ya menata perasaan. uh first and foremost it is.
ya menata keuangan. esensi nan hakiki.
ya menata ekspektasi.
our last visit makes me feel certain things strongly. gue kepincut setengah matik sama keteraturan di sana. betapa transportasi umum yang reliable dan on time itu ternyata bisa diwujudkan. begitupun trotoar yang layak, sampah yang dibuang pada tempatnya, air comberan yang bersih, dan hal-hal lain yang sepertinya nggak akan pernah ditemukan di jakarta.
bukan berarti hidup di sana (bakal) sempurna banget, gue tau.
pun tak berarti gue udah segitu muaknya sama jakarta.
gue masih kekeuh kalau cuaca jakarta ini paling juarak (buat gue si anak tropika), gue juga bersyukur punya penghidupan yang layak di sini, ada support system, dan dapet sekolah yang bagus banget buat bumy.
tapi mungkin gue cuma butuh kesempatan untuk merindukan jakarta...
everything has been too familiar. with all its chaotic, hostile, daily condition. I think I've been here long enough; so long that I've learned to love it in my own twisted way. this city has become that annoying partner I can't get rid of. it's a witness for many of my life episodes: when I found love, when I lost a best friend, when my dreams shattered, and now, when I feel like I don't get myself anymore.
entahlah.. I feel like i've stopped growing. here, to say the least. waktu menjadi semakin mahal. aturan selalu bisa dicari celahnya. empati semakin sulit ditemukan. semua orang berlomba-lomba, saling sikut untuk memenangkan entah-apa. seolah 5 menit lebih cepat di perjalanan berarti sesuatu. seolah-olah menjadi yang "paling" itu penting. seolah-olah nampak seperti sesuatu lebih penting dari apa yang sesungguhnya dilakukan...
gue pun merasa perlu untuk semakin jago berbohong. karena di sini, sesuatu tak pernah dihargai sebagaimana adanya. you need to put on your mask, be the kind of person you're expected to be, and just suffocate beneath it.
mungkin karena itu semua... muncul hasrat yang menggedor-gedor untuk memulai segala sesuatu dari "nol" lagi.. dengan menempati sebuah kota baru, belajar, dan beradaptasi dari awal...
of course it won't happen overnight. gue juga nggak ngoyo menargetkan harus tinggal di singapur dalam sekian tahun. if it's supposed to happen, then it will happen.
all that I know is that I need to get my shit together while I'm still here, in jakarta. I need to put my priorities in order..
because being like this, right now, doing what I've been doing, terbukti membuat gue seperti tadi... pembohong, nggak bahagia, dan ingin melarikan diri.
where do I start, then?
hidup selama hampir 33 tahun meluruskan beberapa hal untuk gue. I've made too many mistakes I shouldn't bother on repeating... seperti yang dibilang di tafakur, perilaku nggak akan berubah selama belum ada kesadaran akan suatu hal. so I guess I should first rethink about what really, actually, the fuck matters.
get my body together.
yang pertama mungkin I should really give a fuck about my body. tubuh ini 'kan "kendaraan" gue di dunia. besides, men sana in corpore sano, they say. mungkin kualitas kehidupan gue bisa diperbaiki lewat berolahraga? I've never been athletic my entire life, but maybe I could try to get fit.
after all I've learned that
- taking a break is better than "work hard, party hard." kalo udah terkapar tak berdaya di rumah sakit mungkin baru sadar sih sama ini. gue dulu cuma dirawat gegara typhus aja nyesel banget rasanya. gara-gara makan jorok sembarangan, sampai harus melewatkan hari ultah bumy di RS.
- gaya hidup 'bersih' > begadang - ngerokok - mager. bad cholesterol, fatty foods, nicotine, and lack of sleep give all sorts of ugly effects on my body. berasa banget kala udah semakin uzur begini. badan jadi cepet capek, kena asep rokok langsung sakit tenggorokan, and just like I wrote here, (cholesterol) numbers don't lie, baby.
- 10-steps skincare > suntik putih, sedot lemak, tanem benang dan apalah. haha sekarang sih ngomongnya gitu, nggak tau kalo udah semakin kendor dan longsor.
- rutin medical check up > dirawat karena sakit (kecuali udah qadar Allah).
- menyisihkan uang untuk rutin ke psikolog dan nge-gym > (emotional) shopping, (emotional) eating, and other instant quick fixes. I should've known better.
get my financial life together.
I do believe we have to respect money. nooo, bukannya mendewakan duit... tapi lebih ke menghargai setiap sen yang masuk ke rekening sebagai hasil jerih payah kita. we're also respecting money by not clenching our fists and holding it tight, and by giving meaningful goals for it.
- giving > buying and receiving. jelas ada ayat Al-Qur'an-nya untuk ini... we become rich by giving more and more. tapi jujur aja pengetahuan ini belum jadi keyakinan sih di diri gue. buktinya masih sering terbawa emotional shopping, huhu.
- memories > things. INDEED. (jadi beli tiket pesawat dan booking hotel lebih terjustifikasi dong? haha).
- menabung untuk suatu tujuan yang bermanfaat buat orang banyak dan ngasih pahala buat afterlife >> buang-buang uang nggak genah. oh well... guess I should just merem aje liat promo tiket murah.
![]() |
| pic from here |
get my LIFE together.
oh boy.
I wonder if I could be committed in putting these thoughts in mind before I decided to do anything?
I truly don't know.
but these are the thoughts that went to my head as I sit here in my crabby office room..
- admitting that you're scared >> secretly nervous trus marah-marah nggak jelas karena nggak bisa mengelola emosi. tell-me-about-it.
- bertanya > sok pinter.
- sticking to the river >> chasing waterfalls. THE SONG HAS WARNED US.
- Bumy's happiness> jago piano, jago menghafal, menang menang dan menang.
- umroh dan haji > AUS, JPN, USA, dsb.
- keluarga, teman, dan hubungan baik antar manusia >>> money and pride. always, always put people first.
- belajar sesuatu dan mendalami hobi because you truly want to learn > trying to impress people.
kalau bisa dipersempit, tujuan hidup gue 'kan CUMA bahagia dunia dan akhirat, yak.
dan lagi-lagi, bahagia itu di jiwa, bukan di badan. therefore I don't need to be rich, to be pretty all the time, to be respected, and anything else the body needs. what the soul needs is to be peaceful. wherever I am, whatever is happening for me.

No comments:
Post a Comment