Showing posts with label foodie. Show all posts
Showing posts with label foodie. Show all posts

03/03/2015

first day of the goat year

Kamis kemarin tanggal merah berhubung Imlek. lucky for us, we got weekend dadakan. therefore we could have the luxury of bangun siang dan keluyuran bertiga. how exactly did we/i spend the day?

- bulan ini rasanya kerinduan gue membuncah banget sama kelas yoganya Chandra di Rimba Baca. sejak Bumy pindah sekolah, 'jalan' gue untuk bisa ikutan kelas yoga on weekday di situ jadi terasa sulit karena arahnya berlawanan sama rute harian. akhirnya sabtu lalu gue mention Chandra di Twitter - triggernya, sih, gara-gara keinget doi suka muterin lagu keren-keren pas savasana, hehe. "Somebody"nya Depeche Mode, atau lagunya Portishead, Coldplay, dll. di mana lagi coba guru yoga kayak gitu??
tapi sayang, kelas doi buat hari Minggu udah penuh, dan gue ditawarin ikut buat minggu depan aja, tepatnya ya Kamis pas libur ini. Di hari H, i tried hard to fulfill my longing to attend her class again - bangun aja udah telat, tapi untungnya jalanan kosong, jadi bisa sampe di rimba on time. finally gue nginjek rimba baca lagi!
kelas hari itu fokus di core, walhasil gue ketemu lagi sama boat pose yang pernah gue ceritain di sini. it was hella tiring and challenging. di tengah-tengah, kita diajak napas pakai teknik pranayama, di mana kita inhale lewat hidung dan exhale dengan mendesiskan lidah.
badan emang gempor, sih, tapi di akhir sesi, gue bangun dari savasana dengan wajah sumringah dan cengar-cengir riang-gembira. ternyata, bukan gue doang yang begitu! karena Chandra komentar "kalo abis pranayama pasti pada ceria gini deh abis kelas." haha baru tau gue kalo ini efek teknik pernapasan yang tadi dilakuin. mungkin ada bagusnya kalo sehari-hari gue coba jadi mimik wajah bisa senantiasa ceria (dan awet muda). :p

- kelar kelas yoga, waktunya nyari sarapan. adit tumben-tumbenan ngasih ide nggak standar, dia ngajak ke "tempat makan bagus gitu tempatnya di Bintaro, kata si X enak-enak juga." gue mencoba memutar otak menangkap apa yang dia maksud... perasaan pernah liat di IG-nya Desi, deh... gue ulik-ulik bentar dan ketemulah: Lot 9. jauh sih, yaa, tapi mumpung hari libur, nothing could stop us. so off we went to bintaro! kita sampai di lokasi pas brunch hour, udah hampir jam 11. kesan pertama: tempatnya sedikit mengingatkan pada Miss Bee Providore di Bandung. restonya berbentuk bangunan di atas 'bukit' dan halamannya berupa rerumputan luas. emang nggak sebesar miss bee, sih, parkirannya juga nggak gitu gede, tapi untung kita masih dapet spot di dekat resto.
masuk ke dalam (karena kita minta no smoking area), liat desain interiornya menarik banget. apa sih, istilahnya, industrial kalo nggak salah hehe. di teras juga keliatan enak, outdoorsy jadi bisa angin-anginan. cuma karena rame, jadi banyak yang ngerokok di area tersebut.

sementara itu, kita pesan lontong padang (pengennya sih lontong cap gomeh biar sesuai dengan nuansa keimlekan, tapi abis), ayam goreng buat Bumy, bubur ketan item(!) - gue dan Adit terobsesi banget sama ketan item akhir-akhir ini, plus kopi tarik dan americano.
porsi bubur ketan itemnya banyak, deh. dan dilengkapi sama es krim vanilla terpisah. rasanya endang lah, nggak kemanisan.
trus lontongnya enakk. cuma sayang, kacang panjangnya kemaren tuh kurang fresh, jadi udah nggak enak dimakan. tapi rasa kuahnya, ayamnya, enak banget. dan lagi-lagi, porsinya juga gede. emang dirancang untuk sharing sepertinya.


what we ate
as for the coffee, man they were good! kopi tarik gue sepet-sepet endang. sementara americanonya Adit juga tasty, nggak sekadar kopi item asem-asem, ada unsur nikmatnya. pricewise, nggak begitu mahal, kok. menunya sekitar 30-40 ribuan. minuman juga belasan sampai 20 ribuan - untuk yang non-blended atau jus-jusan, ya, kalo gue nggak salah inget.
yang gue suka, selain interiornya yang bagus dan area outdoor yang nyaman, adalah menunya yang nggak western. makanan 'rumahan' aja gituh. makes the place feel less pretentious, IMO. definitely wanna revisit the place!







-  agenda kita selanjutnya hari itu adalah nganterin Bumy les renang di anak air. berhubung lesnya masih jam 4 sore, jadi kita putusin pulang dulu ke rumah. Bumy dan Adit molor, gue 'me time' nonton dvd. kelar nganterin les renang, hasrat melala masih berpijar. where did we wanna go to next? mikir-mikir bentar, we thought a bit of massage would've been nice (emang doyan padahal), jadi kita ke Prima Sehat di Cinere. dari situ, mampir ke Tamani supaya si bocah bisa main-main (setelah bosen nungguin kita refleksi 1,5 jam fufu) lalu rangkaian melala hari itu ditutup dengan kunjungan singkat ke Grand Lucky untuk restock buah dan sesayuran. btw ternyata udah ada kale yang diproduksi lokal, loh. harganya 16 ribu aja seiket.

seperti biasa, ditutup dengan pic galore untuk cerita-cerita lainnya :p


akhirnyaaa dapet juga DVD film "Jalanan" ^__^ one of my favorite movies ever. nitip adit pulang kantor, dibeliin di toko buku aksara kemang
Bhumy ikutan lagi fun science with Gen Cerdik di Rimba Baca, kali ini barengan temen-temen dari sekolah (lama dan baru) juga hehe
 



perdana nyoba mie olen di kemang. enak juga.


kunjungan dadakan mricans ke ciganjur. kita ajak makan ramen di margo city :))


manten baru sowan, nyari calon love nest haha
sarapan pagi di jalan. wesbiyasakk
  

15/01/2015

scribbles

beda banget sama bulan kemaren, januari ini gue rajin banget ngeblog, dah (tapi minim nulis artikel huhu). baru keinget kalau ada beberapa cerita yang 'tercecer' dari tahun lalu dan sayang kalau nggak didokumentasikan.

- ultah bumy yang kelima. 
yaay, alhamdulillah anakku udah 5 tahun, hehehe. udah bisa apa aja, bundaaa? :))) 
hmm, yang paling terasa dari semakin besarnya dia tuh antara lain pertanyaan-pertanyaan dan celotehnya yang semakin 'menarik.' nanyanya bukan lagi "itu apa? ini apa?" melainkan "KENAPA?" 
segala hal, deh, ditanya. dari yang challenging sampe yang bikin kesel. 

kalau gue mencoba menebak personality bumy dari sejauh yang gue perhatiin dan rasain, gue anggap dia pribadi yang penuh perhatian. he cares about how he makes other people feel. he's also a bit sensitive. bukannya mudah uring-uringan nggak jelas, sih (thank God), tapi dia bisa nunjukin apresiasi ke hal-hal kayak musik atau attitude orang lain, atau ngeliat anak kucing terlantar di mayestik bisa bikin dia murung dan matanya berkaca-kaca... :}
dia juga semakin "social"; main sama siapa aja, kalo ke tempat baru pasti dapet teman baru. ke playparq sejam, udah dapet temen akrab kayak udah kenal 3 bulan. di sekolahnya yang baru, syukurnya hal ini memudahkan proses adaptasi doi. he's friends with everybody - meski suka jaim kalo disapa temen-temen cewek. di lingkungan rumah, dia masih akrab sama his dearest Naya, hehe. trus juga masih suka temu kangen sama temen-temen dari eks-sekolahnya. 

btw, ultahnya kemarin semacam dirayain kecil-kecilan di sekolah. kecil-kecilan karena emang cuma dirayain secara montessori, tanpa kue ultah dan bagi-bagi bento aja. 


pakai mahkota, selempang, lantas bawa globe keliling lingkaran 5 kali.

sebelumnya, di rumah, tepat pas tanggal lahirnya kita makan bareng mricans di CJ tom yum. abis itu, beli kue ultah buat dipasangin lilin angka 5 dan ditiup di depan oma-opa, haha. oh ya, kayak tahun lalu, ditiupnya bareng Naya. :D




buat urusan di sekolah, alhamdulillah meskipun udah berada di belahan dunia yang berbeda, bunda Nisha teteeppp mau direpotin. huhu, makasih yahh bundoo. gue minta tolong didesainin stiker buat ditempel di kotak bentonya nanti. bentonya sendiri gue pesen sama Puan - rasanya enak, loh. 
udah, gitu aja, nggak pake goody bag-goody bag-an, haha. tambahannya cuma pesen kue bolu ketan item buat guru-guru dan staf sekolah. 


thanks again, bundo :*



potongan kue pertama


kedua. mamaknya? bagian moto doang...


so proud of himself karena disuntik nggak nangis haha
lainnya dari usia 5 tahun ini adalah waktunya mengulang beberapa imunisasi. ini sebenernya diingetin dokter pas Bumy dirawat gara-gara DBD kemarin. yang kemarin udah baru polio sama DPT. selanjutnya ada MMR, Hib, dan tifoid juga kalo nggak salah. trus karena Bumy belum pernah vaksin PCV, disaranin buat ambil vaksinnya juga on the next visit.


- berkunjung ke tempat-tempat "hip" di kalangan kelas menengah ng*hek, yaitu Ikea dan PIK. 
hkahkakhahkk. sayangnya belum ke pasar santa xD

pas ke Ikea, gue sama adit berduaan aja karena kebetulan Bumy bisa dititipin ke oma. kita dateng hari Sabtu jam 2an gitu. ternyata salah timing, deh, karena rame buanget. padahal waktu itu bukan tanggal muda, hehehe... gue pikir macem di Hyperm*rt gituh, yang ramenya pas abis gajian aja. 
begitu masuk ke parkiran, kagum karena parkirannya gratis! tapi pas masuk ke dalem sih nggak gitu heran, karena ya sama kayak di singapur. cuma animo masyarakat endonesa ini bener-bener tinggi, yah. mulai dari orok sampai tua renta ada semua di situ, nggak ada satu pojokan pun di sini yang nggak rame. bahkan di toilet pun antre. 
tadinya gue sama adit udah antre beli makanan di restonya, tapi mengular banget dan kayaknya kita nggak bakal kebagian duduk juga. akhirnya nyerah dan beli hotdog plus es grim 4 rebuan aja. xD


tapi, emang setiap kunjungan ke ikea tuh membuahkan inspirasi, ya. at least buat gue sih gitu. 
adit yang mantan barista pernah nyeritain soal konsep "starbak experience." ini maksudnya setiap kostumer sbux disuguhi 'dunia' a la sbux dengan dekorasi interiornya yang nyaman bin modern, dengan istilah-istilah dan penamaan khas sbux untuk sajian beverages-nya, things like that. 
nah, kunjungan ke ikea ini membuat gue ngerasain hal semacam itu, yang gue sebut sebagai "an ikea experience." suguhan contoh dekor dengan bermacam-macam gaya, alur penempatan barang-barang dagangan dan rute 'perjalanan' kita dalam toko superbesar yang udah dirancang sedemikian rupa sehingga nggak ada yang kelewat untuk kita nikmati (walhasil pegelnya sama banget kayak pas di ikea singapur; cuma untungnya di sini nggak harus gempor jalan kaki menuju MRT), arcade hotdog murah - es krim 4 ribu - kopi/teh/soda yang diambil sendiri, trolley untuk memuat makanan di resto yang unik imut-imut itu, bahkan sampai font dan warna signage yang simpel-namun-jelas-dan-tentunya-stylish; semuanya "khas" ikea. ikea banget. cuma bisa dialami di 'dunia' ikea, kurang-lebih begitu. 

meskipun nggak gitu menikmati kunjungan perdana karena manusianya buanyak banget, tapi gue keluar dengan perasaan yang segar. refreshed. contoh-contoh dekorasi untuk segala macam ruangan berhasil bikin excited untuk dikit-dikit mempercantik rumah lagi. penggunaan item-item sederhana macam ambalan atau rak buku simpel atau frame foto atau apalah itu yang bersatu-padu dengan cantiknya ketika ditempatkan dengan tepat bikin berseru, "waah, ternyata bagus, ya, kalo digituin!" 

begitu juga ketika mendengar seruan antuasias seorang oma-oma ke suaminya - sang opa-opa, "kita bisa taro kayak gini di kamar, nih!" dan melihat pasangan muda dengan dandanan a la kustomer go*ds dept yang bersikap aloof dan awkward di tengah lautan keluarga-keluarga suburban, namun dengan suara pelan berkata ke satu sama lain, "aku pengen karpet ini... eh, sofa kayak gini cocok, deh, buat di ruang tamu kita, eh yang itu juga...." hihihi. 
terasa banget antuasiasme positip orang-orang di situ buat bikin 'sarang'nya lebih keren dan nyaman ditempatin. 

but ofkorrsss, gue inget 'sabda' penyeimbang dari "the fight club" yang bilang,
"Like so many others, I had become a slave to the Ikea nesting instinct."
meskipun itu baru gue sebut-sebut di pikiran ketika mencoba menahan diri supaya nggak kalap beli ini-itu, sih... kekekek. tapi gue pastinya mau berkunjung lagi, on a much comfortable time, buat menyegarkan mata dan nyobain duduk-duduk ketje di restorannya, seenggaknya.  

oh ya, kalau ke PIK, waktu itu kita nyoba dateng pertama kali siang-siang, hari kerja pula. berhubung panas banget, gue agak males motoin tampilan luar rupa-rupa toko yang cantik dan lucu-lucu. kita cuma berkeliling trus capcipcup milih tempat desserts. yang kita pilih lumayan juga, namanya Honey Bean. maunya sih nyoba makan berat kalau ke situ lagi.




- happy news from the singletons.
fresh from sydney! ujug-ujug ngasih undangan

some of them tied the knot recently. Ika, my dearest pal from tlkm, akhirnya menemukan belahan hatinya yang ternyata seorang binusian hahaha. Dyah, akhirnya mengalahkan segala rintangan dan nikah sama sang kekasih hati, ihikhik. kabar-kabar ini bikin bahagia. bukan soal berganti statusnya yang bikin begitu, tapi karena gue tau banget mereka tuh pribadi-pribadi keren tak ternilai bak berlian, yang bertransformasi dari gadis-gadis muda jadi perempuan-perempuan dewasa yang mau berbagi hidup sama orang lain. yes, they went through that process of growing up first before they got married, nggak kayak gue yang nikah pas masih 'bocah' banget, hehehe, dan itu keren. so, i'm happy for their courage and the decision they chose to make. saya bersulang dengan segelas es krim buat kalian; langgeng selalu, yah.

berhubung post ini sudah terlanjur poanjang, gue bubuhi dengan foto-foto sekalian, deh.



menemukan tempat ini di belantara cilandak. tried it. dan, kok ya, jadi enggan balik lagi haha.
pada suatu hari, gue dikabarkan menang 'lomba' kirim foto yang diadain sama Rimba Baca. a few days later we picked up the present dan ternyata isinya ini! seneng banget Bumy dapet buku-buku bagus inih. thanks, Rimba!
my birthday feast. ekonomis! :)))


wedding gift DIY, dibikin di dalam pojok crafting toko paper clip SMS berdua adit. berbekal gunting pinjaman dari toko frame dan double tip, jadilah ini. semoga sudi dipasang di "love nest" mereka hahaha...


just... love it :)


07/10/2014

keep moving forward

kalau gue tengok sekilas, selama bulan september, gue banyak disodorin hal-hal baru, deh. bukan cuma pemahaman dan cara berpikir yang dibukakan terhadap kemungkinan-kemungkinan baru kaya soal sekolah, tapi ngalamin beberapa hal baru juga. jadinya "seimbang," sih, karena ada yang bikin excited, tapi ada juga yang bikin sutris.

- ikutan workshop clean eating
menemukan info soal workshop kecil-kecilan ini lewat retweet-an seseorang yang gue follow di twitter. sebenernya gue nggak health-freak banget, sih, olahraga aja udah makin jarang. ngejus juga udah nggak pernah lagi hoahoa. tapi gue pengen juga, sih, ngubah gaya hidup terutama terkait dengan apa yang dimasukin ke perut. acara ini diadain sama Dynna, yang ternyata inspiring juga kiprahnya terkait clean eating: memulai healthy eating habit, trus kepikiran untuk "ngeracunin" orang-orang dengan metode clean eating, sampai weight loss story-nya, semua bisa diintip lewat akun instagramnya @dynzzzz. 





mengenai workshopnya sendiri, hampir aja gue batal ikutan. jumat siang, bumy panas tinggi, sampe 39 bok. ini sebelum ketauan DBD, yah, jadi gue pikir dia mau flu atau gara-gara ISK. sabtu pagi sempat agak galau untuk ninggalin anak lagi panas tinggi, tapi gue pikir bisalah ke-handle sama oma opanya (padahal ternyata selama gue tinggal itu, panasnya mencapai 40,5!! T___T).

yang gue syukuri, meski pake ninggalin anak yang lagi sakit (huhu), workshop ini bermanfaat banget. selain dijelasin soal konsep dan tips 'n trick seputar clean eating, juga ada cooking demo menu-menu sederhana dan mudah. berkat acara ini juga gue jadi tau orang-orang yang emang serius ngejalanin clean eating, dan info sayur-mayur organik yang murah.

berikut beberapa slideshows from the workshop:




rehab kulkas! buang yang kemasan-kemasan jadi, gantiin dengan tupperware2 cantik hehehe


PR besar gue: bikin meal plan *keringet dingin*

trus sekarang progress gue sendiri gimana? well, masih pelan-pelan berusaha nyusun menu yang applicable, sih. tapi satu perubahan yang drastis adalah gue nggak lagi menggunakan jasa katering rumahan, hehehe. sebelumnya ini kerasa berat banget bahkan impossible, loh... nggak kebayang gue mau refot-refot lagi belanja - potong-potong- masak - cuci perkakas setelah tau enak dan praktisnya jasa katering. tapiii... gara-gara 'didoktrin' untuk "reclaim our kitchen!", semangat gue untuk kembali ngedapur berkobar sendiri :))) lumayan deh, sekarang gue bisa bela-belain masak malem hari demi bisa makan buatan sendiri besoknya. tapi ya gitu, kadang kacau juga gara-gara suka kelayapan nggak jelas. biasalah, ujung-ujungnya ketemu lagi sama sahabat lama satu itu: problema konsistensi. xD
oiya, satu lagi yang juga perubahan drastis: nggak makan sambal botolan lagihh. berrraaaaat buanget buat gue yang lebih doyan sambel botol dibanding sambel asli, huhu. tapi alhamdulillah, sejak workshop itu sampai sekarang masih mulus perjalanan gue detox sambel botol. wismilak yah supaya yang satu ini bisa konsisten!

- as i mentioned earlier, bumy kena demam berdarah dengue. huhuhu.
ini pengalaman pertama di keluarga (kecil) gue, dan tentunya, it suckeeeddddd. awalnya sama sekali nggak kepikiran bumy kena DBD. bukan cuma gue, tapi juga dokternya! berhubung bumy abis medikasi buat ISK, dokternya curiga ini ISK berulang makanya badan doi panas lagi. tapi pas hari ketiga masih juga panas tinggi, gue bawalah bumy ke RS dengan tergopoh-gopoh sambil berjibaku dengan ganasnya jalanan senin pagi. ya Allah nyeseeel banget nggak buru-buru tes NS1 jadi bisa cepet ketauan.

gue juga kok ya polos banget, bisa nggak kepikiran bumy kena DBD. padahal sebelumya udah ada 2 anak kena DBD di sekolahnya bumy. belum lagi gue pernah menemui sendiri si nyamuk dengue ini pas lagi nungguin bumy pulang sekolah. hiks, nyeseeeell dan sedih banget rasanya.

seminggu kita bertiga nginap di RS. dua kali dalam sehari gue mulessss tiap dengar langkah suster berderap ke kamar untuk ngasih tau jumlah trombosit bumy hari itu. pas awal baru masuk juga udah kebat-kebit nggak karuan, karena bumy nggak juga berhasil dipasangin infus setelah 4 jam! tangannya udah ditusuukkk berkali-kali tapi nggak dapet juga. langsung deh gue nelpon nyokap untuk curhat keputusasaan. akhirnya dipanggilin suster dari perina untuk masangin infusnya di kaki, dan mungkin berkat doa nyokap gue juga, akhirnya berhasil juga infus dipasang. fiuhh.
alhamdulillah kondisi bumy selama di RS stabil dan bagus meski trombositnya naik-turun. makan masih lancar meski gampang mual (kata dokternya itu disebabkan hatinya agak membesar jadi menekan lambung). kalau soal bintik-bintik merah, gue perhatiin nggak muncul sama sekali sih di badannya.

- ke bandung, kali ini nggak nginep di concordia.
iya, kita mini-vacation ke bandung lagi, makanya sempat ke kineruku. kali ini nggak mampir ke 'rumah singgah' yang biasa (concordia, hihi), tapi menjajal hotel mercure di setiabudi yang masih pre-opening (ini bukan ya istilahnya?). yang jelas, rate hotel yang diberikan masih 50% dari rate normalnya kelak. kita suka banget hotel ini selain karena baru, kolam renangnya yang guedeee juga full air anget! hotelnya sendiri family-friendly; ada playroom di depan kolam renang, trus ukuran single bed di kamar yang twin-bed gedee jadi kita gak berdesakan tidur sama bumy. oiya, karena hari pertama dateng itu sabtu, kita kebagian nyicipin fasilitas BBQ night yang diadain setiap malam minggu. all you can eat buffet buat 2 orang 133 ribu ajah!! kita bisa makan malam by the pool ataupun di dalam resto. menunya oke-oke banget, standar bintang lima. berhubung gue bukan big fan of meats, jadi juaranya buat gue ya dessertnya. tapi dagingnya juga ada wagyu, gue yang nggak demen daging karena males ngunyahnya ini jadi bisa menikmati juga.

ke mana ajakah kita? itinerarynya kurleb begini: miss bee providore (wajib hukumnya nyobain yg lagi heits hahah) - kineruku - check in hotel - tjendana bistro - hotel lagi buat renang dan dinner. besoknya ke de ranch (setelah bingung mau pilih ini atau dusun bambu. tapi ternyata cukuplah sekali aja mampir ke de ranch) - treehouse & lavie (nyetok kado lahiran, berhubung perlunya buanyaakk. selain ke lavie, gue sempat mampir ke yen's juga) - dinner ke maja house. yang belakangan ini baru pertama kali dicoba, hehe telat yee... ternyata oke juga. menawarkan suasana nongkrong sambil makan yang beda, makanannya juga enak-enak. meskipun makin malem makin dingin dan jadi banyak yang ngerokok, tapi overall bikin pengen nyobain lagi. siang-siang pasti bakal beda suasananya.


de ranch
 




the infamous miss bee








tjendana bistro


tjendana bistro - inside


rumah pohon di treehouse. obviously.



tempat yang belum juga dicoba tuh warung laos dan lawangwangi art space. kayanya enak buat duduk manis menikmati view bebukitan dago dan nyeruput-nyeruput cantik deh. tapi tempat-tempat yang kita datengin kemaren semuanya family-friendly. tjendana ada indoor playground meski kecil, dan juga outdoor space yang luas jadi anak bisa lari-lari. treehouse yang di belakang RS Borromeus pasti udah pada familiarlah ya, ada rumah pohon, flying fox mini, dan playhouse. miss bee yang lagi heits selain tempatnya cantik, makanannya juga cantik- cantik banget tampilannya.

- ikutan workshop essential oil
apalagi, nih? hehehe... nggak sengaja gue baca thread event di forum FD, eh ada tentang essential oil ini. menarik banget, ternyata. gue masih utang tulisan soal laporan event ini, sih xD intinya EO ini bermacam-macam rupa dan khasiat. karena indera penciuman itu nyambung langsung ke otak (dijelasin anatominya gimana), jadi bisa mempengaruhi kondisi tubuh juga. event kemarin topiknya khusus tentang EO dan hormon perempuan. jadi dapet pencerahan deh gimana mengahadapi problema-problema hormonal dengan bantuan EO. acara kemarin ini gratis dan diadain sama pihak Young Living, gue tertarik sih pengen nyoba ngoleksi beberapa. tapi dicicil dulu deh, soalnya harganya lumayan mahal. btw, narsumnya kemarin itu oma Frances Fuller yang udah 71 tahun tapi nggak keliatan berumur segitu, bok.


 


 


- bumy les renang
udah hampir dua bulan ini si mas dilesin renang di anak air kebagusan. selama ini dia suka berenang tapi nggak berani nyelupin kepala -__- gue tertarik ngelesin doi di AA selain gak jauh dari rumah, juga karena programnya bagus dan pengajarnya sarjana-sarjana olahraga gitu. sebulan pertama sih, porsi 'belajar' dan main-mainnya masih 50-50. gue pribadi nggak ada masalah dengan metode banyak main-main begini, biar dibawa fun sama bumy. sekarang sih bumy udah berani nyelupin kepala dan tahan napas dalam air. gerakannya juga lebih konsisten dan udah lebih kuat juga. awal-awal les, 30 menit lesson udah bilang "capeek," sekarang abis les malah minta main-main air setengah jam lagi.

ya begitulah.... alhamdulillah masih bisa merasakan semua yang baru-baru; baik pait maupun manis, heheheh. whatever happens, i think we should just see it as moving forward, gitu kali ya?