weekend kemarin, gue membawa adit dan bumy melihat-lihat (yang diharapkan salah satunya nanti menjadi) sekolah bumy. gue nggak punya target spesifik sekolah mana aja yang mau dilihat, karena gue nggak terlalu updated mengenai sekolah, terutama preschool, di lingkungan tempat tinggal gue. selain karena perkembangan jumlah preschool yang pesat di wilayah pinggiran seperti karawaci, gue juga belum punya waktu (ceileh) untuk secara khusus 'survey' sekolah.
lagi-lagi berkaitan urusan financial planning, sejak pertemuan pertama di QM, gue dan adit udah diajak berkhayal ingin menyekolahkan bumy di mana. saat itu, karena blank, kita main tunjuk aja sekolah swasta yang jaraknya paling dekat dari rumah. kenapa sekolah swasta yang menjadi acuan udah gue paparkan di posting mengenai "first meeting with my planner." jadi yaa mengikuti 'naluri asal sebut' seperti yang kita lakukan di QM, kemarin kita meluncur menuju sekolah swasta terdekat tersebut dan lalu ke BSD untuk lihat-lihat Al-Azhar.
sekolah swasta terdekat dari rumah gue dan cukup 'punya nama' adalah Islamic Village (selanjutnya gue singkat Isvil). pendidikannya berbasis islam, fasilitasnya lumayan (kolam renang, mesjid sendiri), jenjang pendidikan lengkap mulai dari playgroup sampai SMA, dan jenis kurikulumnya macem-macem, mulai dari yang standar nasional sampai internasional (dengan biaya yang berbeda-beda pula). emang dasar orangtua amatir, kita 'survey' sekolah di hari minggu aja gituh... jadi kita niatkan sejak berangkat dari rumah bahwa hari itu kita mau liat kondisi dan fasilitas sekolahnya aja, informasi detil kayak kurikulum, biaya, dan metode pengajaran bisa ditanyakan lewat telpon... atau pada survey berikutnya :P
di Isvil ini, nggak ada pihak yang bisa ditanya seputar urusan administrasi (wajar sih), tapi di Al-Azhar BSD, satpam dan petugas parkirnya tau loh usia minimal masuk playgroupnya, yaitu 2 tahun 8 bulan. di masing-masing sekolah, kita diijinikan masuk ke lingkungan sekolah dan lihat ruangan kelasnya (dari luar, karena dikunci, neik). di Al-Azhar, jenjang pendidikannya juga lengkap, dari PG sampai SMA. ada kantin di dalam lingkungan sekolah, yang menurut info ibu-ibu kantor yang anaknya sekolah di situ, berada di bawah supervisi sekolah. jadi nggak neko-neko pakai pewarna tekstil dan formalin segala, insya Allah.
saat berjalan di lorong sekolah Al-Azhar, gue dan bubi ngobrol,
B: "dari dulu aku selalu berkhayal loh gimana ya rasanya sekolah di tempat yang bagus."
R: "aku juga gak tau gimana rasanya. dari SD sampe SMA di sekolah negri terus. malah kuliah di swasta! kebalik yah, harusnya SD-SMA di swasta, kuliahnya negri."
B: "semoga bumy bisa ya kayak gitu."
ihik, jadi merasa sebagai orangtua sebenar-benarnya kalau udah mikirin sekolah anak (selama ini kan weekend parents semata :P) . bukan cuma biayanya aja yang perlu dipikirin, tapi juga visi misi kita dalam mendidik/pendidikan anak.
gue sempat baca di sini mengenai pendidikan anak. beliau pernah ikut seminar di mana para orangtua diminta membayangkan visi misinya tentang pendidikan anak sebelum memilih sekolah dan sebagainya.
visi adalah satu saja keinginan untuk anak kita sebelum kita menutup mata untuk selama-lamanya. sementara langkah-langkah yang akan kita lakukan demi tercapainya visi kita tadi disebut misi. nah kita juga harus tau mana yang ingin kita capai lebih dulu dari berbagai tujuan/visi misi tadi.
jujur gue tergiur banget setelah lihat sekolah-sekolah bagus kemarin. padahal belum juga mengeksplorasi kurikulum dan metode pengajarannya... tapi membayangkan anak gue pakai seragam sekolah itu, ngerasain sekolah di tempat bagus, aduhh guenya yang jadi merinding mupeng, hahaha.
tapi tentunya gue dan adit harus kembali ke fokus utama kita, seperti yang udah dibilang di blog bu Indah tadi, kita harus menyusun visi dan misi dulu sebelum nantinya memilih sekolah. visi misi itu yang nantinya akan menjadi guidance kita dalam menyusun skala prioritas dan pemilihan sekolah untuk bumy.
jam 3 subuh hari ini, gue terbangun karena bumy jatuh dari tempat tidur (!!!). setelah menenangkan bumy, dan puas mengutuk diri "bad mommy! bad!!" gue nggak langsung bisa tidur dan malah jadi mencoba menyusun "visi" gue terhadap bumy.
kalau gue diminta 'memilih' harapan gue akan bumy, akan menjadi anak yang bagaimana dia nantinya, gue ingin dia:
- soleh. wellofkorrrs lah ya... semoga bisa menjadi investasi dunia akherat.
- mandiri
- have a "can-do" attitude
- penuh cinta kasih terhadap sesama dan lingkungan
- knows what he wants from life.
selanjutnya mengenai sekolah yang gue pikir akan membantu mewujudkan visi tadi, gue membayangkan sekolah yang:
- memberikan dasar pengetahuan agama
- memberikan stimulasi sesuai milestone anak
- mengajarkan anak untuk 'survive' di dunia orang dewasa (memberikan basic life skills, tata krama, how to operate tools found in house, on the street, and familiar places the kid goes to).
faktor-faktor lain semacam fasilitas pendukung belajar, kualitas guru, lokasi, dan tentunya biaya, juga menentukan pilihan kita nantinya. semoga aja berjodoh dengan yang paling tepat. kita sendiri berencana menyekolahkan bumy di PG ketika usianya 3 tahun, jadi kita masih punya kesempatan untuk survey dan menimbang-nimbang. untuk saat ini, gue tertarik masukin bumy ke Rumah Main Cikal (RMC) karena di situ disediakan program tertentu sesuai kebutuhan perkembangan anak. gue berniat mengikutkan doi ke program Early Talkers & I Can Do It Myself, karena perbendaharaan kata anak gue (yang bisa dimengerti) masih limited banget ey. namun karena RMC jaooh aje dari rumah, pilihan lainnya mungkin ke Gymboree yang kabarnya akan dibuka di Lippo Karawaci. lumayanlah paling nggak bisa menyuplai kebutuhan anak gue untuk lari-lari dan jumpalitan, selain itu dia juga haus teman sepermainan hehe, jadi bisa dimanfaatkan untuk sarana bumy bersosialisasi juga.
secret wish: semoga sebelum bumy berusia 3 tahun, kita punya rejeki buat naro bumy di daycare yang memberikan pendidikan montessori selain untuk tempat makan, mandi dan tidur. atau kalau mau lebih ngelunjak, semoga by the time bumy reaches 3 years old, gue udah bisa resign (jengjeng!!) dan bisa memberikan supervisi maupun pendalaman materi tanpa batasan waktu. dream big, right?!
lagi-lagi berkaitan urusan financial planning, sejak pertemuan pertama di QM, gue dan adit udah diajak berkhayal ingin menyekolahkan bumy di mana. saat itu, karena blank, kita main tunjuk aja sekolah swasta yang jaraknya paling dekat dari rumah. kenapa sekolah swasta yang menjadi acuan udah gue paparkan di posting mengenai "first meeting with my planner." jadi yaa mengikuti 'naluri asal sebut' seperti yang kita lakukan di QM, kemarin kita meluncur menuju sekolah swasta terdekat tersebut dan lalu ke BSD untuk lihat-lihat Al-Azhar.
sekolah swasta terdekat dari rumah gue dan cukup 'punya nama' adalah Islamic Village (selanjutnya gue singkat Isvil). pendidikannya berbasis islam, fasilitasnya lumayan (kolam renang, mesjid sendiri), jenjang pendidikan lengkap mulai dari playgroup sampai SMA, dan jenis kurikulumnya macem-macem, mulai dari yang standar nasional sampai internasional (dengan biaya yang berbeda-beda pula). emang dasar orangtua amatir, kita 'survey' sekolah di hari minggu aja gituh... jadi kita niatkan sejak berangkat dari rumah bahwa hari itu kita mau liat kondisi dan fasilitas sekolahnya aja, informasi detil kayak kurikulum, biaya, dan metode pengajaran bisa ditanyakan lewat telpon... atau pada survey berikutnya :P
di Isvil ini, nggak ada pihak yang bisa ditanya seputar urusan administrasi (wajar sih), tapi di Al-Azhar BSD, satpam dan petugas parkirnya tau loh usia minimal masuk playgroupnya, yaitu 2 tahun 8 bulan. di masing-masing sekolah, kita diijinikan masuk ke lingkungan sekolah dan lihat ruangan kelasnya (dari luar, karena dikunci, neik). di Al-Azhar, jenjang pendidikannya juga lengkap, dari PG sampai SMA. ada kantin di dalam lingkungan sekolah, yang menurut info ibu-ibu kantor yang anaknya sekolah di situ, berada di bawah supervisi sekolah. jadi nggak neko-neko pakai pewarna tekstil dan formalin segala, insya Allah.saat berjalan di lorong sekolah Al-Azhar, gue dan bubi ngobrol,
B: "dari dulu aku selalu berkhayal loh gimana ya rasanya sekolah di tempat yang bagus."
R: "aku juga gak tau gimana rasanya. dari SD sampe SMA di sekolah negri terus. malah kuliah di swasta! kebalik yah, harusnya SD-SMA di swasta, kuliahnya negri."
B: "semoga bumy bisa ya kayak gitu."
ihik, jadi merasa sebagai orangtua sebenar-benarnya kalau udah mikirin sekolah anak (selama ini kan weekend parents semata :P) . bukan cuma biayanya aja yang perlu dipikirin, tapi juga visi misi kita dalam mendidik/pendidikan anak.
gue sempat baca di sini mengenai pendidikan anak. beliau pernah ikut seminar di mana para orangtua diminta membayangkan visi misinya tentang pendidikan anak sebelum memilih sekolah dan sebagainya.
visi adalah satu saja keinginan untuk anak kita sebelum kita menutup mata untuk selama-lamanya. sementara langkah-langkah yang akan kita lakukan demi tercapainya visi kita tadi disebut misi. nah kita juga harus tau mana yang ingin kita capai lebih dulu dari berbagai tujuan/visi misi tadi.
jujur gue tergiur banget setelah lihat sekolah-sekolah bagus kemarin. padahal belum juga mengeksplorasi kurikulum dan metode pengajarannya... tapi membayangkan anak gue pakai seragam sekolah itu, ngerasain sekolah di tempat bagus, aduhh guenya yang jadi merinding mupeng, hahaha.
tapi tentunya gue dan adit harus kembali ke fokus utama kita, seperti yang udah dibilang di blog bu Indah tadi, kita harus menyusun visi dan misi dulu sebelum nantinya memilih sekolah. visi misi itu yang nantinya akan menjadi guidance kita dalam menyusun skala prioritas dan pemilihan sekolah untuk bumy.
jam 3 subuh hari ini, gue terbangun karena bumy jatuh dari tempat tidur (!!!). setelah menenangkan bumy, dan puas mengutuk diri "bad mommy! bad!!" gue nggak langsung bisa tidur dan malah jadi mencoba menyusun "visi" gue terhadap bumy.
kalau gue diminta 'memilih' harapan gue akan bumy, akan menjadi anak yang bagaimana dia nantinya, gue ingin dia:
- soleh. wellofkorrrs lah ya... semoga bisa menjadi investasi dunia akherat.
- mandiri
- have a "can-do" attitude
- penuh cinta kasih terhadap sesama dan lingkungan
- knows what he wants from life.
selanjutnya mengenai sekolah yang gue pikir akan membantu mewujudkan visi tadi, gue membayangkan sekolah yang:
- memberikan dasar pengetahuan agama
- memberikan stimulasi sesuai milestone anak
- mengajarkan anak untuk 'survive' di dunia orang dewasa (memberikan basic life skills, tata krama, how to operate tools found in house, on the street, and familiar places the kid goes to).
faktor-faktor lain semacam fasilitas pendukung belajar, kualitas guru, lokasi, dan tentunya biaya, juga menentukan pilihan kita nantinya. semoga aja berjodoh dengan yang paling tepat. kita sendiri berencana menyekolahkan bumy di PG ketika usianya 3 tahun, jadi kita masih punya kesempatan untuk survey dan menimbang-nimbang. untuk saat ini, gue tertarik masukin bumy ke Rumah Main Cikal (RMC) karena di situ disediakan program tertentu sesuai kebutuhan perkembangan anak. gue berniat mengikutkan doi ke program Early Talkers & I Can Do It Myself, karena perbendaharaan kata anak gue (yang bisa dimengerti) masih limited banget ey. namun karena RMC jaooh aje dari rumah, pilihan lainnya mungkin ke Gymboree yang kabarnya akan dibuka di Lippo Karawaci. lumayanlah paling nggak bisa menyuplai kebutuhan anak gue untuk lari-lari dan jumpalitan, selain itu dia juga haus teman sepermainan hehe, jadi bisa dimanfaatkan untuk sarana bumy bersosialisasi juga.
secret wish: semoga sebelum bumy berusia 3 tahun, kita punya rejeki buat naro bumy di daycare yang memberikan pendidikan montessori selain untuk tempat makan, mandi dan tidur. atau kalau mau lebih ngelunjak, semoga by the time bumy reaches 3 years old, gue udah bisa resign (jengjeng!!) dan bisa memberikan supervisi maupun pendalaman materi tanpa batasan waktu. dream big, right?!
No comments:
Post a Comment