suatu hari di bulan ini, gue mendengar cerita tentang seorang perempuan yang dimanfaatkan oleh mereka yang telah berpuluh tahun menjadi "teman"nya. perempuan ini, sebutlah A, sedang dalam tahap mewujudkan perhelatan paling penting dalam hidupnya. entah untuk menghormati atau memuaskan gengsi, A menjanjikan akan memberi teman-teman lamanya itu kain bahan yang seragam. hal ini wajar ditemui sih di jaman sekarang. yang membikin gue heran sekaligus miris, teman-teman A lantas menodong A untuk membayar menjahitkan kain bahan itu, di tukang jahit ternama, tempat A menjahit baju istimewanya. baju yang A harapkan menjadi yang paling indah dan istimewa, setidaknya untuk dia, yang dia bawa ke tukang jahit ternama dengan biaya yang nggak murah.
A sebenarnya bukan orang berada. tapi dia seperti tidak punya kekuatan untuk menolak permintaan "teman-teman"nya yang keterlaluan itu. keterlaluan menurut gue sih. A kayaknya gak terlalu keberatan. karena meski berat hati, dia menyanggupi permintaan itu.
gue merasa heran dan miris, karena kalo mereka emang teman yang baik bagi A, tidakkah mereka akan 'rela' tidak merepotkan dan menambah biaya pengeluaran A untuk hari istimewanya?
lantas suatu hari di bulan ini juga, gue berpapasan dengan kata-kata mbak Alissa Wahid di twitter yang bilang,
"Ada orang-orang yang perlu didekati, ada yang perlu ditinggalkan. Bagaimana kita 5 tahun lagi, tergantung dari mereka yang kita gauli. Pagi!"
saking terpesonanya dengan kata-kata ini, gue hanya bisa mengutipnya dan menambahkan kata "Wow."
well, karena keterbatasan karakter juga sih.
jadi, apa moral ceritanya?
gak ada sih, karena bukan buku cerita anak-anak, hehe (terinsipirasi kalimat ini dari twitter juga :P).
gue hanya bisa merenungi hal-hal yang melintas itu, dan mencatatnya diam-diam di sini.
hmm, sebenernya membuat gue ingin menyusun doa juga, supaya didekatkan kepada orang-orang yang membawa pengaruh positif, membuka wawasan, dan peduli dengan TULUS kepada diri.
amin.
No comments:
Post a Comment