kemarin gue baru mengunggah foto-foto selama di singapur ke FB.
sebenarnya males sih terlalu 'aktif' di platform tsb… terasa kurang bebas, mungkin akibat terlalu banyak sodara yang bisa 'mengintip' kehidupan gue di situ.
tapi kok ya sayang kalau foto-foto itu ngendon aja di hape? gue memperlakukan FB sebagai album foto online. saat ini, bisa membuka ulang foto-foto bumy waktu masih balita tuh rasanya beruntung banget. karena foto-foto itu diambil pakai hape lama, yang sekarang mungkin udah nggak bisa dinyalain karena chargernya entah di mana, atau hapenya sendiri mungkin keselip dan nggak disentuh lagi. sementara gue juga nggak tau backup foto-fotonya ada di mana…
jadi, gue ambil risikonya deh, untuk dianggap oversharing, demen nyampah, atau bahkan mungkin doyan pamer haha. I simply want to be able to find these photos easily when I want to remind myself of the moment.
oke cukuplah ya justifikasinya.
kembali ke soal plesir ke Sg tempo hari, sembari mengkurasi satu demi satu foto untuk ditampilkan, mau nggak mau gue jadi mengulas perjalanan tersebut.
the trip was indeed enjoyable. gue rasa kita punya cukup waktu untuk menjelajah Sg. banyak tempat yang, bukan cuma bisa dikunjungi, tapi juga dinikmati.
di hari pertama, kita ngider-ngider impromptu ke Vivo City, cuma buat ngajak Bumy nyobain playground, watching the locals on a Friday night, dan menikmati aroma laut di sore hari dari pinggir dermaga.
hari kedua, kita main agak jauh ke Singapore Discovery Centre dan National Army Museum yang berada dalam satu compound yang sama. the trip was kinda tiring, buat Bumy maupun kita. to be honest, gue merasa cukup sekali aja menyambangi tempat ini. just to tick it off our itinerary. cuma ya berhubung Bumy suka hal-hal berbau ke-tentara-an, bagi dia tempat ini super fun.
![]() |
| di SDC. dia beneran lelah.. haha |
- Red Dot Design Museum: bayar. dan sesungguhnya khalayaknya segmented banget, yaitu mereka yang memang berkiprah di bidang desain (produk, grafis, dsb). buat kami yang kaum jelata, jadinya nggak nyambung blas sama yang dipamerkan di sini. as pathetic as it was, kita cuma jadiin tempat ini sebagai sasana ngadem, dan.. what else, berfoto-foto. darn tourists! haha…
- URA (Urban Redevelopment Authority) Centre: this places is located just across the Red Dot Museum. gue tertarik ngajak Bumy berkunjung karena terlihat sangaat sangaaaat menarik kalau ditilik dari postingan yang diunggah oleh mereka yang masuk ke dalamnya di Instagram. the sad thing is, we couldn't get inside the place because it was closed at the time of our arrival! padahal, Bumy kayanya akan suka banget sama apa yang ditampilkan di sini, seperti rupa-rupa maket, display tata ruang urban, dan berbagai inovasi desain. gue pernah ngajak Bumy ke pameran arsitektur anak UI gitu di Galeri Nasional, and he went ballistic! maaf ya nak kali ini cuma bisa liat dari luar, huhu… tapi ada aja bright side yang bisa ditemukan. kebetulan di pelataran URA Centre saat itu disediakan semacam tempat bersantai - yang sangat ramah bagi anak dan warga kota (the entire point of this place exactly). tempat ini merupakan perwujudan program Our Favourite Place, yaitu sebuah program "that supports projects initiated and implemented by the community to enliven public spaces across Singapore to build community interactions and create shared memories." (source)
| he's so excited! |
di area Our Favourite Place tsb disediain kursi-kursi, dan beberapa piano yang bebas dimainkan (yang ini perwujudan projek kreatif berjudul Play It Forward).
yaudah deh, ngeliat piano, otomatis gue si #ibubijak kepikiran buat nyuruh Bumy latihan.. hahaha. lumayan banget kaaan, lagi jalan-jalan tetep bisa latihan, gratis pula.
- Maxwell Food Centre: well, it's just another hawker centre. tapi konon tergolong recommended, lagipula letaknya bener-bener selemparan batu dari URA Centre. gue menemukan daftar makanan halal yang bisa dicicip di blogpost ini.
jadilah kita berjalan santai di siang menjelang sore itu sambil disuguhi pemandangan indah bangunan-bangunan cantiks sepanjang Ann Siang Hill Road dan Club Street.
"Just a little outside of the main Chinatown area, the interconnected enclaves of Ann Siang Hill and Club Street have pretty much everything, from trendy bars and intimate restaurants to chic boutiques and even a hidden green space for a quiet night time stroll after all that indulgence. Here’s our ultimate guide to eating, drinking, shopping and partying in this hip part of town (which is conveniently close to Singapore’s CBD)."(source)
![]() |
| Ann Siang Hill |
another highlight from the third day is our next destination that day, which was the Singapore Botanic Garden (SBG). we spefically chose that day karena hari itu akan digelar konsernya Singapore Symphony Orchestra di tengah taman. bertempat di Shaw Foundation Symphony Stage, we would be enjoying classical music that afternoon. next time kalau mau menjelajah SBG lagi, I will keep in mind to bring alas tikar yang agak lebar, lotsa drinks and beverages, dan obat oles anti nyamuk, hehe.
ohh I felt so civilized and cultured, haha.
and here's some random pics...
| at the Killiney Kopitiam's headquarter |
| watching buskers at Orchard Road |



Ampe sekarang Nara belum pernah ke singapura . Lihat ini, pengen gw bawa suatu saat. Btw gw juga bersyukur gw naro foto-foto dari hp lama di fb, secara kalau sudah di external HD/laptop/kamera sudah pasti jarang bareng bakal dilihat. Cuma banyakkan gak berhasil gw upload di fb karena....mmmmaales. :))
ReplyDelete