04/09/2017

home renov

source
setelah pindah rumah ke ciganjur hampir 5 tahun lalu, akhirnya kita lakuin renovasi juga. 
ada beberapa pertimbangan sebelum memutuskan buat renov..

- ternyata setelah dijalani, gue nggak betah tinggal di apartemen. 
mungkin karena space-nya segitu-gitu aja ya... padahal yang kita tempati sekarang ukurannya lumayanlah, lebih gede dari ukuran garasi 2 mobil dengan 2 bedrooms dan 2+1 kamar mandi. tapi beneran sumpek rasanya. apalagi semenjak hamil dengan mood yang banyakan bad, aargh I just can't stand the place. 
setelah masuk trimester kedua sih mood jauh lebih mendingan. tapi ketika kita mampir ke rumah ciganjur untuk nginep semalem dua malem, IH RASANYA BEDA PISAN. hawanya segerrrr, dan somehow nggak mentrigger rasa muak aja padahal rumah gue kicil dan kawasan cluster juga terbilang sepi sunyi.

- pertimbangan berikutnya adalah kepengen nambah kamar. 
sekarang ini rumah ciganjur formatnya 2+1 bedroom dengan 2+1 kamar mandi. maunya ya dibuat kamar sepetak lagi, kalo nggak buat kamar tidur masing-masing anak ya buat aktivitas atau ngapain kek gitu. 

- other than that, we simply thought a landed house is the most suitable option for us now. 


jadilah kita mulai mencari pihak yang bisa bantuin urusan per-renov-an ini. adit dengan gamblang bilang ogah berurusan sama tukang, yang mana bisa dimengerti karena dulu waktu ngebikin kamar mandi kecil aja pake diambekin dan dicharge lebih dari seharusnya sama tukang. 
alhamdulillah dapet jalan keluar lewat temen adit di kantor, yang ngasih tau kalau bokapnya seorang arsitek. rumah beliau juga deket dari ciganjur jadi bisa gampang ngontrol proses pembangunannya. saat ini, pembangunannya udah berjalan sebulan lebih, dengan progress sekitar 60% lah. padahal kita udah kepengen buru-buru cabs juga dari apartemen. 


source

di sisi lain ada PR besar juga nih buat kita (selain budget haha...), yaitu ngurusin detil ngisi furniture dan furnishing rumah. gue belum dapet gambaran jelas sih soal gayanya mau seperti apa atau detilnya gimana, secara pertimbangan utama ya tetep budget hehehe. 
tapiiii gue udah tau apa aja yang perlu gue hindari saat menata rumah. hal-hal inilah yang baru kepikiran kelak setelah pengalaman ngisi dan menata rumah tahun 2012 lalu, trus melihat hasil dari penataan tersebut beberapa tahun ke depannya. 
kesimpulannya, gue perlu:

- menghindari memasang terlalu banyak ambalan atau laci terbuka.
why? karena nyimpen debu ciin. kebetulan gue pasang ambalan agak banyak ya, antara lain di kitchen set, kamar mandi, laundry room, dan kamar-kamar tidur. 
nah kesimpulan gue ini berdasarkan hasil observasi yang terjadi di tempat tinggal gue di belantara ciganjur... yang padahal bukan di tengah kota jakarta, tapi ya mungkin karena cuacanya yang kering berangin atau entahlah, yang jelas ambalan-ambalan itu harus RAJIN dilap sehari sekali. yang susah adalah gue terpaksa (atau kadang memilih juga sih) gaya hidup embak-less yang membuat gue harus mengurusi segalanya sendiri. boro-boro ngelapin ambalan segitu banyak, nyapu ngepel rutin tiap hari aja udah baguz. 
jadi, lesson learned-nya adalah gue mau sebanyak mungkin bikin laci atau kabinet yang ketutup biar kalaupun banyak debu ya nggak keliatan. xD

- memilih parket yang kualitasnya bagus.
waktu mau menempati rumah ciganjur, kita emang udah sepakat kalau lantai atas semuanya dipasangin parket. nah di lantai atas ini selain ada kamar tidur juga ada kamar mandi dan washtafel yang letaknya di luar kamar mandi. terkadang si washtafel ini pipanya bermasalah sehingga rembes sampe kena parket. nah parket yang gue pasang jenisnya enginereed bukannya solid atau laminated, dan ini udah opsi yang paling cocok sih baik dari segi harga maupun kualitas. parket jenis ini gampang dipel, jadi tahan kalau kena air, dan kalau ada yang rusak tinggal copot di satu bagian aja (bentuknya terpotong-potong). 
cuma ya ituu, mungkin karena kita milih yang termurah dari jenis ini, jadi si parket yang dipasang kaya gampang menggompal gitu kena rembesan pipa yang tadi gue sebut. trus pemasangannya juga kurang oke karena ada beberapa bagian terutama yang menempel ke dinding, lama-kelamaan longgar atau malah copot sama sekali. PR-nya ya jelas harus milih vendor parket yang oke. 
oya masukan dari arsitek kemarin, kita perlu perhatiin juga jenis kayunya karena ada kayu tertentu yang lebih rentan dimakanin rayap. sebagai catatan, rumah ciganjur ini udah gue suntik rayap sebelum ditempati mengingat kasus rayap yang menggila waktu tinggal di rumah karawaci dulu. refooot kalau rumah udah terlanjur ditempati trus baru suntik rayap, karena barang-barang harus digeser dan ubin harus dicopotin segala. 

- from the words of my beloved BFF, Weich, dia bilang gini: style tertentu bakalan jadi out of date within a few years, atau bahkan mungkin kitanya yang bosen.  
jadiii, nggak ada salahnya kalau mau pilih style yang lagi "in" atau dianggap modis di masa tertentu, tapi mendingan pilih yang harganya juga murah atau terjangkau. karena ya itu, untuk menghindari rugi banyak ketika kita ingin ganti gaya dekor, entah karena gaya yang sebelumnya dipilih udah nggak trendy atau kitanya bosen sama gaya itu. 
I think that's where affordable trendy furnitures come in handy, yah. 

- budget pasti selalu ada batasnya (buat kita). makanya kita harus nentuin prioritas bagian mana dulu yang wajib terlihat oke, sementara yang lainnya bisalah di level acceptable atau unfurnished sekalian. 
kalo di gue, prioritas terletak di master bedroom, dapur, dan ruang tamu, in that specific order. master bedroom jelass karena di situ kita bakal ngaso setelah lelah mencari nafkah haha. dapur dan ruang tamu, well itu subjektif aja sih, tergantung preferensi masing-masing. tapi gue pribadi paling nggak betah sama dapur "jorok", lagian kabinet-kabinet di dapur juga berguna untuk nyimpan printilan. 
ruang tamu juga masuk ke list karena... kita prefer makan sambil nonton tv di atas sofa dibanding di atas meja makan hehe. 

- kalau mau naro "aksesoris" di rumah semacam kolam dan taman, do reconsider biaya maintenance-nya. 
setelah melalui pengalaman pindah-pindahan antar landed house 3 kali, kita akhirnya tersadar kalau taman yang cantik takkan selamanya cantik. the green grass we see at the neighbour's come from a lot of TLC (tender loving care), plus biaya maintenance taman yang rutin juga haha. 
sejak tau itu, gue reluctant bikin taman yang terlalu elaborate atau pakai banyak tanaman yang kurang tahan banting. untuk rumput pun milih jenis yang nggak akan bertambah tinggi dan perlu ditrim rutin. belum lagi kalau mengingat faktor akan selalu ada kucing tetangga yang hobi pipis atau pup sembarangan, makin males deh gue punya taman yang luas.  
begitupun soal kolam. tiap kali adit bring up soal kolam, gue akan dengan skeptisnya menyerang dengan berbagai argumen. 
pokoknya acuan gue cuma satu: bayangin kalo lagi nggak punya pembantu! 
itu saja moment of truth yang sejati bagiku x)))

- another lesson learned for me: selalu dahulukan fungsi dibanding tampilan unik, lucu atau seksi. 
ini nihhhhh bagian yang kerap bikin kesandung. walhasil, sekarang ini gue nggak gampang tergoda liat aksesoris dekor nan lucu-lucu menggigit. pun saat liat gaya dekor nan unik, atau style dapur yang oh so american/scandinavian dll. karena ya itu.. belum tentu cocok sama lifestyle dan derajat kemageran gue sehari-hari. gue perlu dahulukan fungsi saat memilih barang maupun menentukan prioritas. kalau hal itu akan lebih banyak jadi liabilitas dibanding aset fungsional, better skip it. 


source

oh well.
ada satu lagi ding yang lumayan hakiki buat gue. 
- the people make the house. 
mau seciamik apapun itu rumah didekor, ujung-ujungnya ya gimana tindak-tanduk para penghuninya yang menentukan sebuah rumah nyaman ditinggali atau nggak. malu ah kalo masih ribut-ribut didenger tetangga, atau kalap ngamuk sama anak.. semoga bisa bikin kenangan-kenangan yang jauhhh lebih indah di rumah hasil renov kelak. more entertaining close friends, more laughter (and baby cries haha), and much much reinvention of the soul. 

so, is it time I start building that mood board? 

2 comments:

  1. Riskaaaa gw juga berniat bikin postingan semacam iniii hahaha... Learning dari jaman2 kita ngedekor tahun 2012-2013 itu yahh..
    Noted banget ini semua sarannya cyn!

    ReplyDelete
  2. Bikin dong, Des. Penasaran nih kali aja ada yg bisa ngasih gue pencerahan. Mana sekarang ini gempuran rekomendasi home decor bukan cuma dari Pinterest xD guilty as charged, gue udah follow entah berapa akun IG seputar dekor, furniture, dan antek-anteknya.

    ReplyDelete