- alhamdulillah sepertinya sih sudah officially weaned. kadang kalau lagi senewen (meski jarang) dia menuntut "nenen ma! nenen!" tapi doi nrimo sih kalo ditolak, mau di-distract dengan benda atau aktivitas lain. jujur pada awalnya gue bingung mau pakai metode apa untuk menyapih. apalagi setelah baca artikel ini:
SALAH CARA MENYAPIH DAN EFEK YANG MUNGKIN TIMBUL
1. Mengoleskan obat merah pada puting
Selain bisa menyebabkan anak mengalami keracunan, juga membuat anak belajar bahwa puting ibu ternyata tidak enak, bahkan bisa membuatnya sakit. Keadaan ini akan semakin parah jika ibu melakukannya secara tiba-tiba. Si kecil akan merasa ditolak ibunya. Dampak selanjutnya mudah diduga, anak akan merasa ibu tidak mencintainya.
Gaya kelekatan yang muncul selanjutnya adalah avoidance (menghindar dalam suatu hubungan interpersonal). Hal ini dapat memengaruhi perkembangan kepribadian anak. Ia akan mengalami kesulitan untuk menjalin suatu hubungan intensif dengan orang lain. Hal ini terjadi karena di masa kanak-kanak ia merasa ditolak oleh orang tua, dalam hal ini ibunya.
2. Memberi perban/plester pada puting
Dibanding cara nomor 1, cara ini akan terasa lebih menyakitkan buat anak. Jika diberi obat merah, anak masih bisa menyentuh puting ibunya. Tetapi kalau sudah diperban/diplester, anak belajar bahwa puting ibunya adalah sesuatu yang tak bisa dijangkau.
3. Dioleskan jamu, brotowali, atau kopi supaya pahit
Awalnya mungkin anak tak akan menikmati, tetapi lama-kelamaan anak bisa menikmatinya dan malah bergantung pada rasa pahit tersebut. Mengapa? Karena ia belajar, meskipun pahit tetapi masih tetap bercampur dengan puting ibunya.
Dampaknya, anak bisa mengembangkan suatu kepribadian yang ambivalen, dalam arti ia tidak mengerti apakah ibu sebetulnya mencintainya atau tidak. "Bunda masih memberikan ASI, tapi kok tidak seperti biasanya, jadi pahit."
Parahnya lagi, kepribadian ambivalen bukan kepribadian yang menyenangkan. Anak akan mengembangkan kecemasan dalam hubungan interpersonal nantinya.
4. Menitipkan anak ke rumah kakek-neneknya
Kehilangan ASI saja sudah cukup menyakitkan, apalagi ditambah kehilangan figur ibu. Ingat lo, anak kecil umumnya belum memiliki kemampuan adaptasi yang baik. Jadi, dapat dibayangkan kondisi seperti ini bisa mengguncang jiwa anak, sehingga tak menutup kemungkinan anak merasa ditinggalkan.
Tentunya hal itu tak mudah bagi anak karena ada dua stressor (sumber stres) yang dihadapinya, yakni ditinggalkan dan harus beradaptasi. Jadi jangan kaget, jika setelahnya anak pun butuh penyesuaian lagi terhadap ibunya. Malah akan timbul ketidakpercayaan anak terhadap ibu.
5. Selalu mengalihkan perhatian anak setiap menginginkan ASI
Meski masih batita, si kecil tetap bisa merasakan penolakan ibu yang selalu mengalihkan perhatiannya saat ia menginginkan ASI. Kondisi ini juga membuat anak belajar berambivalensi. Misal, ibu selalu mengajak anak bermain setiap kali minta ASI. Tentu anak akan bertanya-tanya, "Bunda sayang aku enggak sih, kok aku enggak dikasih ASI? Tetapi kalau tidak sayang, kok masih ngajak aku main?"
6. Selalu bersikap cuek setiap anak menginginkan ASI
Anak jadi bingung dan bertanya-tanya, mengapa dirinya diperlakukan seperti itu. Dampaknya, anak bisa merasa tak disayang, merasa ditolak, sehingga padanya berkembanglah rasa rendah diri.
CARA YANG DIANJURKAN
Penyapihan alami/natural (child led weaning)
Inilah cara yang terbaik karena tidak memaksa dan mengikuti tahap perkembangan anak. Tiap anak sebetulnya memiliki tahapan perkembangan alami yang menandai ia siap untuk disapih. Contoh, ketika giginya mulai tumbuh dan sistem pencernaannya sudah terbentuk baik biasanya anak mulai bisa menikmati makanan padat, bukan lagi ASI. Dengan begitu ia pun mulai belajar secara natural untuk meninggalkan ASI.
Sayangnya cara alami sering tak dipahami orang tua sehingga momentum yang baik ini malah diabaikan. Sering, kan, acara makan bagi anak tidak diupayakan menyenangkan. Makanannya juga tidak disajikan secara menarik, tidak variatif, serta rasanya mungkin kurang enak. Dari situ, akan timbul kesan negatif terhadap aktivitas makan. Jadi sebaiknya, manfaatkan jadwal makan anak untuk memberikan perhatian dan gizi yang baik. Dengan demikian, kelekatan emosional ibu-anak yang tadinya terfasilitasi di saat menyusui dapat terimbangi dengan aktivitas lain sesuai tahap perkembagan di usia batita.
(artikel dikutip dari sini)
lieur kan?? (terlepas dari validitas isi artikel itu yah... tetep aja sebagai ibu amatir gue ketar-ketir).
alhamdulillah niat gue untuk menyapih mendapat kemudahan dari Allah... selama 3 hari, begitu gue pulang ke rumah, bumy gak langsung minta nenen, begitupun saat mau tidur. di hari ke-4, dia sempat minta, tapi kayak iseng-iseng berhadiah gitu mintanya, karena dengan muka cengengesan dan suara jahil. ketika gue tolak dan bapaknya langsung distract dia dengan hal lain, dia terima aja. dan hal demikian berlangsung hingga sekarang, yang mana sudah hampir sebulan. jujur aja gue nggak punya target sama sekali mau menyapih bumy di usia berapa... gue inget tulisan Gemma di blognya tentang menyapih Yardan, "selama dia mau, gue beri!" hahaha. gue juga nggak merasa adanya ketergesaan untuk hal ini. tapi emang udah gak nyaman sih rasanya digelayuti anak yang udah besar, udah bisa ngomong, bahkan ngeles dan ngeledek emaknya(!).... ganjil aja gitu bo! di mata gue, hal itu menandakan bumy udah gak pantes deh nenen, kan bukan bayi lagi! (ini kata-kata yang diucapkan ke bumy). alhamdulillah it went smoothly.
SALAH CARA MENYAPIH DAN EFEK YANG MUNGKIN TIMBUL
1. Mengoleskan obat merah pada puting
Selain bisa menyebabkan anak mengalami keracunan, juga membuat anak belajar bahwa puting ibu ternyata tidak enak, bahkan bisa membuatnya sakit. Keadaan ini akan semakin parah jika ibu melakukannya secara tiba-tiba. Si kecil akan merasa ditolak ibunya. Dampak selanjutnya mudah diduga, anak akan merasa ibu tidak mencintainya.
Gaya kelekatan yang muncul selanjutnya adalah avoidance (menghindar dalam suatu hubungan interpersonal). Hal ini dapat memengaruhi perkembangan kepribadian anak. Ia akan mengalami kesulitan untuk menjalin suatu hubungan intensif dengan orang lain. Hal ini terjadi karena di masa kanak-kanak ia merasa ditolak oleh orang tua, dalam hal ini ibunya.
2. Memberi perban/plester pada puting
Dibanding cara nomor 1, cara ini akan terasa lebih menyakitkan buat anak. Jika diberi obat merah, anak masih bisa menyentuh puting ibunya. Tetapi kalau sudah diperban/diplester, anak belajar bahwa puting ibunya adalah sesuatu yang tak bisa dijangkau.
3. Dioleskan jamu, brotowali, atau kopi supaya pahit
Awalnya mungkin anak tak akan menikmati, tetapi lama-kelamaan anak bisa menikmatinya dan malah bergantung pada rasa pahit tersebut. Mengapa? Karena ia belajar, meskipun pahit tetapi masih tetap bercampur dengan puting ibunya.
Dampaknya, anak bisa mengembangkan suatu kepribadian yang ambivalen, dalam arti ia tidak mengerti apakah ibu sebetulnya mencintainya atau tidak. "Bunda masih memberikan ASI, tapi kok tidak seperti biasanya, jadi pahit."
Parahnya lagi, kepribadian ambivalen bukan kepribadian yang menyenangkan. Anak akan mengembangkan kecemasan dalam hubungan interpersonal nantinya.
4. Menitipkan anak ke rumah kakek-neneknya
Kehilangan ASI saja sudah cukup menyakitkan, apalagi ditambah kehilangan figur ibu. Ingat lo, anak kecil umumnya belum memiliki kemampuan adaptasi yang baik. Jadi, dapat dibayangkan kondisi seperti ini bisa mengguncang jiwa anak, sehingga tak menutup kemungkinan anak merasa ditinggalkan.
Tentunya hal itu tak mudah bagi anak karena ada dua stressor (sumber stres) yang dihadapinya, yakni ditinggalkan dan harus beradaptasi. Jadi jangan kaget, jika setelahnya anak pun butuh penyesuaian lagi terhadap ibunya. Malah akan timbul ketidakpercayaan anak terhadap ibu.
5. Selalu mengalihkan perhatian anak setiap menginginkan ASI
Meski masih batita, si kecil tetap bisa merasakan penolakan ibu yang selalu mengalihkan perhatiannya saat ia menginginkan ASI. Kondisi ini juga membuat anak belajar berambivalensi. Misal, ibu selalu mengajak anak bermain setiap kali minta ASI. Tentu anak akan bertanya-tanya, "Bunda sayang aku enggak sih, kok aku enggak dikasih ASI? Tetapi kalau tidak sayang, kok masih ngajak aku main?"
6. Selalu bersikap cuek setiap anak menginginkan ASI
Anak jadi bingung dan bertanya-tanya, mengapa dirinya diperlakukan seperti itu. Dampaknya, anak bisa merasa tak disayang, merasa ditolak, sehingga padanya berkembanglah rasa rendah diri.
CARA YANG DIANJURKAN
Penyapihan alami/natural (child led weaning)
Inilah cara yang terbaik karena tidak memaksa dan mengikuti tahap perkembangan anak. Tiap anak sebetulnya memiliki tahapan perkembangan alami yang menandai ia siap untuk disapih. Contoh, ketika giginya mulai tumbuh dan sistem pencernaannya sudah terbentuk baik biasanya anak mulai bisa menikmati makanan padat, bukan lagi ASI. Dengan begitu ia pun mulai belajar secara natural untuk meninggalkan ASI.
Sayangnya cara alami sering tak dipahami orang tua sehingga momentum yang baik ini malah diabaikan. Sering, kan, acara makan bagi anak tidak diupayakan menyenangkan. Makanannya juga tidak disajikan secara menarik, tidak variatif, serta rasanya mungkin kurang enak. Dari situ, akan timbul kesan negatif terhadap aktivitas makan. Jadi sebaiknya, manfaatkan jadwal makan anak untuk memberikan perhatian dan gizi yang baik. Dengan demikian, kelekatan emosional ibu-anak yang tadinya terfasilitasi di saat menyusui dapat terimbangi dengan aktivitas lain sesuai tahap perkembagan di usia batita.
(artikel dikutip dari sini)
lieur kan?? (terlepas dari validitas isi artikel itu yah... tetep aja sebagai ibu amatir gue ketar-ketir).
alhamdulillah niat gue untuk menyapih mendapat kemudahan dari Allah... selama 3 hari, begitu gue pulang ke rumah, bumy gak langsung minta nenen, begitupun saat mau tidur. di hari ke-4, dia sempat minta, tapi kayak iseng-iseng berhadiah gitu mintanya, karena dengan muka cengengesan dan suara jahil. ketika gue tolak dan bapaknya langsung distract dia dengan hal lain, dia terima aja. dan hal demikian berlangsung hingga sekarang, yang mana sudah hampir sebulan. jujur aja gue nggak punya target sama sekali mau menyapih bumy di usia berapa... gue inget tulisan Gemma di blognya tentang menyapih Yardan, "selama dia mau, gue beri!" hahaha. gue juga nggak merasa adanya ketergesaan untuk hal ini. tapi emang udah gak nyaman sih rasanya digelayuti anak yang udah besar, udah bisa ngomong, bahkan ngeles dan ngeledek emaknya(!).... ganjil aja gitu bo! di mata gue, hal itu menandakan bumy udah gak pantes deh nenen, kan bukan bayi lagi! (ini kata-kata yang diucapkan ke bumy). alhamdulillah it went smoothly.
dampak yang gue rasakan di antaranya adalah porsi makan dan ngemil bumy jadi lebih banyak, and i can feel his growing sense of independence. misalnya ngotot mau makan sendiri dan lebih berani (karena dibilang "anak besar" melulu mungkin doi jadi tertantang).
- pretend playnya bertambah lagi. ketika pulang kantor, gue menemukan keranjang baju nyokap gue ada di kolong meja ruang keluarga. patut diketahui bahwa nyokap gue adalah seorang neat-freak yang bahkan ngamuk kalo gue gak menaruh rice cooker di garis lurus yang sama seperti sebelum gue sentuh -__- dia gak bisa tidur kalau cucian piring belum habis, kalau dapurnya gak bersinar, apalagi kalau ada barang yang terletak tidak pada tempatnya! jadi gue tanya dong "kenapa keranjang ada di sini mah?" nyokap bilang, "bumy di rumah kamu gitu gak sih? dia ambil keranjang terus dinaikin, dia bilang 'naik angkot, ngeng ngeng'." lah di rumah malah belum pernah dia begitu. adek gue nambahin, "tadi pas ada angkot lewat depan rumah, dia bilang 'angkot(nya) sama!!'"
- kalau lagi main, semua mainannya suka disuruh tidur siang. bukan cuma boneka-boneka, tapi juga piano, sepeda, sampe kursi disuruh tidur. caranya ya benda-benda itu di-terguling-kan sampai (menurut doi) menyerupai sedang tertidur -__-
- an avid music fan. kalau gue telpon, suka nyuruh gue dengerin dia nyanyi dulu. di mobil, goyaaaang kalau dengar musik. sambil main, selalu nyanyi atau paling enggak humming. yang paling kocak, kalau dengar lagu "Hanyalah Cinta"nya Anggun (dia sebut "agun") dia akan ikutan menyanyikan bagian reffnya, "nananana cinta! nananan teganti!" dan badannya goyaaang semua. lagu yang dia 'hapal' juga bertambah, sekarang ada "naik ke puncak gunung", "satu satu aku sayang ibu", "dua mata saya", barney's "i love you", dan lainnya yang gue gak inget haha.
- berkata "towong" dan "acih" :D awal ngajarin ini karena sebelum tidur dia suka minta minum air putih dulu (nenen's replacement), jadi gue suruh bilang "tolong". yang lucu, cara mintanya itu yang memelas, "pa, mimik... towong paa, auu (haus-red)" apalagi kalau di tengah malam doi kebangun dan haus, makin drama deh bilang towongnya.
- huruf s dilafalkan menjadi n. abis jadi abin, tikus jadi tikun. tapi kalau bis, haus, bagus, lafal s-nya dihilangkan sama dia, menjadi bi, au, dan bagu -__-
- suatu hari sepulang kerja, nyokap gue laporan "tadi bumy pura-pura ngomong di telpon. katanya 'awo. piza? sibuk!' trus dia angkat lagi "awo. piza? lima minit. ya ya.'" what the.... padahal gue ma adit gak ada yang ngerasa nyontohin :S kayanya ini bukti teori anak kecil menyerap bak spons, mulai hati-hatiii deh ini mulut berucap.
- pretend playnya bertambah lagi. ketika pulang kantor, gue menemukan keranjang baju nyokap gue ada di kolong meja ruang keluarga. patut diketahui bahwa nyokap gue adalah seorang neat-freak yang bahkan ngamuk kalo gue gak menaruh rice cooker di garis lurus yang sama seperti sebelum gue sentuh -__- dia gak bisa tidur kalau cucian piring belum habis, kalau dapurnya gak bersinar, apalagi kalau ada barang yang terletak tidak pada tempatnya! jadi gue tanya dong "kenapa keranjang ada di sini mah?" nyokap bilang, "bumy di rumah kamu gitu gak sih? dia ambil keranjang terus dinaikin, dia bilang 'naik angkot, ngeng ngeng'." lah di rumah malah belum pernah dia begitu. adek gue nambahin, "tadi pas ada angkot lewat depan rumah, dia bilang 'angkot(nya) sama!!'"
- kalau lagi main, semua mainannya suka disuruh tidur siang. bukan cuma boneka-boneka, tapi juga piano, sepeda, sampe kursi disuruh tidur. caranya ya benda-benda itu di-terguling-kan sampai (menurut doi) menyerupai sedang tertidur -__-
- an avid music fan. kalau gue telpon, suka nyuruh gue dengerin dia nyanyi dulu. di mobil, goyaaaang kalau dengar musik. sambil main, selalu nyanyi atau paling enggak humming. yang paling kocak, kalau dengar lagu "Hanyalah Cinta"nya Anggun (dia sebut "agun") dia akan ikutan menyanyikan bagian reffnya, "nananana cinta! nananan teganti!" dan badannya goyaaang semua. lagu yang dia 'hapal' juga bertambah, sekarang ada "naik ke puncak gunung", "satu satu aku sayang ibu", "dua mata saya", barney's "i love you", dan lainnya yang gue gak inget haha.
- berkata "towong" dan "acih" :D awal ngajarin ini karena sebelum tidur dia suka minta minum air putih dulu (nenen's replacement), jadi gue suruh bilang "tolong". yang lucu, cara mintanya itu yang memelas, "pa, mimik... towong paa, auu (haus-red)" apalagi kalau di tengah malam doi kebangun dan haus, makin drama deh bilang towongnya.
- huruf s dilafalkan menjadi n. abis jadi abin, tikus jadi tikun. tapi kalau bis, haus, bagus, lafal s-nya dihilangkan sama dia, menjadi bi, au, dan bagu -__-
- suatu hari sepulang kerja, nyokap gue laporan "tadi bumy pura-pura ngomong di telpon. katanya 'awo. piza? sibuk!' trus dia angkat lagi "awo. piza? lima minit. ya ya.'" what the.... padahal gue ma adit gak ada yang ngerasa nyontohin :S kayanya ini bukti teori anak kecil menyerap bak spons, mulai hati-hatiii deh ini mulut berucap.
- udah hampir seminggu ini gue dan adit bawa bumy tidur tanpa pakai pampers. sejauh ini sih baru sekali kecolongan. gue sempat gak tega juga, jangan-jangan 'ni anak sampai nahan pipis gara-gara gak mau ngompol. dua malam belakangan, sekitar jam 3 atau 4 gitu, bumy gelisah. ngek ngok gitu gak bisa tenang. gue tawarin pipis (dibawa ke toilet, dibuka celananya) malah ngamuk! nah tadi malam, eh subuh, gue coba gendong dulu keliling rumah sampai betenya ilang. trus gue ajak ke toilet, gue bilang "mama siram airnya sedikit deh, biar bumy gak kedinginan" ehh setelah itu langsung cuuurr pipisnya keluar. ndilalah doi gak suka gue cebokin byar-byur gitu.... hehehe dingin kali yak :P
and now here comes the picture galore!
![]() |
| "kayak sopir angkot!" kata opanya -__- |
![]() |
| minta difoto sendiri nih |
![]() |
| i get it, son. yes you can do it yourself. *emak bisa asik bb-an* |
![]() |
| seksih pakai baju dari tante Nisha :p |




aaaah bumy kamu anak pintar nan soleh tidak mau merepotkan mama dan papa... good good... *kali ini ga nge spam hahaha
ReplyDeleteaduh bumy..kamu pengertian banget sih sama ibunya ...ngerti ibune butuh me-time (baca: tidur, bb, nonton dipidi, doing nothing. eh dat's my me time) ah bajunya emang seksoi abis efeknya tidak begitu jika dipake sama orang gede (gw *uhuk*)
ReplyDeletehahahha komentar kalian emang valid banget, know me too well ah! :p
ReplyDelete