but i'm sure this feeling is mutual, karena semalem adit menanyakan hal yang sama...
zzz, so much for a romantic commemoration.
but, really, i'm glad we've gone this far. we are a weird and a bit nonsensical combination - me being "complicated," him being "basic". but if i have to be extremely honest, i know from day one that he could be the one.
a dear friend once said a bit mean (but truthful!) thing to me, "you've got a nice thing going on here. if this got messed up, i'd know it's you." the one who screws things up, she meant -__-
but i appreciate her for saying it. because deep down, i know it's true....
well, 7 tahun itu bisa dibilang lama, sih. diukur bukan dengan patokan siapa-siapa, melainkan kondisi 'pelayaran' hubungan kita sendiri yang jadi barometer. we fight kinda a lot because both of us are stubborn dan sok tau. we strive to maintain this 'ship' afloat, and we've got many challenges ahead.
also, God knows that we're not perfect parents. but here we are, still sailing.
alhamdulillah, and may God help us. ^___^
anyways, nggak ada kencan khusus untuk memperingati dan semacamnya. now i'm sitting in a starbucks and this song is suddenly played on my iTunes. udah lama banget gue nggak dengar lagu ini, ternyata masih semanis dan seindah biasanya. tapi kali ini, tau-tau, kok jadi inget sama mitra hidup, ya? apa gara-gara kata-kata "Things just won't do without you, matter of fact?"
dan mungkin juga karena bikin teringat sama tulisan gue beberapa (puluh) tahun lalu...
"jangan pernah pergi. aku jauh lebih suka diriku sejak kau putuskan membopongku beserta sekwintal beban beratku dan tersenyum setiap kali aku mendesah bosan dan ingin dibuang saja dari dunia. kau dan ketekunanmu mengipasi lepuhan-lepuhan di kakiku, membuatku bisa memandang mereka dan tersadar bahwa pilihanku hanyalah mengobati.
saat malam, kau akan segera lelap hanya setelah semenit berbaring, aku tak pernah bisa. kuhabiskan kantuk untuk memandangimu dan terlalu tergugu tak bisa memutuskan apakah kau memang bermental malaikat atau cuma dungu. pagi terlalu cepat datang lagi dan langsung membuatku silau dengan penyesalan karena membuang-buang malam untuk main teka-teki sampai tak memelukmu sesering biasanya. kau tak kenal lelah, akan merayu sambil mengacak-acak rambutku untuk segera mulai berjalan lagi.
sepanjang hari, saat mendaki ataupun tertatih menurun, aku akan berceloteh tentang apa saja. kalau matahari begitu terik, begitu sering aku memaki, menangis, dan memukul-mukul punggungmu yang berkeringat. kau tak menghiraukan rasa laparmu dan rewelnya bayi besar di gendonganmu. nuraniku sesekali mengetuk-ngetuk dan membuatku ingin melangkah sendiri. tapi tentu kedua tanganmu selalu sedia memapah dan lalu akan kuseka dahimu yang basah kuyup.
karenanya, teruslah di sini. kaki-kaki ini belum lagi kuat menapaki hidup yang terus berguncang bak koantas dan bertaburan begitu banyak ranjau darat. aku berjanji senantiasa membuka mata untuk ketulusanmu dan belajar dari itu. dan semoga akan datang juga suatu hari di mana aku akan berjalan di sampingmu dan kau hanya akan perlu menggandeng satu tanganku."
(titled "jusqu'a la fin" or "until the end.")
(titled "jusqu'a la fin" or "until the end.")
i'm on his back. atau mungkin lebih tepatnya, being carried on his back. hehehe. semoga dia nggak gampang kecapekan; tetap bersabar mendengar rengekan dan ngajarin gue berjalan.
Happy annyversary mama bum. Tetap tangguh bersama adit berlayar mengarungi bahtera pernikahan *tsaaah* till death do you guys apart :))
ReplyDeletethanks so much, bun. aamiin, same goes to you and pras hehe
DeleteHappy wedding anniversary, dear Riska n Adit! Semoga selalu bisa bergandengan tangan melewati jalan bebatuan, ya :D
ReplyDeleteAheey telat sangat gue balas komennyaa xD thanks, Kikii, aamin ya robbal alamiin.
Delete