setelah trial, kedua orangtua perlu mendengar langsung hasil observasi terhadap kemampuan dan perkembangan anak. iyah, dua-duanya. berhubung saat visit pertama kali ke sekolah tsb adit udah ambil cuti, terpaksa deh jadwal penyampaian hasil observasinya diatur pas jam break kantor.
waktu bumy ikut trial, berhubung sekolahnya pakai metode montessori, jadi dia dibebasin untuk belajar apa aja, ngambil apa aja, atau mainin apa aja.
kelar trial, sekitar satu jam kemudian, dipanggil deh kita buat tau hasil observasi vice principal sekolahnya terhadap bumy. hasilnya gini:
- kemampuan bumy secara overall oke; kayak motorik, kognitif, sosial gitu. oiya, sebelumnya sori yah gue nggak paham soal teori psikologi, jadi nggak hafal maupun tau secara mendalam faktor-faktor apa aja yang diobservasi ini. yang gue inget, VP-nya nyebutin soal bumy nggak keberatan atau rewel dilepas ke lingkungan baru, trus perencanaan motoriknya, serta logika bagus. bumy juga langsung making friends (not a surprise to us, at all. anak ini berjiwa sosialitah bangettt).
- but! enough about the good stuff (meskipun lega juga sih dengernya), miss VP sekarang masuk ke hal-hal apa aja yang perlu dikembangin dari bumy. mulai deh gue dan adit deg-degan!
1. soal konsentrasi.
konsentrasi bumy jelek! hahaha, miss VP tentunya gak serta-merta ngomong beginilaah. pertama-tama dia bertanya, "kalo boleh tau, apa bumy suka main game? nonton tv? trus kira-kira nonton tvnya berapa lama?" gue jawab dengan polos, dong. "iya, miss, biasanya main game saya kasih jatah waktu 20 menit setiap hari, kalo nonton tv, 3 jam." dan miss VP serta-merta terhenyak xD
"wah, bu, lama juga, ya sampai 3 jam," komentarnya. (pembelaan diri: padahal 3 jam itu 1,5 jam siang, 1,5 jam maleeem. ya kalii bakal ngaruh gitu, jadi gue gak nampak sebagai ibu yang buruk-buruk amat kekekek).
sebelum bercerita lebih lanjut, trial ini dilakukan pasca bumy dirawat selama seminggu di RS gara-gara demam berdarah dengue. selama di RS, seperti bisa ditebak, jatah waktu main game dan nonton tv-nya jadi ngaco, alias hampir gak dibatasi sama sekaliii *tertunduk malu* gue tauuu seharusnya gue bisa menciptakan seribu satu kegiatan lain yang nggak melibatkan tv atau gadget sama sekali. tapi saat di RS, yah bukan alasan yang bener memang, rasanya gue udah ke-drain banget secara fisik dan mental. jadi boro-boro mikirin aktivitas, bolak-balik nyuci pispot aja bisa 20 kali dalam 12 jam, jadi ya milih yang gampang aja: nyodorin anak tv dan gadget. it's perfecly my own fault... so, sue me!
(apaan sih nih jadi drama sendiri, balik ke soal anak.)
anyways, miss VP bilang, kalo anak-anak di bawah usia 6 tahun sebaiknya gak nonton tv dan main gadget sama sekali. kalaupun iya, maksimal waktunya 30 menit (untuk nonton tv) dan with guidance. kenapa begitu? soalnya anak-anak usia segini tuh belum bisa membedakan fantasi dengan realitas. dia bilang, "tadi ketika bumy menggambar, kalau anak-anak lain biasanya menggambar sesuatu yang riil, yang mereka lihat sehari-hari seperti awan, pohon, rumah, dsb; bumy menggambarnya angry birds."
fact: game favoritnya saat itu memang angry birds semata....
nah, efeknya ke bumy adalah tingkat konsentrasinya jadi rendah banget. saat mengerjakan sesuatu, dia gak bisa berlama-lama tekun mengerjakan. seharusnya, lama konsentrasi anak itu minimal usianya dikali 2. kayak bumy, harusnya dia berkonsentrasi mengerjakan sesuatu selama minimal 4 x 2 = 8 menit. tapi tadi, kata miss VP, belum ada 2 menit aja dia langsung bosen T__T huhuhu. gak hanya itu, eye contactnya juga kurang. yang paling 'serem' buat gue adalah saat miss VP bilang, "memang, usia saat ini di bawah 6 tahun adalah golden age anak karena otak anak dapat menyerap begitu banyak ilmu. tapi, untuk bisa menyerap informasi dan mempelajari apapun itu, anak harus bisa berkonsentrasi. kalau konsentrasinya rendah, ya percuma, gak akan ada ilmu yang bisa diserap." oh mamahh.
tapiii, sesudahnya, miss VP ngasih saran-saran perbaikan. selain durasi tv dan gadget kalo bisa dihilangin sama sekali, ada tips lain kayak:
- banyak-banyak ajak bumy engage dengan aktivitas sehari-hari, mulai dari menyiapkan barang-barangnya sendiri, nyiram tanaman, nyuci piring, siapin makanan, beberes.
- sediakan corner kesibukan untuk berkreasi dengan gunting, pensil warna, dan sejenisnya.
- kenalkan dengan cerita-cerita yang nyata, karena ya tadi, anak belum bisa membedakan fantasi dengan realitas. misalnya ada 'kan tuh anak yang niru spiderman dengan manjat-manjat dan thinking he's a superhero, padahal dia belom ngerti konsekuensinya bisa jatuh. itu karena otak anak belum ter-develop untuk mengenali mana yang bukan-kenyataan. sementara kalo anak dibiarin nonton tv terus-terusan, tanpa guidance pula, ya dia kenalnya sama jajaran superhero atau hewan fantasi dan semacamnya itu, yang dia pikir bisa dia tiru segala tingkah-polahnya.
- satu kekurangan lagi adalah respon terhadap stimulasi taktil. taktil tuh kalo nggak salah berkaitan dengan indera peraba. jadi, bumy "dites" dengan dikasih dua kantong yang berisi benda dengan berbagai bentuk dan tekstur. dia disuruh ambil satu item dari kantong pertama, lalu diminta ambil item yang sama dari kantong kedua, tentunya tanpa bisa melihat bendanya dan cuma mengandalkan indera peraba. nah, menurut miss VP, bumy agak kesulitan melakukan ini.
saran perbaikan yang diberikan antara lain bumy perlu dikenalkan dengan macam-macam bentuk untuk perbandingan. lalu juga diajak meniru gerakan, atau melakukan memory game.
miss VP juga ngasih beberapa saran perbaikan lain yang sifatnya nggak 'mendesak' tapi penting, kayak
- pengenalan huruf dan angka. karena metode montessori emang udah mengenalkan konsep huruf dan angka sejak anak-anak di level usia 3 tahun yah, jadi ini wajar menurut gue if we would want to sign up for this method. caranya bisa dengan membentuk huruf menggunakan media amplas, atau pasir, atau melalui gerakan tubuh.
- membuat rutinitas dengan jadwal harian bergambar. seperti kita tau, rutinitas itu kan penting banget buat anak yah, jadi miss VP ngasih ide bikin jadwal harian yang jelas dan juga menarik untuk mengenalkan anak pada rutinitas.
well, akhirnya sejak saat itu, gue bener-bener nge-cut asupan tv dan gadget bumy, hehehe. ngerii kalo bayangin dampaknya, dan saat inipun udah ada dampak yang nyata 'kan *sedih lagi kalo inget*
bumy sendiri jadi kayak orang sakaw, minta angry birdssss melulu. bolak-balik bilang, "ma, bumy kangen angry birds, nih." sampe oma dan tetanya nggak tega. tapi yang gue salut, anak ini nggak maksa sama sekali, loh. nggak pake drama atau ngambek-ngambek juga. i take it he GETS that what we're doing is important and good for him. emang sih, kalo dipikir-pikir, anak kecil mana ngerti siih, lha rumusnya aja masih enak dan gak enak. itu dia, gue juga kagum bumy bisa menerima dan ngontrol rasa sakaw dia akan tv dan gadget.

akhirnya, setelah 4 minggu, kemarin dia berucap ke gue dan adit, "sekarang bumy udah nggak suka sama angry birds. bumy sekarang sukanya mobil."
ternyata emang kalo diperhatiin dari gambar-gambarnya yang biasanya bentuk angry birds berbagai ukuran, sekarang mulai bergeser ke mobil, rumah, jalan, temen-temennya, dan sebagainya... yang riil-riil :')
sementara soal tv, dari yang tadinya bisa nonton tiap sore atau malam selama ya tadi itu, 3 jam, sekarang cuma dapet jatah seminggu sekali, selama 30 menit, dengan supervisi xD gue juga nggak ngasih nonton tv sebagai reward, ya sesuai jadwal aja tiap minggu dia dapet jatah nonton tv 30 menit.
penerapannya sendiri kalo di rumah sih bisa kekontrol. tapi kalo di rumah oma, meskipun gue udah briefing oma opa akan "kebutuhan" bumy untuk gak nonton tv, tapi pelaksanaannya gak gue bawa sutris juga. kalo emang yang tinggal di rumah itu lagi pengen nonton tv, ya silakan aja. palingan bumy gue bawa ke ruangan lain. tapi so far sih, alhamdulillah oma opa cukup kooperatif dan bumy juga jadi kurang tertarik melongo di depan tv. dia kayak bisa nge-distract dirinya sendiri dengan latihan piano sendiri, main mobil-mobilan, atau minta kertas dan pensil buat ngegambar. bangga banget dah guaaa xD thanks for making it easy ya naaakkk. <3
No comments:
Post a Comment