29/08/2014

completely (not) me

despite the sad story i shared earlier, bulan puasa held some other memorable moments.

ada satu hari yang begitu gue kenang ternyata unik juga karena dalam sehari itu gue ngurus orang yang sakit, menengok kelahiran, sekaligus mengantar kepergian.
kebetulan hari itu gue harus ke rumah sakit untuk bawa bumy kontrol, dan lalu nyari-nyari lab yang bisa melakukan kultur urine. sesudahnya, nengokin adik bayinya naya. trus tanpa disangka, sore itu kita menerima kabar kepergian bude-nya adit, bu ani. bu ani ini baik banget, btw. :'( orangnya lembut, kocak, dan ramaaahhh banget. dia selalu seneng kalo ketemu bumy, bahkan suka ngeledekin bumy "cantik" haha. i hope she's resting in peace now. 

ah... one minute we were welcoming a new soul to this earth, who could've guessed the next minute we were to bid adieu to another?
but, if that doesn't teach me about life, then what will?

lalu pada kesempatan lain, gue bahagia banget bisa punya quality time sama temen-temen lama. temen-temen yang udah deket sejak lama, maksudnya. orang-orang yang tau gue tuh dasarnya gimana, tanpa 'tertipu' embel-embel status, foto-foto instagram, atau hal-hal baru yang gue ikutin. bukan sekadar memenuhi rasa kangen dan ngasih kenyamanan, meeting them is also like opening a window to my own soul, karena gue tersadar kalo mereka tuh orang-orang yang inget apa mimpi-mimpi gue (sedari) dulu.

sama weche dan nuri, gue sempat ngebahas soal "udah umur segini masih belom tau mau jadi apa." terasa agak ironis sih membahas ini sehabis ngelayat almarhumah teman SMA kita. i mean, di umur segini, satu dari kita udah habis waktunya di dunia, sementara kita masih aja clueless....
dipikir-pikir, ini kayanya sejalan banget sama artikel "Why Generation Y Yuppies Are Unhappy?" yang gue sebut di sini, hehe. we're just too damn narcissistic and think we should be so special that we spend too much time searching for our "passion" - or that glorious meadow with flowers and unicorns haha - instead of focusing on doing the hard work. 

gue juga sempat kencan sama dyah. temen lama dari sma, yang sampai hari ini belum juga married, hahaha (we're, like, so close i don't even bother menjaga perasaannya) xD
ngoceh ngalor-ngidul dan melakukan ritual sekaligus hobi kita: NGELUH. hahaha. beberapa ocehan si dyah yang layak-quote di antaranya:
"gila lu, berenti kerja. kasian amat dong laki lu harus nyari duit sendiri!" -_____-
"hahaha ngomongin apaan sik lu sama ibuk-ibuk?"
terlepas dari komentar-komentar sampahnya, ada yang bikin terkesiap. ketika gue lagi curhat soal bingung mau balik ngantor atau ngapain, dia bilang, "udahlah lo nulis aja. gue suka baca tulisanlo, padahal gak semua tulisan orang bisa gue nikmatin loh."
well, kata-kata si dul mungkin bukan universal truth karena faktanya gue bukan penulis or blogger tenar, tapi itu bermakna banget buat gue karena datang dari dia.... maybe i should just stick to what i enjoy the most. yeah i'm just a typical gen Y, aiming for that glorious meadow with flowers and unicorns :)))

bulan puasa ini juga alhamdulillah sempat ketemu untuk farewell sama nisha :') malu deh, bukannya gue yg kasih farewell gift, malah nisha yang bawain kado buat bumy dan mamaknya hihi. gue ikutan excited ngebayangin nisha bakal hijrah ke UK dan segala keseruannya. bukan cuma pindah tempat tinggal sih doi, tapi juga ganti profesi, dari ibu bekerja jadi ibu rumah tangga seperti diriku. can't wait to hear her stories (rants? haha) dan foto-foto cantik ciamik dari bumi inggris... aahh. 








hmm what else now? oh iya, sepertinya bulan puasa ini banyak diisi dengan yang lama-lama. teman-teman lama, dan juga kenangan lama. yang belakangan ini terjadi pas gue nganterin adit ujian BSMR di sekolah LAN pejompongan. rumah nenek gue dulu di kompleks itu dan gue serriiiing banget nginep di situ dari kecil. bahkan ajang menginap di rumah nenek jadi kegiatan yang selalu gue tunggu-tunggu tiap kali liburan panjang. nenek selalu ngajak gue ngelakuin hal-hal yang nggak tipikal kegiatan di rumah bokap-nyokap gue banget: bikin kue (sementara slogan nyokap gue adalah "anak-anak tugasnya belajar! nggak usah deket-deket dapur!" well, mom... siapa sangka ujung-ujungnya gue jadi domestic housewife), ke pasar benhil naik bajaj, ke pasar senen dan kwitang nyari buku, ngajarin menyulamlah (yang gak juga gue kuasai sampe hari ini), ngasih gue setumpuk buku, olahraga minggu pagi, sholat berjamaah sama andung selepas adzan, dan ini mungkin yang paling nggak sreg buat gue: masuk kamar tepat jam 9 malam, haha. oh God i miss my grandma, and that house. so anyways, gue ngajak adit ngelewatin bekas rumah nenek gue. di jalan itu ada empat rumah, dan hanya bekas rumah nenek gue yang udah berubah, dirombak total. semua tetangganya masih orang yang sama (knew this from my mom), dan bentuk rumah dan halamannya masih sama.
it's a bit sad to see. it also feels as if all my chilhood stories that happened in that house now only exist in memory. 


jadi modern minimalis ginih
but, let bygones be bygones, right? ...right?
now let me just curl up and shed a tear inside my blankie.


PS: the post title is a tribute to the following song



27/08/2014

advice for lucy

the internet offers a wide array of info. sometimes it's gold-covered wisdom, or hilarious memes that make your day, or occasional drama, or most of the time, merely pure sh*t. but one day, i came across this interesting piece of article. even the title is a big head-turner (or in my case, a damn fast link-clicking): "Why Generation Y Yuppies Are Unhappy?"
did you just fast-click that one, too? if you're between 25 to early 30's, most probably you would.

anyways, my most favorite part is "the advice." i like it so much i need to rewrite it here. maybe one day i'd randomly browse this blog and one way or the other, stumble upon the post and be inspired all over again.


"Here’s my advice for Lucy:
1) Stay wildly ambitious.  The current world is bubbling with opportunity for an ambitious person to find flowery, fulfilling success. The specific direction may be unclear, but it’ll work itself out—just dive in somewhere.

pic from here

2) Stop thinking that you’re special.  The fact is, right now, you’re not special.  You’re another completely inexperienced young person who doesn’t have all that much to offer yet. You can become special by working really hard for a long time.
pic from here

3) Ignore everyone else. Other people’s grass seeming greener is no new concept, but in today’s image crafting world, other people’s grass looks like a glorious meadow. The truth is that everyone else is just as indecisive, self-doubting, and frustrated as you are, and if you just do your thing, you’ll never have any reason to envy others."
pic from here

true dat.

PS: i think the problem (and the advice) could apply for marriage as well. hari gini tingkat perceraian makin tinggi, bukan? dan yang baru nikah seumur jagung udah cerai juga somewhat common. stop thinking your love life and or marriage should be so special it deserves an FTV; work on it! work really hard. for a long time. 

06/08/2014

sometimes i don't need to believe in anything

bulan puasa, seperti kita tau, identik dengan bukber. seberapapun klisenya, bukber emang efektif menjadi sarana silaturahim. 

pertemuan dan reuni-reuni kecil yang alhamdulillah bisa gue alami selama bulan puasa tahun ini bukan cuma jadi kesempatan untuk bisa berinteraksi (secara nyata) sama temen-temen, relasi, dan juga keluarga. tapi ternyata bisa membuka kesadaran dan ngasih pemahaman baru di diri gue.
well, para ulama bilang bulan puasa itu momen untuk melakukan refleksi terhadap jiwa masing-masing. somehow, gue seakan terfasilitasi untuk 'bercermin' lewat bukber dan beberapa kejadian.

salah satunya adalah saat menerima berita kepergian seorang temen satu sekolah selama SMP sampai SMA. kedatangan kabar itu sungguh-sungguh mengejutkan. i was shaken and i got so gloomy for the rest of the week. bulan maret lalu, gue dan temen-temen sekolah sebenernya juga udah dibuat terkejut atas kabar yang kita terima tentang dia. tiba-tiba kita tahu kondisinya sedang kritis di sebuah rumah sakit, akibat leukimia. gue pribadi terakhir berinteraksi dengan dia - rasanya sih - waktu anak-anak kita masih newborn atau mungkin di bawah satu tahun. yes, she had a child. waktu itu kita suka saling bertanya seputar ngurus anak atau beli baju, melalui facebook. lalu rasanya udah cukup lama gue nggak pernah berinteraksi atau dengar kabar dari dia lagi. ternyata, yah, karena akun facebooknya udah dideaktivasi.

waktu denger kabar dia sakitpun gue dan temen-temen udah sangat kaget. terlebih ketika tahu dia sekarang single parent. tapi, jeleknya gue, rencana mau nengokin dia cuma sebatas rencana. what's sad is the next news i heard about her is that she passed away.
gue harus mengakui kalau gue nggak pernah berteman sama dia. iya, bukannya nggak berteman dekat, tapi emang nggak pernah berteman. gue rasa the closest interaction i had ever had with her adalah saat di facebook itu. pengakuan lainnya adalah gue nggak pernah menyukai dia atau bahkan pengen berteman dengan dia selama kita satu sekolah. not until we had those facebook interactions.

what was she like, sih, you may wonder. waktu SMP dia populer, karena terbilang kece, selalu ranking 3 besar, dan puncaknya, dia menyalonkan diri jadi ketua OSIS. gue sendiri waktu SMP mainnya sama beberapa jenis 'geng.' ada geng cewek-cewek sok gaul (more like bengal sebenernya) yang suka ngebully dan badmouth other people. juga ada geng anak-anak yang gue anggap lumayan pinter tapi asik - karena sama-sama suka boyband (zzz). lucunya, atau anehnya, kedua geng ini sama-sama "sebel" sama dia, si teman ini. kenapa sebelnya gue kasih tanda kutip? karena, how i see it now, it's because none of us really knew her. none of us were in her circle of friends. dia anak yang aktif di sekolah, alim, dan tau-tau nyalonin diri jadi ketua OSIS; guess we just didn't like her for those reasons. to put it simply: we were just jealous. nothing more i can say about kelakuan konyol abege-abege 13 tahun....

lalu waktu SMA, gue satu sekolah lagi sama dia, tapi lagi-lagi nggak berteman. padahal jumlah anak SMP gue yang masuk SMA ini sedikit banget. gue main sama anak-anak yang gue anggap asik tapi kali ini hampir nggak ada yang terbilang pintar - untuk standar SMA 1 tangerang, hehe. sementara dia, jadi anak paskibra, OSIS, dan aktif di banyak ekskul, salah satunya jadi penyiar radio sekolah. at this period, i no longer hated her. but i have, really have to admit now, that i didn't think fondly of her. kalau gue inget-inget sekarang, mungkin karena dia sempat pacaran sama seorang temen 'geng' gue. temen yang dipacarinya ini adalah satu-satunya yang paling "beradab" di geng tsb. yang dapet ranking 5 besar, jago main piano, dan setia nyupirin kita ke mana-mana (meskipun pernah ditimpuk kapur pas pelajaran sejarah gara-gara duduk tegak tapi matanya merem). i guess now, maybe i was still mean to her because, once again, i was jealous. this time may be because i thought she "stole" one of our best buddies. 

sepertinya yang membuat gue sangat terguncang hari itu, ketika mendengar kabar kepergiannya, selain karena dia masih begitu muda, punya anak seumur gue, dan gue menyesal nggak pernah nengokin selama dia sakit, juga karena gue pernah berpikir nggak baik tentang dia selama kita satu sekolah :(

gue dan beberapa teman melayat ke rumah orangtuanya beberapa hari kemudian. i was there with nuri, weche, sasa and some other friends. i met her child for the first time. a beautiful child. and then i spoke to her mom. ibunya sangaaaattt mirip dengan dia. wajahnya, suaranya. dan ibunya menceritakan perjuangannya menghadapi sakit yang dideritanya, sampai hari terakhir yang dilaluinya. beberapa kali gue menahan diri untuk nggak meneteskan air mata, ketika ibunya bercerita cucunya bilang "kangen bunda..." akibat nggak bisa tidur sekamar lagi dengan dia (badannya begitu sakit bahkan saat disentuh). ketika ibunya menceritakan perjuangannya menghadapi rupa-rupa perawatan dan akibat yang ditanggung. terlebih ketika ibunya bilang, "hati saya hancur... kehilangan anak." i just lost words. and how i wished i had offered her mom a hug.

yes... there are many things i wish i had done differently. tapi bagaimanapun, kisah hidup teman gue ini ada untuk diambil hikmahnya, i'm sure of that. she had been a very wonderful person inside and out - terbukti dari nggak pernahnya dia mendendam; gue bersyukur pasca masa sekolah masih sempat sharing sama dia, meski cuma sesaat. gue juga yakin she was a fighter until the very end.

malam setelah kabar kepergiannya, our mutual friend, ratri, mengupload foto rangkaian bunga yang dikirimkan ke rumahnya, dibarengi tulisan, "Selamat jalan sahabatku Echi, Allah memang Maha Penyayang. Dia memanggilmu di bulan yg penuh berkah ini, setelah ulang tahun hijriyah kamu, malam Nuzulul Qur'an. Melihat wajah kamu tadi yg begitu cantik, bersih & seperti hanya tertidur, aku percaya in shaa Allah kamu akan diberikan tempat terbaik oleh Allah SWT."

yes, i'm also sure of that.

pada akhir kunjungan kami ke rumah orangtuanya, tepat sebelum keluar dari pagar, nyokapnya Echi bilang, "kalian yang sudah pada punya anak, dijaga ya anaknya... jangan ditinggal-tinggal."
T______T
i guess that's her way of saying that we have to cherish our time here on earth. enjoy each moment spent with our kids. be grateful for even the littlest things.
now i can really see why we should. because life is just a blink of an eye....

so long, my friend. semoga kamu tidur nyenyak dalam pelukanNya.

03/08/2014

all summer days

hellaw blog, akhirnya muncul juga mood dan timing yang cucok buat ngobrol-ngobrol sama diri sendiri di sini (sembari diam-diam berharap ada yang peduli untuk membaca) hehehe. 

anyways, emang sih masih suasana lebaran, mudik, dan semacamnya, tapi kali ini, gue mau menyoroti soal: liburan sekolah anak-anak tuh lama juga yaa. sebelum bulan puasa, bumy udah libur empat minggu. pas bulan puasa sempat masuk sekolah seminggu, eh udah libur lagi. selama tiga minggu! 
is it a problem?
yah berhubung sekarang sehari-harinya gue dirempongin sama urusan pekerjaan rumah tangga, jadi pengennya energi bumy tersalurkan lewat aktivitas daripada bengong aja di rumah. eh nyambung gak sih? maksudnya, kalo bumy bisa dan udah puas main-main seperti layaknya sekolah, gue jadi punya waktu buat beberes, dan by the end of the day, dia gak senewen karena energi dan hasrat bersosialisasinya belum tersalurkan. hehehe... ya teori gue sih begitu.

jadi, buat liburan sebelum puasa kemarin, gue udah siap-sedia ngedaftarin bumy ke beberapa kegiatan. kebetulan, gue juga dapet banyak info untuk kegiatan pas liburan ini (istilah gayanya "summer class/camp" atau "holiday program") dari social media. seru-seru, deh. makin usia anaknya gede, makin beragam (dan "aneh-aneh" haha) juga aktivitasnya. misalnya aja ada camp untuk entrepreneurship, kemping beneran bersama keluarga di gunung, latihan olahraga intensif, atau belajar science, macem-macem pokoknya. 
setelah menilik dan lalu menyortir beberapa kegiatan mulai dari jenis aktivitasnya, lokasinya, sampe - yang paling krusial - harganya, gue memutuskan ngikutin bumy kegiatan crafting dan bermusik. oiya lupa, selain sekolah, les musik dia juga diliburin. bener-bener off duty 'kan tuh... gue. yah dari pernyataan ini terkuak, kalo yang butuh beraktivitas (dus, keluar rumah tiap hari) sebenernya ya gue juga. xD

pertimbangan gue ngikutin doi kegiatan crafting di antaranya biar anak laki-laki yang hobi lelarian, sepedaan, dan leluncatan ini belajar duduk tenang, tekun, seraya mengasah kreativitas. jadi gue ikutinlah doi di kutakatik art & craft class. kegiatannya yang dari senin sampe kamis jam 9 sampe 12 siang ini ternyata juga bisa jadi sarana latihan buat bumy bersekolah TK. kenapah? karena pas PG kemarin, sekolahnya tiga kali seminggu dan cuma 2 jam pula. selama ikut kegiatan ini sih, keliatan proses adaptasinya bumy. hari pertama, baru 2 jam ngikutin kegiatan, doi - dan temennya yang satu sekolah - udah nguap dan loyo. besoknya, dia kaget, "loh kok kutakatik lagi, ma?" mungkin kebiasaan hari sekolahnya selang-seling. 

kegiatan di kutakatik ini, kalau dikutip dari agenda kegiatannya, meliputi "drawing mith mix media, simple sewing, simple baking/cooking, recycle art, etc...." perangkat yang dipake beragam; ya kardus, sedotan, barang-barang bekas macam kotak tisu, kemasan lotion atau shampo, dan lain-lain. setiap pulang kegiatan, bumy bawa oleh-oleh hasil karyanya. ada lukisan, robot-robotan, chain dari kertas yang bisa dibikin jadi hiasan kusen pintu (entah apa namanya), kalung buat mama hasil meronce, kukis yang dimasak sendiri, dlsb.
di sini, bumy juga dapet temen-temen baru. dan ini bikin dia excited banget. lucunya lagi, pas banget ada 3-4 anak cowok seumuran yang ikut kelas setiap harinya. trus mereka ini jadi semacem ngegeng, dan ketebak dong, kadang "ngerusuh" di kelas. yang paling resek sih salah satunya bumy *tarik napas* yang kabur-kaburanlah sampe bikin kakak-kakaknya sibuk ngejar, nyowel ini-itulah, sampe ngegodain anak cewek bareng-bareng -___- (maaf yaa, miss Raya).

 







nah, lanjut ke kisah dua minggu berikutnya. kali ini bumy ikutan program musikal di rumah main cikal. gue pilih ini salah satunya karena lokasinya gak jauh, bukan di mall fx tapi di sekolah cikal tb simatupang. dipikir-pikir, sekalian deh biar bumy nyicipin kerennya fasilitas sekolah di situ, meskipun cuma dua minggu, hakahkak.
program ini diadain senin sampe jumat, jam 9 sampe 12 juga. di sini mereka diajak main musik dengan barang-barang bekas. gue liat peserta untuk kategori usia bumy kebanyakan anak cowok. awalnya gue khawatir bumy bakal di-bully atau minder, gitu, karena badan doi tergolong kecil dan dia semacem outsider di situ. alhamdulillah ternyata lancar-lancar aja. malahan gue kaget, saat hari kesekian di minggu pertama, pas gue nganter bumy ke kelas, temen-temennya pada heboh menyapa dan manggil-manggil bumy. kakaknya juga bilang, bumy udah dicariin tuh sama si x, y, z. 
kalau gue lihat, fasilitator untuk tiap kelas jumlahnya banyak dan sikapnya juga pada atentif banget. anak-anak bebas mengeksplor kawasan sekolah tapi tetap didampingi. kalau berpapasan, kakak-kakak fasilitator ini menyapa anak dengan namanya. mungkin ini juga yang bikin bocah-bocahnya pada gampang akrab. 
pas udah masuk minggu kedua, dua embak-embak bilang, "ooh ini yang namanya bumy. ini si x nyeritain bumy melulu ke papa mamanya, bu." yaampun serasa anak gue sanchai di meteor garden x))

pada akhir program, anak-anak ini manggung di kota kasablanka. hepi bangetlah si mas ini dapet kesempatan manggung lagi. eh iya, ini kali ketiga doi 'manggung' setelah acara family gathering sekolah, dan keikutsertaan dadakan doi di sebuah lomba nyanyi. entah karena cita-cita doi yang "mau jadi penyanyi!" atau emang overdosis pede aja, dia seneng banget kalo tampil di depan khalayak (jelas sifat begini gak nurun dari gue).


with one of his best new buds

foto-fotonya amatiran banget. berhubung ortu dibilangin nanti bakal dikasih dvd dan atau foto-foto acara ini, gue anteng aja gak moto banyak-banyak dan serius-serius. tapi sampe sekarang belum nyampek juga tuh.
kegiatan lain pas liburan kemarin diringkas lewat foto-foto aja deh ya. sekarang giliran gue puter otak nih, ngisi libur yang masih seminggu lagi. mana katering rumahan belum pada beroperasi huhuhuhu T___T




manggung APS (atas permintaan sendiri) di penvil. mayan deh dapet juara 3 *nyengir sambil usep keringet*


bukber sama tante-tante dan kakak Nara (yang mau hijrah ke enggris, btw!)

yang tadi candid, yang ini enggak zzz

di manakah taman nan nampak jadul akibat gaya rambut dan pose si mas ini?
pecel madiun BSD aja kok