19/01/2015

superstar

tepat seminggu lalu, kita dateng ke acara konser Tribute to the Carpenters. i was so excited when i first knew about this event. kebayang bisa dateng sama Adit dan Bumy juga. we are, after all, sort of enthusiastic Carpenters fans (meskipun ini pernyataan yang agak-agak self-proclaimed sih, hehehe).
image from here

sesampainya di Pacific Place sore itu, kita masih berpikir suasana konsernya akan mini dan intim. jarang, kali, ABG yang suka the Carpenters... gitu gue pikir.

tapii, ketika kita makan malam di Ky*chon, kebetulan meja di seberang kita diisi oleh segerombolan anak-anak kuliahan yang hip dan "G*ods Dept" banget. lalu tanpa diniatkan untuk nguping, kita jadi tau kalo mereka mau dateng ke konser yang sama. tepatnya dari celetukan seorang di rombongan itu, "'Just like me... they long to be... close to youu' pasti lagu ini nanti dimainin, deh!" wew, kuno amat pemikiran gue yang mengira selera musik nggak bisa lintas generasi segitu jauhnya. hahaha... mungkin gue terlalu underestimate selera anak-anak kuliahan jakarta masa kini xD

berhubung acaranya dijadwalin mulai jam 7 sementara Bumy belum kelar makan, gue memutuskan jalan duluan ke venue untuk liat-liat situasi. ternyata begitu sampai di depan Atamerica, antrian udah panjang sampai ke bagian pintu terluar Atamerica. mak! begitu akhirnya bisa masuk, gue intip tempat konser akan diadain dan menemukan semua tempat duduk udah keisi. telat pisan ternyataa T__T

gue nungguin Adit dan Bumy bisa masuk di bagian luar tempat konser. sambil duduk-duduk di salah sofa di situ, gue denger seorang staf Atamerica ngomong kalo ini pertama kalinya pengunjung acara di situ serame ini! ternyata bukan gue doang yang salah perhitungan, hahah.
pas udah jam 7, gue telpon Adit lagi, dan dia bilang dia masih stuck di antrian yang sekarang udah mengular sampe ke luar Atamerica. yaudah deh, gue putusin masuk ke bagian konsernya duluan aja. masih kebagian duduk, sih... tapi di ubin tepat di depan panggung. glek. well, at least i can get that 'intimate' vibe i was imagining about.

sebenernya, selain pengen denger rendition lagu-lagu Carpenters, gue punya motif lain yang bikin gue ngotot dan excited dateng ke acara ini. tak lain tak bukan seorang penampil yang gue kagumi dan sukai sejak lama, tapi culunnya, nggak pernah gue liat perform secara langsung. it's Imel! atau lengkapnya Imelda Simangunsong, kakaknya THE Dewi Lestari, hehe.
image from here
gue sukaaaaaaa banget album dia produksi tahun 2002 silam, yang judulnya "Di Ladang Stroberi." sebenernya sih tau soal Imel ini dari sohib gue si Level 7. dia merekomendasikan album tersebut dibumbui dengan kata-kata "ris, you HAVE to listen to this. she's ah-mazing!"
ternyata setelah mendengarnya sendiri, it turned out that i fell in love with each and every song on that album. bahkan saking lagu-lagu di situ 'dapet' banget nuansa dari pesan dan tema yang mau disampein, tiap kali gue 'jatuh cinta,' gue menganalogikannya dengan "berada di ladang stroberi." x)))


well, back to the concert, jam 7 lewat, akhirnya masuk juga para performers malam ini: the Simangunsong sisters, hehe. sebutan ini sendiri baru 'dibuat' ketika Dewi Lestari 'ngobrol' dengan para penonton dan bertanya-tanya nama apa yang cocok buat 'grup' mereka ini. dari obrolan tersebut, gue juga jadi tahu kalo the sisters ini biasanya cuma 'manggung' di acara-acara keluarga, macam natalan, gitu. gue jadi ngerasa beruntung banget bisa dateng ke acara ini karena seolah-olah bisa sekejap mencicipi kerennya acara keluarga mereka itu hehehe.

jujur, gue nggak nyatetin song list mereka malam itu. tapi yang jelas, sebagian lagunya gue kenal dan sangat sangattt nikmati. kayak "Rainy Days and Mondays," "Superstar," "For All We Know," "We've Only Just Begun," "I Need to be in Love(!!)," "Sing," daaaan masih banyak lagi. gilakkk membuncah banget dada ini oleh kegembiraan hahahaha.

cerita dan kesan-kesan yang gue dapat dari konser ini dirangkum dalam titik-titik peluru berikut:

- the sisters bilang kalau dalam memilih lagu-lagu untuk dimainkan di konser ini, mereka pilih lagu yang cocok dengan warna suara mereka semua. hasilnya, menurut gue, lagu-lagu the Carpenters dibawakan dengan nuansa yang fresh dan 'baru' karena Dewi, Imel, dan Arina nyanyi dengan gaya khas atau signature style mereka masing-masing.


pada satu titik, rasanya kayak mendengar Mocca bawain the Carpenters dan nuansanya jadi "indie" banget. di titik lain, lagu the Carpenters jadi bernuansa jazz dengan suara Imel dan dentingan piano yang dia improvisasikan sedemikan rupa. dan ada saat-saat di mana Carpenters terasa 'paling' Carpenters ketika Dewi yang nyanyi, karena emang suaranya yang paling 'dekat' dengan Karen Carpenter. tapi most of the time, karena hampir sepanjang konser mereka bertiga nyanyi bersama-sama dalam satu lagu, lagu-lagu Carpenters yang dibawakan jadi terasa begitu kaya berkat banyak "warna" suara yang dicipratkan.

- gue dan Adit beberapa kali karaokean berdua aja dan milih untuk nyanyiin lagu-lagu Carpenters. i have to admit kalau kesederhanaan struktur lagu yang terdiri dari bait awal - chorus - bait kedua - chorus - bridge - lalu chorus diulang-ulang, bisa terasa membosankan. emang sih, kekuatan lagu-lagu Carpenters justru terletak pada kesederhanaannya itu - yang diracik dengan legitnya suara "chocolate-and-cream alto"-nya Karen Carpenter. tapi, gue bayangkan on a concert, hal ini bisa menjebak mood drifting along menuju hal yang monoton dan predictable, apalagi kalo yang bawain suaranya standar-standar aja. tapi yang terjadi pas konser mini ini, nggak ada tuh rasa 'bosen' - meskipun kita udah pada tau struktur lagu-lagu Carpenters bakal sesimpel apa. gue rasa ini berkat 'olahan' improvisasi Imel, baik dalam permainan pianonya yang jazzy maupun dalam menyanyikan lagu-lagunya. Arina juga bawa her iconic flute ke panggung. hal lain yang jadi faktor gue rasa adalah karisma ketiga perempuan ini, yang memang udah dikenal dan membawa citra musik yang berkualitas. 
Dewi Lestari juga berhasil mengisi jeda antar lagu, jadi suasanya makin akrab hehe. mulai dari berbagi panggilan sayang antara kakak-beradik itu, juga nyeritain kesan personalnya terhadap lagu-lagu Carpenters. that way, we got to have another peek at their childhood and family life.
Imel juga beberapa kali ngasih insight tentang the Carpenters dan gimana mereka milih lagu untuk dibawakan.   
oh iya, pada beberapa lagu di penghujung konser, Reza Gunawan didaulat untuk naik ke stage dan mengiringi dengan piano. it really felt like a family gathering! i guess these factors gave 3 points score for that "intimacy" i craved, hehe.

- Imel is an awesome musician. hahaha this is the groupie in me yang butuh membuat penekanan. 

well, satu setengah jam di malam itu rasanya cepet banget. padahal lumayan pegel juga sih, karena gue duduk bersila sambil memangku Bumy di sekitar 3 lagu terakhir. :D tapi rasanya seneng banget bisa menikmati suguhan keren dari Simangunsong sisters ini. 
btw, do i need to reveal how i cried on several songs? it's *that* beautiful. :')


No comments:

Post a Comment