30/01/2016

i hear mirrors

it starts with a random thought.
tiba-tiba gue teringat gimana lewat tafakur gue kerap diajak dan diingatkan untuk berkaca. 
saat berkaca, pantulan diri akan terpampang jelas dan nyata. setiap bopeng, setiap lekuk. setiap kelebihan, setiap kekurangan. melalui berkaca secara spiritual, kita jadi tau seperti apa "wujud" diri.  lalu dari situ, diharapkan kita bisa sadar apa yang perlu secara legowo kita terima, dan apa yang perlu diperbaiki.  

and then I remember some songs... 

1. "I'll be Your Mirror" by The Velvet Underground


the song has this part:
"I'll be your mirror, reflect what you are, in case you don't know
I'll be the wind, the rain and the sunset,
the light on your door to show that you're home.."

kata-katanya indah, tapi juga mengandung semacam warning. hubunganlo dengan pasangan akan menjadi bayangan yang lo liat di 'kaca.' begitupun hubunganlo dengan anak, 'rekam jejak' perilakulo terhadap anak, pun terhadap orang yang berinteraksi denganlo sehari-hari. what they think about you shapes the way they treat you. and eventually, will be a reflecting image of yourself.

kalau lo berhasil membentuk hubungan yang indah dengan pasangan, anak, atau siapapun, then you will find to a beautiful "home" to return to. tapi kalau hubunganlo nggak diurusi dengan baik - ditelantarkan, atau malah diisi rekam jejak yang buruk - maka yang akan lo temui adalah rumah yang bobrok.
hubungan sebab-akibat biasa.
jadi mungkin hikmahnya, jangan keburu ngamuk kalau sikap orang-orang di sekitar lo nggak positif terhadaplo. bisa jadi mereka cuma memantulkan kembali apa yang mereka terima dari lo selama ini.

2. "Mirrors" by Justin Timberlake



man, I just love his performance here. 
JT's hotness aside, this song is beautiful, and deep, yet bears a warning. 

"..this promise that we're making two reflections into one,
'cause it's like you're my mirror, 
my mirror staring back at me"

mirip dengan lagu yang pertama tadi, pasangan akan menjadi pantulan diri kita. 
tapi lagu ini juga semacam memberikan janji yang manis dan menenangkan,

"if you ever feel alone and the glare makes me hard to find,
just know that I'm always parallel on the other side"

ini kayak ngasih tau kalau you're not fighting the fight alone by yourself. mungkin aja pasangan kita juga merasakan kesusahan atau kegelisahan yang sedang kita rasakan, tapi dengan cara yang berbeda dengan kita. gue inget gimana saat kemarin dadakan nggak ada pembantu. gue galau siang-malam mempertimbangkan apakah gue harus berenti kerja lagi. I was wallowing for days. ternyata, adit juga diam-diam pusing mikirin gimana cara nyari pembantu, contingency plan selama nggak ada pembantu, dan rentetan urusan ke depannya. gue baru tau segitu kepikirannya dia pas denger dia bilang, "dada aku sampe sakit rasanya, pusing mikirin ini." antara terharu sama mau ngakak gue dengernya. 

3. "Man in the Mirror" by Michael Jackson



it's a timeless classic. and a very wise song, too. 

"I've been a victim of a selfish kind of love
it's time that I realize that there are some with no home, no nickel to loan
could it be really me, pretending that they're not alone?

a widow deeply scarred, somebody's broken heart, and a washed out dream,
they follow the pattern of the wind, you see
'cause they got no place to be, 
that's why I'm starting with me

I'm starting with the man in the mirror, I'm asking him to change his ways
and no message could've been any clearer: 
if you wanna make the world a better place, take a look at yourself 
and then make a change. "

lagi-lagi ini bikin gue keinget materi tafakur: mengorbitlah di diri sendiri. nggak perlu ngurusin kenapa orang begini, kenapa dunia begitu. seperti halnya motivasi, hal-hal dan kondisi yang sifatnya eksternal atau di luar kendali diri, juga nggak akan efektif. 
motivasi eksternal nggak bisa memberi pengaruh jangka panjang, apalagi membentuk karakter.
begitu pula hal-hal eksternal, things that we have no control over, let alone can change.   
stop expecting people to change. stop wishing the world could change. bukannya mau ngasih perspektif yang suram, tapi kita justru perlu curahin energi ke hal-hal yang emang jadi porsi kita, yang ada dalam kendali kita. jangan ngatur Tuhan harusnya gimana ke kita, tapi kita justru perlu numbuhin rasa ingin lebih banyak berbuat baik, rasa ingin lebih taat.
stop comparing. stop trying to think positively. 

just see things as they are. 
and I guess that can only be done by constantly looking at our soul in the mirror. ada banyaaaakkk yang perlu dibenahi, ada banyaaakkkk sumber syukur, dan ada banyaaakkk sumber kesadaran. 
that being said, I'm writing this for myself. hahaha. ya siapa lagi yang gue tau banyak kekurangan dan khilafnya sehingga perlu banyak refleksi dan diingetin selain diri gue sendiri? 



3 comments:

  1. thank you for writing this :)

    ReplyDelete
  2. You're very welcome, Tyke :*

    ReplyDelete
  3. Looove banget tulisan ini <3

    Riskaaa gue selama ini juga percaya sama konsep cermin. Selama kita menatap cermin, maka bayangan yang ada di cermin bakal menatap balik. Tapi saat kita berpaling, ya bakal melakukan hal yang sama tho si bayangannya? Aaaaaaa....

    ReplyDelete