setelah sebulan ini kegiatan belajar di sekolah bumy berjalan, para orangtua diundang untuk menghadiri parents-teachers meeting. ternyata kegiatan ini rutin diadain setiap semester atau 2 kali dalam setahun. gue tentunya baru pertama kali ikutan, dan kali ini dateng sendirian karena adit kuliah.
awalnya gue kira acaranya model diskusi gitu dengan pihak sekolah, mungkin seputar perkembangan anak, hal-hal teknis di sekolah, dsb. tapiii ternyata, ini mirip sama yang pernah gue alami di sekolah bumy sebelumnya, yaitu semacam simulasi ortu jadi anak sekolah. secara sekolah sebelumnya itu mengklaim mengadaptasi metode montessori juga, jadi gue simpulkan kalau kegiatan seperti ini semacam khas montessori. cmiiw. tapi dari yang gue baca di earlychildhoodnews.com, montessori emang menekankan pentingnya link atau keterhubungan antara keluarga dan sekolah.
pas udah dijalanin, ternyata acaranya nggak plek-plekan sama kayak yang di sekolah sebelumnya, sih. kalau dulu orangtua bener-bener diperlakukan bak murid sekolah, karena mengikuti tata cara persekolahan anak sehari-hari secara detil; mulai dari ngisi absen, berdoa bareng, sampai tata cara makan bareng. nah, yang sekarang, setelah prakata dan kepsek dan wakepsek TK, kita dikasih tau kalau para guru TK yang jumlahnya 6 orang akan masing-masing melakukan presentasi. apa materi presentasinya? yaitu topik dan metode pembelajaran yang diterapkan dalam tiap aktivitas montessori, yang terdiri dari energizer, language, sensorial studies, math, physical education (PE), dan culture (science & geography).
dimulai dari materi pertama, energizer & islamic studies.
di sini, kita para orangtua diajak mengikuti kegiatan seperti yang dilakukan anak-anak setiap pagi. jadi untuk memulai hari, anak-anak setiap jam 8 pagi itu diajak ikut kegiatan energizer. begitupun kita pagi itu!
pertama, kita diajak chicken dance yang temponya berubah-ubah. ternyata emang efektif ngilangin kantuk, loh, hehe. kebetulan ada temennya bumy yang ikutan acara hari itu, dan gue liat dia serius banget ngikutin chicken dance ini :D sampe bisa menyingkronkan gerakan sama tempo lagu haha, sementara gue patah-patah dan salah mulu gitu gerakannya.
abis chicken dance, kita diajak membentuk lingkaran, dibagi jadi 2 kelompok: moms and dads. guru yang presentasi ngasih instruksi untuk kita bergerak ngikutin kata-kata dia. kalo dia bilang jump in kita maju, jump out mundur, jump left, right, dst. awalnya sih gampang, tapi abis itu, instruksinya diubah jadi kita harus lakuin gerakan yang berkebalikan dari apa yang dia omongin. mulai ngawur-ngawur, deh.. hahaha.
sesudahnya, dijelasin kalo kegiatan ini tujuannya supaya anak have fun dan punya energi menjalani hari. dengan bergerak, otak akan dibanjiri oleh hormon endorfin yang bikin mood anak gembira. makanya, disarankan untuk ngajak anak bergerak tiap pagi. entah itu jalan di atas rumput, lari pagi, dan lain-lain. hmm kayaknya gue perlu juga terapin ini juga nih, dengan rutin olahraga dulu tiap pagi sebelum ngapa-ngapain.
oh iya, kelar kegiatan energizer, anak-anak akan belajar islamic studies. jadi mereka bisa recite Qur'an, baca iqra atau yang lainnya. dikasih tau juga gimana adab dalam islam diterapkan dalam kegiatan sehari-hari di sekolah, dan ortu diajak menerapkan hal yang sama di rumah.
materi kedua adalah language.
dijelasin kalau tujuan aktivitas agar anak menguasai 4 basic skills, antara lain speaking, reading, writing and listening. contoh kegiatan yang dilakuin di sekolah adalah sharing session yang rutin diadain tiap selasa. melalui sharing, anak mengasah dan menstimulasi communication skill, vocabulary, ekspresi, dan juga brainworks activities.
kita juga dikasih tau apparatus montessori yang digunakan dalam aktivitas language ini yaitu the word dice. ada 3 dadu yang berbeda-beda warna, masing-masing untuk subject/noun (misal: he, she, dad), verb (runs, walks, sings), dan adverb (slowly, happily, fast). abis itu diajak deh volunteer dari ayah dan ibu untuk main. satu melempar dadu, satu orang lagi meragain kalimat yang terbentuk, hehehe.
tujuan dari alat ini agar anak mengasosiasikan warna tertentu dengan part of speech tertentu. misalnya hitam untuk subject/noun, gitu.
materi ketiga, sensorial.
dijelasin bahwa kelima indera kita ini saling terintegrasi. to get a better understanding about this, ortu diajak ikutan game jalan lurus dengan mata tertutup, lalu dengan mata tertutup sekaligus kuping tertutup. nah, di montessori, anak distimulasi to refine their senses dengan berbagai alat bantu/apparatus. dijembrenginlah semua apparatus itu, kayak smelling bottles, geometrical solid shapes, touch tablets, dsb.
| sound cylinders - gambar dari sini |
| berbagai macam apparatus untuk sensorial activities - gambar dari sini |
di rumah, kita bisa menstimulasi indera anak dengan berbagai kegiatan seperti dengan berkebun, ajak anak belanja buah so they can touch the texture, smell the fruits, and then taste them. atau juga cooking, di mana anak bisa menimbang, merasakan, mencium, dsb.
| gambar dari sini |
materi keempat, math.
kita dikenalin sama cara menulis angka dengan cara montessori. apparatus yang dipakai adalah sandpaper numbers. karena montessori menekankan pembelajaran lewat indera/sensory, dengan alat bantu ini, anak dibuat merasakan tekstur dari sandpaper/amplas untuk mengenal bentuk angka. begitupun untuk mengenal huruf.
kalau orangtua ingin mengenalkan anak pada angka lewat metode yang sama, kita bisa bikin alat bantu ini sendiri menggunakan amplas dan kertas tebal. but there are more alternatives, kayak dengan menuliskan angka di telapak tangan anak, menulis di lantai atau pasir dan ajak meniru bentuk itu. atau membentuk dengan gerakan kepala dan gerakan tangan. bisa juga dengan menuliskan bentuk itu di punggung anak. just remember to have fun in teaching them. karena seperti yang kita tau, the brain will process information faster when we're having fun.
ada satu hal menarik yang gue highlight. guru yang presentasiin materi ini ngingetin kita untuk bersihin tangan dulu sebelum memegang sandpaper numbers. bukannya parno soal kebersihan, tapi dipercaya kalau tangan yang bersih akan lebih peka. tapi hati gue jadi tenang pas tau ini, karena berarti 'kan anak-anak nggak pernah alpa cuci tangan saat beraktivitas di sekolah.
materi kelima, PE (physical education). di sini dijelasin kalau tujuannya adalah untuk ningkatin kemampuan motorik anak - kasar maupun halus, koordinasi, keseimbangan, dan spatial awareness. biarin anak bergerak bebas. kebetulan gue juga baru baca soal kebutuhan anak untuk bergerak, karena sehari-harinya anak juga merasakan energi negatif, kayak capek, kesel, atau frustasi. nah, lewat bergerak ini, anak melepaskan energi negatif tadi. jadi makin ikhlas deh, gue tinggal di udik. jauh dari 'peradaban' tapi ada lahan buat anak main sepeda, lelarian dan main bola tiap sore sama temen-temennya. kekekek.
terakhir, materi culture yang terdiri dari science dan geografi.
dijelasin kalau materi atau tema yang dipilih itu mengikuti curiosity anak juga. contohnya, pada term lalu 'kan dibahas tentang solar system. nah, karena anak-anak jadi pada kepo sama luar angkasa, dijadikanlah "outer space" sebagai tema term ini.
oh ya buat geografinya, tiap term juga ada tema negara tertentu gitu. kemarin Australia, sekarang South America. bakal pake topi sombrero kayanya anak gue ntar….
yang dinanti-nanti adalah bakal kayak apa nih, presentasi buat tema ini? ternyata, kita semua diajak pindah ke hall sekolah, yang sudah disulap sedemikian rupa menjadi dark room. asli niat abis deh guru-guru :D
jadii, kita akan disuguhkan simulasi big bang, terbentuknya alam semesta atau genesis. sebenernya anak-anak udah menjalani simulasi ini 2 minggu lalu, dan kita pada takjub kok anak-anak pada nggak takut yaa, hehehe. padahal ruangannya dibikin gelap gulita, dan ada suara seorang guru bacain narasi dengan gaya yang… bak berdeklamasi puisi gitu lhoo.
bravo deh, buat para guru, dan juga anak-anak yang curiousitynya ngalahin takut! hehehe.
| big bang theory explained |
lastly, kepsek TK menutup kegiatan hari itu, bukan, bukan dengan kata-kata penutup biasa. tapi dengan ngebagiin kertas kosong ke para ortu. begitu kertas itu di tangan kita, kepsek TK ngasih instruksi untuk melipat atas, melipat bawah, robek bagian sini, robek bagian situ. trus kita disuruh kasih liat 'hasil karya' di tangan kita masing-masing setelah ngikutin semua instruksi tadi.
yang ada, para ortu pada ngakak. kenapa? karena bentuknya pada acakadut nggak karuan, dan terutama, hampir nggak ada yang bentuknya sama!
ternyata, dari hal itu bisa ditarik makna bahwa meskipun kita semua mendengar informasi yang sama, tapi interpretasi kita bisa beda-beda. same thing can be applied untuk semua materi presentasi yang tadi udah disajikan buat kita. cara kita mencerna dan mengartikan semua materi tadi ya sesuai dengan 'setelan' kita. yang dimaksud mungkin A, tapi bisa aja kita artikan B, gitu.
kepsek juga ngasih reminder kalau Allah SWT menciptakan anak kita dalam kondisi sempurna, the way they are supposed to be. mereka punya potensinya sendiri, bakatnya sendiri, minatnya sendiri. wajar kalau sebagai orangtua, kita punya keinginan to be great parents. to be the best parents ever, bahkan. kita punya ekspektasi buat anak-anak kita. tapi, sadarin kalau tugas kita SESUNGGUHNYA adalah mendukung mereka. to give them support, in order for them to reach their potentials. to be the best version of themselves.
makanya, berjalanlah di belakang anak untuk menjaga mereka, lalu di samping anak untuk jadi teman mereka. don't be on top of them, because it will make it hard for them to reach us. officially mewek gue di sini… T__T
ing ngarso sung tulodo… jadilah suri teladan buat anak.
ing madyo mangun karso… di tengah-tengah, tugas ortu menggugah semangat anak untuk berinovasi, dan memberikan kenyamanan pada mereka.
tut wuri handayani… ikutin anak dari belakang untuk memberi dorongan moral.
hiks, besar banget yak tanggung jawab orangtua. alhamdulillah dapet partner mendidik yang so far so good, rajin ngasih reminder dalam pengasuhan.
can't wait for another parents-teachers meeting.
No comments:
Post a Comment