![]() |
| source |
I try to do it every day, if possible.
jarak tempuhnya nggak jauh sih, palingan bayar di bawah 10 ribu perak kalau naik ojek aplikasi. tapi kesempatan buat bergerak dan (sedikit) berkeringat, sambil menyesap suasana sore hari, itu yang bikin gue ketagihan melakukannya.
waktu baru mulai memilih jalan kaki dari kantor, niatnya sih cuma supaya badan ini nggak mager-mager amat. paling tidak efektiflah buat mengurangi rasa bersalah gue setelah seharian duduk manis di depan laptop selama 8 jam.
tapi semakin sering dijalani, this afternoon walk gradually becomes a necessity for me. gue jadi menemukan celah-celah lain yang bisa dinikmati, contohnya: I can be alone with my own thoughts.
alone time ini makin gue sadari jadi kebutuhan jiwa gue. sebagai orang yang ngaku-ngaku "an outgoing introvert," gue mendapat suntikan energi dari interaksi dengan orang-orang yang 'mengelilingi' gue.
tapi seolah buat mengimbangi kondisi terekspos ke 'luar' itu, gue tetep perlu momen buat balik lagi ke 'dalam.' (mungkin karena itu dulu gue bisa selon aja melewati macet sambil nyetir sendirian sepulang kerja dari Priok, karena yaa jadi bisa dapet alone time.)
meskipun begitu, kadang sambil berjalan sendirian terlintas keinginan untuk ditemani. random aja sih.. kepengen punya temen ngobrol a la before sunrise/set, haha. I dont know. maybe just for the sake of having a friend around. keinginan ini nggak pernah terwujud. at least sampai sekarang. tapi dari situ, ternyata gue bisa belajar sesuatu.
suatu hari, gue janjian minta dijemput sama pak supir di kantor. sayangnya, sore itu traffic nggak masuk akal banget, mungkin karena hujan seharian, supir gue nggak kunjung sampe di kantor. daripada nunggu tanpa kepastian, gue bilang ke dia buat langsung ketemuan di kantor Adit aja, jadi nggak makin buang-buang waktu.
waktu itu, gue lagi bener-bener nggak mood buat jalan kaki. badan lagi kerasa capeeekkk banget. udah nyoba nyetop taksi beberapa kali, tapi nggak dapet-dapet. trus tau-tau gerimis! dan seolah untuk membuat gue semakin males jalan, footwear gue saat itu cuma sepasang sendal tali-tali - yang tentunya kurang cucok yaa buat berbecek-becek jalan kaki.
to make things worse, entah kenapa sore itu gue kegenitan bawa laptop pulang! daannn karena kepalang yakin bakal dijemput supir, hari itu gue bawa handbag - alih-alih backpack macho seperti biasanya.
what are the odds??
tapi apa mau dikata? I had to walk the walk.
I totally wouldn't mind had the circumstances been better. but maybe sometimes you just had to improvise.
jadi mulailah gue melangkah, dengan agak terseok-seok karena sendal tali-tali sok cantik gue itu alasnya licin dipakai jalan menembus becek.
sepanjang jalan, yaudah sibuk ngeluh-ngeluh dalem hati.
tapi nggak lama kesadar sendiri sih, I was just making matters worse, haha... tas tetep aja berat, kaki tetep aja pegel, kebahagiaan terampas pula. rugi banget 'kan! jadi, abis itu gue coba mencari hal yang bisa dienjoi-enjoi-kan saja. hal-hal seperti I wasn't even in a rush. walking might've done me good. plus keinget kata-kata di tafakur, "Allah memang memberi ketidaknyamanan, tapi Dia tidak pernah memberi keburukan."
segitunya yah!
setengah perjalanan udah ditempuh, sampailah gue di putaran jalan sebelum masuk kawasan SCBD. karena harus nyebrang, jadi gue berhenti dulu sejenak untuk perhatiin mobil-mobil yang lewat.
di tengah atensi liatin mobil, gue sempat notice eh ada yang mirip mobil gue . tapi berhubung mobil gue pasaran banget, jadi nggak terlalu geer. sampai lalu gue perhatiin plat nomornya.. eh kok 3 hurup belakangnya sama? tiba-tiba mobil yang gue perhatiin itu bunyiin klakson. otomatis gue liat yang nyupir dong. ndilalah... supir gue o__O
bok, pas-pasan banget!
padahal sepanjang jalan kaki gue udah nggak koling-kolingan lagi sama doi (mahzab '80an banget).
I. was. stunned.
yang pertama terlintas di pikiran adalah ini:
betapa Allah memberikan gue apa yang gue BUTUHKAN.
exactly. precisely.
not the 'sugary' things I've been wanting. not the cherry on top. not the unneeded embellishment. He gives me things I really, truly, need. fullstop.
isn't that something?!
"Allah memang memberi ketidaknyamanan, tapi Dia tidak pernah memberi keburukan."I'm glad I walked the walk that afternoon, because who could've guessed, something priceless was wrapped inside that walk: a lesson.
