(this post was made on February 2012 and had been hidden in "Draft" since).
saat sedang browsing apartmenttherapy.com, gue menemukan sebuah artikel yang judulnya menggelitik banget: Someday, Someday: Embracing Your Dream Home Style. oh gosh, bagian "someday, someday"nya itu loh :))) i totally get the feeling!
saat ini gue masih tinggal di love-shack-nan-humble/rumah pertama kami di karawaci di mana setiap hari diperlukan 3-4 jam perjalanan dari situ ke kantor *sigh*
kondisi bangunannya juga masih 'asli' seperti pertama kali dipindahtangan dari si penjual. bagian belakang rumah masih bocor meskipun udah 3 kali panggil tukang (yang berbeda-beda), halaman rumput di depan rumah suka di-eek-in kucing (kamprett), kamar mandi yang toiletnya bikin nyeri urat kalo lama-lama ditongkrongin, dan dapur yang bikin gue ilfeel setiap kali melangkah ke situ (hahaha sekalian dijadiin alibi males masak).
needless to say betapa gue mendamba rumah yang lokasinya jauhhhh lebih dekat, dan bangunannya lebih bagus (oh-so-obvious!) hehe.
angan-angan boleh tinggi, tapi tetep aja harus berkaca pada keadaan yang ada sekarang dong. saat ini, kita belum afford untuk pindah karena:
1. Bumy masih dititip ke nyokap gue.
kalau kita pindah lokasi rumah jauh dari nyokap, Bumy akan dititipkan di daycare, (setidaknya sampai gue bisa resign :p) dan daycare yang 'layak' mahal aje.
2. Baru tau kalau kantor adit yg sekarang punya rule bahwa karyawan yang punya utang KPR gak bisa mengajukan utang baru sebelum 2 tahun.
jadi angan punya rumah baru ini realistisnya bisa terwujud jika a) Adit pindah kantor, atau b) kita dapat rejeki untuk beli rumah ke-dua tanpa fasilitas KPR karyawan.
jadi, terlintas di benak gue dan adit untuk membuat kondisi yang ada di rumah sekarang menjadi minimal lebih nyaman. beberapa bulan lalu, warna cat rumah kita ganti. tapi untuk renovasi skala 'besar', entah kenapa masih aja kita maju-mundur.
seharusnya emang 'ni rumah dibuat nyaman untuk kita tinggali. yang urgent banget sebenernya bagian belakang rumah. sekarang nih, kondisinya "rock n roll" banget huahaha... barang-barang just scatter around the room tanpa ada tempat atau ruangan khusus. rak sepatu nongkrong dekat meja makan dekat tumpukan barang-barang bayi bumy. bagian belakang ini juga tertutup, walhasil kondisinya lembab/ngelekep.
jadilah meja makan sekarang nganggur, karena ya pastinya mana nyaman makan dengan pemandangan rak sepatu, kardus susu, dan tempat beras karena nggak ada tempat untuk naro semua barang itu??
selain ngelekep + berantakan, di bagian belakang rumah ini juga ada kebocoran, yang meski udah 3 kali ganti tukang, mulai dari yang biayanya sekian ratus ribu sampai hampir jut, tetep aja persistent bocornya T__T. duuh mau dibawa ke mana sih hubungan kita, rum(mah)?
di ujung artikel, si penulis berkata "So. What about you? Are you living your dream? Does it feel like a loooooong way off? Does 'someday' seem to be arriving suddenly? Do you have a sacred little stash of clipping, too?"
boy, for me, it does seem like a long way off :D urusan nyari rumah emang jodoh-jodohan banget, this i agree. pengalaman kita nyari rumah di antaranya:
- waktu belum punya anak, liat-liat ke BSD (nusa loka dan neo catalonia). fasilitas lengkap tapi lokasinya jauh banget dari rumah nyokap di karawaci. karena kita gak sreg membiarkan bumy diasuh pembantu atau babysitter saja, jadi ya pilihan lokasi rumah harus menyesuaikan dengan rumah nyokap.
- pas udah punya anak, liat-liat ke bintaro, BSD lagi, dan jagakarsa. BSD kita nilai masih terlalu jauh lokasinya dari kantor. emang sih pilihan transportasinya beragam, fasilitasnya juga lengkap banget. faktor lain yang bikin 'minder' adalah harga cluster barunya yang tinggi dan peminatnya banyak (baru tau kalau ternyata untuk mendapatkan rumah di cluster baru, kita harus daftar 3 hari sebelum launching cluster tersebut. setelah itu, baru nama kita diundi. belum tentu dapet juga!).
karena di BSD kandas, pilihan bergeser ke bintaro. di sini banyak cluster kecil dengan harga yang masih di bawah BSD. kita sempet liat-liat dan naksir satu cluster di dekat Sektor 9. begitu pula di jagakarsa, udah nemu cluster kecil yang apik dan harganya masuk, ternyata mentok di alasan nomor 2 di atas (scroll up deh). huhuhu.
jadi untuk sementara waktu, gue cuma bisa berharap dan berdoa, sembari mensyukuri apa yang ada. alhamdulillah sekarang udah punya rumah mungil tempat bernaung meski kondisinya 'seadanya' banget, hihi. to have a place we call our own, where we can just be ourselves and not having anyone interfering with our private life (in my case, hal ini bisa diterjemahkan menjadi: mau gak nyetrika dua minggu kek, mau gak beresin tempat tidur kek, gak ada yang komentar! and yes, we can walk around naked if we want to hahaha). rejeki pasti nggak ketuker, kalau udah saatnya kami menempati rumah idaman itu, pasti segalanya akan mudah dan lancar, dari berbagai faktor.
nah, bicara soal 'a stash of clipping' tentang bagaimana rumah impian itu berwujud, i do have one! gue sungguh-sungguh senang menjelajahi begitu banyak website home decor and design untuk mengumpulkan gambaran ideal rumah impian. gue bahkan udah punya "check list" spesifik seperti apa ia akan berwujud. yaitu
- luas tanahnya 120 meter persegi. bangunannya terdiri dari 2 lantai. ada 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi. ada kamar pembantu dan toilet untuk pembantu. ada area servis yang 'terpisah' dari rumah.
- kenapa perlu ada 3 kamar? satu kamar gue dan adit, satu kamar bumy, satu lagi... kamar kerja gue :D akan ada rak-rak buku dan meja kerja gue menghadap ke jendela. dan semua kamar itu dilapisi parket hehe.
saat sedang browsing apartmenttherapy.com, gue menemukan sebuah artikel yang judulnya menggelitik banget: Someday, Someday: Embracing Your Dream Home Style. oh gosh, bagian "someday, someday"nya itu loh :))) i totally get the feeling!
saat ini gue masih tinggal di love-shack-nan-humble/rumah pertama kami di karawaci di mana setiap hari diperlukan 3-4 jam perjalanan dari situ ke kantor *sigh*
kondisi bangunannya juga masih 'asli' seperti pertama kali dipindahtangan dari si penjual. bagian belakang rumah masih bocor meskipun udah 3 kali panggil tukang (yang berbeda-beda), halaman rumput di depan rumah suka di-eek-in kucing (kamprett), kamar mandi yang toiletnya bikin nyeri urat kalo lama-lama ditongkrongin, dan dapur yang bikin gue ilfeel setiap kali melangkah ke situ (hahaha sekalian dijadiin alibi males masak).
needless to say betapa gue mendamba rumah yang lokasinya jauhhhh lebih dekat, dan bangunannya lebih bagus (oh-so-obvious!) hehe.
angan-angan boleh tinggi, tapi tetep aja harus berkaca pada keadaan yang ada sekarang dong. saat ini, kita belum afford untuk pindah karena:
1. Bumy masih dititip ke nyokap gue.
kalau kita pindah lokasi rumah jauh dari nyokap, Bumy akan dititipkan di daycare, (setidaknya sampai gue bisa resign :p) dan daycare yang 'layak' mahal aje.
2. Baru tau kalau kantor adit yg sekarang punya rule bahwa karyawan yang punya utang KPR gak bisa mengajukan utang baru sebelum 2 tahun.
jadi angan punya rumah baru ini realistisnya bisa terwujud jika a) Adit pindah kantor, atau b) kita dapat rejeki untuk beli rumah ke-dua tanpa fasilitas KPR karyawan.
jadi, terlintas di benak gue dan adit untuk membuat kondisi yang ada di rumah sekarang menjadi minimal lebih nyaman. beberapa bulan lalu, warna cat rumah kita ganti. tapi untuk renovasi skala 'besar', entah kenapa masih aja kita maju-mundur.
seharusnya emang 'ni rumah dibuat nyaman untuk kita tinggali. yang urgent banget sebenernya bagian belakang rumah. sekarang nih, kondisinya "rock n roll" banget huahaha... barang-barang just scatter around the room tanpa ada tempat atau ruangan khusus. rak sepatu nongkrong dekat meja makan dekat tumpukan barang-barang bayi bumy. bagian belakang ini juga tertutup, walhasil kondisinya lembab/ngelekep.
jadilah meja makan sekarang nganggur, karena ya pastinya mana nyaman makan dengan pemandangan rak sepatu, kardus susu, dan tempat beras karena nggak ada tempat untuk naro semua barang itu??
selain ngelekep + berantakan, di bagian belakang rumah ini juga ada kebocoran, yang meski udah 3 kali ganti tukang, mulai dari yang biayanya sekian ratus ribu sampai hampir jut, tetep aja persistent bocornya T__T. duuh mau dibawa ke mana sih hubungan kita, rum(mah)?
di ujung artikel, si penulis berkata "So. What about you? Are you living your dream? Does it feel like a loooooong way off? Does 'someday' seem to be arriving suddenly? Do you have a sacred little stash of clipping, too?"
boy, for me, it does seem like a long way off :D urusan nyari rumah emang jodoh-jodohan banget, this i agree. pengalaman kita nyari rumah di antaranya:
- waktu belum punya anak, liat-liat ke BSD (nusa loka dan neo catalonia). fasilitas lengkap tapi lokasinya jauh banget dari rumah nyokap di karawaci. karena kita gak sreg membiarkan bumy diasuh pembantu atau babysitter saja, jadi ya pilihan lokasi rumah harus menyesuaikan dengan rumah nyokap.
- pas udah punya anak, liat-liat ke bintaro, BSD lagi, dan jagakarsa. BSD kita nilai masih terlalu jauh lokasinya dari kantor. emang sih pilihan transportasinya beragam, fasilitasnya juga lengkap banget. faktor lain yang bikin 'minder' adalah harga cluster barunya yang tinggi dan peminatnya banyak (baru tau kalau ternyata untuk mendapatkan rumah di cluster baru, kita harus daftar 3 hari sebelum launching cluster tersebut. setelah itu, baru nama kita diundi. belum tentu dapet juga!).
karena di BSD kandas, pilihan bergeser ke bintaro. di sini banyak cluster kecil dengan harga yang masih di bawah BSD. kita sempet liat-liat dan naksir satu cluster di dekat Sektor 9. begitu pula di jagakarsa, udah nemu cluster kecil yang apik dan harganya masuk, ternyata mentok di alasan nomor 2 di atas (scroll up deh). huhuhu.
jadi untuk sementara waktu, gue cuma bisa berharap dan berdoa, sembari mensyukuri apa yang ada. alhamdulillah sekarang udah punya rumah mungil tempat bernaung meski kondisinya 'seadanya' banget, hihi. to have a place we call our own, where we can just be ourselves and not having anyone interfering with our private life (in my case, hal ini bisa diterjemahkan menjadi: mau gak nyetrika dua minggu kek, mau gak beresin tempat tidur kek, gak ada yang komentar! and yes, we can walk around naked if we want to hahaha). rejeki pasti nggak ketuker, kalau udah saatnya kami menempati rumah idaman itu, pasti segalanya akan mudah dan lancar, dari berbagai faktor.
nah, bicara soal 'a stash of clipping' tentang bagaimana rumah impian itu berwujud, i do have one! gue sungguh-sungguh senang menjelajahi begitu banyak website home decor and design untuk mengumpulkan gambaran ideal rumah impian. gue bahkan udah punya "check list" spesifik seperti apa ia akan berwujud. yaitu
- luas tanahnya 120 meter persegi. bangunannya terdiri dari 2 lantai. ada 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi. ada kamar pembantu dan toilet untuk pembantu. ada area servis yang 'terpisah' dari rumah.
- kenapa perlu ada 3 kamar? satu kamar gue dan adit, satu kamar bumy, satu lagi... kamar kerja gue :D akan ada rak-rak buku dan meja kerja gue menghadap ke jendela. dan semua kamar itu dilapisi parket hehe.
- am not a fan of minimalist style. menurut gue sesuatu yang sifatnya trendy begitu gak akan everlasting. kayak dulu saat gue SMA, lagi trend gaya rumah mediterania. sekarang udah keliatan out of date aja gitu. if i could define my favorite style, it would be a mix of tropical and art deco, hehe. so there would be lengkungan, high ceilings, the kind of house you see in movies from 1950's.
![]() |
| this one's on the beach |
![]() |
| this one's in a downtown neighborhood |
sebenernya gaya rumah yang gue suka selain itu adalah country house, macam di pedalaman inggris gitu, hahaha. tapi pastinya gak masuk lah yaa untuk iklim tropis.
- a clean and bright kitchen. kalo untuk yang satu ini, gue rooting for style minimalis. semakin minimalis semakin bagus! gue gak suka gaya kitchen set yang berlemari-lemari atas bawah gitu lho. maunya area masak tuh bersih dan 'sepi', supaya kalau ada yg tumpah bisa gampang keliatan (agak gak masuk akal yee).
- a clean and bright kitchen. kalo untuk yang satu ini, gue rooting for style minimalis. semakin minimalis semakin bagus! gue gak suka gaya kitchen set yang berlemari-lemari atas bawah gitu lho. maunya area masak tuh bersih dan 'sepi', supaya kalau ada yg tumpah bisa gampang keliatan (agak gak masuk akal yee).
| maunya ada almari untuk naruh segala macam printilan |
- gue mau ruang tamu yang nyampur dengan ruang keluarga, gak ada kesan terpisah untuk kedua jenis ruangan itu. jadi ruang tamu seolah cuma perpanjangan dari ruang keluarga. gue mau rumah yang gak perlu sekat pembatas jelas... jadi gak ada ruangan yang nampak terpisah (kecuali service area).
- i want four sides of walls with windows, gak ada sisi yang menempel ke tembok rumah orang lain.
- ruang tamu/keluarga yang dipenuhi cahaya matahari pagi.
- lokasinya di jakarta selatan, di mana sekolah bumy hanya 2 km jauhnya dari rumah kami. bentuk perumahannya cluster, dengan cuma 20 rumah, tidak dekat dari jalan raya, dan kondisinya aman.
in conclusion, doa gue untuk keinginan punya rumah adalah
1. Semoga ada rezeki untuk bisa memiliki rumah sesuai seluruh kriteria di atas.
2. Semoga gue bisa resign dengan sehat dan bahagia.
AMIN ya ALLAH.
in conclusion, doa gue untuk keinginan punya rumah adalah
1. Semoga ada rezeki untuk bisa memiliki rumah sesuai seluruh kriteria di atas.
2. Semoga gue bisa resign dengan sehat dan bahagia.
AMIN ya ALLAH.







Aamiin aamiin, semoga terwujud semuanya..
ReplyDeletewalaupun sedih kenapa tak jadi BSD..
Sebenernya gue jg lagi mau pindah atau bangun rumah yg sesuai dgn kriteria rumah idaman (walaupun di BSD-BSD juga, hahaha). Cuma emang tanah sekarang mahal ya, dan ketemu tempat yg sreg juga susah.
Nanti kalo dari Jagakarsa jauh dong ke Haji Mamat... eh deket deng, setengah jam doang lewat tol termahal di dunia itu.
Amin *usap muka*
Deletepilihan jatuh ke Jagakarsa soalnya ngincar lokasi sekolah anak Gem, trus udah jatcin juga sama daerah situ karena kebetulan pernah ngekos deket rumah yang dibeli.
iya tol JORR mahal banget, dari BSD ke Cilandak dua kali bayar hahaha. gue selalu lewat tol dalkot kalo ke Jagakarsa, lebih pendek juga jaraknya.
paling afdol emang bangun rumah sesuai kriteria ya, gak seragam hehe :D trus denger-denger BSD sekarang hitungannya 10 juta per meter persegi #sekilasinfo.
Ikutan 'Amiin...
ReplyDeletePerkara rumah, biar kata orang jodoh2an, menurut gue lebih susah nemu jodoh rumah daripada nemu jodoh pasangan hidup.. Mudah2an Ramadhan ini dikasih kemudahan rezeki untuk rumah idaman yaa..
Anw, apakah berarti kredit rumah JakSel tempo hari dipending dulu ya bu?
menurut gue sama aja susahnya deh, bun. menemukan jodoh lelaki, rumah, pembantu, dan kerjaan, semuanya butuh doa dan ikhtiar yang panjaaang hehe.
DeleteAlhamdulillah udah bisa mulai nyicil, tulisan ini di-publish dalam rangka mengenang kegalauan tempo hari saat sebelumnya 'gagal' beli rumah di situ :)
HIHIHIHIHIH :D dah nemu donk sekarang ? HIHIHIHIH > *komen ga jelas*
ReplyDeleteHIHIHIHI abisss :))) kamu juga kannn dah nemu dan bikin 'kliping'...
Delete