di posting soal sekolah sebelumnya, gue menyebutkan kalau kita berencana daftar ke tetum sebelum dapat keputusan kelulusan seleksi tahap wawancara dari SAI. well, it didn't happen. karena weekend diisi dengan banyak agenda, kita sama sekali nggak sempat mampir ke tetum.
selasa pagi, gue dan bumy berkendara berdua ke SAI Ciganjur buat ngecek papan pengumuman seleksi pasca interview orangtua. hasilnya: kita nggak lolos.
selasa pagi, gue dan bumy berkendara berdua ke SAI Ciganjur buat ngecek papan pengumuman seleksi pasca interview orangtua. hasilnya: kita nggak lolos.
sempat bengong, sih, dan scheming kertas pengumumannya dua kali sebelum bener-bener sadar, oh ya beneran gak lolos.
berhubung bumy udah bersemangat keluar dari rumah, dia berharap durasi dan agenda keluarnya lebih lama dan gak sekedar mampir ke S*I aja. jadi dari situ, gue bingung juga mau ke mana lagi. setelah nelpon adit, gue ajak bumy ke... KMC. hahah. tujuan aslinya sih mau menggunakan fasilitas perosotannya, kan gratis tuh x))) selain itu, gue juga sekalian daftar konsultasi ke dokter gigi (aja deh).
setelah 30 minutes or so di KMC, gue ajak bumy cabut. dia masih yang, "abis ini kita ke mana ma?" gue jawab, "ya ke rumahlah." dan dia gak mau -__-
akhirnya gue putuskan melaju ke arah kemang timur. tempat pertama yang kepikiran sih reading room, dan setelah sempat lewatin beberapa coffee shops dan reading room-nya terlewat, kita berhenti dan mampir di situ juga sesuai 'rencana' awal. it was cozy, and there were heaps of books, as expected. bukunya buat dibaca di tempat ternyata, bukan untuk dipinjam. koleksinya selain banyak juga beragam. gue spotted bukunya joseph heller yg "catch a snatch can," trus buku-buku jane austen, irvine welsh, and many others. oke juga kan?
setelah puas nongkrong di reading room, we headed home.
to be honest, I was trying hard not to make the rejection about me, nor to take it personally. and it was not easy, hehehe. menurut gue pribadi, seperti apa kriteria seleksi tahapan interview dengan orang tua ini emang kurang jelas, sih. soal visi misi, gue ngerasa udah sejalan. but maybe they saw something in us yang bakalan gak cocok sama paham dan cara mereka. to be honest adit emang kurang sreg from the start, but I honestly thought he did 'well' enough on the interview to conceal it, hehehe.
tapi komentarnya saat dikasih tau hasil seleksi malah, "pas kamu kasih tau nggak lolos, aku sebenernya pengen bilang 'alhamdulillah.'" -___-
nah, berhubung urusan sama SAI udah case closed, gue langsung inget rencana mau ke tetum. lucu sih, target sekolah yang kita sasar awalnya emang tetum, trus di tengah jalan 'tergoda' SAI. eh sekarang balik lagi ke tetum.
jadi hari itu gue lantas nelpon ke tetum, pihak sekolah bilang kalo kita bisa dateng langsung, ditunggu sampe jam 3.
jam 2:30 gue angkut bumy ke situ. kita balikin formulir sekaligus bayar untuk proses assessment dengan psikolog (IDR 350.000).
jam 2:30 gue angkut bumy ke situ. kita balikin formulir sekaligus bayar untuk proses assessment dengan psikolog (IDR 350.000).
insya Allah kalo jadi masuk tetum, bumy bakal satu sekolah sama sohibnya anak tetangga sebelah rumah. ini juga lucu, awalnya adit yang ngiklanin tetum ke tetangga, eh dia ternyata udah daftar, bayar, dan assessment duluan.
ohya assessment di tetum ini tujuannya untuk melihat kesiapan anak secara psikologis di kelas yang dituju sesuai umur, dan apakah anak kita berkebutuhan khusus (tetum sekolah inklusi, fyi). misalnya untuk bumy, secara umur kan dia masuk ke level playgroup (usia 3-4 tahun), nanti hasil assessment akan menentukan apa dia udah siap masuk level itu atau malah ke level di bawahnya (level toddler, kalo gak salah).
untuk yang lagi cari info soal biaya sekolahnya, ini kisaran roughly-nya ya untuk level playgroup (brosurnya lagi gak dipegang soalnya) di tahun ajaran 2013/2014:
total bayar di awal IDR 7.000.000, terdiri dari
- uang pangkal = IDR 5.300.000 (i'm sure enough about this).
- uang kegiatan (untuk setahun, gak ada tambahan lagi) = kalo ga salah IDR 1.350.000.
- seragam = kalo ga salah IDR 350.000.
- bayaran per bulannya IDR 550.000, untuk yang berkebutuhan khusus lebih mahal, cuma gak beda jauh banget.
anyways, ketika gue cerita ke tetangga gue bahwa kita udah daftar ke tetum, dia bilang, "tinggal cari sd-nya nih."
iya juga sih, tepok jidat dulu deh.


yay....bumy sudah mau sekolah! yang rajin ya..jangan kaya nara, uda seminggu nih gak masuk hauhuahuahua
ReplyDeleteHahaha namapun masih sekolah main-main, bun (persiapan justifikasi buat dua bulan ke depan).
Delete