11/07/2011

second meeting

kamis lalu, gue dan adit ketemu lagi dengan financial planner (FP) kami. setelah melalui traffic yang amit-amit, dari thamrin ke mega kuningan 2,5 jam sahaja T__T akhirnya sampe juga kita di kantor QM. untungnya FP kami yang baik hati mau menunggu kita ngaret 1,5 jam dari janji, dan meladeni pertemuan sampai jam 9 malam.

ringkasan meeting kemarin:
- FP memberikan rencana keuangan kami yang hampir 'matang.' kita dikasih tau angka investasi bulanan dan tahunan kita. melihat angka investasi bulanan, respon kita: senyum dikulum. saat melihat angka investasi tahunan, respon kita: "emang kita afford segitu, mbak??" panik mode on ceritanya. FP bilang, angka yang diberikan ini menjadi acuan kita dalam menyisihkan yearly income. mekanisme investasinya nggak harus sekaligus, bertahap juga bisa. misalnya dapat yearly income 5 juta, sementara ada 5 pos tujuan keuangan yang perlu diisi. kita bagi-bagi aja untuk tiap pos jadi masing-masing dapat 1 juta. atau bisa juga kita penuhi dulu angka kebutuhan di satu pos tertentu.
- sementara ini yang perlu asuransi jiwa adit aja, karena peran doi sebagai pemberi nafkah utama.
- review produk reksadana yang sudah kita miliki. alhamdulillah, dari 8 produk yang udah gue pilih, semuanya masuk ke rekomendasi reksadana QM. gak sia-sia gue melototin thread reksadana di FD huahahha, emang mantap rekomendasi para suhu di situ :P
jadi, investasi terhadap produk-produk itu bisa dilanjutin, cuma peruntukkannya aja yang berubah. kalau tadinya produk reksadana A untuk tujuan Y, berdasarkan rekomendasi sang FP, peruntukkannya berubah jadi untuk tujuan X. FP membuat rekomendasi disesuaikan dengan jenis tujuan kita, apakah itu dana darurat, dana pensiun, atau dana pendidikan. FP kita memberikan pilihan sih, mau nerusin peruntukkan yang udah gue buat atau mau ngikutin rekomendasi  dia, jadi nggak ada yang bersifat wajib. karena gue sadar diri jam terbang browsing gue gak bisa disandingkan dengan jam terbang si FP menangani real clients, jadi gue nurut pisan deh.
- membahas teknis implementasi rencana keuangan. karena gue udah punya rekening Commbank, jadi tinggal meneruskan cara pembelian reksadana sekarang. kalau mau diserahkan kepada Client Representative Officer (CRO) juga bisa, tergantung bagaimana nyamannya kita. selain itu adit juga menanyakan gimana bentuk 'pelaporan' hasil investasi kita nantinya, sudah sejauh mana mencapai tujuan dan sebagainya.

weekend kemarin, kita mencoba mereview kebiasaan kita yang baik apalagi yang jelek menyangkut duit. kita sadari 'kelemahan' terbesar kita adalah pada tahap penerapan budgeting: gak bisa menerapkan budgeting seindah konsepnya. akhirnya kita coba list down apa aja pengeluaran 'dadakan' yang sering kita buat, dan menyusun aliran uang yang paling nyaman tapi juga 'membatasi' supaya kita punya rem. karena kita sadari, service dari QM ini membantu dalam hal pencapaian tujuan finansial, wujudnya adalah rekomendasi produk. tapi kalau untuk penerapan budgeting, kembali ke diri sendiri bisa disiplin atau nggak, mau mengubah gaya hidup atau gak.

setelah gue dan adit berdiskusi, pos pengeluaran kita akan terdiri dari:
1. dompet di rumah (untuk hal-hal yang sifatnya bulanan dan rutin)
2. dompet di kantor/rekening payroll masing-masing (untuk lunch)
3. dompet di mobil (because we literally spend 5 to 8 hours a day on the road. jadi ini untuk kebutuhan selama kita di jalan: makan, parkir, tol)
4. rekening kesehatan (untuk membayar jasa kesehatan di luar coverage asuransi dari kantor)
5. rekening belanja bulanan dan mingguan
6. rekening reimburse (untuk bayar credit card)
7. rekening dana darurat
8. rekening belanja tersier (sifatnya akumulatif, jadi kalau jatah bulan ini gak dipakai, bulan depan jatah belanjanya lebih besar. selama ini sih gue belum pernah berhasil mengakumulasi :|)
9. rekening commbank untuk 'belanja' reksadana.

banyak yah. salah satu faedah pasangan bekerja di bank adalah keribetan pembukaan rekening bisa diminimalisir. selain itu, akses ke atm juga gampang, mau pecahan 20, 50, 100 ribu, sampai untuk cash depositpun ada. adit tinggal turun ke lobby kantornya doang, hehe. trus gak semua rekening itu rutin diisi setiap bulan (misalnya rekening belanja tersier *sigh*) karena emang jatah bulanannya gak selalu ada x) yang penting posnya udah ada supaya gak tercampur dengan jatah pengeluaran yang lain. gue pernah baca twit seorang FP (a famous one, but can't remember which one), "air untuk minum ya jangan dicampur sama air buat mandi."
begitulah, semoga bisa memberi gambaran bagi anda yang tertarik menggunakan jasa FP *winks at Nisha* :D

10 comments:

  1. Sebagai emak-emak, berat betul rasanya mau memulai rekening ini dan itu...

    ReplyDelete
  2. ah kamuuuu,....y'know dat...i wanna i wanna i wannnaaaaaa!!!!!

    ReplyDelete
  3. hehe emang perlu alokasi waktu seharian khusus ya... tapi cara yang kami pakai ini sifatnya trial and error sih, masih meraba-raba metode yang paling efektif buat household kami :D
    FP-nya sendiri ngerasa ribet kalau buka banyak rekening, jadi dia pakai sistem amplop/dompet. kalau kami, karena ngontrolnya lewat internet banking di kantor, jadi cara yang ini lumayan pas buat pergerakan antar rekening.

    ReplyDelete
  4. semoga segera terlaksanaaaa, amin amin amin :D
    btw SALAH BANGET gue lewat ambas sore-sore ya nish, bikin garuk-garuk aspal!

    ReplyDelete
  5. Oh, dompet pun perlu dibagi 3 jenis ya buuk? pantes selama ini cash dompet gampang melayang kemana-mana.. *nyontek tips lo :p *

    ReplyDelete
  6. dompet sampe 3 jenis tuh demi mencegah anggaran 'rembes' di hal-hal "tak terduga" bunnn.. heheh. aih jadi bangga dicontek, jangan protes yak kalo salah :p

    ReplyDelete
  7. wah klien QM! semoga sukses ya mbak...saya belajar banyak dr bukunya Ligwina :D, sudah 3 bln ini menerapkan pos pos dompet itu! yeah! its really work! happy investing

    ReplyDelete
  8. hi there! gue malah belum baca bukunya loh hehe... soalnya merasa udah 'kenyang' baca artikel-artikel dia di QM. share cerita investingnya juga dunks :D

    ReplyDelete
  9. Hihihi saya masih newbie investingnya, siapin DaPen dan DaPend anak di RDSaham tentu ( plan > 15th). dan tabungan berjangka untuk short term (liburan dll). dana darurat di deposito. Dompet sudah pisah2in, tp belum maksimal.
    Untuk Long term, aku beli RD Saham di Tr*Meg*h. so far ya baru 4 bulanan..kan IHSG lagi kaya roller coaster ini...jadi saya tetep invest aja rutin bulanan. Dpt quote yg nendang bgt dari temen saya Mas Julian "Keep a diciplined investment, Investment is more than just making money, it's a lifestyle and a discipline toward appreciating your life". So happy investing mbak...semoga tujuannya tercapai.

    ReplyDelete