"no elation. no sense of triumph. it's just something that had to be done."
gue baca kata-kata itu pada saat browsing or blogwalking entahlah lebih dari satu dekade lalu. it was maybe in 2002. kata-kata itu menancap di kepala gue karena menggambarkan nuansa yang begitu spesifik. suatu keadaan di mana elo melakukan tindakan yang tidak memberikan rasa gembira yang gegap-gempita, pun tidak kobaran kemenangan di dada. melainkan perasaan "seperti seharusnya." lo lakukan hal itu karena perlu. bukan untuk merasa begini atau begitu.
that's exactly how i'm feeling right now.
pagi ini gue menyambangi ruangan HR, untuk menanyakan administrasi cuti di luar tanggungan perusahaan (CLTP). tanpa diundang, hampir semua orang yang ada di ruangan itu (5 or 6 people) menyatakan keterkejutannya ketika mendengar kata CLTP.
"emang siap, mbak? nanti kan konsekuensinya gak dapat gaji. trus masa kerja juga balik jadi nol lagi. dan pas mbak nanti ngelamar lagi ke tlkm, belum tentu dapat posisi loh."
mereka menyuruh gue untuk membaca kertas peraturan tentang CLTP beeerrrkali-kali. i said, yes i have read it. over and over again as you told me to. and i still think i need to do it.
yes, i THINK. rather than FEEL like i usually do. or i normally, automatically do.
kalo ditanya hati, jujur gue merasa... enggak enak, terhadap orang-orang kantor terutama. mereka ya orang-orang yang gue kerja bersamanya. baru empat hari ini gue menempati lokasi kantor baru, di slipi tepatnya. selama hampir sebulan kemarin, gue gak punya bos, dan karenanya gak punya pekerjaan. surat keputusan penempatan gue terima hari senin lalu.
GM baru gue dan orang-orang regional lainnya (lokasi kerja lama gue) mengadakan semacam interview terbuka. isi pertanyaannya sih cuma "apa job description anda selama 3 tahun ini di regional?" ketika gue menjawab dan menjelaskan job desc gue, pak GM langsung menyuruh gue ngantor di slipi, untuk jadi personel war room. kelihatannya kemampuan gue emang dibutuhkan banget di situ. beliau sampe 3 kali ngomong ke gue, "besok dateng ke slipi ya."
dan ketika besoknya gue beneran dateng, dia langsung nyamperin gue dan bilang, "alhamdulillah."
belum lagi, gue mendapat kejutan yang menyenangkan di lokasi kerja baru ini. gue kerja bersama pak lilik, asman BFF gue. i've said many times that i dreamed to work with him. selama di regional, awalnya posisi gue emang in-line di bawah dia. tapi karena gue ketiban kerjaan megang budgeting, otomatis posisi tersebut struktural doang. we never got the chance to work together in a customer data management team.
ketika tahun lalu GM (lama) kita membentuk tim revenue assurance, nasib akhirnya mempertemukan gue dan pak lilik. kita bisa kerja bareng satu tim, meski secara struktural gue gak in-line di bawah dia (how funny life is :D).
sekarang, di war room, secara struktural DAN-finally-operasional, gue satu tim dan in-line sama dia. dia bilang sendiri sama gue, ketika tau ditempatin di war room slipi, dia sempat galau "siapa nih anak buah gue nantiii." dia cerita gitu ke istrinya, "apa aku tarik riska yaa. tapi kasian dia nanti jauh ngantornya." ketika akhirnya tau bahwa GUE yang jadi anak buahnya, bok, girang banget dia dan juga gue, hehe. sampe istrinya ngomong sama gue di telpon, "ih pak lilik seneng banget kerja sama elo!"
sehari ngantor di slipi, pulang kerja gue langsung curhat sama adit. kalo gue bimbang banget. bukan bimbang mau resign atau enggak sih, tapi lebih ke kapan ngajuinnya. target gue sebenarnya juni 2013. bertepatan dengan bumy mulai masuk sekolah, sekaligus memberikan kesempatan bagi gue untuk nambah-nambahin tabungan. tapi lokasi kantor gue sekarang ini kok ya jauh banget dari rumah. pilihan moda transportasinya juga terbatas, karena macet parah, aturan 3 in 1, dan TJ yang penuhnya gak manusiawi.
di sisi lain, gue seneng banget bisa kerja bareng pak lilik, dan jenis kerjaannya juga pas banget. apa sih yang bikin gue seneng kerja sama pak lilik selain karena kedekatan personal?
pertama, dia sangat handal di bidangnya, yaitu urusan customer data management. dia beneran bisa kerja. gak cuma kayak kebanyakan bos yang cuma jago sepik, tapi MALES kerja (ujung-ujungnya delegasi doang. bawahan yang gempor).
kedua, he's a good leader. iya, dia bukan cuma pegang titel asman tapi gak bisa memimpin. he IS a good leader, i repeat. dia tau gimana me-manage team, gimana menyinergikan teamwork, dia bisa ngasih a good example, mengayomi, dsb dsb.
ketiga, he is a good friend, which makes him a great boss, and an exciting person to work with.
ujian kemantapan hati ini juga datang dalam bentuk lain.
tiba-tiba gue dihubungi bos di wilayah tangerang, dia bilang, "kamu mau ngantor di sini gak?" tsk tsk, beneran deh, hidup itu lucu!
tadi malam di perjalanan pulang, gue curhat dan konsultasi lagi sama adit. kapan ya waktu yang tepat? dia gak buru-buru ngejawab dan cuma bilang, "ini saatnya kamu tawakkal beb." hahahah pengen ngakak sih liat dia sok bijak gitu. tapi isi omongannya emang mengena.
judul dari pergulatan batin ini kan emang taking a leap of faith. hari gini bo, berhenti kerja di saat posisi lagi enak? gue dan adit juga gak lahir dengan silver spoon di mulut, gak punya hadiah deposito atau apalah, malah adanya utang KPR :)))
tapi kita emang udah punya kesepakatan kalo one day gue akan resign. gue bakal di rumah ngurus anak. "kembali ke rumah," itu nama 'gerakan' yang pernah gue denger. diawali dengan bismillah, gue 'melompat' dan menyerahkan nasib gue sebagai IRT ke tangan Allah.
yang pasti, gue gak lompat tanpa menggunakan parasut. gue udah konsultasi ke ahli pengasuhan anak. gue udah mencoba nyari pekerjaan freelance. gue udah mencoba meningkatkan kualitas diri gue sebagai ibu. bagaimana perjalanan ini ke depannya, hanya Allah yang tahu.
jadi setelah dari HR, gue menemui manager gue yang sekarang. dia kaget, tapi mengerti sama alasan gue. insya Allah gue akan ambil cuti besar dulu selama 1,5 bulan. lalu mengajukan aplikasi CLTP selama setahun. pak lilik cemberut pas gue bilang soal ini. "kenapa sih lo buru-buru banget," gitu komentarnya. hehehe.
gue baca kata-kata itu pada saat browsing or blogwalking entahlah lebih dari satu dekade lalu. it was maybe in 2002. kata-kata itu menancap di kepala gue karena menggambarkan nuansa yang begitu spesifik. suatu keadaan di mana elo melakukan tindakan yang tidak memberikan rasa gembira yang gegap-gempita, pun tidak kobaran kemenangan di dada. melainkan perasaan "seperti seharusnya." lo lakukan hal itu karena perlu. bukan untuk merasa begini atau begitu.
that's exactly how i'm feeling right now.
pagi ini gue menyambangi ruangan HR, untuk menanyakan administrasi cuti di luar tanggungan perusahaan (CLTP). tanpa diundang, hampir semua orang yang ada di ruangan itu (5 or 6 people) menyatakan keterkejutannya ketika mendengar kata CLTP.
"emang siap, mbak? nanti kan konsekuensinya gak dapat gaji. trus masa kerja juga balik jadi nol lagi. dan pas mbak nanti ngelamar lagi ke tlkm, belum tentu dapat posisi loh."
mereka menyuruh gue untuk membaca kertas peraturan tentang CLTP beeerrrkali-kali. i said, yes i have read it. over and over again as you told me to. and i still think i need to do it.
yes, i THINK. rather than FEEL like i usually do. or i normally, automatically do.
kalo ditanya hati, jujur gue merasa... enggak enak, terhadap orang-orang kantor terutama. mereka ya orang-orang yang gue kerja bersamanya. baru empat hari ini gue menempati lokasi kantor baru, di slipi tepatnya. selama hampir sebulan kemarin, gue gak punya bos, dan karenanya gak punya pekerjaan. surat keputusan penempatan gue terima hari senin lalu.
GM baru gue dan orang-orang regional lainnya (lokasi kerja lama gue) mengadakan semacam interview terbuka. isi pertanyaannya sih cuma "apa job description anda selama 3 tahun ini di regional?" ketika gue menjawab dan menjelaskan job desc gue, pak GM langsung menyuruh gue ngantor di slipi, untuk jadi personel war room. kelihatannya kemampuan gue emang dibutuhkan banget di situ. beliau sampe 3 kali ngomong ke gue, "besok dateng ke slipi ya."
dan ketika besoknya gue beneran dateng, dia langsung nyamperin gue dan bilang, "alhamdulillah."
belum lagi, gue mendapat kejutan yang menyenangkan di lokasi kerja baru ini. gue kerja bersama pak lilik, asman BFF gue. i've said many times that i dreamed to work with him. selama di regional, awalnya posisi gue emang in-line di bawah dia. tapi karena gue ketiban kerjaan megang budgeting, otomatis posisi tersebut struktural doang. we never got the chance to work together in a customer data management team.
ketika tahun lalu GM (lama) kita membentuk tim revenue assurance, nasib akhirnya mempertemukan gue dan pak lilik. kita bisa kerja bareng satu tim, meski secara struktural gue gak in-line di bawah dia (how funny life is :D).
sekarang, di war room, secara struktural DAN-finally-operasional, gue satu tim dan in-line sama dia. dia bilang sendiri sama gue, ketika tau ditempatin di war room slipi, dia sempat galau "siapa nih anak buah gue nantiii." dia cerita gitu ke istrinya, "apa aku tarik riska yaa. tapi kasian dia nanti jauh ngantornya." ketika akhirnya tau bahwa GUE yang jadi anak buahnya, bok, girang banget dia dan juga gue, hehe. sampe istrinya ngomong sama gue di telpon, "ih pak lilik seneng banget kerja sama elo!"
sehari ngantor di slipi, pulang kerja gue langsung curhat sama adit. kalo gue bimbang banget. bukan bimbang mau resign atau enggak sih, tapi lebih ke kapan ngajuinnya. target gue sebenarnya juni 2013. bertepatan dengan bumy mulai masuk sekolah, sekaligus memberikan kesempatan bagi gue untuk nambah-nambahin tabungan. tapi lokasi kantor gue sekarang ini kok ya jauh banget dari rumah. pilihan moda transportasinya juga terbatas, karena macet parah, aturan 3 in 1, dan TJ yang penuhnya gak manusiawi.
di sisi lain, gue seneng banget bisa kerja bareng pak lilik, dan jenis kerjaannya juga pas banget. apa sih yang bikin gue seneng kerja sama pak lilik selain karena kedekatan personal?
pertama, dia sangat handal di bidangnya, yaitu urusan customer data management. dia beneran bisa kerja. gak cuma kayak kebanyakan bos yang cuma jago sepik, tapi MALES kerja (ujung-ujungnya delegasi doang. bawahan yang gempor).
kedua, he's a good leader. iya, dia bukan cuma pegang titel asman tapi gak bisa memimpin. he IS a good leader, i repeat. dia tau gimana me-manage team, gimana menyinergikan teamwork, dia bisa ngasih a good example, mengayomi, dsb dsb.
ketiga, he is a good friend, which makes him a great boss, and an exciting person to work with.
ujian kemantapan hati ini juga datang dalam bentuk lain.
tiba-tiba gue dihubungi bos di wilayah tangerang, dia bilang, "kamu mau ngantor di sini gak?" tsk tsk, beneran deh, hidup itu lucu!
tadi malam di perjalanan pulang, gue curhat dan konsultasi lagi sama adit. kapan ya waktu yang tepat? dia gak buru-buru ngejawab dan cuma bilang, "ini saatnya kamu tawakkal beb." hahahah pengen ngakak sih liat dia sok bijak gitu. tapi isi omongannya emang mengena.
judul dari pergulatan batin ini kan emang taking a leap of faith. hari gini bo, berhenti kerja di saat posisi lagi enak? gue dan adit juga gak lahir dengan silver spoon di mulut, gak punya hadiah deposito atau apalah, malah adanya utang KPR :)))
tapi kita emang udah punya kesepakatan kalo one day gue akan resign. gue bakal di rumah ngurus anak. "kembali ke rumah," itu nama 'gerakan' yang pernah gue denger. diawali dengan bismillah, gue 'melompat' dan menyerahkan nasib gue sebagai IRT ke tangan Allah.
yang pasti, gue gak lompat tanpa menggunakan parasut. gue udah konsultasi ke ahli pengasuhan anak. gue udah mencoba nyari pekerjaan freelance. gue udah mencoba meningkatkan kualitas diri gue sebagai ibu. bagaimana perjalanan ini ke depannya, hanya Allah yang tahu.
jadi setelah dari HR, gue menemui manager gue yang sekarang. dia kaget, tapi mengerti sama alasan gue. insya Allah gue akan ambil cuti besar dulu selama 1,5 bulan. lalu mengajukan aplikasi CLTP selama setahun. pak lilik cemberut pas gue bilang soal ini. "kenapa sih lo buru-buru banget," gitu komentarnya. hehehe.
well, it's just something that had to be done. and apparently, it needs to be done now. :))
note: pic from pinterest.

wooho congrats :)
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeletehalo riska beberapa kali baca blog ini lupa mulu mau ninggalin comment. what a Brave decission you've made. Pastinya udah dipikirin banget dan direncanain untuk plan B seperti freelance yg lo blg. Salut banget gue, karena sesungguhnya keinginan kaya gt selalu ada di diri ibu2 bekerja trmasuk gue. cuma masalah keberanian aja termasuk keberanian menempatkan cicilan KPR di nomer 1 tapi kerjaan di nomer 2 padahal kan in the name of monthly bill srgnya kebalik, lumayan klo ada 2 keran buat nambah2in aer tiap bulan hehehe
ReplyDeleteGw jg berpikir kalo toh perusahaan ini (yg kurang baik gimana coba) ga mungkin memberhentikan karyawan cm krn izin nganterin anak dulu dan semacamnya. termasuk ngasih CLTP dgn alasan keluarga. ya kalo trnyata pas lo balik dan nggak ada posisi seperti suka digaung2kan para senior, ya belum rezekinya koq itu aja. bukan prioritas utama juga untuk jadi ibu bekerja (dari kantor). kalo ada kewajiban lain yg memanggil.
Karena gw di Bandung aja yg dr japati ke rumah gw cuma sekejap mata, kalo gue di Jakarta dan kantornya jauh dari rumah mungkin jarak jadi salah 1 alasan untuk mengambil keputusan yg sama selain alasan2 lainnya.
Good luck with your new adventure :)
haai Dinni, makasih ya udah mau baca blog gue yang kebanyakan meracau ini hehe.
Deleteaduh makasih lagi udah didoain, butuh banyak suntikan penyemangat soalnya ^o^
iya, kantor kita emang baik bener ya. fasilitas CTLP ini aja salah satu wujud kebaikannya, terlepas dari idiom "CLTP mah sama aja resign" hehe. emang udah jadi resikolah, namapun 1-3 tahun gak nongol di kantor.
salam kenal yaa :)
EH GW MASA BELOM KOMEN?!!!
ReplyDeleteternyata eh ternyata kemarin gagalipret!
Rissss.... i will be your follower...and we could hang out in coffee shops in kemang....some day!you just wait hahahaha
Yes! good luck in your new adventure....(seperti mba dini di atas) keep me update!
Bundaaaa, i can't hardly wait!! Hehehe... Apparently, going to hidden coffee shops and mall even, is way funner on weekdays ;)))
DeleteThanks for the mindful wishes, dear
much funner if you hang out with your fellow earthlings ;)) can't wait myself!
Deletedon't worry darling, rejeki mah darimana aja. yang penting niatan kita baik, Allah pasti bantu aminnn... now would you be interested in copywriting work?
ReplyDeleteAmin untuk doanya, thank you ya Ris :D
DeleteWaah seneng banget langsung dapet tawaran ^o^ yes, i'm really, obviously, interested! Hehe.
irrrriiiiiiiiiiiiiii.... damn gue iri banget ma lu ;( saat dimana gue "mengorbankan" keluarga gue, lu dengan gagah beraninya menempatkan keluarga sebagai prioritas tertinggi huaaaa T_T #sumpah gue beneran mewek di lab nieh# huuffpphh
ReplyDeletegood luck dear, rezeki ga akan kemana insyaAllah...someday i will follow you ;)
Aahh jangan mewek dong :((( semua ada waktunya Ma, mungkin sekarang bukan waktu yang pas buatlo dan keluarga huhu.
DeleteTapi amin, gue doain segera menyusul yah *hugs*