sibuk banget sih, nggak. yaah standar aja rutinitasnya: nganter sekolah, 'nongkrong' bengong-bengong di kemang berharap dapat inspirasi buat artikel, nganter les, masak, nginem, gitu-gitu deh. tapiii... bulan desember ini emang gue jadi lebih banyak berkontemplasi (baca: bengong).
wajar kali ye, bukan cuma karena udah masuk penghujung tahun, tapi juga banyak momen-momen reminder, contohnya: Bumy udah 5 tahun ajah. weww anakku bukan balita lagii! udah gede, udah mau SD! *histeria mamah muda*
daaann... gue udah tigapuluhsatu tahun bok. alhamdulillah wa syukurillah. bersyukur diberi usia dan kesempatan menikmati hidup, tapi juga ada rasa malu mengingat belum banyak berbuat buat orang lain.
selain itu, bulan desember juga momentum anniverssary pernikahan, peringatan tragedi tsunami aceh, natalan, tahun baru, yang semuanya bisa jadi pengingat dan bahan buat refleksi diri.
kalau gue lihat entry bulan desember yang gue buat tahun-tahun sebelumnya, sepertinya lebih banyak perubahan yang terjadi di periode-periode itu dibandingkan sekarang.
contohnya catatan milestone perkembangan Bumy, entah itu dari disapih, toilet trained, atau masuk sekolah. trus juga perubahan kondisi hidup, kayak pindah rumah, pindah kerja, atau traveling ke tempat-tempat baru. sementara gue melihat tahun ini nggak banyak terjadi loncatan atau letupan. not that it's bad, sih. gue memaknai ini sebagai episod menjalani pilihan-pilihan yang udah dibuat. mungkin kayak belajar naik sepeda, ini adalah saat di mana kita udah menguasai sepeda roda 2, dan sekarang lagi belajar menjaga keseimbangan.
gue masih di rumah sambil kerja freelance sembari memasuki CLTP tahun ke-2.
adit masih kerja di tempat yang sama.
kita masih menempati rumah ciganjur, desember ini genap 2 tahun. sempat pakai ART trus nggak, trus pakai lagi dan kapok lagi haha.
tapi, pastinya ada perubahan selain bertambah tua, 'kan?
i hope so! at least i'd like to think i've 'learned' a few things the past year... seperti
- kalau biasanya hidup gue diisi dengan target-target, kali ini, membuat NY's resolutions aja nggak. waktu mau mencoba bikin, yang terjadi malah gue reality check ke idup sendiri.
berapa ya buku yang belum kelar gue baca? jawabannya, numpuk!
berapa ya tempat yang belum jadi dikunjungi?
what good deeds did i miss doing? karena ternyata bukan cuma kesempatan aja yang bisa kelewat.
udah gitu tahun ini gue nggak jadi medical check up. standarlah, karena males, juga enggan, dan cemas. nah ya, cemas. rasanya gue jadi jauh lebih pencemas semenjak ngejalanin hidup lebih banyak di rumah. gue jadi takut nyetir sendiri (sambil bawa Bumy) memasuki tol, gue kadang cemas di tempat ramai, trus gue juga gampang annoyed kalo ada sesuatu berjalan di luar rencana atau harapan.
so, maybe this year i ought to be more relaxed, to loosen up and quit fussing about the small stuff. tapi tetap perlu meneguhkan niat buat medical check up, sih.
![]() |
| amen. pic from here |
- i talked about this paradigm shift regarding our choice for Bumy's education here. ujung-ujungnya sih jadi membawa ke soal toleransi, yang dimulai dari keluarga sendiri.
- related to that, i do believe that family should always comes first. perhatian, cinta, dan dedikasi untuk keluarga itu semacam investasi yang nggak akan pernah rugi. hal ini perlahan-lahan gue pahami melalui interaksi gue sama mricans, juga sama extended family dari pihak gue dan adit. yaah, pelan-pelan karena gue emang bawaannya individualistis dan maunya serba praktis. wujudnya jadi males ikut acara-acara keluarga, trus kalau untuk urusan keluarga yang jadi pertimbangan awal selalu "ngeribetin gue, nggak, nih?"
but aging seems to improve me on this.
gue juga jadi semakin yakin betapa nggak ada ruginya ribet-ribet demi keluarga sendiri setelah membaca artikel ini; ada kata-kata begini:
“Spend more time with your folks. It’s a different relationship when you’re an adult and it’s up to you how you redefine your interactions. They are always going to see you as their kid until the moment you can make them see you as your own man. Everyone gets old. Everyone dies. Take advantage of the time you have left to set things right and enjoy your family.”time is the one thing you can never get back.
![]() |
| Mason Jr. in 12 years time. pic from here |
film ini kayak ngajarin gue dan adit tentang parenting, being a parent, and also about life.
how to talk about sex with your kids, how to try to make your kids understand about the choices you make as a parent, also that the journey to be a friggin' good parent and a good person is a long one.
gue sendiri jadi menyadari kalau nggak akan ada keluarga yang sempurna, begitu juga gue sebagai orangtua nggak akan bisa mengukirkan hidup yang sempurna buat anak gue karena gue dan partner ya manusia, nggak sempurna. kepribadian orangtua, cara orangtua membesarkan anak, kondisi kehidupan anak saat kecil, hal-hal itu emang punya andil dalam membentuk kepribadian anak. tapi apa pilihan-pilihan si anak or how the kid will turn out to be, itu di luar kendali orangtua. we can only hope they will turn out alright.
film ini juga menyadarkan betapa hidup terdiri dari hal-hal indah, menyebalkan, menyedihkan, sulit, enak, dan ribuan rasa lain all rolled into one. pilihan kita mau fokus mengingat atau menilai hidup kita dari momen yang mana; misalnya mau mengingat orangtua kita lewat kenangan indah sama mereka, atau lewat hal nyebelin yang mereka pernah lakukan....
seperti kata-kata yang pernah gue baca, "in the moment, it doesn't matter about the ending at all."
yeah, it really doesn't matter how things will end. just seize the moment. (or maybe let the moment seize us, seperti kata Mason Jr. di film ini).
![]() |
| image from here. and yes, "Jesse" is Mason Sr. in this movie |
there are also some memorable dialogs from this movie (pastinya!). like this one,
Mason: So what's the point?
Dad: Of what?
Mason: I don't know, any of this. Everything.
Dad: Everything? What's the point? I mean, I sure as shit don't know. Neither does anybody else, okay? We're all just winging it, you know? The good news is you're feeling stuff. And you've got to hold on to that.
dan dialog ini, damn! i think every parent is bound to say this at one point, dan bahkan kalau nyokap gue lebih articulate, she would definitely say the same thing.
Mom: [Mason is leaving for college] This is the worst day of my life.
Mason: What are you talking about?
Mom: [Starts crying] I knew this day was coming. I just... I didn't know you were going to be so fucking happy to be leaving.
Mason: I mean it's not that I'm that happy... what do you expect?
Mom: You know what I'm realising? My life is just going to go. Like that. This series of milestones. Getting married. Having kids. Getting divorced. The time that we thought you were dyslexic. When I taught you how to ride a bike. Getting divorced... again. Getting my masters degree. Finally getting the job I wanted. Sending Samantha off to college. Sending you off to college. You know what's next? Huh? It's my fucking funeral! Just go, and leave my picture!
Mason: Aren't you jumping ahead by, like, 40 years or something?
Mom: I just thought there would be more.
:')
i guess this video of "The Fall" from Rhye could set the mood right for this post. well, do enjoy.



No comments:
Post a Comment