Poke Sushi yang baru buka dan ngasih diskon 50% for food only hehe. makanannya lumayan enak, tapi sayang servisnya lambretaaaa. 

> senin: kita sepedaan di SPH lagi, dan rencananya sih mau sekalian berenang. tapi ternyata tutup. ehhh kita malah impulsif memutuskan bawa Bumy ke The Playground. di sana rameeeee, lebih banyak orang asing dibanding pribumi (trus kenape?). matahari bersinar terik. Bumy girang banget main air sampe kulitnya geseng -__- balik dari Kemang, kita bobok sore, lantas gue lanjut nonton Hannah and Her Sisters. i love the movie, seperti layaknya gue terpikat sama film-film Woody Allen yang lain. yang satir dan menggambarkan jiwa-jiwa nan gelisah in a light yet deep narration. lantas sejak sore sampai malam gue bikin nugget setelah sekian lammmmma.

hari ini ngantor lagi dan gue salah kostum ajee, gue pikir hari senin jadi gue pake seragam -___- pffft.

Bogor on a Weekday

gue udah mengidamkan a getaway trip sejak tahun kemarin. idealnya sih mau road trip ke solo, dengan beberapa pemberhentian seperti di cirebon, bandung, dan semarang. tapi ketika kita bawa Bumy ke Taman Safari kemaren, kita sepakat "Kayaknya belom bisa nih bawa doi jalan jauh." lha wong kalo lagi bad mood, doi gak mau ditaro di carseat.
jadi setelah hari demi hari gue habiskan browsing agoda, booking dot com, dan asiarooms, akhirnya the choice was made: kita ke Bogor ajeee. hahaha.

the place: Novotel
culinary trips made: De Leuit, Pecel Lele Lela, Martabak Air Mancur, Gurih 7.
highlights of the trip:
- ketemu Lia yang fresh from Taiwan... kekekek. doi nih yang nyaranin kita meet and greet di Gurih 7. tempatnya outdoorsy banget (is there such a word?), kita duduk di deket tebing alami gitu, jadi dapet backsound gemuruh air. di situ juga ada playground yang menurut Adit sih agak ngelekep, jadi abis main, Bumy keringetan banget. makanannya lumayanlah. ohya pertemuannya ya diisi sama ngegosip, seperti yang lazim dilakukan di bbg :P etapi baru inget kita gak berfoto sama sekali maaaak :(

- sempet tegang karena kita nyasar setelah mengandalkan GPS! balik dari Jl. Jend. Sudirman (awalnya direkomen Sop Buntut Mak Emun sama Lia, tapi ternyata ketika udah di lokasi, kita lebih tergiur sama Pecel Lele Lela... haha boo us!) kita menyerahkan arahan sepenuhnya ke GPS. gue agak heran, kok yang dilewati jalanan kampung gitu, kiri-kanan kebon dan gelap. nyali gue ciut juga... untungnya ada mobil APV yang sepanjang perjalanan ada di depan kita, jadi berasa ada temen.
lucunya, menurut peta GPS, kita udah sampe di novotel. tapi kok hotelnya gak keliatan?? kesel gak sihhh kebingungan di tengah kebon yang gelap!! usut punya usut, ternyata yang ada pintu belakangnya novotel. D'OH! yang bisa masuk situ cuma mobil operasional macam catering, jadi kita harus nyari jalan ke luar perkampungan :S

- hotelnya luassss dan banyak area hijau. deket kolam renang juga ada playroom yang kondisinya bersih dan mainannya banyakk. gue dan Adit jadi bisa main pingpong sementara Bumy 'dititipkan' di playroom. hotelnya secluded, a bit far from the city (sekitar 3,7 km untuk keluar dari kompleks Bogor Raya), jadi ya asoy deh for a getaway. 


our welcome drinks
wide open space
at the outdoor playground
playroom. ada playstation segala.
foto x-rated huy
foto di kamar ini doang... dasar gak niat ngereview!

10/01/2012

let the hunt begin

sabtu lalu, akhirnya kita menggunakan fasilitas free trial di G*mbor*e Lippo Karawaci. yah sebelumnya kan gue dan adit berpendapat kalau bumy belum perlu bersekolah. tapi beberapa hal mengubah pikiran kita,
1. anak gue haus teman banget. udah sejak usia setahun sih, kalau ketemu teman sebaya atau paling enggak anak kecil juga deh, hebohnyaaa minta ampun. "kakak!" "dedek!" "teman!", begitu doi akan berteriak-teriak sampe gue jadi salting kalo di tempat umum.
2. buat penyaluran hasrat dan tenaganya, sekaligus jadi variasi tempat main. kasian sehari-hari mendekam di rumah omanya melulu.
3. testimoni temen gue, dina. anaknya dina, mylan, usianya baru setahun, tapi udah disekolahin di G*mbo juga. menurut doi, sebelumnya kalau dibawa ngariung dengan sesama bayi, anaknya pasif gitu, malu-malu dan cenderung gak mau ngumpul dengan sesama bayi. maybe it's his personality, or maybe because mylan's just like bumy yang sehari-hari 'jago kandang' di rumah omanya. yang jelas setelah disekolahin, mylan jadi lebih supel dan kalau main lebih terorganisir. maksud terorganisir di sini, sebelumnya kalau main random aja, semua mainan tumpah ruah jadi satu dan he just played whatever he wanted to play with-just like bumy now. tapi setelah sekolah, dia main satu hal dulu sampai 'selesai', baru beralih ke mainan yang lain. emang sih hal itu lazim untuk toddler karena mereka punya short attention span, but i thought that could be improved.

rundown kegiatannya sbb:
- greetings with teachers, mommies, daddies, nannies and the kids pakai nyanyi-nyanyi dan gerak-gerak badan
- main puzzle atau boardgame yang melatih motorik halus lainnya
- anak diajak cuci tangan lalu dikasih gelas, piring, dan sendok kecil untuk makan biskuit sendiri. sesudahnya, anak disuruh taruh alat-alat makannya itu ke tempat piring kotor
- main puzzle atau boardgame yang melatih motorik halus lainnya lagi
- circle time, anak diajak duduk di lantai sambil diajak berhitung dan dikenalkan pada alfabet sambil nyanyi-nyanyi
- bikin prakarya
- main ke playground, naik tangga terus ke perosotan
- circle time di luar kelas, ada game melatih keseimbangan, blowing bubbles, anak dipangku terus diperosotin, sambil nyanyi-nyanyi.

hasil observasi:
- bumy seneng di bagian game fisiknya, pas kegiatan motorik halus dia kayak bosen gitu. malah saat anak lain duduk manis ngerjain prakarya atau main puzzle, dia teriak-teriak minta keluar -__-
- bahasa pengantarnya inggris doang-only-thok.
- gurunya agak terburu-buru deh. anak belum selesai makan, disuruh buru-buru. anak belum selesai mainin puzzle eh malah dibantu. this kinda bothers me.
- dampaknya yang udah keliatan sih sekarang kalau makan insist makan sendiri, gak mau disuapin.
- bumy masih malu-malu diajak nyanyi dan melakukan gerakan sembari bernyanyi. masih adaptasi sama lingkungan yang 'ramai' kayaknya, and he's not used with conformity (hence the 'jago kandang').
- anak dikenalkan pada konsep mengantri atau bergiliran. ketika circle time, ada permainan goyang-goyang kursi, guru memanggil anak yang dia pilih untuk naikin mainan itu. bumy ngeloyoooor aja berkali-kali ke depan padahal belum dipanggil -___-
- i don't like the idea that the kid has to make the same kind of 'artwork.' in my mind, hasil prakarya seharusnya bebas, tergantung kreativitas dan mood pembuatnya.

bumy MILIH dipangku guru yang kece. gak gue gak bangga. cuma HERAN.

ini doi serius supaya cepet-cepet selesai.gemes gitu doi.

this is it! yang kanan jelaslah bikinan eike...
awalnya doi excited, setelah itu kabur ke playground
setelah trial itu, gue jadi berpikir.... gini, gue bukan orangtua yang idealis, sejak masa kehamilan dan menyusui lantas mpasi, gue gak pernah strict atau ngoyo harus mengikuti paham tertentu atau harus melakukan sesuatu dengan kualitas tertentu.
pas hamil, gue makan indomie karena ada masanya cuma makanan itu yang bikin gue pengen makan di tengah badai muntah selama trimester pertama.
waktu di RS, gue nurut aja anak diminumin sufor selama 4 hari (kadang sedikit nyesel kalo inget, tapi gue sekarang sih mikir it's the best decision. daripada gue stres mikirin asi yang belum keluar).
soal mpasi and all, yang penting anak gak makan micin (sering-sering) aja deh. mungkin prinsip parenting gue sejauh ini adalah sesedikit mungkin menghadirkan pemicu stres untuk diri gue, anak, suami, dan nyokap gue sebagai caretaker utama bumy saat gue bekerja. makanya diperlukan dosis kompromi yang besar, gak bisa terlalu strict, dan kurangin dikit ambisi mencapai kesempurnaan #jadiceramah #audiencenyamonitor

nah sejauh ini gue pikir begitu. tapi kemarin, saat memperhatikan dengan sungguh-sungguh metode pengajaran yang diberikan ke bumy, tiba-tiba gue merasa gamang. ini edukasi, bagian dari pembentukan life skill sekaligus kecintaan anak terhadap belajar-which is a lifelong process. kalo gue "salah langkah" memilih metode pembelajaran dan partner mendidik anak (yaitu sekolahnya), bisa-bisa ekstrimnya, anak menjadi tidak menyukai kegiatan belajar because he finds it boring, or even frustrating.

gue gak mau anak gue diburu-buru saat dia sedang asik mengerjakan sesuatu.

gue gak mau anak gue diajak ngomong bahasa inggris padahal dia hidup di indonesia! emang sih anak pada tahap golden age mudah beradaptasi, dia akan dengan mudah menyerap pembelajaran bahasa baru. kemarin gue liat bumy seolah lost in translation karena si guru menyebut gue "mommy', menyebut sendok dengan "spoon", dan berkata ke bumy "come here! yes good boy!" 
padahal dia udah menguasai sekian banyak kosakata. gue pernah baca, anak yang mempelajari dua bahasa cenderung malah lebih lambat perkembangan linguistiknya. gue lihat ekspresi bingung bumy kemarin seolah berkata "what the heck are these bubbly hyperactive teachers sayin?"
lagipula, bahasa indonesia itu kaya dan indah. gue akan lebih bangga kalau anak gue bisa menyusun kalimat dan rangkaian cerita yang terstruktur dan 'cantik' dalam bahasa indonesia, daripada ngomong ke tetangganya dalam bahasa inggris! not to mention kita tinggal di tangerang dan none of our neighbours are westeners! hahaha... ironis kan.
imo, belajar bahasa inggris lebih awal gak menjamin apa-apa ah. he can speak english at 2 yo, so what? can it make him smarter, more curious, or else?

gue belum mau anak gue belajar membaca-atau mengenal abjad. for now, i think it's good for nothing. ada expert's opinion yang bilang bahwa anak yang sejak dini diajar membaca, akan tumbuh menggunakan otak kirinya untuk membaca. karena pijakan dia saat belajar membaca dulu adalah menghafal bentuk abjad dan menghafal cara baca, otomatis otak kirinya yang akan aktif digunakan saat dia membaca. padahal kalau otak kanan yang aktif digunakan, anak akan lebih mudah berimajinasi, memahami tema utama bacaan, hingga membayangkan langkah-langkah lanjutan (misalnya solusi) atas permasalahan di bacaan tersebut.

dalam hal ini, yaitu edukasi anak, gue berpendapat gak apa-apa deh sok idealis. gue menginginkan anak gue jadi pembelajar seumur hidup, yang selalu curious akan ilmu baru, yang excited memecahkan masalah, yang doyan riset :D gue jadi melakukan refleksi perjalanan pembelajaran gue di lembaga sekolah negeri (sd-sma) dan swasta (tk dan s1). hal yang gue inget banget saat bersekolah, selain perasaan seneng banget mau ketemu teman-teman, adalah perasaan deg-degan di perjalanan menuju sekolah (tepatnya di atas becak, hehe). gue membayangkan "hari ini belajar apa ya? nanti bisa gak ya ngerjain x y z? nanti guru ini ngajar apa dengan gimana yaaa?" maybe it's just the geek in me, but i find that excitement and enthusiasm something that's worth more than other achievements in life. it's something that becomes hard to find as we grow older. 

setelah masuk sma, gue gak lagi merasakan deg-degan itu. school days become days just like any other. nothing new, nothing quite "unpredictable". i became accustomed to the whole system. we're merely expected to sit through classes, memorize stuff in the book, score high in tests, graduate, and voila, my teachers' task were done. the way i remember it is how cold and distant the education system i had to (unluckily) endure was. noone asked me what i wanted to be when i grow up (except in tk or sd) or what my passion was/is, noone cared to know about my so-called "grand life plan", noone analyzed whether i had chosen the right major that helped me achieve my goals. i was treated simply as a number the school needed to be graduated from.
gue gak tega melihat antuasisme anak gue untuk belajar pelan-pelan, gradually, padam karena sistem yang inhuman. he can choose whatever he wants to learn, and i will always, always, ask him his opinions about everything. berkat kontemplasi ini, jelaslah sudah prioritas hidup gue. i would do what it takes to choose the 'best' learning method and education partners for him. tugas gue selanjutnya adalah rajin-rajin survey nih, selain banyak browsing seputar memilih sekolah, dan pastinyah ngumpulin dana pendidikan!
Bismillah.

05/01/2012

personal financial review

sebelumnya, gue udah bikin review diri dalam hal kesehatan. nah sekarang mau coba review urusan duit.

good financial habits:
- punya tujuan finansial yang jelas dan terperinci (merinci tujuan itu menyenangkan buat gue, bisa mengkhayaaaaal sampai sedetil-detilnya)
- bikin budgeting sampai detil (semoga gak kejadian lagi ada pengeluaran yang gak bisa diidentifikasi, karena itu sama halnya dengan kebocoran yang tidak terdeteksi)
- segera mendistribusi uang ke pos-pos rekening dan amplop begitu gaji masuk.
- gak gitu demen belanja yg mahal-mahal kecuali perlu (barang yang buat gue masuk kategori "mahal dan gak perlu" itu semacam elektronik, gadgets, dan... makeup? :P)
- gak punya cicilan yang gak perlu (lagi-lagi semacam barang elektronik dan gadgets).


sementara itu,
bad financial habits:
- kadang masih suka ngebobol pos lain untuk menutupi kekurangan budget di satu atau dua pos tertentu. pos yang suka exceeded itu antara lain pos weekend dan makan keluarga. see, we haven't changed our money-spending habits :(( pengeluaran terbesar tetap di urusan makan.
- sifat gue yang impulsif membuat gue menjadi emotional buyer. yes i am. is there an "impulsive-buyer anonymous"? kalo gue lagi suntuk, atau merely unhappy about life, pelariannya belanja (kalo punya duit. kalo gak punya duit ya bengong-bengong aja sambil setel ulang Modern Family atau Big Bang Theory). i realized the other day, that sometimes what i need is the sensation i get from buying stuff, not the stuff at all. i really need to restrain myself from this bad habit.


challenges/resolutions:
1. how to live frugally. 
sepertinya gue harus memetakan lebih detil pos mana aja yang bisa dihemat. sekarang sih kita udah (sedang) gak pakai jasa pembantu rumah tangga. kalau weekend, gue dan adit bahu-membahu beresin rumah, and so far we enjoy it. ternyata lumayan juga bisa menghemat pengeluaran gaji pembantu, uangnya bisa dialihkan ke dana tabungan untuk liburan :P gue juga ingin mengalihkan kegiatan weekend yang hampir selalu berujung di mall ke tempat-tempat yang lebih outdoorsy dan memberikan pengalaman baru instead of barang baru hehe. 

2. mendalami ilmu personal finances. 
pengen deh ikut QMPC.
3. cari cara membesarkan net worth.


keinginan untuk bisa menerapkan disiplin pada household budgeting membawa gue ke artikel di bawah ini. menurut gue saran-sarannya realistis, dan emang diperlukan untuk gue sebagai pelaku financial controlling amatir.  

Instructions on how to get self discipline in budgeting from http://www.ehow.com/how_11402678_selfdiscipline-budgeting-money.html


  1. Create a monthly budget using your projected income and expenses. After allocating money for all of your monthly bills and expenses (such as groceries and gas), divide the money left over between savings and discretionary spending. DONE.
  2. Destroy credit cards if you do not think you have enough self-discipline to avoid using them. Another alternative is to place your credit cards in an out-of-the-way spot where you will not be able to use them easily. Making your credit cards more difficult to access may give you enough time to consider using them more carefully and decide not to spend with credit. DONE. CC Adit yang aktif tinggal 2 bijik.
  3. Differentiate between needs and wants. The difference can be subtle sometimes, depending on how you look at a situation. While you may need to spend money on new shoes for the kids, you can avoid overspending on expensive brands and purchase basic brands instead.
  4. Avoid impulse spending. Thanks to the variety of ways to shop, the urge to spend money impulsively can grab you at not only the mall and the grocery store, but you might need to fight it at home on your computer, too. Make yourself consider all expenditures carefully before you hand over your money or click the "Pay Now" button on a website.
  5. Look for support for spending carefully and living within a budget. Well-known financial coach Dave Ramsey has a website that features an online support forum. Another website with financial information and support, SavingAdvice.com features a forum with a variety of separate areas where you may glean information and receive support to live within a budget. Ha! This is what i meant,  ada gak ya di sini?
  6. Remind yourself of your financial goals often to bolster your self-discipline. Tape a picture of something you are saving money for onto your refrigerator or bathroom mirror. Every time you stick to your budget, congratulate yourself for using self-discipline. This is interesting. Gue mau pasang foto dapur idaman di dompet ah....

Tips & Warnings:

  • Replace some discretionary spending with free alternatives to make your budget more pleasant. Use the library for reading and watching movies. Purchase gently used items at a thrift store or auction website instead of purchasing items brand new.

03/01/2012

no it's not a resolution

warning: entry mengandung 99% keluhan blogger :P
@pergijauh: Kalo ditanya resolusi mah gw cuma pengen selalu makan teratur, tidur nyenyak dan boker lancar. Cukup.

gue me-retweet tulisan ini pada 1 Januari lalu. harus gue akui, keinginan-keinginan gue menyangkut resolusi and all gak sesimpel itu (if i should list down "things i would never do", one of them must be "being simple"). tapi setelah menilik beberapa pengalaman tidak mengenakkan pada tahun 2011, gue bisa menahbiskan bahwa tanpa ketiga hal simpel dan mendasar itu, boro-boro bisa kepikiran meraih kebahagiaan lewat resolusi lain yang lebih kompleks.

> makan teratur.
gara-gara mengacuhkan hal ini, beberapa kali gue terkena serangan maag. abis makan banyak, perut malahan sebah dan kembung. laper dikit, perut meronta-ronta bak ditusuk sembilu bermata seribu *kerasukan marissa haque kayaknya gue* and worst of all, i have to skip coffee, sambel, kerupuk, mie, dan berjuta kenikmatan dunia yang hadir dalam bentuk makanan T____T

> tidur nyenyak.
pernahkah kau merasa super ngantuk, badan mata kepala meraung-raung minta dibawa bobok, tapi tak kunjung bisa jatuh tertidur? gue pernahhh T_______T it felt like hell. kepala rasanya beraaaat karena sakit kepala bercampur ngantuk.
gue membawa diri ke Bersih Sehat supaya badan ini bisa rileks, tapi hasilnya? nada. i still couldn't sleep.
usut punya usut, gue gak bisa tidur karena deraan sakit kepala yang persistent (awalnya agak sulit dikenali karena gue pikir gue sakit kepala karena ngantuk). dan penyelidikan gue menyimpulkan bahwa sakit kepala ini kayaknya disebabkan oleh maag, karena perut gue kembung. jadi gue coba minum obat maag. hasilnya kembung hilang, malamnyapun gue bisa tidur pulas blas. tuh kan, ujung-ujungnya ke perut lagiii.

> boker lancar.
rekor: seminggu gak boker >_____< tobaattt!
gue bertahan gak mau minum dulcolax, malahan gue makan pepaya sebanyak-banyaknya, oatmeal, plus minum susu bergelas-gelas. alhamdulillah bisa juga bikin skor di jamban *sujud syukur* dan rasanya kayak.... menang lomba maraton!!
kapok aku kapok. hasil browsing sih penyebabnya kurang serat dan kurang olahraga. noh baca!! buruan tobat deh you couch potato huhuhu...

setelah mencontek tips dari majalah femina tentang bagaimana mencapai kondisi tubuh yang lebih fit, gue berhasil menyusun resolusi (untuk bulan pertama) sebagai berikut:
tiap senin
1. jalan pagi 15 menit
2. lari 20 meter
(tambahkan satu putaran setiap minggu)

tiap rabu
1. push up 3x5
2. squat 3x5
(tambahkan tiga hitungan setiap minggu)

segitu simpelnya kan. Bismillah, semoga bisa konsisten!

plesir tahun baru

keluarga kecil gue awalnya gak punya rencana apa-apa selama liburan tahun baru. we thought it was gonna be another lazy, fully-spent-at-home kind of weekend. terlebih karena peran gue sebagai penanggung jawab budget di kantor (boo me!), gue sadar ada kemungkinan gue akan meniup terompet di kantor bersama bapak-bapak dan ibu-ibu unit keuangan. yes, that pathetic.
as we all know, tanggal 31 desember jatuh pada hari sabtu. kondisi budgeting yang gue handle didn't look so well karena masih banyak utang periode 2011 yang gantung (baca: belum bisa dibayar/diproses karena anggarannya habis). karena peraturan perusahaan yang mengharuskan seluruh kegiatan tahun ini dibayarkan tahun ini juga, kita harus memproses semua utang itu di tahun 2011. sampai 31 desember 2011 pukul 23:59, tepatnya.
secara teknis, kami segenap pelaku administrasi keuangan harus menunggu anggaran tambahan dikucurkan dari corporate. on friday, we waited while crossing our fingers, semoga aja anggaran turun hari itu jadi besoknya bisa leha-leha tahun baruan di rumah (gue) atau plesir ke mana kek (bukan gue). siangnya gue lapor ke adit mengenai kemungkinan gue harus masuk kantor besok, dan itupun bisa sampai jam 12 malam teng karena kemungkinan besar anggaran turun saat injury time, yaitu menjelang 2012.

pertimbangan gue, gak enak kalo harus nitipin bumy ke nyokap, karena weekends saatnya mereka libur megang bumy. terlebih kalau gue beneran harus nangkring di kantor sampai malem, kebayang jalanan jakarta yang padat, kasian bumy dibawa macet-macetan tengah malem gitu. akhirnya gue mencetuskan ide ke adit, "kita nginep di hotel aja yuk." adit langsung heboh deh, "malam tahun baru pasti mahal banget kalo di sarpas!" tuh kan pasti mikirnya gue bakal ngajak nginep di sarpas (sari pan pacific-red). gue juga ogah kaleee, sayang banget sejuta lebih buat satu malam tahun baru doang yang gak ada makna lebihnya buat kita -___-
mulai deh kita diskusi mengenai lokasi hotel. blok m? gue ogah. apartemen-apartemen gitu? males juga, takut ada tetangga yang mabu'-mabu'an atau heboh party #jompoalert. gue membayangkan tempat yang khusus keluarga gitu... bahkan kalo perlu ngasih liat buku nikah dulu buat nginep! eh kan ada yang kayak begitu... hotel s*fy*n punya keluarganya artis M! hahahah.

sesudahnya gue beneran browsing nyari no telpon dan rate hotel tersebut. adit nelpon dan dapet rate 500 ribuan belum tax dan service charge. sementara dari agoda dapat 505 ribu udah tax dan charge. akhirnya kita book dari agoda. alhamdulillah bisa dapet kamar nginep demi nungguin eike lembur, plus occassion-nya bertepatan dengan tahun baru pula, jadi ada sedikit pembenaran deh kalo ditanya nyokap gue :P

sabtu pagi, adit dan bumy nurunin gue di kantor. sementara gue kerja (baca: nongkrong nungguin anggaran sambil browsing dan ngemil gak berenti-berenti), mereka makan bubur udin di sarinah. trus ternyata bisa early check in di hotel, jadi jam 10 mereka masuk dan bumy yang udah ngantuk langsung tidur deh.
tak dinyana, sampai jam 12 siang tuh anggaran belum juga dikucurkan. setelah berembuk dengan orang keuangan, bos gue memutuskan untuk menyudahi saja penantian ini! hahahhaha... ANTIKLIMAKS ini namanya sodara-sodara!!!

gue telpon adit sambil malu-malu dan gak enak ati uhuhu, untung dia gak mengelurkan nada judging whatsoever, jadi gue bisa cengengesan aja pas dijemput ke kantor. dari telkom kita maksi ke GI, yang ternyata puenuh pol. nyari tempat makan siang aja ribet karena di mana-mana penuh, akhirnya kita makan di Y&Y. di GI, gue mampir ke ELC *udah niat* dan karena adit apply CC HSBC jadi dapet diskon 5% deh. bumy kena pelet mainan mesin cuci yang untungnya diskon 40% huahahhha, jadi lumayan banget diskonnya 120 ribu gitu. dari GI kita melipir ke sabang untuk nyari cemilan, and guess where we endep up? iyehhh Baked Goods aja lagiii x)

sesudahnya kita kembali ke hotel untuk leyeh-leyeh tiada tara sampai jam makan malam tiba. we had dinner at Hema, the closest family restaurant from the hotel, lalu belanja-belanja kecil di Giant di atasnya.
ketika jam 12 teng tiba dan rentetan kembang api plus petasan menggelegar non stop selama 40 menit (i somewhat counted), gue lagi terbaring di ranjang sambil mantengin timeline twitter dikelilingi anak dan suami yang udah bobo nyenyak sentosa.

esoknya, setelah sarapan di hotel kita tidur lagi lalu check out jam 12 siang. dari situ langsung capcus menuju our home sweet home, beberesnyucinyetrikanyapungepel, lantas sorenya adit sepedaan dan gue keliling-keliling kompleks sama bumy. saat maghrib hampir tiba, hujan turun, dan kita ngemil sore dengan somay yang dibawain adit. it's one nice comfy moment.
ada balon pesawat KLM digantung. anak senang, bapak (geek) senang
the baby is completely hooked with his washing machine
doi ngajak nongkrong di depan tempat nongkrong para pembeti

oh ya, review untuk hotelnya sebagai berikut (kategorinya niru agoda):
pertama kali nginep di hotel ada Al-Qur'an-nya :D
- lokasi: 9 out of 10. deket dari mana-mana (wilayah jakarta pusat), name it malls, cafes, parks, etc.
- value for money: 7 out of 10 deh. untuk rate tahun baru, harganya masih masuk akal. tapi kalau harganya dibandingkan dengan kondisi hotelnya, agak gak rela juga :P
- staff performance: 7 out of 10. expect a warm "assalammualaikum" greeting everytime we stumble upon the hotel's staff. servicenya juga oke, gue minjem mukena (karena males ngambil ke mobil) dan segera diambilin (meski yang dibawain atasan mukena dua-duanya -___-).
- hotel condition/cleanliness: 7 out of 10. hotelnya bersih, bangunannya baru karena abis direnov (kayaknya). tapi lift cuma sampai lantai 4 dan kamar kita di lantai 5. overall ambience sih seperti yang gue inginkan, tamunya (yang keliatan saat sarapan) keluarga semua. jadi tenang deh, gak ada yang aneh-aneh.
- room comfort: 6 out of 10. kamarnya lembab banget! because
you know what? kita dapat kamar yang gak berjendela.... huhuhu. tapi kamar mandinya bersih.
- food/dining: 6 out of 10. sajian breakfastnya biasa banget, yah standar hotel bintang 3 deh (meskipun concordia bandung juga bintang 3 tapi sarapannya jauh lebih yahud).

maukah kami menginap di situ lagi? the answer is not really :D

lazy long weekend

long weekend natal kemarin, gue sakit plus nggak melakukan sesuatu yang spesial. mungkin karena nggak bikin itinerary atau rencana apa-apa ya, jadi yaa tu weekend berlalu seadanya. beres-beres rumah, nyetrika, nyuci piring, plus meringkuk di ranjang karena badan meriang. nyebelin banget kan, libur panjang malah sakit. such a partypooper.

jumat malam sepulang kerja, gue, adit, dan debby nongkrong di Baked Goods. (yess, againnn).
besoknya, sabtu, awal long weekend, adit sepedaan ke puncak. that left me and bumy alone in the house. i have to admit that didn't went well. what didn't go well? me taking care of bumy all by myself :| gue banyak marah-marah menghadapi tingkah polah si challenging two huhhuhuu *lari ke pojok ruangan* misalnya, saat dia merengek-rengek minta masuk kamar dan nyalain ac, tapi pas udah di dalam, bukannya tidur malah lompat-lompat dan made extreme movements di atas ranjang. setresss gue liatnya, takut dia jatuh. jadilah gue marah-marah, mengultimatum kalau dia gak bisa tenang, gue akan taro dia keluar kamar. and i did it, gue 'usir' dia keluar kamar trus pintunya gue tutup. dia nangis-nangis gue cuekin.
trus dia jambak rambut gue sekencang-kencangnya meskipun gue udah teriak wadaaawww dengan dramatis (pernah baca kalau kita harus give a kid the message bahwa tindakannya indeed memberi rasa sakit dengan ekspresi dsb), akhirnya gue marah-marah lagi. sungguh semacam preview kehidupan gue jika menjadi IRT kelak-meski gue belum tau apakah gue benar-benar mau dan bisa jadi IRT dalam waktu dekat ini. jadi ibu "full time" emang kudu punya stok sabar nan abundant!
sore, adit udah pulang, lantas dia buatin jus melon buat kita. mungkin hatinya 'tergerak' karena liat gue dan bumy sama-sama kusut setelah gelut seharian :)) we had dinner at Ichiban Sushi Lippo, lantas malamnya gue nonton Patch Adams di tv sendirian. filmnya ternyata bagus banget ya, gue baru pertama kali nonton film ini. gue mewek hampir sepanjang film! menurut gue filmnya inspiratif bangettt!
memberikan gue insight tentang social entrepreneurship yang belakangan ini lagi gue baca dan coba pahami (insya Allah bisa dilakukan, aminnn).
setelah film selesai, bukannya tidur, gue malah ngobrol di bbg sama lia dan nisha sampai past midnight :P what did we talk about ya maks? kayanya seputar emoticon dolly deh hehehe.

minggunya, otomatis bangun siang -__- we had indomie for lunch (gue dan adit ajahh), lantas membahas dengan serius rencana roadtrip ke solo. gue dan adit sama-sama seneng road trip, he loves driving and i love riding in a car-tanpa macet tentunya. kenapa solo? sepertinya sih sebagian besar karena terinspirasi perjalanan Wening yang gue baca dari blognya. solo juga dipilih karena tidak sejauh jawa timur, since we now will bring a toddler along.
selanjutnya hari dilalui dengan tidur siang 3 jam, makan malam ke lippo lagi (we tried a new venue, Roppan), dan begadang lagi (gue).

the next day, we enjoyed more leyeh-leyeh... apalagi hujan turun hampir sepanjang hari. sorenya ke lippo AGAINNN, kali ini ke Pizza Hut. it was rame, dan pesanan kita baru datang 20 menit kemudian... hehehe. and then we strolled along in the mall, eh ketemu temen gue dina sama suami dan anaknya. nongkrong lagi deh. lucunya, gue dan dina serrrriiing banget bikin janji mau meet and greet lengkap sama para bayi, tapi gagal terus. kali ini bisa terwujud tanpa perlu direncanakan, what a nice surprise :D

and then it's a wrap. besoknya ngantor lagi deh menghadapi segudang keribetan menghadapi akhir tahun (yang alhamdulillah sekarang sudah terlalui).
si anak ketakutan digoda cewek. tumben!
he is so not like his father. kelakuannya, maksudnya!