23/04/2013

pawon

pardon my being random, but on this quiet afternoon, i feel like writing about the kitchen.

dulu, bagian menentukan desain dapur seperti apa memakan paling banyak resource waktu dan pikiran gue. desain lemari dan kamar bumy udah diserahin ke sodikin, tapi desain dapur tertundaaa terus.
setelah akhirnya bisa meneguhkan pilihan desain, beberapa keinginan spesifik gue mengenai si dapur saat itu, di antaranya sbb:

1. kabinetnya warna putih.
2. permukaannya dari kayu. dua poin ini terinspirasi gambar-gambar american kitchen di pinterest plek.
3. maunya ada ambalan di satu sisi atas, supaya dapur yang ukurannya mini ini gak keliatan 'sesak' oleh kabinet.
4. maunya di dinding di atas kompor ditaro rail + hook dari ikea. jadi gue bisa gantung-gantung sodet dan rak bumbu.
5. maunya dinding di atas kompor itu dipakein bata timbul. lagi ngetrend kan tuh! sekalian mempertegas kesan "country"-nya. tapi... gue pikir-pikir bersihinnya ribet. akhirnya pilihan diganti jadi pake fiber glass.
6. kabinet yang cuma sedikit itu bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk naro printilan dapur. baik consumable maupun non-consumable items.
7. maunya ada kabinet yang pakai kaca alias transparan. lagi-lagi, supaya gak terkesan 'sesak.'
8. permukaan dapur yang luasnya minim itu bisa dipakai untuk cooking, washing, dan food preparation (potong-potong, ngulek, dsb).

BANYAK MAUNYA 'kaaannnn xD

ketika berkonsultasi sama sodikin (bebas fee, ey! haha), doi ngasih beberapa input,
  • permukaan dapur yang bawaan dari developer sebenernya udah oke, karena terbuat dari keramik. keramik tuh awet, kuat, dan perawatannya gampang. tapiii, gue gak suka! liat sendiri 'kan poin nomer 2 di atas.
  • permukaan kalo dari kayu beneran kurang disarankan. pertama, perawatannya sulit. kedua, harganya juga mahal kalo dari kayu solid. hal ini disolusikan sodikin dengan memasangkan HPL yang dari segi biaya murah, dari segi estetis cukup memuaskan, dan dari segi perawatan gampang (dia bilang dia pakein lapisan apa gitu supaya si HPL gak gampang rusak kena air).
  • sodikin setuju sama ide pake ambalan supaya gak 'sesak' itu. dia juga nambahin pendapat yang menurut gue oke. "kalo kebanyakan kabinet, biasanya orang malah nyari-nyari barang supaya kabinetnya bisa keisi, bu. ngapain nambah-nambahin barang yang sebenernya enggak perlu?" iye juga sih. emang harus optimal dan gak berlebih-lebihan.
  • desain awal permukaan dapur tadinya kompor gue nempel sama tembok. tapi sodikin nyuruh pindahin, katanya masak jadi ribet kalo nempel tembok gitu. i have to agree with this.
  • corong pipa exhaust fan ditutup pakai drop ceiling. sodikin's idea. jadinya lumayan bagus, bikin dapur tambah terang dan cukup efektif nutupin pipa.

setelah sekarang si dapur udah jadi dan beroperasi, gimana pendapat gue?
  • well, dapur segini juga udah cukup sih. meski YES, it is MINI. permukaan yang lebih luas would be nice. tetangga sebelah rumah dengan briliannya meniadakan kamar mandi yang ada di sebelah dapur ini, sehingga ukuran dapurnya jadi lebih besar. kulkas juga jadi bisa ditaro di samping situ. oh well....
  • kadang kepikiran pengen ngubah sisi atas yang berbentuk ambalan jadi kabinet. barang-barang gue emang masih cukup sih di kabinet-kabinet yang ada. it's just... it would be nice, i thinkkkk. #labilo
  • rail & hook ala ikea belum juga kepasang. nyesel juga pake fiber glass gini. meskipun emang siih ngebersihinnya gampang, tapi, kalo mau dibobol sendiri untuk masang railing, kita gentar, takut ngerusak.

sekarang, wujud si pawon seperti ini. 

seiring dengan waktu, gue mulai menemukan aksesoris yang cocok untuk meramaikan si ambalan. tempat nasi dan panci yang seragam itu nemu di ace hardware. pohon plastik dari scoop. kanvas bertuliskan "chocolate doesn't ask silly questions. chocolate understands" (haha!) nemu di booth bagusbagus di citos. 
trus that love sign sebenernya dibeli karena meniru nisha, yang nitip letter signage di typo, hehe. awalnya gue bingung mau naro si love di mana... tapi lalu gue putuskan naro itu di dapur. tujuannya sok romantis sih, supaya selalu inget untuk memasak buat keluarga dengan penuh cinta. hakhakhak. jadi mau hasilnya enak gak enak, para anggauta keluarga bisa diingetin juga, kalo dibuatnya pake cinta looh. win-win, right? :P 
di ambalan pojok yang out of sight itu, gue naro buku-buku resep masakan, piring pyrex, dan tisu-tisu gulung.

kesimpulannya, it's not perfect, but it's okay. it's practical to clean, and it's running well. penataan letak washing - preparation - cooking juga fungsional. ide sodikin untuk gak naro kompor dekat dinding juga nambahin luas area preparation.
but yeah, i still want a railing stored with its hooks and tempat bumbu.
one at a time, kome. one. at. a. time.
:))

2 comments:

  1. OH MY! I didnt know uve been posting a lot :))) I love ur mini kitchen, looks warm and nice! Itu dekorasi pas sekali! Gw juga bingung naro hati segeda itu dimana...apa jadiin talenan aja??judulnya memotong dengan cinta,,,pret :))))

    Aduh emang ya mewujudkan keinginan dan kenyataan ada aja halangannya. gimana nih eikeee.....huwaaa *sakit perut*

    ReplyDelete
    Replies
    1. aww thanks bun! hehe, seprintil demi seprintil 'ngumpulin' dekornya tuh. selalu niat mau cuci mata ke mojee belum jadi-jadi lagi. pengen deh nyari aksesoris buat meja makan.

      gue masih menunggu vendor yang lo pilih untuk rumah baru niih. kalo ada rejeki pengen nambah seswatu gituu.

      Delete