31/10/2013

the weekend scenarios

bulan baru, cashflow baru. 
kali ini, gue punya target baru juga untuk dibidik dalam casfhlow. yaitu budget weekend. 

semenjak kita pindah rumah, kita jadi punya jadwal khusus untuk sowan dan nginep di karawaci setiap dua minggu sekali. dari segi waktu sih kayanya gak ada masalah. tapi ternyata, rutinitas ini memberikan dampak ke pengeluaran. 

gue dan adit udah sejak lama punya pos pengeluaran yang kita kasih nama "budget weekend." 
jadi, pos ini isinya budget yang diperlukan kita untuk bersenang-senang/kelayapan selama weekend. pos ini kita pisahin dari pos "makan keluarga" karena pengeluaran saat weekend itu unik. kenapa unik? karena tujuan utamanya buat bersenang-senang dan jalan-jalan, jadi pengeluarannya pasti lebih besar dari makan keluarga di hari biasa. dari segi frekuensi, porsi eating outnya lebih besar. udah gitu, kegiatan yang dilakukan juga lebih 'niat' dari kegiatan selama hari kerja, misalnya tiba-tiba ke bogor seperti yang kita lakukan weekend lalu, atau ngajak bumy main ke playground, dan sebagainya. 

karena nggak mau urusan weekend menyabotase urusan makan keluarga, makanya pos pengeluaran ini kita pisahin. hal ini bukan barang baru buat gue dan adit. dulu pas masih pacaran, gue dan adit punya rekening cinta (ohohoek!) yang tujuannya membiayai kegiatan pacaran kita, hahaha. jadi dulu tuh, setelah kita pikir-pikir, "pacaran tuh mihil juga ye?" akhirnya kita sepakati untuk nyetor sejumlah uang tiap abis gajian ke satu rekening. nanti biaya pacarannya ya dicukup-cukupi dari situ. 
kembali ke saat ini, menyediakan budget khusus untuk pacaran (kali ini sama anak) tetap kita lakuin. waktu masih tinggal deket nyokap, kita menentukan budget weekend sejumlah X per minggu. jumlah itu masih cukup, karena well, kita sering numpang makan di rumah nyokap (ya hari kerja, ya weekend, numpang makan jalan terus) :))) 
tapi sekarang, budget itu membengkak karena kita jadi lebih sering eating out. 

breakdown aktivitas kita saat weekend sekarang seperti ini:

  • jumat malam - jalan ke karawaci.  
  • sabtu - sarapan dan/atau lunch biasanya jajan atau di mall.
  • minggu - sebelum lunch udah berangkat pulang ke ciganjur, jadi lunch-nya makan di luar, dinner-nya beli karena seringnya udah males masak begitu sampai rumah. 


berapa kali eating out tuh? bisa 4 kali 'kan. belum lagi budget nge-mall-nya, kayak buat nonton, atau pijat bersih sehat, atau apa kek gitu. 
begitu kita itung dengan cermat, ternyata tiap kali ke karawaci, kita bisa menghabiskan 2 kali lipat budget weekend mingguan. kalo ke karawaci-nya dua kali dalam sebulan, bisa ditebak kalo budget weekend bulanan kita ya tentunya bengkak 0,5 kali lipat. 

jadi, setelah beberapa bulan mengalami tekor di pos weekend, di family meeting kemarin, gue dan adit secara khusus ngebahas soal ini buat nyari solusinya.

pertama-tama, tentunya kita merinci kegiatan kita saat weekend di karawaci maupun di ciganjur dan menuliskan pengeluaran yang kita buat. 
kedua, nyari cara gimana biar pengeluaran kita cocok sama budget weekend. 

akhirnya kita sampai pada kesimpulan kalo kita harus mengurangi frekuensi ke karawaci. DAN mengurangi frekuensi ngemall. 

gue agak mendapat inspirasi juga dari sharing seorang ibu di grup wassap sekolah. dia nih salah satu role model gue juga, karena punya anak 3, tapi menolak pakai jasa pembantu. bukan karena gak mampu yang jelas (suaminya kerja di oil company, rumahnya juga terlihat dari sekolah), tapi karena udah males direpotin sama drama pembantu. tapi kali ini, bukan urusan pembantu yang jadi fokus gue. 
nah, si ibu ini cerita sambil lalu kalo weekend kemarin dia yang 
"biasa nih kalo hari libur, kita serumah kerja bakti. ya nyabutin rumput, nyuci mobil, beberes. lumayanlah biar hemat, anak-anak udah seneng banget diajak cuci mobil sama papanya, jadi gak usah mahal-mahal ke timezone."

saat baca itu, gue yang "dang…." 
ini gue kemukakan sambil meeting sama adit kemarin. jadi menerbitkan pertanyaan juga sih ke diri sendiri, "apa selama ini kita sok kaya yaaaaa" dilanjutkan dengan ekspresi mental seperti ini >___<
kebetulan pagi ini baru nonton acara @yourmoneymetro di mana ligwina hananto jadi narasumbernya. topik pagi ini soal "price-sensitive." 
dia ajak para pasangan untuk mencoba jadi sensitif sama gaya hidupnya. dia ngasih saran, "selama ini kita selalu makan di A yang harganya xxx, gimana kalo kita coba di B? makanan sama tapi harganya bisa xxx-100ribu, misalnya." atau "apa iya perlu kopi seharga xxx tiap hari? padahal kalo di daerah sana, harga segitu tuh bisa buat makan 3 kali." 
dari sini, suami-istri mencoba ngembangin attitude price-sensitive terhadap pengeluaran dan lifestyle-nya. lha ligwina aja bisa bilang ke suaminya "apa selama ini kita sok kaya yaaa?" tentunya it's only natural dong kalo gue melakukan hal yang sama setelah mendengar cerita sambil-lalu si ibu yang weekend-nya diisi kerja bakti itu?? 
yaeyaalah.

jadi, gue dan adit mencoba bikin skenario untuk weekend. gimana? dengan ngasih tema untuk tiap-tiap weekend dalam sebulan. sejauh ini, kita come up dengan 4 tema sesuai jumlah minggu dalam sebulan.

week 1 
tema: mrican. (maksudnya rumah oma di karawaci).
skenario pengeluaran: 
  • eating out sebanyak 3 kali (bisa berarti sarapannya beli, lunch di mall, dan ngebungkus dari RM padang untuk dinner).
  • budget kegiatan selama di karawaci (nonton, nyalon, pijat, dsb) sejumlah x.
  • budget oleh-oleh (karena biasanya bumy kita titipin ke nyokap, hihihi) sejumlah x.


week 2
tema: staycation.
kegiatan: beberes rumah, olahraga bareng, crafting DIY, kemping di halaman rumah, baking, nonton DVD, board games, pinter-pinternya kita milih aktivitas, deh.
skenario pengeluaran:
  • eating in 3 kali (baca: masak).
  • eating out 3 kali.


week 3
tema: enjoy jakarta.
kegiatan: bisa ke tempat-tempat baru (museum, pasar tanaman hias, galeri, green kampongs, dsb), nyobain public transportation, atau ke events tertentu. 
skenario pengeluaran:
  • budget kegiatan enjoy jak sejumlah x.
  • eating out 3 kali.


week 4
tema: playground (+rumah mertua).
skenario pengeluaran:
  • eating out 3 kali.
  • budget ke playground sejumlah x.
  • budget oleh-oleh untuk ke rokum mertoku sejumlah x.


ketika gue bilang ke adit, "ada minggu khusus ngemall dong!" dia cuma bilang, "kalo ngemall mah gak usah diagendain, kali. kalo bisa malah selama weekend gak ke mall."  
-____-
yatapi gue jadi inget sih, sama cerita ex-rekan kerja di tlkm. dia ibu-ibu usia 30an akhir. dia punya anak 3 orang, usianya 5-10 tahun. dia bilang baru menyadari (setelah selama ini, indeed) kalo budget ngemall pas weekend tuh "gede juga yaaa. bisa 500 ribu setiap pergi ke mall. anakku pada demen main ke timezone, belum lagi makan (junk food-red), dan belanja-belanjanya."

saat ligwina mengakhiri sesi @yourmoneymetro tadi, dia bilang, "bukan cuma anak-anak yang perlu belajar sensitif tentang duit. orang dewasa juga perlu. karena mahal-murah itu relatif. jadi untuk membesarkan anak-anak yang price-sensitive, kitanya perlu jadi orang yang price-sensitive dulu." 


ya deh, kalo judulnya kebaikan untuk anak, gue ikutan. hihi. tapi ya emang bener juga, kalo melulu berkegiatan di mall, jangankan anak-anak, gue juga jadi berhasrat untuk liat ini-itu, sentuh ini-itu, dan ujungnya, beli ini-itu. jadi, marilaahh… kita coba skema budgeting, sekaligus kebiasaan baik baru ini hehe.

jadi, nak, kamu lebih suka gini



(eh ini bukan di mall, tapi tamani cinere. but he does look cozy, huh?)

atau giniii? (mengerjap-erjap manja)







30/10/2013

trees in october


we had nice long walks last weekend. 

kemarin itu jatah kita untuk ke karawaci. kita ke sana jumat malam. ternyata tepat juga keputusan itu. gue dan bumy berangkat dari rumah jam 3 sore, dan karena hujan badai yang baru selesai, kita kena macetttt di cipete selama 1 jam! begitu gue akhirnya sampe di flyover antasari, ternyata yang arah dari blok M hampir gak bergerak di atas flyover. alhamdulillah jalur kita sih lancar, meskipun motor dibolehin naik. kebayang kalo adit yang kudu pulang ke rumah, hih mau sampe jam berapa dia? 
jakarta oh jakarta. 

hari sabtunya, gue dan adit melala berduaan. tujuannya kali ini agak berbeda. bukannya ngemol atau ke bersih sehat, tapi ke asemka. kita berangkat jam 8 pagi dari rumah nyokap, untuk naik shuttle bus lippo karawaci yang langsung ke mangga dua. quite a comfy ride. gak perlu macet-macetan dan capek nyetir. 
kita sampe di asemka gak sampai sejam kemudian. dan ternyata, meskipun harus jalan kaki dari halte busway kota sampai ke asemka, nyaman juga berbelanja di situ. toko blessing yang terkenal itu ternyata ada di satu lantai tersendiri. tempatnya ber-ac dan ala supermarket di mana kita bisa berseliweran sendiri tanpa dikuntit embak tokonya. lift juga ada, jadi gak usah pegel manjat tangga. 

setelah satu jam di situ, kita memutuskan balik dengan naik transjakarta. meskipun sabtu tapi ternyata bisnya lumayan penuh. kita turun di halte ratu plaza, lantas memutuskan untuk makan siang di tempat yang adem dan nyaman, haha. jadi kita kencan deh di PS. most of our visit was spent at kinokuniya. it's soo vast and has various collections. so adit and i just sat nicely on one of the corners there, and read whichever interesting books we could get.

puas di PS, kita liat jadwal shuttle bus untuk pulang ke karawaci, dan ternyata ada dari FX jam 2:30. jadi kita jalan lagi deh. as i wrote, we had looong, albeit nice, walks. hehehe. udah lama enggak begini.
emang sih siang bolong, tapi ternyata banyak pohon rindang dari PS ke FX. kita kayak mereka ulang adegan dari before midnight (ngarep!) haha. 
begitu sampai di FX, ternyata lagi ada sale banting harga Periplus di lobby bawah. wah hampir kalap gue. ada buku Jeffrey Eugenides didiskon dari 180 jadi 45 ribu sahaja. 
10 menit kemudian, ternyata bis lippo udah dateng. cusss deh ke karawaci. 

the next day, we had to leave karawaci a bit early in the morning. soalnya ada fogging -__-
masih jam 8 pagi, bumy juga belum mandi. kita cuma berkemas dan gue nyempatin buat membungkus beberapa wadah tupperware yang diisi nasi goreng buatan nyokap, haha. 
begitu masuk tol dalam kota, ternyata exit tol yang mau kita lewati ditutup. ternyata ada jakarta marathon!
dari tol, kita bisa nonton marathon itu, karena jalanan ditutup untuk dijadiin lintasan. bangga juga deh liatnya, seneng di jakarta ada event olahraga skala besar (meskipun traffic di sekitarnya jadi macet siiih). berhubung exit demi exit tol yang kita mau lewati kalo gak ditutup ya padat banget trafficnya, akhirnya kita memutuskan melanjutkan perjalanan sampai ke... bogor. i just love it when we're being impulsive :))

syukurlah ada nasi goreng yang dikemas, jadi di perjalanan gak ada yang rewel. kita sampai di bogor sekitar jam 9, dan memutuskan untuk markir mobil di mcd. ternyata di sekitar kebun raya gak ada parkiran mobil ya? mungkin ada tapi kok kita ditawarin parkir di pinggiran jalan terus. adit menilai di mcd lebih aman karena gak di pinggir jalan. dah gitu biayanya juga sama, 15 ribu. 

begitu masuk kebun raya, kita langsung cengengesan. soalnya itu pertama kali kita bertiga datang ke situ. tempatnya luas banget yaa. bisa sepedaan pula. tujuan utama kita sebenernya taman anggrek. tapi pas sampai di cafe dedaunan aja udah jam 12. kasian bumy. tadinya sih doi masih bersemangat lari-lari, tapi cuaca makin panas, jadi mulai minta gendong deh, dia. 
akhirnnya kita memutuskan nongkrong di dedaunan untuk ngaso dan makan, trus balik. 
seneng banget liat area terbuka yang luassss dan rindang begitu. mungkin central park di new york segede gitu juga ya? hihi.








oya di kebun raya ternyata banyak ada acara komunitas. kemarin kita liat ada anak-anak pramuka pada nyari jejak. trus ada acara seminar dengan poster gede "i love my family" :D daan ada satu komunitas yang gue gak tau namanya apa, tapi mereka ngadain 'lomba' banyak-banyakan ngumpulin sampah! keren banget. 
and of course, we also had another episode of long walks there. kita keluar dari kebun raya di gate yang agak jauh dari tempat kita parkir mobil, jadi kita ngangkot untuk ke mcd. badan leek bersimbah keringat.
afterwards we drop into a quiet little place we call our home in ciganjur <3 

22/10/2013

the orchid and embak-less saga


it was on a sunday morning.

we went to jalan brawijaya to spot some nice plants and pots. turned out that we found these lovely sights.






afterwards we headed to taman anggrek ragunan to find a vast complex of plant and flower stalls. 









and then the weekend continued. 








they were munching the bantet muffins


from the plant haul




despite some shitty facts that si embak tiba-tiba harus cuti besar for some illness, my disastrous time-management, my failure to produce any writing up to this moment (sigh), and this...




...well, here i am (pulling my hair out).

13/10/2013

two to tango

alhamdulillah it's a long weekend.
i guess "the myth" is true (the quotation marks because i think i'm the only person who regards it as a myth). that once you're a SAHM, you'll have a bigger need for your spouse's presence. 
...or maybe it's just me (.__.)

gue emang girang banget kalo udah jumat. hati jadi lebih ringan, dada membuncah dengan rencana-rencana. terbayang bisa ngapa-ngapain nggak cuma berdua bumy (baca: disupirin), mau sarapan/maksi/makanmalem ada yang bikinin, intinya eksploitasi kehadiran suami, deh. 

malam minggu ini, gue dan adit lagi berduaan di rumah ganjur karena bumy nginep di rumah oma. awalnya sih mau bertingkah a la lajang yang masih pacaran (nonton, nongkrong di coffeeshop yang ruang smoking dan non-nya gak terpisah secara tegas, jalan kaki menyusuri pasar lama). tapi, semangat berpacaran padam semenjak hujan deras tadi sore. yang awalnya mau mampir ke mall, berubah enggan. sampai di rumah, nyetel walking dead, dengerin hujan makin deras, kita seketika jadi couch potatos. ganti baju bukannya jadi setelan pergi, malah ke kaos oblong dan celana hawaii. perut laper yang tadinya berencana diganjel sama ramen/sushi/apapunlahyangseksiseksi, ternyata cukup hepi diisi sama telor dadar keju. let's face it: we *are* a boring couple. 

anyway, adit and i had a little 'picnic' to ancol last week untuk mengikuti Festival Gerakan Indonesia Mengajar (disingkat FGIM). gue pertama kali dengar pengumuman acara ini via twit dari MD. trus langsung tertarik, karena program-programnya pak Anies emang "fenomenal", dan berdampak nyata. apa daya, mau ikut jadi Pengajar Muda udah ketuaan, mau ikut berbagi cerita tentangprofesi, tapi udah gak punya profesi yang profesional xD 
syukurlah diadakan wadah buat kami yang gak bisa ikutan 2 program itu. 

acaranya seru, deh. disediakan beberapa jenis "wahana" untuk kerjabakti kita. mulai dari mengemas buku-buku cerita dan pelajaran untuk dikirim ke sekolah-sekolah di pelosok (Kotak Cakrawala), bikin puzzle berisi pengetahuan dan kata-kata penyemangat (Kartupedia), bikin alat bantu anak-anak SD untuk belajar sains (Kemas-Kemas Sains), sampai bikin lagu dan "teater" cerita rakyar untuk direkam. format acaranya juga dikemas berupa game, seperti berlomba menjadi yang tercepat antar kelompok relawan. 
kita juga terkesan dengan cara panitia mempublikasi acara ini (dengan gaya bahasa yang menyemangati, timingnya tepat, pakai 'teaser' pengalaman tokoh-tokoh inspiratif), dan betapa profesional serta rapi acara ini diselenggarakan. 

begitu datang dan kelar registrasi, kita para volunteer yang baru dateng, dikumpulin di ruang presentasi untuk dikasih briefing. pesannya singkat aja: why we needed to do this, lantas meminta kita bersemangat, lakukan yang terbaik dan nikmati prosesnya. tapi kok bikin gue berkaca-kaca (saraf haru-ku memang lemah)... 
selama kerjabakti, kita ketemu sosok-sosok yang inspiratif. emang sih mayoritas yang ikut mahasiswa, tapi banyak juga yang bukan. ada sekelompok volunteer dari rumah singgah untuk anak-anak terlantar di bogor (they went there by public transports), ada para bapak dan ibu yang membawa anak-anak mereka (seorang ibu bekerja sambil mencangklongkan bayinya di dada!), ada yang tua, ada yang bule, literally all walks of life were there to contribute. terasa banget kegiatan ini memberikan efek berupa bola salju. kegiatan yang kita lakukan mungkin sepele. menggunting-gunting, nulis, ngangkut buku. tapi karena dilakukan secara massal, hasilnya jadi besar. so i guess the moral of the activity is, if you want to make a difference, it doesn't have to be massive. it can start from simple stuff. 
in the end, thank you, para penggagas dan panitia FGIM! 

look at those hands everywhere. the message is clear: let's give hands, do something!

ps: kerjabakti aside, ancol beach is interesting... ternyata. gue dan adit sempat nongkrong di pizza hut (dengan koneksi wifi yang waswiswus. akhirnya iOs7 kedonlot juga!) dan pinggir pantai macam orang (tidak) muda pacaran. pantainya bersih, bisa nyewa sepeda keliling pantai, ada restoran-restoran kece pinggir pantai juga (if you want to splurge). dan ternyata sekarang juga ada mall di sana! 


02/10/2013

passion pit

- kemarin pertama kalinya gue mengikuti parents' meeting untuk kelas les musik bumy di ymh. pertemuan kemarin ternyata inisiatif guru kelasnya bumy sendiri, kak rita, karena kelas-kelas lain malah jadwalnya minggu itu libur. berguna banget ternyata masukannya. selain dijelasin soal cakupan pengajaran program music wonderland (untuk usia 3-4 tahun yang bumy ikuti ini), juga dibahas apa aja kegunaannya terhadap perkembangan motorik dan kecerdasan anak. 
kak rita juga ngasih feedback soal hasil observasinya terhadap performance anak selama mengikuti program ini. eh, ternyata bukan cuma anaknya yang di-observe, tapi juga ortunya, hehe. hasil observasi si kakak buat bumy, katanya sih bumy udah bisa mengikuti kelas dengan baik, apresiasinya juga oke. doi udah bisa konsentrasi, "serius" mengikuti pelajaran, dan udah bisa 'menangkap' rhythm dengan baik. 
doi juga ngasih apreasiasi buat beta (ehem!), dia bilang, "makasih ya mama, udah bisa nganterin bumy les tiap minggu." kayaknya doi sengaja menekankan pentingnya keikutsertaan orangtua (karena ada yang dianter nanny-nya terus tiap les), karena program ini bukan sekedar untuk mengasah kemampuan bermusik anak, tapi juga jadi kesempatan bonding time antara anak dan orangtua. 
kalo gue bisa nemenin anak les tiap minggu mungkin gak istimewa ya, namanya juga IRT. yang lebih bikin salut adalah para mama temen sekelas bumy yang bisa menyempatkan diri ikut kelas padahal bekerja. 

hal lain yang juga dijelasin pas parents' meeting adalah tujuan jangka panjang mengikutkan anak dalam program ini. yaitu supaya nantinya anak bisa membuat komposisi musik, dengan alat musik pilihannya. soal memilih alat musik ternyata baru bisa dilakukan ketika anak usianya 6 tahun, setidaknya menurut aturan di ymh. karena disesuaikan dengan kesiapan mental anak mengikuti lesson secara menyeluruh, dan kesiapan organ-organ tubuhnya juga. 
kak rita bilang, "program ini masih lanjut terus loh, ma. sesudah music wonderland, ada junior music course selama 2 tahun. mama masih ikut di dalam kelas." wehehe, gue sih hayuk aja. emang kepengen bisa main electone or piano juga kalo bisa mah :))

menunggu le husband to come and get bumy karena meetingnya for parents only


- mencoba playground baru di daerah deket rumah, di beji tepatnya, daerah tanah baru. namanya ciluqba playground. kita datang ke situ hari minggu siang, jam 9an. tempatnya lumayan juga, ternyata. area bermain panjat-panjatannya cukup besar. area basah-basahannya kecil sih, tapi bumy bisa bebas bermain. mungkin karena dia mainnya pas jam 10 siang -___- jadi ya dia doang yang men-tanned-kan badan. 
HTM-nya ekonomis, 20 ribu buat weekend, dan 10 ribu buat weekdays. tapi lumayanlah bisa jadi alternatif kalo mau ajak anak plesir (selain ke taman, hehe). 




- met some of my old pals. mampir ke rumah nuri buat ngambil skincare pesanan (dapet diskon pula, makasih ya buund :D), tapi sayang gak bisa lama. trus ketemuan sama elis juga. yang agak ngagetin, dia sama nyokapnya. jadilah kita nongkrong bareng emak-emak senior :)) tapi hal itu juga ngingetin gue, kalo di antara sekian nyokapnya temen-temen gue, nyokapnya elis emang yang paling enak diajak ngobrol, haha. doi nyambung aja gitu sama ocehan, keluhan, dan gaya bergosip kita. doi cuma senyum-senyum sambil sesekali kasih komentar yang gak gengges. pantesan aja si elis sering banget nongkrong sama nyokapnya :') semogaaa gue juga bisa gitu sama bumy entar (tapi 'kan anaklo cowok? ya biar deeh). 

- ikutan workshop in a box lagee. senangnya bikin-bikin :D 



- menambahkan ini ke area bekerja-sambil-bermain gue :D



- kepikiran untuk bikin perayaan ultah bumy tahun ini. sebelumnya juga dirayain meski dengan tiup lilin di atas kue bersama kru mricans sih. tapi maunya tahun ini bumy punya tamu-tamunya sendiri, hehe, yaitu anak-anak kompleks. acaranya gak mau lebay, gak pake dessert table yang jelas :)) 
tapi gue emang sempat kepikiran mau pakai jasa EO. buat ngedekor, bikinin goody bags, dan ngurusin makanan. tapi pas survey... ternyata lumejen ya boo fee-nya. 
sejauh ini sih, belum ada yang dimantapkan kecuali tema (hint: lihat gambar, kekeke). soal lokasi masih pikir-pikir antara dua pilihan. printilan yang lain juga belum mulai dicari (belum saatnya panik 'kan? ...'kan?). tapi roman-romannya gue akan ngerepotin bunda Nisha nih, karena doi sekarang sering jadi narsum setiap gue nanya-nanya soal printilan ultah. heuheu, mohon bantuannya, ya, kakak senior!

photo from spoonful.com


- akhirnya punya juga "klien" untuk dibikinin financial plan... xD ayo ayo, ada yang tertarik gue bikinin? 

entah kenapa kalo bikin update gabrukan gini yang diinget yang bagus-bagus aja... mungkin karena kalo galau langsung bikin postingan tersendiri yah, macam ini. hehe.

spent the afternoon at one of our favorite places: rimba baca

01/10/2013

parents' day at tetum

gue udah menyinggung di sini soal kegiatan orientasi untuk para orangtua murid di sekolah tetum. 
awalnya kita sama sekali gak mengira mau diajak main sekolah-sekolahan seperti itu. gue dan bundanya Naya malah berangkat dengan perut kosong, mengira bakal langsung dikasih snack box seperti lazimnya acara parents & teachers' meeting :P 

berkat kegiatan kemarin itu, kita para orangtua jadi tau urutan kegiatan yang dijalani anak kita selama bersekolah. simulasinya "total" deh, karena selama kegiatan, para orangtua disapa dengan nama anak masing-masing, hehe. 
urutan kegiatannya seperti ini:
  • semua peserta diajak duduk melingkar di lantai bersama para guru --> duduknya bersila. katanya sih mengajarkan anak terbiasa berpostur tubuh tegak. 
  • minum air putih --> disediakan gelas berisi air untuk diambil, anak minum sambil duduk, lalu gelas dikembalikan lagi ke tempatnya. tujuannya supaya anak tenang dan bisa mengikuti kegiatan dengan baik.
  • melakukan brain gym dua gerakan. supaya anak bisa konsentrasi mengikuti kegiatan di kelas. 
  • bernyanyi "aku anak tetum." (lagu ini isinya mengajak anak berani dan mandiri berpisah dari papa, mama, dan atau embak selama di sekolah). 
  • circle time: berdoa (bagian ini bikin terharu, deh. ada kata-kata "(Ya Allah), bantu kami menjaga sikap, menjaga tangan, menjaga mulut." sekarang gue terapin di rumah!), lantas murid-murid, eh, kita, diabsen.


sesudah ini, para orangtua dibagi menjadi empat kelompok sesuai kelas dan level sekolah anaknya. kelompok gue pertama-tama masuk ke pos motorik halus. kita diajarin caranya menuang air dari wadah ke gelas dan sebaliknya, lalu menjepit batu. tujuannya melatih kesiapan otot-otot tangan anak sebelum belajar menulis, juga melatih konsentrasi.

dari situ, kita ke pos motorik kasar. kita diajak gerak badan dengan menari mengikuti lagu dan latihan berjalan sambil melatih keseimbangan. sesi ini bikin ketawa-ketawa ngakak. bukan karena kita harus joget-joget ala bocah doang, tapi juga karena ada seorang bapak yang ikut dalam kelompok kita. kebayang gak tuh, harus joget-joget lagu anak-anak? :)) 

abis joget, kita ke pos memisahkan benda di halaman depan sekolah. sesudahnya, kita diajak membuat prakarya berupa mahkota dan lukisan dari kelereng. kelar crafting, sudah disiapkan pos makan bersama-sama di halaman samping sekolah. 
jadi, sekolah bumy ini emang punya kegiatan rutin makan bersama sebelum pulang sekolah. HELPFUL banget gak sihh... orangtua jadi gak usah repot nyiapin bekal xD
kegiatan makan ini juga ada tata kramanya. anak harus mengantri cuci tangan dulu, lalu mengambil alas makan, dan sendok garpu. sesudah itu, mengantri mengambil makanan. porsinya bebas, sesuai maunya anak. yang penting harus bertanggung jawab menghabiskan yang sudah diambil. piring yang dipakai piring beling, tapi sejauh ini belum pernah ada yang mecahin tuh, kata pihak sekolah.  

kelar makan, kita kembali duduk melingkar, untuk me-review kegiatan hari itu, lalu ada sesi tanya-jawab deh dengan guru-guru. 
tim guru 


ini muka-muka girang para ibu dengan hasil prakarya masing-masing, hehe. 

beberapa hari lalu, gue menemukan lembar berisi pemberitahuan daftar ekskul untuk murid-murid ikuti. untuk level bumy, yang bisa diikuti baru kelas "smart movement" aja. tapi untuk jenjang yang lebih tinggi, ada ekskul berenang, menari, tahfiz Al-Qur'an, art club, sampai robotik. buat tahun depan gue usul klub astronomi kayaknya oke juga tuh! 
bagian paling menarik adalah dibuatnya Klub Ceri, yaitu "ekskul" untuk ibu-ibunya! kegiatan yang akan dilakukan di antaranya bedah buku, menyulam, dan mengajar anak di rumah. langsung excited banget gue! hahaha. waktu kegiatannya saat anak-anak lagi pada belajar di kelas, mungkin sekolah 'prihatin' ya liat ibu-ibu yang nunggu ngobrol ngalor-ngidul aja di bawah naungan pohon ceri :)))

bisa ditemukan lebih banyak cerita tentang kegiatan sekolah tetum bisa ditemukan di website sekolah, juga di website yang dibuat bu Mela, sesama orangtua murid di sini

PS: photos courtesy of bu Vionny :)

what i talk about when i talk about love

september sudah di ujung perjalanan. entah kenapa ini membuat gue terpikir tentang suatu hal yang, seperti biasa, random. yaitu, kalau gue bisa bikin tato, beberapa tato yang bentuknya tulisan, kata apa yang mau gue torehkan di badan?

i thought about the answer for a while. until i finally got some.

first, it would be "tender."
alasan paling awal yang muncul di kepala sih, karena gue cinta blur. dan nulis "blur" would be too obvious, deh. (seperti dulu gue ngebordir papan nama "blur" buat disematkan di seragam SMA, haha). but why that particular song? padahal gue nggak begitu suka sama album "13."
hm mungkin karena lagu itu terdiri dari satu kata doang, jadi singkat padat jelas. tapi ada satu alasan sentimentil lagi, sih.
beberapa waktu belakangan, bumy suka banget lagu blur yang ini. gue (berusaha) gak melebih-lebihkan, tapi setiap kali masuk mobil dan mulai berkendara, dia ngotot minta disetelin lagu ini. dia bilang, "lagunya blur, ma!" atau "o mai bebi, ma!" yang bikin makin berbunga-bunga, permintaannya ditambahi dengan, "bumy suka banget lagunya, ma!"
melayang deh guee :)))
i have to admit kalo gue pernah memberikan preambule ke bumy sebelum nyetelin lagu "tender", duluuu banget, lebih tepatnya pasca konser #blurjkt. gue ceritakan dengan berapi-api "mama nangis pas lagu ini, my!" 
lantas si anak memancing, "mama teriak-teriak gak nyanyinya?" yang tentunya dijawab dengan, "teriak-teriak sambil NANGIS! nangis bahagia!!"
hkahakhak. fase awal meracuni anak dengan selera pribadi never starts too early.

sampai lalu si anak sendiri bener-bener suka beneran (repetisi! selalu lebayy kalo bahas kesukaan), dan ya begitu, maksa minta disetelin "tender" dan nyanyi-nyanyi sendiri, eh berdua sama gue.
so, in a way, alasan sentimentil satu lagi itu adalah karena anak gue suka lagu ini. putting the word "tender" as a tattoo would be some kind of monument of my love for him, and his love for the song (slash me? hehe). and also my love for the band's music. komplit.
"tender is the night lying by your side
tender is the touch of someone that you love too much 
tender is the day the demons go away..."


and then, there's a second word. yes, to be put on as a tattoo. it's "september." or i might shorten it to just "sept" for technical reasons (terbayang jika ditato beneran bakalan legit tuh rasanya).

the month stored some really remarkable events, or even turning points, of my life.
one of them is the passing of my uncle. he is my uncle, but he was only six years older than me. in fact i called him "uda" because he didn't fit to be called with "om." we were so close. he was like an older brother to me. i remember the most colorful days of my childhood with him in it. he was a mischievous kid, but totally in a good way. so we had a lot of fun times together.
i remember a day before he passed, he called or maybe i called to my grandma's house, and he told me that he landed his first job. we--my sister debster and i--were so thrilled to hear that, and we asked him to "ke sini dong, traktir kita!!" to which he said, "iya, malem minggu uda ke tangerang, uda bawain sate padang."
and then, the next thing i remember was a day after that conversation, being woken up at 2 in the morning, by my aunt who happened to stay at our house that night. she said exactly this sentence: "ka, bangun, ka. uda heri udah gak ada."
i sat on my bed, and couldn't think of anything. i couldn't feel anything, either. my mind was empty, and i couldn't figure out why i couldn't cry.

i didn't even go to his funeral. the reason for my not coming was a bit fabricated. there was a school event i needed to attend, an extracurricular activity, actually. and my mom told me i should just come to school instead of the funeral. so i never told him goodbye.
after a few years, i commemorated this event with a loathing feeling towards the month september. it reminded me with a loss, a loss i couldn't have yet accepted and made peace with. when september came, it felt like there's a pang on my chest. although i'm glad to say those hard times are surpassed by now.

another turning point that happened on september, is what made me love this following song so much.
i heard the song coincidentally at the time of the event, it was a beautiful song with heartfelt sadness, and eerily, the title is "september." it totally felt like a revelation to me; my apprehending of the song, and how corresponding the lyrics and the nuance of the song were to what i was dealing.
"then came september, again
i'm ready for a new start.
it's just the time of the year when everything seems so clear.

on the sunny day now, i turn my back on disaster.
i'll try a new way now.
i couldn't get there much faster.

one late september, again
a time to face all your fears.
let's just get used to the speed and there's no place for the tears.

and you know, in september, all the world is smiling.
so hard to remember the last years have been flying.

on the sunny day now, i turn my back on disaster.
i'll try a new way now.
i couldn't get there much faster." ("September" by The Charade)

september is momentous because it's when i bid adieu's to what or who used to be so significant in my life. one forever, one for better.

therefore, i can conclude that the tattoos would be mementos for love. love that is lost, and love that is gained. if i can't have them on my body, then 'tis my heart they would be forever engraved in.