14/05/2013

twists and turns

sampai sekarang, udah mau 2 bulan gue full-time di rumah. how is it going? well, there are progresses, and also some stuff that need to be... er, improved.

- gue belum juga pakai jasa ART. saat konsul ke psikolog keluarga sebelum resign, beliau udah nyaranin bahkan ngerekomendasiin kita untuk ambil ART, supaya gue bisa fokusin tenaga dan waktu untuk ngurus Bumy. i know i should've.
tapi... kok ada keengganan yang besar ya di diri gue dan juga adit untuk ambil ART, terutama yang nginep di rumah.
alasan utama mungkin karena udah terbiasa di rumah cuma ada kita bertiga. dulu, anas, ART di karawaci, cuma di rumah 2-3 jam setiap harinya. no attachment. gak ada orang lain yang bukan keluarga di rumah. gue gak perlu berbasa-basi, karena gue emang males berakrab-akrab sama ART. bukannya belagu. mungkin karena dari lahir hingga cabut dari rumah nyokap, gue udah merasakan asuhan sekaligus service puluhan ART. they came and went. ada yang udah dibaik-baikin taunya tetep doyan ngebohong dan pulkam trus kabur tanpa pamit. udah terbentuk di mindset gue kalo nggak ada gunanya berintim-intim sama mereka.

setelah tinggal pisah dari nyokap, gue belum pernah pakai jasa ART full-time. untungnya sama anas, kemitraan berjalan baik dan langgeng. gue bisa lebih akrab sama dia. dia kerja di rumah nyokap juga, tapi ya untungnya gak pernah ada konflik berarti. track recordnya juga bagus (gak pernah ada barang ilang, anaknya tiap hari nemenin bumy main, kelakuannya gak songong dan gak pernah minjem duit(!)).

nah, balik ke keengganan tadi. alasan lainnya, gue rasa karena on most days, gue ngerasa bisa meng-handle kerjaan rumah, masak, sekaligus megang bumy. SOK yeh. tapi seperti yang gue bilang tadi, on MOST days. ada juga hari-hari di mana gue merasa muak dan overwhelmed. misalnya pas lagi PMS. beuh... kalo udah gitu, mari ucapkan selamat datang pada jasa delivery makanan, mengurung diri di dalam kamar, dan bisa nyemprot bumy karena hal sepele (*sniffs*).

makanya, sekarang gue jadi mikirin urgensi untuk pakai jasa ART. tujuan utama gue "balik ke rumah" 'kan emang supaya bisa men-deliver pengasuhan yang lebih berkualitas, sekaligus bikin diri sendiri lebih bahagia by doing things i love. i have to admit kalo urusan beresin rumah dan masak emang cukup mengurus tenaga dan waktu (d'oh! that's what's sang psikolog had warned me before). gue jadi lebih fokus dan ngabisin energi buat beberes dibanding mencapai waktu berkualitas sama bumy. strike one :(

tapi... mau ambil ART full-time tapi kok belum bergerak juga. adit beralasan, nanti aja abis lebaran ambilnya, supaya meminimalisir dikibulin dan sebagainya. kepikiran juga buat pake jasa ART part-time lagi. tapi... yagitu, nyarinya belum niat.

biasanya kalau gue lagi berpeluh nyetrika baju siang-sore hari, gue menghipno diri sendiri dengan bilang, "ah nanti juga di paris gak ada pembantu. semangaaat!" #khayalanbabu

meskipun adek gue cerita ada orang kantornya yang dulu tinggal di US mandiri banget. masak, nyuci, nyetrika sendiri. tapi begitu balik ke sini, ya balik 'manja' lagi. ada ART ya diberdayakan. affordable pula dibanding di sana.
gue jadi mikir, apa gue menyia-nyiakan nikmat Tuhan atas salah satu dari sedikit hal positif about living in indo?? :)))

btw, jadi inget dokter rekan nyokap gue semasa bekerja. sehari-hari dia praktek sampai malam karena pasiennya banyak, punya anak 2 atau 3. istrinya sendiri bekas anak dubes. tapiii mereka manage to live in indo sepanjang pernikahannya (yang mana udah belasan tahun gue rasa) tanpa ART maupun sopir. sang obgyn ya kerjaannya nyuci baju, antar-jemput anak, ngepel. begitupun istrinya, they do all the house chores by themselves, together. katanya sih karena gak nyaman aja pakai ART. 
dulu, ketika dengar itu, reaksi gue yang :O tapi sekarang, i kinda get their reason :7

- sementara perihal 'achievement' gue dalam urusan per-IRT-an, so far gue
  • akhirnya berhasil menyusun menu makan 10 harian. ajegileee meras keringat banget gue bikinnya. untuk ini, gue sangat berterima kasih pada buku-buku resep karangan wied harry, hahaha. i have 2 of his books, satu berbau food combining, satu lagi menu untuk balita. they help A LOT untuk gue menyusun menu.dah gitu cara bikinnya juga praktis, gak bikin pusing gue yang pemula ini.
  • peer besar gue sekarang adalah membentuk rutinitas bersama bumy. pasca pembahasan hasil assessment bumy di sekolah kemarin, gue jadi dibuat lebih ngeh sama pentingnya membentuk rutinitas anak. maybe i'll get to this deeper in another post, tapi intinya, urusan rutinitas ini juga membantu anak agar lebih siap bersekolah kelak. terlebih, jam masuk sekolah nanti (untuk shift paginya) jam 8, tapi bu kepsek nyaranin jam 7:30 udah ada di sekolah. tujuannya supaya anak bisa lebih siap mengikuti pelajaran karena dia gak 'diburu-buru' untuk berpisah dari zona nyamannya. sementara sekarang bumy masih tidur malam di atas jam 9 dan bangun jam 7 pagi. target gue sekarang adalah menidurkan si bocah jam 8 malam. semoga sukses dehhh. (UPDATE: tadi malam gue udah menggiring bumy ke kamar jam 8:10 malam.doi baru sukses tidur jam 9:32. fiuuhhh.)
  • ini masih berhubungan sama rutinitas sih, yaitu soal jadwal harian. gue udah nyusun jadwal harian dan mingguan supaya kegiatan gue dan bumy lebih 'terarah' haha. faktor paling sulit untuk direalisasikan adalah kedisiplinan diri ngejalanin jadwal tersebut dan fleksibilitas mental kalo dihadapkan sama perubahan XYZ. misalnya jadwal untuk kegiatan outdoor. jujur yaaa, gue males keluar rumah kalo udah keenakan, hehe. padahal bumy bisa cranky kalo seharian 'dikurung' di dalam rumah. atau jadwal bumy nonton tv yang cuma 2 jam sehari. kadang tercapai, kadang enggak (jadi kelebihan maksudnya).
 
my little bundle of joy (ehem, padahal mau "pamer" tumpukan setrikaan di samping kiri) #IRTbanget
one afternoon at Rimba Baca
hal-hal di atas 'kan riil ya, gimana dengan yang abstrak, yaitu masalah hati? am i happy?

bahagia emang terlalu luas dan abstrak sih. all i know is this,

i don't miss going to the office. meskipun saat senin lalu dressing up pagi-pagi pake kemeja putih which i've come to miss after awhile, dandan, trus menempuh perjalanan ke kantor slipi, it felt kinda good.
gue gak ngeluh despite the shitty traffic. because i haven't been doing it for sometimes of course. tapi mungkin juga karena gue tau hal itu gak akan menjadi rutinitas gue lagi. gue membayangkan duduk terpaku di depan komputer berjam-jam, kalo sibuk ya mikir, kalo gak sibuk ya bengong dan browsing sampe bosen. and naah, i don't miss that.

i enjoy the abundance of time i have with the kid. meski kadang i miss having the privilege to just watch criminal tv shows atau ANTM by myself. gue juga masih berjuang melawan diri sendiri yang punya  kecendrungan snap out. gue berjuang melatih diri untuk mikir dulu, "gue perlu marah gak untuk ini?" sebelum membuat reaksi apapun. gue 'belajar' menikmati waktu bersama anak, to JUST watch disney channel together and respond to his endless "why" questions. to JUST play playdoh and joke around and giggle together. and also learn to forgive myself after i snapped out for unnecessary matters.

it is a struggle on daily basis.

i do miss having company, adult talk, whatsoever, yang dulu bisa gue dapatkan dengan mudah. but then, come to think of it, i often felt lonely at the office. my friends were busy, had noone to talk to, and just swam alone in my sea of thoughts all day.

well, i guess happiness is how you can manage to still feel and think positively DESPITE all the twists and turns. not saying i master that skill already.
 
gue juga merasa menjalani peran baru ini is like a whole new "school" for me. belajar mengenal sisi diri gue yang 'baru', yang perlu lebih rileks dan less ambitious menangani urusan rumah tangga, yang menyesuaikan hasrat pribadi untuk peran utama saat ini, yaitu sebagai main caretaker bumy.
gue juga belajar menjinakkan sisi gelap gue yang moody dan emosional. belajar mengatur ego (bukan mengalahkannya), dan cara menyalurkan emosi. ujian di sekolah baru ini berlangsung setiap hari, bahkan bisa berkali-kali dalam sehari, dalam wujud yang tidak terduga. exciting, isn't it? :)))

he said he was "bikin tanda tangan"
 
on one sunny Saturday

for now, i think i need to deliver my plan to put on jadwal harian and 'motivational' writings on the refrigerator and on my kitchen walls. sound silly, huh? but it's just one small way i make to be a little bit better in doing my role. step by step. one at a time.

10 comments:

  1. Gue membayangkan betapa menyenangkannya jadi lo sekarang, bu. Have the luxury of free time.. or not?

    Gue rasa niat lo mulia banget untuk punya ART, kan demi fokus ama bumy, kan? Dan punya waktu untuk MG ama gue nanti, kan? *HAHA.. Maksudnya kalo gue jadi resign, :p*

    ReplyDelete
    Replies
    1. huaa kalo dibilang luxury of free time, kayaknya kurang tepat deh Nur! free dari macet-macetan dan pulang malem iya, tapi di rumah ya kudu "on" 24/7 (lebaay, padahal Adit pulang juga udah bebas tugas) buat Bumy hehehe.

      gue sekarang mulai 'goyah' nih untuk hire ART. semoga dapat yang oke, alim, jujur, dan rajin yah.

      Delete
  2. IHHH gw sih pasti pakai ART to keep me sane :D *gw ga idealis kok* kalau diluar negeri ah itu kalo di sana ada yayasan macem sini yang affordable dan mudah juga pasti mereka punya BS setiap anak satu hahahha *lebay

    Seriously i love seeing updates about ur changes. Setelah 2 hari kemarin menjadi IRT eh a bum, yang gw rasakan utama itu...kesepian sih dan mungkin karena terbatas geraknya merasa such a bum karena ga produktif :(( tapi heeiiiii, the otherhand, gw suka sekaliii tidur siang hahaha *ini maunya apa sih*

    anyway, keep it up..ur going the right, way!

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue mungkin mau mulai hire ART part-time nih Nis :S i have to let go my streak of being too possessive when it comes to urusan pegang rumah sendiri. huaah.

      makasih banyak ya bun udah mau baca. writing the process of my "transformation" ini juga a way to keep me sane. and a reminder that no transformation happens overnight! ganbatteee... *lanjut bobok siang*

      Delete
  3. it is exciting.. gw dulu ngerjain kerjaan beberes kalo anake tidur ris. Jadi ga mengganggu hubungan romantisme gw ama Ghifarri wkwkwkw....

    ive been very bery busy lately with family thing jadi baru sempet hilir mudik blogwalking :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aduuh ini dia 'penyakit' gue Li, kalo anaknya tidur, gue juga ikutan tidur huahuaha.

      Delete
  4. Anak udah sekolah dan jadi IRT itu nikmat. Kalo anak belom sekolah, wassalam!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gem, bener yaa, kehidupan IRT akan lebih nikmat kalo anak udah bisa di-outsource ke sekolaaah 'kan yaa....
      Siap-siap kumpulin VCD pilates swadaya deh kalo gitu dari sekarang xD

      Delete
  5. you're living in my dream!!! hahaha... enjoying what's in our plate is what matters the most at the end ya. blog more then!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ristii, bisa aja :')

      ah i should take note of your words, and literally stamp it on my refrigerator. thanks, and amen for the more-often-blogging hihi.

      Delete