di kasur aja, cyiin, sementara bumy dan bapake sudah terlelap. tumben yah kita 'disiplin' banget di malam libur, udah kayak malam hari kerja aja. maklumlah, 'kan lagi long weekend. oh yes, libur natal ini empat hari aja gituu... dari kemarin kita udah jalan-jalan random seharian, begadang, dan bangun siang. bisa dibilang udah cukup kenyang bergaya hidup 'hedon' selama beberapa hari ini, hihihi. tapi hari ini, kayaknya badan mulai tepar, jadi dari jam 8 udah mulai merapat ke kasur. bumy dan bapaknya sih yang begitu. gue masih anteng di ruang tamu, sembari blogwalking, buka socmed, dan sejenak nonton "Annie Hall" yang kebetulan diputar di AMC.
karena nyebut socmed, gue jadi keinget kalau banyak orang yang lagi menghabiskan long weekend ini dengan berlibur entah ke luar kota atau luar negri. kita mah di sini-sini aja. menikmati jakarta yang lengang, hahaha dalih standar ini. to be honest kalau 'amunisi'nya ada, ya tentunya pengen liburan jugalah. tapi, lagi-lagi diliat dari postingan socmed orang-orang, tempat wisata malah justru penuh. iya, mulai dari yang di bandung sampai di los angeles, keluhannya sama: tempat wisata penuh sesak, dan jalanan dari-menuju tempat wisata macet. jadi kayaknya kalaupun next time punya amunisi, mending dipake buat plesir saat low season, deh. lagian, suasana kantor di mana banyak yang lagi cuti gini justru enak buat dinikmati *kedip-kedip licik* hehehe.
saat ini sebenernya gue lagi nggak punya topik khusus buat 'dibahas' di blog. well, I guess you could tell blog gue ini memang tempat ngelantur yang cenderung tidak informatif - no sarcasm or irony intended, really. this blog is just a place where I could feel connected with myself.
what should I talk about? since we're getting closer to new year, how about making somekinda review of how this year has been?
it doesn't have to be on chronological order, but at least I could have something to reflect upon. let's start it with..
- about school choice
ini salah satu sumber dilema/kepusingan terbesar gue dan adit tahun ini. meskipun pilihannya hanya antara 2: a "new" school or the incumbent - tapi kita maju-mundur terus dalam proses membuat keputusan.
sejujurnya sih, kita nggak merasa 100% sreg saat membuat pilihan, karena we sort of waited for something to happen. a 'sign' yang bisa melonjakkan rasa sreg kita hingga full 100%. well, that 'sign' never did come. sampai lalu deadline memilih akhirnya hadir dan kita terpaksa membuat pilihan. kalau dipikir ulang sekarang, rasanya sombong banget deh pemikiran kita itu. kenapa merasa berhak diberikan pertanda, dorongan, atau apalah sebutannya. bukankah kita justru seharusnya melakukan 'porsi' tindakan kita sebaik-baiknya, yaitu mencari tahu, menghitung risiko, menemukan solusi, dan lain-lain yang kendalinya memang kita miliki? bukannya dengan songong meminta keajaiban supaya tau-tau bisa mampu beli apartemen deket calon SD bumy kelak.. hahaha.
jadi berarti keputusan diambil dengan agak gambling, dong? yaa bisa dibilang begitu xD
kalau dibilang mencari yang terbaik, bisa dibilang "terbaik" itu ya yang paling sesuai dengan kebutuhan kita. kita butuh bumy diberi asupan ilmu bukan cuma duniawi tapi juga bekal buat ke akhirat. kita butuh bumy bisa nentuin cara belajar, apa yang mau dia pelajari, dengan "kecepatan"nya sendiri, sehingga dia bisa 'mandiri' dalam berpikir. by choosing this one school, bismillah semoga jalan kita dimudahkan untuk memenuhi (kebutuhan) pendidikan bumy ini.
- tahun ini, gue juga dapat wake up call dalam hal kesehatan. ternyata, gaya hidup yang selama ini dijalani berdampak merugikan buat tubuh sendiri - terbukti, kadar kolesterol (jahat) gue dan adit tinggi, kak! kita emang naif (dan terlalu pede) sih kalo dipikir-pikir, hihihi... makan berlemak-berminyak-penuh gula semaunya, di rumah hobinya jadi couch potato, udah gitu keturunan darah tinggi+diabetes pula dari kedua sisi. jadi ya kita mulai bebenah soal ini. umur emang di tangan Allah, tapi ikhtiar itu wajib, dan merusak diri juga 'kan berdosa. kecuekan kita sama badan sendiri selama ini bisa dibilang 'usaha' merusak diri pelan-pelan in a way. sebelumnya, gue udah lumayan bertekad kuat merombak gaya hidup. menu makan sehari-hari disusun sehingga banyak sayur dan buahnya, goreng-gorengan dikurangi sampe beli phillips airfryer segala, trus olahraga jadi menu wajib sehari-hari. tapi tau-tau... gue dipanggil kerja full-time lagi! valid banget kata-kata yang bilang "setiap perubahan pasti akan dihadapkan pada tantangan." tekad yang udah bulat tadi langsung terhadang kendala waktu dan rutinitas baru. pelan tapi pasti, kita berusaha get around it, sih... road block bukan berarti bikin kita langsung berhenti sama sekali, 'kan. the only problem is, as always, consistency. concern sama kesehatan ini ya harusnya dijadiin habit, gaya hidup. semogaaa kalo bisa konsisten, kita bisa dapet bonus lingkar perut bisa mengecil, bisa crow pose, dan tuntas lari 5 km. aheey.
- tahun ini juga jadi momen perubahan status gue: from SAHM, back to a WM once again.
even though I've been missing bisa jemput bumy tiap hari, bisa bobok siang bareng, les yamaha di hari kerja, dst dsb, but I am thankful for the opportunity to work again. I said it then and I'll say it again: to have a choice is a privilege! so hopefully I can be a better person by having this 'new' role.
- a new skincare routine here. nggak banyak wishlist dulu, deh, mau rajin dan rutin aja dalam nerapin rutin ini.
- new "projects" with fellow blogger/inspiring moms here, and project kalbu with Kiti here. kedua "project" ini bener-bener sarana katarsis sekaligus penyemangat dalam mewujudkan passion gue. alhamdulillah :)
- and 2015 is also very special karena di tahun inilah gue mengenal majelis tafakur.
gue merasa, hal-hal yang disampaikan di majelis bener-bener apa yang selama ini gue butuhkan. gue diajarkan mengenai tauhid from stratch. setelah dijalani hampir 10 bulan ini, makin terasa kalau ilmu agama yang gue terima sebelum kenal tafakur tuh normatif banget, dan nggak menanamkan motivasi intrinsik untuk menjadi insan/muslimah yang lebih baik. di sini gue dikenalkan tentang konsep 'baru' tentang iman, tentang keyakinan ilahiyah. berhubung sepanjang hidup gue belajar tentang agama islam lewat cara pandang dan pemaparan yang melibatkan otak aja, jadi tantangan terbesar setelah bertafakur (di mana kalbu yang diisi dan diasah) adalah bagaimana mencabut keyakinan yang sudah ada di diri sejak kecil.
intinya, kalau gue bisa meringkas kalimat untuk mereview kesan gue terhadap majelis ini, yang bisa gue bilang hanyalah: thank you for the disillusionment.
kesimpulannya, there's a lot to be thankful for this year. meskipun sempat rada depresi, alhamdulillah bisa jalan-jalan, alhamdulillah kita semua sehat-sehat, alhamdulillah bisa menikmati banyak momen kebersamaan dengan keluarga.
oh ya terkait parenting, gue sempat ikut beberapa seminar di tahun 2015. seru, membuka mata, dan ngasih banyak ilmu. tapi kalaupun bisa membuat resolusi, sepertinya gini:
- terkait parenting, I want to apply more verbs instead of putting on adjectives, to-do lists, atau nambah ilmu. not that it's bad. tapi gue pengen bisa mewujudkan hal-hal yang selama ini cuma gue pelajari, baca, atau angan-angankan doang. pengen bisa bacain buku cerita buat bumy tiap malem. pengen bisa SABAR (wishlist semua orangtua nih kayaknya - dan sebenernya ini udah dikabulkan loh, karena 'kan dikasih Allah media latihannya setiap hari hehe). pengen disiplin menjauhkan gadget kalau lagi bersama anak. pengen bener-bener dilakuin, deeehh pokonya.
- buat hal-hal duniawi, antara lain seperti yang dicantumkan di bawah ini
hehe.. but the bottomline is, I hope this will be a great year; meaning I will be "great" in everything I come across.
happy new year, y'all!


whatta fruitful year! balance gituu...
ReplyDeletewalopun udah sibuk jadi WM lagi, keep posting yah ris.. love your postingans :))
alhamdulillah ya kaak :D
Deletethanks a lot sudah menyimak celotehan gue di sini, Desiii. semoga 2016 menjadi tahun penuh keberkahan buatmu dan famili *kissus*