Adit ke sana dalam rangka acara kantor sih udah seringkali. sementara gue nggak pernah berkeinginan untuk menginjak Bali lagi. entah kenapa.
sampai sekitar dua bulan lalu. seperti biasa, diawali dengan kegragasan, ide jalan-jalan ke Bali kok terdengar seru. yaudah langsung cari-cari tiket, buka-buka situs hotel, dan tau-tau udah kebooking aja haha.
where we stayed: Hard Rock Hotel, Kuta.
duration: 4 days.
transportation: rental (Avanza), nyupir sendiri.
first of all, alhamdulillah we could catch the flight on time.
ahaha.
pesawat berangkat jam 8an. dan alhamdulillah Sam sangaaattt kooperatif di pesawat. (of course mamak tetap deg-degan mengingat pengalaman pertama kalinya bawa Sam naik pesawat kemarin).
tapi entah kebetulan entah nggak, seperti saat mau ke Singapur, sehari sebelumnya dia demam LAGI.
biasa, batuk pilek. tapi lumayan bikin mamak pening.
cuma pagi itu dia mau makan lumayan banyak, di pesawat pun tertidur lelap.
| sumringah banget begitu sampai di bandara. "ma fotoin Bumy ma" |
kita langsung menuju ke Uluwatu, ke GWK Cultural Park lebih tepatnya.
yeah it's a mainstream tourist destination. tapi memang "tema" liburan kali ini mau ngasih Bumy his first Bali experience. plus mamak sudah kekurangan tenaga (baca: tua) untuk sok ambisyes dan berepot-repot mengambil risiko.
kita sampai di lokasi sekitar jam 12. yesss, sedang panas-panasnya.
but we love it there.
- tempatnya bersih
- ada atraksi tari-tarian nusantara yang bisa dinikmati. ada schedule tiap jamnya. Bumy suka banget nonton ini. "kita harus nonton sampai selesai!"
- ada Starbucks dan resto-resto lain yang bisa disinggahi untuk ngadem dan makan.
- ada opsi lain biar si bocah nggak ribut bilang bosen, yaitu main Segway.
dari sini, karena sudah di kawasan Uluwatu, kita pun melanjutkan wisata ke arah pantai Melasti demi melihat keindahan tebing-tebing, untuk kemudian menikmati sore di Sundays Beach Club.
nyari si sunday ini agak susah yaa - bisa jadi karena kita bluun meski sudah pakai Gmaps, atau karena pintu masuk ke sini ternyata dari tempat bernama The Ungasan Cliftop Resort - jadi seharusnya tempat ini yang kita tuju di Gmaps.
did we love it there?
- pantai dan fasilitas yang disedikan cocok buat aktiviti-aktiviti bocah seumur Bumy.
- nice view. meskipun don't expect to catch the sunset karena ketutupan tebing karang.
- tangganya banyaaak bangettt... kita harus meniti ratusan tangga turun ke pantai. mending siapin selengkap mungkin barang dari mobil, jangan sampai ada yang tertinggal. cukup merepotkan buat bolak balik ke lokasi mobil diparkir.
- stafnya cukup friendly dan helpful. ketika gue minta tolong agar makanan Sam dipanasin, mereka sigap membantu, dan kita juga dicariin tempat duduk yang oke buat keluarga.
- in my opinion, makanan Indonesianya jauh lebih enak dibanding western dish (yang terasa keasinan buat gue).
- price-wise? $$$$$ banget buat kita hahahah. adults 400 rb/person, child 300 rb/person.
saat perjalanan balik, kita singgah sejenak di Gaya Gelato yang dilewati di jalan Uluwatu untuk menikmati aiskrim nan lezato. pilihan rasanya unik-unik.
akhirnya kita baru check in di hotel jam 8 malam. udah lelah bangeeeet rasanya. dan sempat ngerasa
salah itineraty, haha. mungkin lain kali ada baiknya kita check in dulu di hotel dibandingkan langsung jalan-jalan. kali ini terasa lebih capek, euy.
hari kedua.
we had our first breakfast at the hotel. dari segi rasa terbilang oke. tapi restonya memang rame, dan kebanyakan tamunya families with children.
sepagian itu kita menjelajah kawasan hotel. ternyata di Hard Rock ada beberapa jenis kolam renang. ada sand island pool, ada chill out pool, lalu pool di mana ada perosotan untuk anak-anak.
karena Bumy excited banget pengen mencicipi berenang, jadi pagi itu kita habiskan di hotel saja. baru saat mendekati jam makan siang, kita berangkat untuk kelayapan.
first stop adalah tempat makan nostalgia gue dan Adit: Be Pasih.
10 tahun lalu, supir kantor Adit ngajak kita ke sini, dan kita terkenang-kenang banget sama rasa enaknya.
hidangan utama di sini (sesuai namanya in bahasa Bali) adalah ikan laut. rasanya khas, dan sambelnya lezat. minumannya juga seger-seger.
mungkin karena kecapean main air, sesampainya di Be Pasih, Bumy teler dan malah bobok di mobil.
gue juga cuma bisa mengelus dada karena hari itu Sam ngelepeh-lepeh disuapin makan untuk sesudahnya, mengunci mulut rapat-rapat.
dari Be Pasih, kita sempat kebingungan mau ke mana. terpikir ke Ubud, tapi kok rasnaya udah kesiangan.
mau main agak jauh ke Bedugul, tapi kok gentar, khawatir si bayi bosen di jalan.
akhirnya kita melipir ke... pantai Petitenget. yang nggak jauh dan ada airnya sehingga menarik untuk bocah-bocah setidaknya.
haha soooo not ambisyesss.
| di Petitenget |
Bumy tentunya seneng, karena buat dia yang penting bisa main air lagi.
awalnya kita ingin nongkrong-nongkrong kekinian di seseresto kawasan Seminyak.. sebutlah Sea Vu Playlah, Sisterfieldslah, apalah apalah.
tapi yang terjadi, kita lewatin aja resto-resto itu sambil melihat-lihat sekitar. the whole area felt crowded. dan entahlah, vibe-nya terasa terlalu "muda" buat kita yang nenteng-nenteng bayi. akhirnya dari pantai, kita pun mengarah balik ke hotel. Bumy yang emang udah kepengen main air LAGI di kolam renang hotel, seketika bersorak gembira.
jadilah sore itu aktivitas kita hanya leyeh-leyeh di pantai artifisialnya Hard Rock.
hotel ini emang bener-bener kid-friendly, sih. dalam sehari ada beberapa kali schedule acara buat anak-anak, biasanya di sand island pool. sore itu ada acara lomba dan kuis buat anak-anak yang lagi pada main di pool. lumayan well-organised dan seru.
| ini di chill out pool. ada jacuzzinya juga haha |
menjelang sunset, kita jalan kaki ke pantai Kuta. pakai trik pesen teh botol 15 ribu per botol supaya bisa duduk di kursi plastik berpayung haha. di situ, Bumy dan Adit kembali main air, sementara gue planga plongo megangin Sam yang bobok.
| nurisss |
di hari ketiga, kita sudah siap untuk berangkat lebih pagi dari hotel.
we grabbed a quick breakfast, jam 9an kita cuss ke arah Ubud.
our first stop is Pasar Ubud untuk beli oleh-oleh.
singkat aja, kesan gue adalah harganya mahal-mahal banget. apa karena lagi rame turis mancanegara? nggak tau juga, tapi gue kerap terkaget-kaget saat nanya harga dan dijawab oleh penjualnya. harga yang disebut bisa sih ditawar, tapi gue malu sendiri karena jadi harus agak "tega" nawarnya. the initial price given didn't make any sense.
kita dapat kain bali seharga 25 ribu (harga awal 100 ribuan). celana bahan ikat-ikat 80 ribu. tas bulat anyaman ala Raisa 120 ribu (harga awal 300 ribuan). daster. dan beberapa printilan lain.
di tengah pasar ada penjual gelato. seems like a good choice karena hawanya kan emang gerah. tapi harganya wow, macam beli aiskrim di gerai mall.
dari situ, kita makan siang di Bebek Tepi Sawah. we had a lovely feast there. suasananya enak. Sam pun bikin hati mamak tenang karena mau makan sampai habis.
hari masih siang jadi kita memutuskan untuk bereksplorasi di sekitar Ubud. our next stop was air terjun Tegenungan. menemukan tempat ini nggak susah, tapiii ternyata untuk sampai ke depan waterfall, kita harus menuruni sekian banyak tangga yang cukup curam.
turunnya sih nggak masyalah, tapi gue udah kebayang naiknya.
semacam trauma sama tangga-tangga di Sundays Beach Club kemarin, gue dan Adit merasa cukup menikmati keindahan waterfall dari kejauhan saja. haha.
| di bebek tepi sawah siang itu. oh! |
| mamak cukup jadi tukang foto |
from Ubud, we headed to Sanur beach. tujuannya mau makan LAGI, kali ini di Makbeng.
pantai sanur sih nggak bisa buat main-main syantik ya, apalagi pas kita sampai masih jam 3 sore dan teriiik banget mataharinya. tapi makanannya was soooo worth it!
selesai makan, kita menuju ke pusat oleh-oleh Kresna. di sini lengkap kap koleksi oleh-olehnya. dan ketika kita lihat harga-harga di sana, wowww jauh berbeda dari yang disebut di pasar Ubud. di sini lebih murah dan of course, kita nggak perlu nawar.
belum begitu lama di Kresna, Bumy udah rewel aja minta buru-buru balik supaya bisa main di kolam renang hotel lagi. kita tiba di Kuta sekitar jam 5 sore, dan nggak pakai mampir ke kamar lagi tapi langsung nongkrong di pinggir kolam renang. karena jarak dari kolam renang ke kamar cukup jauh.
menjelang sunset, lagi-lagi kita jalan ke Kuta. waktu itu anginnya cukup kencang dan dingin, katanya efek musim dingin di Australia, sih.
hari keempat, which was our last day in Bali.
rasanya gimanaaa gitu.. kok inginnnya memperpanjang liburan xD
tapiii hari ini suhu badan Sam tiba-tiba meninggi. haiyaah.
sepanjang pagi dan siang, kita nyemplung dan main-main aja di kolam renang hotel.
makan siang di Yoshinoya.
Sam menolak makan sampai sendok harus dipaksa masuk ke mulutnya.
selama siang sampai sore, kita kelayapan di Beachwalk Mall. santai bangettt suasananya. hati pun jadi makin terasa berat untuk balik ke Jakarta, haha. Bumy bolak-balik ngomong minta "mau di Bali aja."
ih maunya juga gitu sikkk. tapi mamak bapak harus kembali banting tulang di Jakarta.
well, hari itu pesawat kita berangkat sekitar jam 7. alhamdulillah Sam anteng walaupun masih demam. aahhh liburan kali ini terasa terlalu singkat.
bottomline: we definitely would like to repeat our visit to Bali!
| dilukis di Beachwalk Mall :D |
| suatu saat di Kuta Bali kekekekk |
| seneng banget "ketemu" David Bowie! |
| yang bikin susah move on... the sky <3 |
| susah moveon #2 |






