ada satu hari yang begitu gue kenang ternyata unik juga karena dalam sehari itu gue ngurus orang yang sakit, menengok kelahiran, sekaligus mengantar kepergian.
kebetulan hari itu gue harus ke rumah sakit untuk bawa bumy kontrol, dan lalu nyari-nyari lab yang bisa melakukan kultur urine. sesudahnya, nengokin adik bayinya naya. trus tanpa disangka, sore itu kita menerima kabar kepergian bude-nya adit, bu ani. bu ani ini baik banget, btw. :'( orangnya lembut, kocak, dan ramaaahhh banget. dia selalu seneng kalo ketemu bumy, bahkan suka ngeledekin bumy "cantik" haha. i hope she's resting in peace now.
ah... one minute we were welcoming a new soul to this earth, who could've guessed the next minute we were to bid adieu to another?
but, if that doesn't teach me about life, then what will?
lalu pada kesempatan lain, gue bahagia banget bisa punya quality time sama temen-temen lama. temen-temen yang udah deket sejak lama, maksudnya. orang-orang yang tau gue tuh dasarnya gimana, tanpa 'tertipu' embel-embel status, foto-foto instagram, atau hal-hal baru yang gue ikutin. bukan sekadar memenuhi rasa kangen dan ngasih kenyamanan, meeting them is also like opening a window to my own soul, karena gue tersadar kalo mereka tuh orang-orang yang inget apa mimpi-mimpi gue (sedari) dulu.
sama weche dan nuri, gue sempat ngebahas soal "udah umur segini masih belom tau mau jadi apa." terasa agak ironis sih membahas ini sehabis ngelayat almarhumah teman SMA kita. i mean, di umur segini, satu dari kita udah habis waktunya di dunia, sementara kita masih aja clueless....
dipikir-pikir, ini kayanya sejalan banget sama artikel "Why Generation Y Yuppies Are Unhappy?" yang gue sebut di sini, hehe. we're just too damn narcissistic and think we should be so special that we spend too much time searching for our "passion" - or that glorious meadow with flowers and unicorns haha - instead of focusing on doing the hard work.
gue juga sempat kencan sama dyah. temen lama dari sma, yang sampai hari ini belum juga married, hahaha (we're, like, so close i don't even bother menjaga perasaannya) xD
ngoceh ngalor-ngidul dan melakukan ritual sekaligus hobi kita: NGELUH. hahaha. beberapa ocehan si dyah yang layak-quote di antaranya:
"gila lu, berenti kerja. kasian amat dong laki lu harus nyari duit sendiri!" -_____-
"hahaha ngomongin apaan sik lu sama ibuk-ibuk?"
terlepas dari komentar-komentar sampahnya, ada yang bikin terkesiap. ketika gue lagi curhat soal bingung mau balik ngantor atau ngapain, dia bilang, "udahlah lo nulis aja. gue suka baca tulisanlo, padahal gak semua tulisan orang bisa gue nikmatin loh."
well, kata-kata si dul mungkin bukan universal truth karena faktanya gue bukan penulis or blogger tenar, tapi itu bermakna banget buat gue karena datang dari dia.... maybe i should just stick to what i enjoy the most. yeah i'm just a typical gen Y, aiming for that glorious meadow with flowers and unicorns :)))
bulan puasa ini juga alhamdulillah sempat ketemu untuk farewell sama nisha :') malu deh, bukannya gue yg kasih farewell gift, malah nisha yang bawain kado buat bumy dan mamaknya hihi. gue ikutan excited ngebayangin nisha bakal hijrah ke UK dan segala keseruannya. bukan cuma pindah tempat tinggal sih doi, tapi juga ganti profesi, dari ibu bekerja jadi ibu rumah tangga seperti diriku. can't wait to hear her stories (rants? haha) dan foto-foto cantik ciamik dari bumi inggris... aahh.
hmm what else now? oh iya, sepertinya bulan puasa ini banyak diisi dengan yang lama-lama. teman-teman lama, dan juga kenangan lama. yang belakangan ini terjadi pas gue nganterin adit ujian BSMR di sekolah LAN pejompongan. rumah nenek gue dulu di kompleks itu dan gue serriiiing banget nginep di situ dari kecil. bahkan ajang menginap di rumah nenek jadi kegiatan yang selalu gue tunggu-tunggu tiap kali liburan panjang. nenek selalu ngajak gue ngelakuin hal-hal yang nggak tipikal kegiatan di rumah bokap-nyokap gue banget: bikin kue (sementara slogan nyokap gue adalah "anak-anak tugasnya belajar! nggak usah deket-deket dapur!" well, mom... siapa sangka ujung-ujungnya gue jadi domestic housewife), ke pasar benhil naik bajaj, ke pasar senen dan kwitang nyari buku, ngajarin menyulamlah (yang gak juga gue kuasai sampe hari ini), ngasih gue setumpuk buku, olahraga minggu pagi, sholat berjamaah sama andung selepas adzan, dan ini mungkin yang paling nggak sreg buat gue: masuk kamar tepat jam 9 malam, haha. oh God i miss my grandma, and that house. so anyways, gue ngajak adit ngelewatin bekas rumah nenek gue. di jalan itu ada empat rumah, dan hanya bekas rumah nenek gue yang udah berubah, dirombak total. semua tetangganya masih orang yang sama (knew this from my mom), dan bentuk rumah dan halamannya masih sama.
it's a bit sad to see. it also feels as if all my chilhood stories that happened in that house now only exist in memory.
![]() |
| jadi modern minimalis ginih |
now let me just curl up and shed a tear inside my blankie.
PS: the post title is a tribute to the following song




No comments:
Post a Comment