Kalau dari pengalaman sendiri, Bumy waktu bayi emang tergolong nggak gampang untuk ditidurkan. Apalagi pas masih newborn, alamaak... Gue inget banget orang-orang bilang "Bayi emang begitu, rewel. Tapi nanti pas udah lewat 40 hari pertama udah enggak, kok." Dan gara-gara itu gue literally menghitung hari sampai tiba di hari ke-41. Maklumlah, ibu-ibu amatir. Gue berharap entah bagaimana Bumy akan bisa tertidur pulas dengan mudah dan sentosa di malam hari, semudah menjentikkan jari.
Lalu gimana, terbuktikah 'urban legend' tersebut? Ternyata nggak sama sekali, tuh T___T anak gue tetep aja rewel kalau mau tidur malam sampai sekitar 4 bulanan.
Gue baru bisa tidur malem dengan enak ketika Bumy udah disapih, yaitu pas umurnya 2 tahun. Dia nggak lagi nyari nenen di tengah malam, palingan minta dianterin pipis. Terlebih sekarang, pas dia udah bisa tidur sendiri. Gue bukan cuma bisa menikmati tidur yang nggak kepotong-potong, tapi di kasur juga bisa lebih leluasa (tidurnyaaa, hahaha); otomatis lebih berkualitas, deh, tidur gue dan Adit. Kalau udah begini, rasanya makin berat, yah, untuk punya newborn lagi? xD
Ngomong-ngomong tidur berkualitas, di acara kemarin ternyata dikupas tuntas soal ini. Vera Itibiliana yang seorang psikolog anak, memaparkan bahwa selain nutrisi, waktu bermain, dan stimulasi yang tepat, ternyata porsi tidur yang berimbang itu juga penting supaya tumbuh-kembang anak maksimal. Kenapa begituh?
Jadi, saat anak tidur tuh terjadi sebuah proses di mana otak anak berkembang dengan pesat. Kalau kita lihat mata anak bergerak-gerak sambil tidur, nah, itu tandanya proses ini sedang terjadi, dinamakan REM (Rapid Eye Movement) Sleep atau tidur yang aktif. Saat itu, anak sedang menstimulasi dirinya sendiri.
Kebutuhan tidur anak berusia di bawah 18 bulan itu 15-18 jam per hari menurut Tracy Hogg, pengarang buku "Secrets of the Baby Whisperer" (one of my favorite parenting books inih!). Udah gitu, ternyata pola tidur anak mulai dari bayi akan berpengaruh sampai besar nanti, jadi orangtua perlu mengusahakan anak punya waktu tidur yang rutin meskipun jadwal kegiatan maupun ritme kehidupan anak berubah-ubah. Ini penting karena saat anak udah bersekolah, waktu masuk dan keluarnya 'kan pada jam-jam yang sama.
![]() |
| para narasumber acara kemarin: Tan Shu Mei (Fisher-Price) - Vera Itabiliana, S.Psi, - Cathy Sharon (Brand Ambassador Fisher-Price) |
Di sini, mbak Vera ngasih insight dan kiat-kiat menghadapinya, antara lain
1. Ternyata kecemasan dan stres yang dirasain ibu tuh bisa mempengaruhi anak, dan ini bisa membuat anak lebih sulit tertidur!
Menurut gue, ini menjelaskan banget problema yang gue hadapi pas Bumy masih newborn, deeh. Bawaannya emang sutris aja waktu itu; khawatir ASI nggak cukup, khawatir stok ASI perah nggak memadai padahal udah mau kembali ngantor, khawatir kalau anak cegukan terus, dan ina-inu yang bisa panjang banget kalo diurutin. Pengalaman gue dan Adit bikin Bumy tertidur tuh pernah sampai ngebawa doi ngider-ngider naik mobil jam 2 pagi. Taubaat.
2. Orangtua bisa mencoba dan mengatur waktu tidur yang tetap buat anak. Meskipun kedengarannya sulit, tapi ortu harus bersikap fleksibel agar anak bisa menemukan waktu yang tepat buat diri mereka sendiri, dengan waktu tidur yang rutin sebagai tujuan. Ini maksudnya nggak usah dipatok anak kudu udah tertidur jam sekian hanya dalam beberapa hari, tapi pelan-pelan aja kita ciptain suasana yang memudahkan anak-anak tertidur.
Caranya bisa dengan merekayasa atmosfernya; kita ajak anak masuk ke kamar, membuat ruangan menjadi redup supaya mata anak jadi rileks, mengatur suhu ruangan yang nyaman, bisa juga memainkan suara-suara yang menenangkan. Ini yang gue dan Adit lakuin. Bumy diajak masuk ke kamar sejam sebelum target waktu tidurnya, trus kita bikin rileks dengan mandi air anget dulu, dibacain cerita, trus lampu kamarnya dimatiin dan kita nyalain lampu tidur yang redup.
3. Terakhir, orangtua bisa memberikan anak semacam security object, seperti selimut kecil, bantal guling, atau soft toy yang bisa dipeluk.
Di sinilah Fisher-Price hadir menyediakan solusi. Soothe & Glow Seahorse™ ini mainan yang akan menyala serta memainkan lagu pengantar tidur dan suara laut yang menenangkan ketika diremas dengan lembut. Setelah lima menit, musik akan mati dan lampu akan redup, sehinggu membantu bayi tertidur. Hehe, mainan pintar ini.
![]() |
| pic from Fisher-Price's website |
Gampang banget cara ikutannya, kita tinggal unggah foto atau video yang menggambarkan pengalaman unik ketika berusaha menidurkan si kecil. Abis itu kita share foto atau video itu di Facebook dan Twitter, dan ajak teman-teman kita untuk vote. Jangan lupa like/follow Fan Page Facebook, akun Twitter, dan juga akun Instagram Fisher Price Indonesia untuk dapatin informasi lengkap tentang kontes ini. Kita juga bisa tahu update produk-produk Fisher-Price yang mengedepankan pilar-pilar utama perkembangan anak, loh. Siap-siap ngileer sama semuanya.


No comments:
Post a Comment