the title says it all. gue ini emak-emak yang amatir dalam urusan perencaan keuangan. tapi berhubung gue pernah beberapa kali dapet pertanyaan "Gimana sih cara nyusun dana pendidikan?" jadi gue coba tuliskan aja apa yang gue tau berdasarkan pengalaman browsing dan menggunakan jasa financial planner. wajar kalau disebut "sotoy" kan?
1. Gimana cara ngitung dana pendidikan?
gue kenal istilah "dana pendidikan" dari talkshow ligwina di hard rock fm. dari situ, gue tau bahwa tool untuk menghitung dana pendidikan disediakan di website www.qmfinancial.com, namanya kalkulator dana pendidikan. jadi hal pertama yang gue lakukan ya mengisi biaya untuk tiap level pendidikan, angka-angka ini disebut present value. nanti kalkulator QM akan memberikan future value sesuai dengan target waktu tiap level pendidikan. setelah itu kita akan disuguhkan totalnya deh... jengjeng!! beware, bagian ini yang biasanya bikin tersedak :P
ohya gue pernah baca di artikel yang ditulis ligwina, biaya yg kita input ini boleh uang pangkalnya aja, boleh juga kalau mau sekalian dihitung biaya tahunannya (seperti SPP, dikalikan jumlah tahun sekolah) dan biaya hidup si anak nantinya (ini direkomendasikan untuk yang berencana menyekolahkan anak di luar negeri).
berikut gue sertakan ilustrasi perhitungan untuk mengetahui berapa besar investasi bulanan atau tahunan yang diperlukan (link). template awal sheet yang gue share ini gue dapatkan dari blognya the infamous darina danil, hehe. tapi lantas gue sesuaikan dengan pengetahuan yang gue share di sini.
disclaimers:
(a) gue gak bisa memastikan validitas perhitungan ilustrasi ini, karena emang nyontek juga dari hitungan orang :P
(b) data yang diinput bukan dari plan dana pendidikan gue yaaa! penting itu untuk di-state hehehe.
2. Sebenernya produk yang oke buat dana pendidikan tuh apa? LM? RD? tabungan?
nah setelah urusan input-menginput di kalkulator tadi selesai, baru deh bisa diulik produk apa yang sesuai. setau gue (yang belum pernah ikut Pelatihan QMPC ini, fyi), faktor utama untuk menentukan produk yang sesuai adalah jangka waktu tujuannya. karena jangka waktu ini berkaitan dengan resiko suatu produk keuangan. we know the adage: high risk high return. kurang lebih kayak gitu acuannya: kalau mau return yang lebih besar, ya resiko yang harus diambil juga besar. jadi kalau untuk mencapai tujuan jangka pendek, paling bener ya ambil produk keuangan yang resikonya rendah.
kalau menurut ligwina, tujuan finansial dibagi tiga: jangka pendek (3-5 tahun), jangka menengah (5-10 tahun), dan jangka panjang (10-15 tahun) serta di atas 15 tahun.
Tujuan < 5 tahun, pilih produk yang rata-rata return per tahunnya sekitar 7%. produknya bisa reksadana pasar uang, tabungan, deposito. bisa juga reksadana terproteksi, obligasi, ORI, atau sukuk.
Tujuan 5-15 tahun, pilih produk yang rata-rata return per tahunnya sekitar 10%, yaitu reksadana campuran. untuk produk ini jenisnya ada yang moderat, konservatif, dan agresif. kita lihat aja di prospektusnya, kalau komposisi sahamnya makin besar berarti makin agresif.
Tujuan >15 tahun, pilih produk yang rata-rata return per tahunnya sekitar 25% yaitu reksadana saham.
tapi ternyata ada juga pertimbangan selain jangka waktu investasi, seperti yang gue kutip dari artikel tentang ligwina di sini:
"Namun, ia juga menyebutkan, pilihan ini dapat tergantung dari karakter orang yang mau berinvestasi. “Ada orang yang agresif, di atas 10 tahun, sudah bisa masuk reksadana saham,” ungkapnya.
Untuk itu, ia kembali menegaskan, tujuan untuk berinvestasi itu penting diketahui sejak awal. Baru setelah itu menentukan berapa tahun investasi dan jenis investasinya."
untuk memilih produk reksadana berdasarkan rata-rata return per tahun ini, gue pakai alat bantu pantau performansi reksadana di infovesta.com dan bloomberg.com. di situ dipaparkan return 1 bulan sampai 5 tahun, tinggal kita lihat aja produk mana yang returnnya 'masuk' ke target future value kita. ohya gue dapat tips dari salah seorang perencana keuangan, kalau kita cari reksadana untuk tujuan yang jangka waktunya 5 tahun, maka performansi yang kita lihat adalah performansi 5 tahun produk tersebut. setau gue dari kedua website itu, maksimal performansi yang ditampilkan 5 tahun deh, jadi untuk tujuan yang di atas 5 tahun, acuan gue tetap yang 5 tahun :P adakah yang tau gimana cara lihat performansi puluhan tahun??
fyi, untuk LM, rata-rata return per tahunnya diberikan angka 20%. gue juga sempat kepikiran untuk pakai LM sebagai salah satu instrumen dana pendidikan, tapi akhirnya gak jadi. dengan berbagai pertimbangan akhirnya LM masuk ke instrumen dana darurat sahaja.
3. Trus gimana cara memilih produk reksadananya?
this is what i did: melototin thread "Investasi Reksadana" di forum Fashionese Daily (FD)! it took a week for me to 'complete' the whole thread... hahaha. di thread itu banyak suhu investasi yang mau berbagi ilmu dan pengalaman, gue tau di mana beli produk reksadana, cara buka account commbank, sampai nama-nama produk yang recommended dari situ.
kalau mau 'gampang' sih search aja google "reksadana terbaik versi kontan tahun 2010/09/dst" hihi, gue juga melakukan itu untuk cek dan ricek.
tapi IMHO, memang diperlukan riset sebelum terjun ke dunia investasi. banyak browsing, baca-baca artikel di koran, atau bahkan datang ke talkshow seputar financial planning dan produk keuangan akan sangat membantu memberikan wawasan. gue jadi merasa tercerahkan bukan cuma soal produk keuangan (salah satunya bahwa unitlink itu produk yang sangat gak direkomendasikan. untuk argumen sekaligus perdebatan lengkapnya bisa disimak di banyak link yang membahas 'keburukan' unitlink), tapi juga soal pengaturan keuangan pribadi.
4. Beli reksadana di mana?
yang gue tau, ada 3 bank yang menjadi supermarket reksadana. mandiri, commbank, dan HSBC. masing-masing punya keunggulan dan kekurangan, dipilih aja mana yang paling nyaman buat kita dalam praktek investasinya. gue prefer commbank, karena:
- internet banking dan mobile bankingnya juara.. hahaha. tampilannya memudahkan, informasinya detil. so far sih gue baru nyoba 3 produk internet banking, dan bukan hanya gue yang memuji tampilan dan kepraktisan e-banking-nya commbank, tapi juga salah seorang pegawai bank kompetitor yang kritis banget orangnya, tuh, temen tidur gue.
- kalau beli reksadana lewat e-banking, kita dapat diskon fee pembelian 50%.
- chargesnya minim dan narik atm di atm MANAPUN gratis.
- monthly statement-nya terperinci dan jelas.
- pilihan produk reksadana yang dijual beragam, dan terutama, belinya bisa 'recehan' hihi. sebenernya tergantung dari produk reksadananya, tapi ada tuh yang bisa dibeli mulai dari 100 ribuan.
- gak ribet! gak masalah mau beli reksadana di cabang X, gak harus buat rekening baru lagi kalau kita mau beli reksadana di cabang Y. semuanya udah online.
- frontlinernya gak nawarin unitlink ketika kita lagi apply comminvest, hahaha.
5. Gimana cara pantau hasil investasi kita?
well, karena infovesta udah gak gratis, jadi gue pakai bloomberg.com. ada sih aplikasi bloomberg mobile, tapi gue masih belum bisa makainya, hehe. tinggal diinput aja nama produk reksadana apa aja yang kita punya, NAB reksadana, besarnya pembelian, dan tanggal pembelian.
ohya nama produk yang diinput berupa kode gitu, bisa dilihat di menu Mutual Funds Screener.
sejauh ini sih demikian yang bisa gue ceritain. gue sendiri baru mulai rutin beli reksadana per akhir tahun lalu, jadi belum merasakan banyak asam garam. semoga membantuuu.
1. Gimana cara ngitung dana pendidikan?
gue kenal istilah "dana pendidikan" dari talkshow ligwina di hard rock fm. dari situ, gue tau bahwa tool untuk menghitung dana pendidikan disediakan di website www.qmfinancial.com, namanya kalkulator dana pendidikan. jadi hal pertama yang gue lakukan ya mengisi biaya untuk tiap level pendidikan, angka-angka ini disebut present value. nanti kalkulator QM akan memberikan future value sesuai dengan target waktu tiap level pendidikan. setelah itu kita akan disuguhkan totalnya deh... jengjeng!! beware, bagian ini yang biasanya bikin tersedak :P
ohya gue pernah baca di artikel yang ditulis ligwina, biaya yg kita input ini boleh uang pangkalnya aja, boleh juga kalau mau sekalian dihitung biaya tahunannya (seperti SPP, dikalikan jumlah tahun sekolah) dan biaya hidup si anak nantinya (ini direkomendasikan untuk yang berencana menyekolahkan anak di luar negeri).
berikut gue sertakan ilustrasi perhitungan untuk mengetahui berapa besar investasi bulanan atau tahunan yang diperlukan (link). template awal sheet yang gue share ini gue dapatkan dari blognya the infamous darina danil, hehe. tapi lantas gue sesuaikan dengan pengetahuan yang gue share di sini.
disclaimers:
(a) gue gak bisa memastikan validitas perhitungan ilustrasi ini, karena emang nyontek juga dari hitungan orang :P
(b) data yang diinput bukan dari plan dana pendidikan gue yaaa! penting itu untuk di-state hehehe.
2. Sebenernya produk yang oke buat dana pendidikan tuh apa? LM? RD? tabungan?
nah setelah urusan input-menginput di kalkulator tadi selesai, baru deh bisa diulik produk apa yang sesuai. setau gue (yang belum pernah ikut Pelatihan QMPC ini, fyi), faktor utama untuk menentukan produk yang sesuai adalah jangka waktu tujuannya. karena jangka waktu ini berkaitan dengan resiko suatu produk keuangan. we know the adage: high risk high return. kurang lebih kayak gitu acuannya: kalau mau return yang lebih besar, ya resiko yang harus diambil juga besar. jadi kalau untuk mencapai tujuan jangka pendek, paling bener ya ambil produk keuangan yang resikonya rendah.
kalau menurut ligwina, tujuan finansial dibagi tiga: jangka pendek (3-5 tahun), jangka menengah (5-10 tahun), dan jangka panjang (10-15 tahun) serta di atas 15 tahun.
Tujuan < 5 tahun, pilih produk yang rata-rata return per tahunnya sekitar 7%. produknya bisa reksadana pasar uang, tabungan, deposito. bisa juga reksadana terproteksi, obligasi, ORI, atau sukuk.
Tujuan 5-15 tahun, pilih produk yang rata-rata return per tahunnya sekitar 10%, yaitu reksadana campuran. untuk produk ini jenisnya ada yang moderat, konservatif, dan agresif. kita lihat aja di prospektusnya, kalau komposisi sahamnya makin besar berarti makin agresif.
Tujuan >15 tahun, pilih produk yang rata-rata return per tahunnya sekitar 25% yaitu reksadana saham.
tapi ternyata ada juga pertimbangan selain jangka waktu investasi, seperti yang gue kutip dari artikel tentang ligwina di sini:
"Namun, ia juga menyebutkan, pilihan ini dapat tergantung dari karakter orang yang mau berinvestasi. “Ada orang yang agresif, di atas 10 tahun, sudah bisa masuk reksadana saham,” ungkapnya.
Untuk itu, ia kembali menegaskan, tujuan untuk berinvestasi itu penting diketahui sejak awal. Baru setelah itu menentukan berapa tahun investasi dan jenis investasinya."
untuk memilih produk reksadana berdasarkan rata-rata return per tahun ini, gue pakai alat bantu pantau performansi reksadana di infovesta.com dan bloomberg.com. di situ dipaparkan return 1 bulan sampai 5 tahun, tinggal kita lihat aja produk mana yang returnnya 'masuk' ke target future value kita. ohya gue dapat tips dari salah seorang perencana keuangan, kalau kita cari reksadana untuk tujuan yang jangka waktunya 5 tahun, maka performansi yang kita lihat adalah performansi 5 tahun produk tersebut. setau gue dari kedua website itu, maksimal performansi yang ditampilkan 5 tahun deh, jadi untuk tujuan yang di atas 5 tahun, acuan gue tetap yang 5 tahun :P adakah yang tau gimana cara lihat performansi puluhan tahun??
fyi, untuk LM, rata-rata return per tahunnya diberikan angka 20%. gue juga sempat kepikiran untuk pakai LM sebagai salah satu instrumen dana pendidikan, tapi akhirnya gak jadi. dengan berbagai pertimbangan akhirnya LM masuk ke instrumen dana darurat sahaja.
3. Trus gimana cara memilih produk reksadananya?
this is what i did: melototin thread "Investasi Reksadana" di forum Fashionese Daily (FD)! it took a week for me to 'complete' the whole thread... hahaha. di thread itu banyak suhu investasi yang mau berbagi ilmu dan pengalaman, gue tau di mana beli produk reksadana, cara buka account commbank, sampai nama-nama produk yang recommended dari situ.
kalau mau 'gampang' sih search aja google "reksadana terbaik versi kontan tahun 2010/09/dst" hihi, gue juga melakukan itu untuk cek dan ricek.
tapi IMHO, memang diperlukan riset sebelum terjun ke dunia investasi. banyak browsing, baca-baca artikel di koran, atau bahkan datang ke talkshow seputar financial planning dan produk keuangan akan sangat membantu memberikan wawasan. gue jadi merasa tercerahkan bukan cuma soal produk keuangan (salah satunya bahwa unitlink itu produk yang sangat gak direkomendasikan. untuk argumen sekaligus perdebatan lengkapnya bisa disimak di banyak link yang membahas 'keburukan' unitlink), tapi juga soal pengaturan keuangan pribadi.
4. Beli reksadana di mana?
yang gue tau, ada 3 bank yang menjadi supermarket reksadana. mandiri, commbank, dan HSBC. masing-masing punya keunggulan dan kekurangan, dipilih aja mana yang paling nyaman buat kita dalam praktek investasinya. gue prefer commbank, karena:
- internet banking dan mobile bankingnya juara.. hahaha. tampilannya memudahkan, informasinya detil. so far sih gue baru nyoba 3 produk internet banking, dan bukan hanya gue yang memuji tampilan dan kepraktisan e-banking-nya commbank, tapi juga salah seorang pegawai bank kompetitor yang kritis banget orangnya, tuh, temen tidur gue.
- kalau beli reksadana lewat e-banking, kita dapat diskon fee pembelian 50%.
- chargesnya minim dan narik atm di atm MANAPUN gratis.
- monthly statement-nya terperinci dan jelas.
- pilihan produk reksadana yang dijual beragam, dan terutama, belinya bisa 'recehan' hihi. sebenernya tergantung dari produk reksadananya, tapi ada tuh yang bisa dibeli mulai dari 100 ribuan.
- gak ribet! gak masalah mau beli reksadana di cabang X, gak harus buat rekening baru lagi kalau kita mau beli reksadana di cabang Y. semuanya udah online.
- frontlinernya gak nawarin unitlink ketika kita lagi apply comminvest, hahaha.
5. Gimana cara pantau hasil investasi kita?
well, karena infovesta udah gak gratis, jadi gue pakai bloomberg.com. ada sih aplikasi bloomberg mobile, tapi gue masih belum bisa makainya, hehe. tinggal diinput aja nama produk reksadana apa aja yang kita punya, NAB reksadana, besarnya pembelian, dan tanggal pembelian.
ohya nama produk yang diinput berupa kode gitu, bisa dilihat di menu Mutual Funds Screener.
sejauh ini sih demikian yang bisa gue ceritain. gue sendiri baru mulai rutin beli reksadana per akhir tahun lalu, jadi belum merasakan banyak asam garam. semoga membantuuu.
banyak banget dapet info tentang ngurus keuangan dari dirimu, makasih ya say ^_^
ReplyDeleteris, emang klo di internet bankingnya commbank bisa buka rekening investasi reksadana gitu? keren banget yak..
ReplyDeletehihi senangnya bisa berbagi elmu :D
ReplyDeletekalo buka rekening investasinya harus dateng ke kantor (cabang) commbanknya dulu, nis. tapi setelah terdaftar, kalau lo sekalian apply internet dan mobile banking, transaksi beli-beli reksadananya bisa cusss langsung di internet atau bahkan bb.
ReplyDeleteBtw, mo FYI aja, ini bisa jadi alternatif juga buat investasi pendidikan.. kenaikan emas/ dinar tuh bisa ngalahin inflasi pendidikan loooh.. :) Udah coba invest LM/ Dinar blum choom?
ReplyDeleteas stated above, gue pakai LM untuk dana darurat aja. instrumen dana pendidikan emang bisa macem-macem bun, tergantung kenyamanan masing-masing pihak :)
ReplyDelete