28/06/2013

about food for toddler

Dua minggu lalu, saya menghadiri event Mommies Daily yang berjudul “Food for Toddler: Safe & Nutritious” yang didukung oleh Command. Narasumber acara ini adalah Mas Arief T Nur Gomo STP, Msi yang adalah seorang food scientist dan memiliki banyak pemahaman serta pengalaman dalam halfood safety (keamanan pangan).

Alasan utama saya mengikuti acara ini, selain untuk menambah pengetahuan mengenai pemberian gizi yang seimbang, juga untuk mendapatkan informasi tentang keamanan dan kehigienisan dalam proses penyajian makanan. Berhubung sekarang saya sendiri yang menyiapkan makanan anak sehari-hari,hehe. Terlebih akan ada demo cooking juga, lumayan untuk menambah koleksi resep :)
Pertama-tama, Mas Arief menjelaskan tentang pentingnya memperhatikan kandungan gizi pada masa batita dan balita. Masa-masa itu disebut golden age, karena merupakan saat pembentukan otak dan organ pencernaan. Proses tersebut sangat tergantung pada keadaan lingkungan, dan harus diperhatikan dengan cermat karena akan memengaruhi masa depan anak.
Peran gizi dalam masa pertumbuhan, terdiri dari:
1. Tumbuh kembang otak
Di sini, kita harus concerned pada asupan vitamin dan mineral, caranya adalah mengusahakan pemberian ASI sampai dengan 6 bulan.
2. Tumbuh kembang sistem pencernaan
Untuk melatih sistem pencernaan balita supaya siap menerima makanan bertekstur keras, maka makanan diberikan secara bertahap, dari lunak ke keras.

*gambar dari sini
Selanjutnya, dijelaskan tentang kebutuhan gizi balita yang harus seimbang, terdiri dari karbohidrat sebesar 75-90%, protein 10-20%, dan lemak 15-20%.
Berikut adalah uraian mengenai masing-masing sumber zat gizi.
  • Air: Bisa didapatkan dari makanan juga, tidak harus berbentuk cair. Berfungsi menghindarkan dehidrasi, menetralkan suhu tubuh.
  • Karbohidrat: Untuk tenaga dan perbaikan jaringan tubuh yang rusak. Sumber karbohidrat yang bagus adalah biji-bijian yang utuh karena mengandung serat. Misalnya beras merah, namun Mommiesharus pintar mengolahnya supaya lunak dimakan oleh anak.
  • Protein: Faktor dalam perkembangan otak.
  • Lemak: Omega 3, 6, dan 9 adalah asam-asam lemak esensial yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Omega 3 dan 6 bisa didapat dari minyak zaitun, atau minyak ikan yang dari ikannya langsung misalnya salmon.
  • Vitamin dan mineral: Disebut zat gizi mikro karena dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit. Tapi jika kekurangan, pertumbuhan menjadi tidak optimal. Semua vitamin bisa didapatkan dari makanan, kecuali vitamin D yang dihasilkan oleh tubuh kita dengan bantuan sinar matahari.
Makanan bergizi saja tidak menjamin pertumbuhan dan perkembangan balita dapat optimal. Keamanan makanan juga harus mendapat perhatian selayaknya masalah gizi. Banyak balita yang menjadi terganggu pertumbuhan dan perkembangannya karena mengonsumsi makanan yang tidak diolah dengan aman.
Tiga faktor utama penyebab kontaminasi makanan adalah
  1. Cemaran fisik: Packaging yang buruk, pengolah makanan tidak higienis, perusakan bahan makanan oleh binatang, dsb.
  2. Bahan kimia: Penggunaan bahan plastik yang tidak food grade, bahan makanan mengandung pestisida.
  3. Mikroba: Makanan tidak diolah dengan tepat sehingga bakteri berkembang biak.
Mas Arief lantas memberikan hasil penelitian yang menjelaskan tingkat kontaminasi makanan menurut jenis dan cara pemaparannya. Misalnya ayam yang dibiarkan di tempat terbuka tanpa dimasukkan ke kulkas akan dihuni oleh lebih banyak bakteri dibandingkan jika ditaruh di dalam kulkas.
Yang mengejutkan, ternyata tempat yang dihuni oleh lebih banyak bakteri dibandingkan dudukan toilet adalah… spons cuci piring! Bakteri aerobik dapat berkembang biak dengan pesat pada spons cuci piring yang telah digunakan dan dibiarkan basah. Lalu bagaimana cara meminimalisir pembiakan bakteri itu?
Di sinilah produk Tempat Sabut Cuci dari Command sangat berperan penting. Alat ini menjaga spons cuci tetap kering sehingga lebih awet, dan mencegah pembiakan bakteri yang hanya dalam waktu kurang dari 24 jam saja dapat berkembang biak menjadi 8 juta sel jika dibiarkan basah.
Selanjutnya, Mas Arief menjelaskan cara-cara penanganan makanan yang baik sehingga food safety dapat tercapai.
  • Jaga kebersihan pribadi sebelum memasak, yaitu dengan mencuci tangan.
  • Pilih bahan makanan yang tepat, yaitu yang organik atau setidaknya minim pestisida. Lakukan smart-shopping, pilih makanan organik yang memiliki cap sertifikasi organik.
  • Simpan makanan dengan baik. Sebaiknya pada suhu di bawah 4˚C dan tidak lebih dari 90˚C. Pahami panduan thawing (mencairkan makanan) karena makanan yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan lagi.
  • Gunakan alat yang tepat. Misalnya dengan memisahkan talenan dan pisau untuk ikan, daging, sayur-buah, dan makanan matang.
  • Bersihkan dapur! Juga ingat untuk tidak menaruh bahan makanan mentah berdampingan dengan yang matang untuk menghindari perpindahan-silang bakteri.
  • Keringkan spons cuci setelah penggunaan, atau rebus dalam air mendidih selama 5 menit untuk menghindari kontaminasi bakteri (atau dengan menggunakan microwave).
Terakhir, Mas Arief menyampaikan panduan praktis untuk menyiapkan makanan balita.
  1. Siapkan makanan yang praktis.
  2. Porsi yang standar dan fleksibel.
  3. Perhatikan tekstur makanan.
  4. Banyak bereksperimen terhadap formulasi/campuran makanan.
  5. Usahakan untuk selalu menyediakan makanan yang fresh, tidak dipanaskan ulang, untuk meminimalisir gizi yang hilang.
  6. Ingat, susu bukanlah segalanya :) kecukupan gizi anak yang dianjurkan adalah asupan bahan makanan yang seimbang yang terdiri dari grains (biji-bijian), sumber protein, sayuran, buah, dan dairy products. Asupan susu yang berlebihan malah bisa membuat pengeroposan tulang karena pelepasan fosfor dalam darah menjadi tinggi, dan hal ini menyebabkan pengikatan kalsium.
  7. Biasakan memberi jus sayur dan buah segar pada anak 1 gelas setiap hari.
  8. Cari informasi di sumber yang terpercaya.
Wah, lengkap dan membantu sekali bukan, pemaparan tentang gizi dan keamanan makanan ini?
Selain merasa sangat puas, saya juga mencatat “lessons learned” dari pemaparan kali ini.
  • Perlunya kreativitas (yang tinggi) dalam mengolah makanan untuk anak. Selain agar kecukupan gizinya terpenuhi (bahan makanan seimbang), juga agar anak dapat mencicipi, syukur-syukur doyan, banyak jenis dan ragam makanan.
  • Tidak boleh gampang menyerah jika anak menolak makanan yang ditawarkan. Coba lagi, lagi, dan lagi.
  • Last but not least, kehigiesan makanan dan proses penyajiannya harus selalu diperhatikan.
Sampai berjumpa di event berikutnya, Mommies!
Btw, bagi Mommies yang mau dapurnya rapi jali dan bersih, like fanpage-nya Command Indonesia, yuk! Produknya benar-benar bermanfaat!

27/06/2013

are you financially free?


Beberapa tahun belakangan, saya menemukan sebuah ketertarikan baru di bidang keuangan. Lebih khususnya, perencanaan keuangan. Bidang ini mengubah cara pandang saya terhadap keuangan, yang ternyata dapat membuat hidup jadi lebih terarah. Selain membantu dalam membuat peta keuangan, perencanaan keuangan juga memberikan pemahaman tentang berbagai produk dan instrumen keuangan.
Kebetulan, saat sedang berkunjung ke perpustakaan, saya menemukan buku karangan Suze Orman. Orman adalah salah seorang financial advisor yang saya kagumi. Saya pertama kali mengenalnya lewat ‘referensi’ berupa pujian dari seorang perencana keuangan terkenal di Indonesia. Terkesan dengan informasi keuangan dan cara penyampaian Orman, saya lantas kerap googling tulisan-tulisannya, dan menonton video-videoworkshop-nya di Youtube. Buku karangannya sendiri baru kali ini saya temui. Tentu saja saya sangat bersemangat untuk meminjam dan melahapnya.
Buku ini berjudul “The 9 Steps to Financial Freedom: Practical and Spiritual Steps So You Can Stop Worrying,” ditulis Orman pada tahun 1997. Pada awalnya, saya mengira buku ini memuat langkah-langkah praktis, atau berupa checklist semata. Tapi ternyata, buku ini memberikan cara pandang baru tentang uang dan kebebasan finansial. Bahkan, melalui buku ini, seperti tertulis di judulnya, Orman juga mengajak kita menelaah sisi spiritual uang.
Sudut pandang biografis banyak diambil Orman dalam buku ini. Dia menuturkan masa lalunya sendiri, dan menjelaskan bagaimana masa lalu kita memegang kunci yang menentukan masa depan finansial kita. Bagian lain yang sangat menarik perhatian saya, terutama sebagai orangtua, akan saya rangkum sebagai berikut.
  • Langkah ke-4 dari buku ini berbunyi, “Being responsible to those you love.”
Orman mengingatkan bahwa tindakan mengumpulkan dan mengakumulasikan uang hanya akan bernilai jika kita telah memastikan orang-orang yang kita cintai are taken care of. Bagaimana wujudnya? Tentunya dengan melengkapi kebutuhan asuransi, baik asuransi jiwa, kesehatan, hingga asuransi terhadap aset. Cara lain yang menurut saya kurang mendapat perhatian dalam masyarakat kita, adalah perlunya membuat daftar kepemilikan aset, surat wasiat, serta penunjukkan trustee (wali), beneficiary(penerima), dan successor trustee (wali penerus). Ini sangat berguna untuk menghindari adanya konflik terhadap aset yang kita miliki, setelah kita atau pasangan meninggal dunia, dan sebagai wujud tanggung jawab terhadap mereka yang menjadi tanggungan kita.
  • Langkah ke-5 berbunyi, “Being respectful of yourself and your money.”
Awalnya saya berpikir, bagaimana sih wujud menghargai uang itu?  Orman menjelaskan salah satu hukum dari kebebasan finansial, yaitu “Respect attracts money – disrespect repels money.”
Perlakukan uang bagaikan mahluk hidup. Buatlah pilihan-pilihan bijak dalam menggunakannya. Orman mengambil contoh tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kita sering lebih memilih makan di luar padahal kulkas kita terisi bahan makanan? Apakah kita suka terlambat mengembalikan barang-barang pinjaman hingga akhirnya harus membayar denda? Apakah kita akhirnya kerap harus membuang bahan makanan yang membusuk di kulkas karena tidak digunakan? Bayangkan yang kita buang itu adalah uang. Apakah itu berarti kita telah memperlakukan uang dengan bijaksana dan penuh rasa penghargaan?
Begitu pula dalam berinvestasi, Orman mengingatkan untuk menginvestasikan ia (uang) dengan hati-hati dan bijaksana. Jika diakumulasikan seiring dengan waktu, hasilnya akan dapat mengurus kehidupan kita dengan baik, dan juga menjaga kehidupan orang-orang yang kita tinggalkan. Sebaliknya, jika kita membuat pilihan yang buruk dalam berinvestasi, ia tidak akan dapat kita andalkan di masa mendatang.
  • Pada salah satu bab, Orman mengajak kita untuk memulai edukasi tentang uang kepada anak-anak kita.
Menurut Orman, cara edukasi finansial melalui celengan dan buku tabungan sudah out of date. Celengan tidak bisa memberi gambaran kepada anak kita mengenai kehidupan di abad ke-21, di mana mereka akan mewarisi global economy, dunia yang high-tech, dan alam kompetisi yang tinggi.

*gambar dari sini
Lalu bagaimanakah cara yang up to date? Orman menjelaskan, caranya dapat berupa:
  • Memanfaatkan berbagai buku, games, dan program komputer yang ada untuk mengajarkan konsep uang dan penggunaannya kepada anak-anak kita.
  • Mengajarkan konsep nilai pada anak dengan memainkan money games dengan anak, mengajak anak memesan barang, dan memahami label harga di toko.
  • Ketika anak sudah cukup besar, ceritakan pada mereka tentang dana pensiun kita, strategi yang kita gunakan untuk berinvestasi, dan apa makna dari semua hal itu dalam konteks kehidupan mereka.
  • Alih-alih memberikan uang dalam bentuk tradisional, yaitu buku tabungan, kepada anak, masukkan uang yang kita berikan untuk anak ke dalam reksadana, dan ajak mereka turut mengawasi pergerakannya.
  • Jelaskan apa itu kartu kredit, apa yang kita lakukan ketika datang ke bank, dan apa guna mesin ATM.
  • Bicarakan apa artinya menjadi miskin, menjadi kaya, dan apa maksud dari beramal (charity).
  • Bicarakan tentang konsep cicilan, hutang, dan asuransi, dan bagaimana cara kita membuat pilihan yang bijak tentang uang. Dengan membicarakan tentang uang kepada anak, kita akan menjelaskan kepada mereka bagaimana kehidupan sesungguhnya bekerja.
Meskipun begitu, juga ingat bahwa sebanyak apapun alat bantu yang kita gunakan untuk mengajarkan konsep uang, hal paling penting untuk menanamkan pesan sehat mengenai penggunaan uang adalahmemberikan kesan positif melalui tindakan kita sebagai orangtua. Jika di depan anak kita berkeluh-kesah mengenai tagihan atau hutang yang menumpuk, anak akan menangkap kesan rasa takut terhadap uang.
Kebebasan finansial lebih dari sekedar memiliki sejumlah banyak uang; tapi juga tentang merasa bangga terhadap apa yang yang telah kita miliki dan bersikap realistis mengenai apa yang tidak kita miliki, sertamenanamkan kebanggaan itu di diri anak-anak kita.
  • Langkah spiritual yang dimaksud oleh Orman seperti tercantum pada judul buku ini, dijelaskan lebih mendalam di langkah ke-7 dan ke-8.
Yang pertama berbunyi, “Being open to receive all that you are meant to have.” Orman menganalogikan uang yang mengalir dalam kehidupan kita seperti air. kadang mengalir deras, kadang hanya menetes. Bayangkanlah diri kita seperti gelas, yang hanya bisa menampung sesuai ukuran kita. Tapi kita dapat memperbesar ‘ukuran’ daya tampung kita dengan membuat diri kita terbuka untuk menerima. Bagaimanakah caranya? Dengan memberi.
Karena dengan memegang erat apa yang sudah kita miliki, kita tidak membuka diri untuk menerima rezeki yang mencoba mengalir melalui kita.
*gambar dari sini
Langkah ke-8 yang berbunyi, “Recognizing true wealth” memberikan insight untuk menyadari bahwa kualitas hidup kita tidak tergantung pada seberapa banyak yang bisa kita kumpulkan, tabung, atau habiskan. Kebebasan finansial yang sejati terletak pada cara kita mendefinisikan siapa diri kita, bukan dengan apa yang kita miliki atau tidak miliki. Kita adalah apa yang kita lakukan sekarang: apakah kita sudah bertanggung jawab terhadap kondisi keuangan kita sendiri, dan bagaimana cara kita menunjukkan tanggung jawab terhadap mereka yang menjadi tanggungan kita.
Sangat menarik, bukan? Buku ini membuka mata saya untuk memandang uang dengan cara yang lebih dari sekedar alat bantu mencapai tujuan finansial, tapi juga sebagai wujud tanggung jawab saya kepada keluarga, dan cara meneruskan pesan kepada anak tentang bagaimana bertanggung jawab terhadap kebebasan finansialnya sendiri kelak.
*gambar buku dari sini

26/06/2013

pulling our weight, pt.2

Baby, baby, baby
from the day I saw you / I really really want to catch your eye
There's something special 'bout you / I must really like you
Cause not a lotta guys are worth my time
Ooo baby, baby, baby
It's gettin kind of crazy / 'Cause you are takin over my mind
And it feels like oooooo / But you don't know my name...
Will you ever know it?

one day, i was driving when this song blared from the speakers. i immediately sang along to it, because i've always liked the catchy tune, alicia keys' soulful voice and everything about her music (yet please spare my jadoel playlist). 
until after awhile, i noticed something that made me smile. my mind prompted me to the nostalgic session i had with old letters and diaries. and how "boys" was always a main topic in my adolescent correspondency. haha. 
and the song, it's all about having a crush to somebody. a real big crush. a teenage flaming crush. to a person who "don't (even) know my name." ha. that is something i was sooo familiar with during my teenage years. you can even say unrequited love is the story of my life. 
:))

during high school, i had two special crushes that came so near to obssession (when i think about it now). 

the first one was on a guy in my class. he caught my attention from day one because i found him physically attractive for my type, hahaha. standar keren tahun 98 dululah: 'botak', tinggi, kemeja sekolah 'ketat' xD 

awalnya sih cuma suka liatin aja. until one day entah-bagemana-namanya-juga-abege, i started to obsess over him and being his girlfriend. hahaha. hormon!
but this naksir made me act so silly around him. kalo mau papasan di kantin, gue buru-buru balik badan (soalnya deg-degan bo!). kalo diajak ngomong, gue a-u-a-u doang (mencoba sok cool padahal gagapnya kumat). 
otomatis kalo ada urusan yang melibatkan dia, gue malah ogah-ogahan. menjauh. takut tambah keliatan konyol. oh me and super low self-esteem :)))

jadilah semua kenaksiran yang meluap-luap itu cuma dicurahkan di diary dan surat-surat panjang buat sahabat. hkahakhak. sepanjang SMA, ngomong sama dia cuma bisa dihitung pake jari. 
dianya sendiri gimana? tau nggak? naksir juga nggak? 
kalo tau, kayaknya sih enggak begitu tau yaa. karena gue 'kan rusuh sendiri aja. di depan orangnya malah sok cool dan banyakan diem. 
tapi kalo naksir juga, pas udah kelas 3 (dan dia udah punya pacar T___T), kata temennya, KONON dulu dia sempat naksir gue. dulunya kira-kira pas gue lagi naksir-naksirnya sama dia deh. hkakhakhkak TRAGIS. 

jadi begitulah, cintaku gagal sampai akibat rendahnya rasa percaya diri. :'}}}

oya, soundtrack untuk naksir gue ke dia ini nih: HAVE YOU EVER by BRANDY.
bikin pengen iris nadi!


have you ever loved somebody so much it makes you cry?
have you ever needed something so bad you can't sleep at night?
have you ever tried to find the words but they don't come out right?
have you ever?? HAVE YOU EVEEEER?!!!
(melolong)

funny thing is, maybe a month ago, i saw him unexpectedly. i was rushing bumy to KMC after the traumatic kejedot-dinding-lalu-benjol-gede incident. and then i walked hurriedly past... him. he was carrying his kid. but he didn't recognize me. so much for a long crush huh? hahaha (nangis)  tapi gue juga nggak negor soalnya muke lagi enggak banget lagi panik gela mau bawa anak ke UGD.

trus, cowok objek obsesi nomor 2, adalah cowok yang... boro-boro pernah ngobrol aja kagak. 
hormooon, hormoon. 
kalo diinget-inget, naksirnya sih gara-gara dia kece aja ya. ngobrol nggak pernah. lingkungan pertemanan juga nggak ada perpotongannya. pleeus, beda ras juga x))) 
misi bunuhdiri banget pokoknya. 
tapi naksirnya heboh bener deh. almost everybody in my high school tau kalo gue naksir dia. xD
mulai naik tingkat ya (kedodolannya), kalo dulu disimpen rapet-rapet, yang sekarang diumbar sejadi-jadinya. mungkin dulu maksudnya supaya gak mengulangi kegagalan. tapi hasilnya... SAMI MAWON. *puk puk diri sendiri 15 tahun lalu*

kenapa pas naksir sama si cowok #2 ini heboh banget? soalnya udah kelas 3 kali, temen makin banyak, kelas gue dulu juga sampah-sampah banget kelakuannya, hkakhakha (kisses for rebits ipa3!). jadi awalnya diledek-ledekin sama temen di bangku depan doang, merambah jadi diteriak-teriakin di kantin T___T "heey, X! dicariin riska tuh!" atau "X, dapet salam dari riska!"
*tenggak baygon*

padahal ik naksirnya bener-bener loohhh (disclaimer: lagi dirasuki diri versi 15 tahun lalu). 
diary penuuuh sama namanya. suka ngayal-ngayal pulang sekolah dianterin dia naik motornya B 6973 MU (hakkhakhakh ditato di otak!!). kalo hari itu liat dia di kantin, ngegambar lope gede-gede di diary malemnya. apalagi kalo temen-temen gue ada yang laporan "ris, tadi kata X salam balik" khahkakhhkak sanubari ini langsung bersenandung!

soundtrack gue saat naksir dia dulu (tarik napas, merem, mencoba nggak makin-jijik sama diri sendiri): PRETTY BOY by M2M. 
katanyeee demen bluuuurrrrr. britpopppp. indiiieeess. 
HKAKHKHAKHAK. teuinglah.


oh my pretty pretty boy i love you
like i never ever loved before you
(lha sama yang sebelumnya ape tuh?)
pretty pretty boy of mine, tell me you love me too (goyang-goyang kepala bareng marion dan marit)

dulu lagu ini cocok soalnya dia ganteng banget booo. ya di mata guelah seenggaknya :)))
padahal kalo mau objektif, 'ni cowok dulu 80% idupnya pas sekolah diabisin buat bolos. bolos dan dikejar-kejar guru di kantin. hakahhka. gue juga demen bolos sih dulu, tapi main cantik ciin, kalo bolos nggak nongkrong di kantin. tapi di perpustakaan, ngadem :)))
udah gitu, let's face it laaa, gue mah sama sekali nggak masuk kriteria doi. #terpampangnyata kalo doi demennya cewek putih, rambut lurus, kurus langsing (dulu beta montok-ehem). kok tau banget, padahal bertukar katapun nggak pernah?
soalnya... beberapa bulan kemudian dia jadian aja gituuuu sama cewek satu angkatan T_____T
yanaseeeebbb. padahal sebelom gue taksir, dia kagak pacaran. kok begini amatttt nasib betaaa --> lagi-lagi, ini diri 15 tahun lalu yang ngomong :P

yang lucu juga, di tahun 2009 gue tanpa sengaja berpapasan dengan dia. di... pom bensin shell grogol. RANDOM ABIS. dulu gue lagi hamil guedeeee. buncit. muka bengkak dan penuh totol-totol hitam jerawat. oya, udah pake jilbab juga. trus tau-tau gue liat dia aja gitu pas abis sholat maghrib (idon'tforgetfaces). dia liat gue, tapi... (yak lagi-lagi) nggak mengenali. 
...YOU DON'T KNOW MY NAMEEEE (*nyanyi, bukan meratap*). 

masa SMA udah 15 tahun berlalu, tapi beneran, di kepala gue, semua ingatan dari masa itu terasa fresh banget. padahal kalo inget-inget masa kuliah, rasanya udah jauuuuh banget dari sekarang. apa mungkin karena...
masa yang indah / masa di SMA
masa yang penuh dengan canda tawaaa
masa yang selalu kita xyzyzfalfl (lupa lirik)
saat bersama di SMA satuuu (ini-konon-lagu "theme"-atau-apalah sekolah gue)
masa kuliah sih udah nggak terjadi lagi obsesi-berkedok-naksir begini... udah lebih 'serius' dan realistis: naksir sama orang yang bisa diajak ngobrol, yang bisa diusahakan untuk dikenal. dengan kata lain, pas kandas meweknya lebih drama dan lebih lama... hahahha. tapi gue masih rajin reportase kondisi hati di buku harian. gue bahkan inget pernah nulis 10 kriteria pria idaman. well, nggak nemu sih itu catatan ada di diary yang mana, tapiiii... ketika gue akhirnya sama adit, suatu hari gue keinget lagi sama si kriteria ini. daaan... kayaknya dia memenuhi sebagian besarnya deh. i remember listing down
- nggak putih (-putih amat) --> gara-gara trauma sama si cowok #2 gitu? entah.... tapi bagus juga sih, bisa jadi "disclaimer" atas pilihan pendamping hidup yang kulitnya TANNED. hahaha.
- percaya diri --> gue nggak suka sama cowok yang mencla-mencle, yang 'malu-malu' alias nggak bisa pasang badan kalo berada di awkward situation, yang bisa just say what he wants, bisa jadi leader. eh trus... ternyata adit pernah jadi ketua remaja mesjid... nyenggol dikit lah ya? hahkakhakh.
- bisa diajak ngobrol tentang apaa ajaaa (yang gue suka. which are random stuff) dan nyambung --> that's why we first clicked as friends in the first place. 
- badannya lebih tinggi dari gue --> :)))

yang lainnya sih nggak begitu inget. tapi gue agak terlongo-longo juga ketika mengingat-ingat ini lagi. ini kali ya wujud konspirasi alam semesta? kenapa dulu gue nggak mention "doesn't have receeding hairline" sekalian yaaa... hhuahuaha. 

entah kebetulan atau i was just getting older, gue sort of berhenti curhat di diary sejak bersama adit. bahkan dulu nulis blog aja sesekali doang. i guess it's true what they say, that sometimes you don't know what to say when you're 'happy.' at least it's true in my case. nggak ada bahan untuk di"drama"in hehehhe. 

the other day, we rode past the kos-kosan adit and i used to live in, which is only on the corner of our current street. and then bumy asked, "dulu bumy di mana, ma?" 
ah... i never thought i could have a child with that guy. this guy, the one beside me. i guess God really does give who is best for you and at the right time too. because now, every time i close my eyes, i thank the Lord that i've got him... hihihi. 

anyways, memang sih sudah pernah menulis di sini kalau mau bikin edisi nostalgia-gila membahas "pria-pria dalam hidupku." tapi the real trigger came to me today, saat sedang (lagi-lagi) menyetir, dan tiba-tiba terdengar lagu ini,


there are places i'll remember
all my life, though some have changed
some forever not for better
some have gone, and some remain
all these places had their moments with lovers and friends i still can recall
some are dead and some are living
in my life, i've loved them all.
but of all these friends and lovers,
there is no one compares with you
and these memories lose their meaning when i think of love as something new
though i know i'll never lose affection for people and things that went before
i know i'll often stop and think about them,
(but) in my life i love you more.

i played this song again, and i listened carefully to the lyrics. how i "often stop and think about them": people and events from my past. and how it all "lose their meaning" when i start to remember what i have now and who i end up with today. the memories are there, but they're merely decorations that attribute to my being as crazy/cool(?)/wise(??) as i am now. 
and the 'real work' is in my face: to nurture the love, and to make something out of the love (selain anak maksudnyee). 

hmm... jadi pengen karaoke.... (antiklimaks abis).


a birthday card for Adit in 2007

and i meant every. word. <3

25/06/2013

bandung with tetangga dearest

akhir pekan lalu, sesuai rencana sejak beberapa bulan sebelumnya, kita ke bandung. tujuan utama kali ini bukan lliburan (tadinya). tapi mau menghadiri pernikahan Dila, sohib di kantor. 
sekitar tiga minggu sebelum hari H, kita udah booking hotel. kita gak milih di concordia seperti biasa, karena mau ganti suasana ajah. maka kita pilih hotel J di dago. adit juga berencana mau mengubah rute perjalanan, yang tadinya selalu lewat cipularang pulang-pergi, menjadi berangkat lewat puncak-cianjur-bandung. pulangnya baru deh lewat cipularang.
we were excited, tapi gak terlalu.

sampai beberapa hari sebelum hari H, naya dan mamanya lagi main di rumah, lantas gue cerita sekilas soal rencana singgah dan nginap di bandung. ternyata, dia sedang berencana mau liburan (juga) dan jadi tertarik pengen ke bandung. bareng kita! singkat cerita, gue dan tetangga akan liburan bersama... ihiiy. 

dua malam sebelum berangkat, adit ngusulin kalo kita nginep di concordia aja. dengan pertimbangan outdoor space-nya yang luas, jadi anak bisa menikmati lari-larian, berenang, bahkan main di playground jadul sepuasnya. rate-nya juga lebih murah, hampir setengah hotel J. untungnya ketika dihubungi, pihak hotel bilang masih ada sisa 2 kamar, hohoho.

sehari sebelum berangkat, ketika gue maksi sama Nisha dan Lia, Adit dengan sok-sambil-lalu nyerahin kertas hasil print-an. pas diliat, yaampun ternyata doi udah nyusun draft itinerary dan bahkan menyertakan keterangan dan foto-foto beberapa tempat tujuan :))) 
pas gue cek email, sama doi udah dikirim via email juga ke ayahbundanya Naya. bagus, bagus *tepok tangan gaya Chang-nya Community*

tema dan destinasi utama trip kemarin sih wiskul ya. kita pengen nyoba tempat makan yang belum pernah kita sendiri coba. agak ambisius juga, nyantumin 6 tempat makan, padahal di lapangan, yang tercicipi cuma 3 tempat. trus tadinya mau ke Saung Angklung Udjo juga. kita emang udah pernah, tapi pengennya bisa bawa Bumy dan Naya lagi pas udah agak gedean gini. kayaknya akan lebih excited gitu mereka main angklungnya. 

the next day, kita berangkat dari kompleks jam 6, sesuai itinerary Adit, haha. sebelum berangkat, dua anak kecil udah excited banget. padahal Bumy biasanya baru bangun tidur jam 8 pagi, tapi gak cranky sama sekali. tau aja mau liburan sama sohibnya. 
jam 7:30, kita sampai di Cimory. sesuai juga dengan prediksi. di situ, kita jadi pengunjung hampir-pertama. anak-anak langsung kalap main di playgroundnya. sementara makanan baru bisa dipesan jam 8an, dan itupun menu sarapannya aja macam nasgor, omelet, susu segar dan teh/kopi. kita nongkrong di situ sampai jam 9, lantas cuus jalan lagi. 

bedanya anak cewek dan cowok...




sampai di Rindu Alam, kita sempatin turun buat foto-foto. hawanya easy breezy beautiful banget... dingin. 

abis itu, baru deh perjalanan ala road trip sesungguhnya dimulai. kita nyobain rute 'baru' via Cianjur. perkiraan bisa sampai di Bandung jam 11, ternyata meleset... jauh. karena jam segitu kita masih berada di jalur mendaki di perbukitan kapur. sebelumnya bahkan pake salah jalur dulu. pas di bukit kapur agak tersendat karena banyak truk bawa muatan kapur yang berat, jadi mereka nanjaknya pelaaaan banget. belum lagi pas mau masuk ke tol padaleunyi-nya juga agak macet. padahal gak ada apa-apa di ujungnya. 

jadilah kita sampai di Bandung jam 1 siang. manut sama itinerary, kita langsung makan siang di Origin. padahal saat itu siang terik banget, tapi hawa di dalam restoran tetap sejuk. kerenlah penataan eco-decor di situ. kita semua makan besar, kecuali anak-anak yang pada kompak banget gak mau makan. mulai cranky juga, karena pada ngantuk. pesanan sop gurame gue ternyata enak banget, asem seger, cocok buat siang bolong hehe. niat awal (ketika kalap kelaperan) mau pesan dessert segala, tapi selesai makan malah begah, batal deh. 



sesudahnya kita naik ke Ciumbuleuit untuk check in di hotel. sempat tidur siang juga sampai jam 4 sore, baru deh abis itu ajak anak-anak main di outdoor space Bumi Sangkuriang nan endah. anak-anak berenang sama bapak-bapaknya. ibu-ibu berleha-leha. 
kita nongkrong di pinggir kolam bahkan sampai adzan maghrib sudah berkumandang. anak-anak disuapin (sama bapak-bapaknya, duong. merdekaa) pada lahap banget, kayaknya karena abis capek berenang. 

malamnya, saat buat para orangtua kalap makan. kita ke Tizi, di deket McD Dago. gue baca reviewnya di blog Sasa (love her reviews! what a true food afficionado, hehe it's a compliment loh Sa ^^) dan jadi pengen nyoba. hidangannya steak, and mostly meat. tepat banget untuk disantap di Bandung, bukan?
we got there at 7:30 pm. restorannya cukup terisi, tapi gak rame. how i love Bandung on weekdays (dan saat belum gajian) :)) kita sama-sama pesan schaslick (menu andalan di sini) isi dua tusuk dan tenderloin. it all tasted good. gue gak sanggup ngabisin kedua tusuk schaslick yang guede bener itu. bumy malah ikutan makan tenderloin-nya adit sampai lebih dari setengah. padahal baru makan pas maghrib itu, dan banyak. 
pas mau pulang, gue ngebungkus kue bolu lemon dan... apa ya namanya, kayak gini deh bentuknya hehe. 

 

isinya fla gitu. gue makan 'ni kue-kue jam 3 pagi ajah -___- karena kebangun trus ra iso turu lagi, ngemil deh pelampiasannya. btw kue lemonnya gak ens, kue coklatnya sih sebaliknya. 

esoknya, kita sarapan trus anak-anak dibawa naik kuda (yang emang selalu mangkal di parkiran hotel), lantas berenang lagi. i enjoyed my time walking barefoot on the grass, enjoying the sunshowered morning, and breathing the fresh air. this is exactly why i love concordia. 

jam 11, kita check out dari hotel. lantas gue menuju ke tempat resepsi Dila di UPI, sementara keluarga Naya ke Rumah Mode. sesudah resepsi, kita ketemu lagi dan maksibar di Toko You di Jalan Hasanuddin. sebenernya sesudah ini rencananya masih mau ke Saung Angklung, tapi ternyata keluarga Naya opted for pulang siang, gue juga migrain berat (ternyata mau dapet). akhirnya kita putusin balik siang juga deh. padahaaal, tadinya gue mau nyeret Adit ke Selasar Sunaryo dan Braga. but it turned out to be a very wise decision. karena sorenya, saat bermacet-macet di Cikampek, gue baca berita soal bobotoh yang pada nyerang mobil-mobil berplat B! ya Allah gak kebayang tegangnya kalo kita masih di sana :S alhamdulillah kita udah balik. 
pas di jalan, Bumy rewel mau ke rumah Oma. yaudah deh kita pikir, sekalian aja, udah dua minggu juga gak ke Karawaci (padahal modus utamanya mau ke Bersih Sehat bareng jadi Bumy bisa dititipin). jadi begitulah, malamnya gue dan Adit kencan pijat shiatsu trus dinner menggembulkan perut di Ngalam sesudahnya <3


di rumah nyokap, Adit langsung nunjukin foto-foto selama di Bandung. semua (pas adek gue si newlyweds lagi absen ke rumah nyokap juga) heboh ngomentarin kemesraan Bumy dan Naya, hahaha. padahal mah 5 detik abis difoto langsung dorong-dorongan/berebut mainan/ada yang ngambek lagi :)) 
pasca perjalanan, para ibu-bapak ini jadi agak ambisius. mau road trip ke jogja segala, hahaha. semoga bisa terlaksana tahun depan yaa. 



17/06/2013

ain't no sunshine

hey there, pretty monday.

hari ini cantik banget rasanya, soalnya sejak pagi udah ujan, dan sampai jam 1 siang belum juga muncul matahari, hehehe. bumy ogah-ogahan diajak bangkit dari tempat tidur. maunya leyeh-leyeh sambil memandangi ujan dari jendela.

but we got up anyway. beta sendiri udah nyapu ngepel masak (#bangga maklum IRT-tanpa-ART, beginian deh yang dibanggain :P). tadi review cahflow sebentar, trus keinget kalo jadwal hari ini ya blogging.

weekend kemarin rasanya... lumayan produktiflah. soalnya beberapa checklist bisa dicentang.
hari sabtu, mau bangun pagi tapi gagal. jam 9 baru keluar dari rumah untuk nyari sarapan.
tiba-tiba kepikiran untuk ke setu babakan. udah direncanain sejak awal minggu tapi niat awalnya sih mau jogging pagi. lha kalo udah jam 9 siang, mau olahraga apaan ke situ?


not an early-riser (like mother father lah ya)
but we went there anyway. ternyata deket dari rumah.... jalan masuk ke setu melewati perkampungan budaya betawi gitu. rumahnya pada bercorak betawi, ada perkumpulan seni-seni, ada yang jual souvenir gaya betawi. setunya sendiri lumayan gede. dan di sekelilingnya banyak warung makanan. tapi, karena udah siang mungkin, warung yang buka cuma sedikit.

kita muter-muter aja, pake mobil, hehehe. akhirnya nemuin satu spot adem buat parkir. adit jajan sarapan bubur ayam. gue nyuapin bumy pake sereal yang dibawa dari rumah.
gak lama sih di situ, cuma setengah jam.
di situ ada fasilitas bebek-bebekan yang digowes sih. adit mau nyoba tapi gue larang.
trus lagi dibangun semacam kompleks yang cukup luas, kayaknya untuk sentra budaya betawi.

dari situ, kita meluncur ke citos. awalnya.
karena gue rewel udah kelaperan, dan yang pertama kesebut, "aku mau starbucks dong!" ceilehhh. tapi pas mau sampe citos, adit ngajuin ke wilayah cipete aja supaya bisa sekalian cuci mobil. okelah beta nurut. sebelum sampe cipete, mampir dulu di toko bulaf. itu loh, yang jual sosis dan bakso sehat. gue demen beli di sini, harganya murah, rasanya enak, trus diklaim sehat kan, hehe.


thai iced tea yang dijual di bulaf. enagg

di cipete, nongkrong di oenpao sambil menyedot wifi gratisan. lumayan bisa ngupdate aplikasi-aplikasi. udah belasan aja jumlah notifikasinya. parah banget berarti sinyal in****t di rumah gue deh. sekalian download aplikas-aplikasi baru juga (hello, soundcloud, hello vine! *macam mau rajin dibuka aja*)

abis dari cipete, kita grocery-shopping and then headed home. beli soto ayam kampung buat makan di rumah. turu. jajan bakmi yang lewat sore-sore. trus malemnya begadang buat weekly family review dan ngupdate cashflow, hahah. what a bad time-management. berakibat bangun siang lagi besoknya.

minggu pagi, seperti biasa, kita kerja bakti. sorenya berangkat sesuai agenda ke
- daycare bumy -> ambil baju, toiletries dan perintilan lain yang tertinggal. ternyata bajunya ada setas. bumy juga dapet goody bag + kuda lumping dari ultah anak daycare.
- ratu plaza
- giggle, fx. -> seneng banget si bocah bisa nge-giggle lagi setelah sekian lama.
- kawinan temen adit.


lega deh karena si bocah kooperatif. biasanya jadi photo-ruiner :P
and then it's a wrap! alhamdulillah bahagia berkumpul, sempet beberes, pengeluaran weekend sesuai budget (tumben! pasti gara-gara abis review duit malemnya), dan kenyang makan di nikahan orang hehe.


14/06/2013

a science of submission

dua hari di awal minggu kemarin, rasanya malesssss banget.
bangun tidur kesiangan, gerak badan enggan. apalagi mau masak! alhasil senin gue delivery order lauk pauk dari vilani. turunin daging dari freezer tapi berujung gak kemasak-masak selama dua hari! x(

selasa, berhubung setengah hari dihabisin di KMC, jadinya eating out deh.
habis dari KMC, bawaannya makin malessss. tidur sampe sore, udah melek tapi ogah bangun. padahal cucian piring numpuk.
eh dapet kejutan, adit pulang ke rumah jam 4:30. ternyata doi juga ngerasa badan penat dan bawaannya pengen gelosoran di tempat tidur aja.

kita jadi (sok) menganalisa... apa gara-gara 'kelamaan' nginep di mrican?
3 hari 2 malem merasakan mau makan gak pakai pusing dan ribet masak. gak mikirin ngurus rumah. keenakan!

adit nambahin, mungkin juga karena selama weekend kemarin gak olahraga sama sekali. mau renang tapi keenakan tidur. mau jogging tapi... sama, lebih enak selimutan. gini deh efeknya sekarang. badan pegel-pegel gak jelas dan mood males-malesan. 

KAPOK.
jadi sekarang, perlu 'nyetel' ulang jam badan dan mentalitas untuk "rajin" lagi (.__.) 

beberapa update: 
mulai bulan ini juga bertekad no tv sampai adit pulang. karena kalo adit sampe rumah, bumy jadi carper dan kelakuannya 'aneh-aneh.' dengan distraksi tv, adit bisa makan tenang sembari gue ajak ngobrol. 
trus, ya gitu, tanpa tv, gue jadi terhindar from being a couch potato. which i love being btw. 
dan dapet 'pelajaran' dari tetangga sebelah: usahain bikin anak capek, hwahaha. makanya diusahain 'memforsir' bumy main outdoor kalo sore. 
daaan... biasain tidur gak pake ac. malem dan siang. 

turu sambil manyun
lumayan deh hari ini... bangun pagi. bikin sarapan. mikirin lauk buat siang. bersihin pekarangan. cahyooo *>*

supaya post ini agak panjang, ditambahin sama catatan celoteh bumy aja yaw.

B: "Mama. Ma. Lov."
G: "Hah lov? Bumy sayang mama maksudnya?"
B: "Iyaa. Kalo mama sayang siapa?"
G: "Mama sayang bumy."
B: "Kok sama ya?!" (dengan nada sok imut)

Keadaan: Gue mau matiin lampu kamar. Mau tidur malam nih ceritanya.
G: "Siap yaa, mama matiin lampu nih."
B: " Enggak mama! (ngibas-ngibasin tangan) Bumy gak setuju!"
oh.

Keadaan: Di dalam mobil, gue lagi nyetir. Berduaan doang. Bumy ngoceh panjang-lebar tentang entah-apa. Gue ngotot konsentrasi ke jalan (dan lagu dari ipod).
B: "Ma! Ma! Ma! Mama denger gaaa?"
G: (sambil lalu) "Iya."
B: "Menurut Bumy mama gak denger!"
oh.

Keadaan: Berkendara berdua. Ada Mazda lewat. Kebetulan si anak sedang terobsesi sama ini mobil. Dan habis liat iklan New Mazda 2 di majalah.
B: "Ma, kita beli mobil Mazda yang bisa langsung ke iphone itu yuk maa." (kayak yang diliat di iklan)
G: (belum sempat ngejawab)
B: (monolog) "Nanti kata oma... 'Wih keren banget!'"

G: (belum sempat ngejawab) 
B: "Kata papa, 'Iyalah!'"
G: (ngakak)

Keadaan: Lagi di restoran manaa gitu. Plafonnya dari kayu.
B: "Ma ini kok atapnya kayu? Kok atap rumah kita dinding ma? Atap rumah kita diganti kayu aja, ma."
G: (belum sempat ngejawab)
B: (monolog) "Nanti oma liat..."
G: "Trus oma bilang apa?"
B: "Atafilohajim!"

Yaa gitu, sekarang lagi 'hobi' istighfar. Kalau lagi main sama tetangga sebelah, gue overheard doi suka berseru, "Atafilohajim, Nayaa!"


Trus kalo di'nasehatin', bisaa aja ngelesnya.

Oma: (sambil nyuapin) "Bum, kalo makan jangan tiduran, bisa keselek! Nanti kaya orang sakit lho makannya tiduran!"
B: "Orang sakit kok gak keselek makannya sambil tiduran?" 

hahahah.

G: "Jangan suka marah-marah gitu ah. Marah-marah itu jelek." (padahal sendirinya... hobi)
B: "Mama kalo marah enggak jelek."

:"> *luluh digombalin*

G: "Mama mau pake masker dulu ya, seperti disuruh dokter kemaren."
B: "Jangan! Nanti mama gak cantik lagi kalo pake masker."

iihhhh jago ngegombal banget ini bayik. (padahal mesem-mesem geer)