30/10/2012

a little tribute

senin pagi, gue heran melihat email yang datang bertubi-tubi di inbox milis angkatan kerja. judulnya berkata berita duka. hati agak cemas, berharap gak akan menemui kisah tragis.
ternyata harapan gue gak terwujud. berita itu adalah tentang wafatnya seorang teman di angkatan kerja kita semua. namanya purna. dia meninggal karena terjatuh dari kereta api. entah apa yang menyebabkan dia keluar dari gerbong jam 2 pagi (waktu kejadian menurut polisi) hingga berakibat sedemikian fatal....

gue kaget dan sedih denger berita itu. gue gak kenal dia secara dekat, lokasi kerjanyapun di bandung. keterkaitan kami ada karena dia dan gue satu pleton saat "ospek" angkatan. setelah "ospek" selesai, dia nge-add gue via gtalk, dan sempet ngobrol juga dari situ meski tanpa diniatkan (dia salah tegor orang, haha). purna juga administrator milis angkatan, jadi in a way, kita semua, 200an orang di angkatan 2008, kenal dia.

gue membuka halaman facebook dia, di situ bertebaran buanyaaaak sekali ucapan duka dan belasungkawa. semua orang kaget. he was so young. so nice. so brilliant. salah seorang teman menulis di milis angkatan, "gue pikir dia bakal jadi direksi tlkm di masa depan." iya, nampaknya dia punya masa depan yang sangat cerah... dengan kecerdasannya, dan keramahannya. and he was gonna turn 28 on november.

life is indeed short. not only for purna. but for all of us.
pagi ini, gue-alhamdulillah-sempat sarapan bareng adit di parkiran GI. gue ceritain kisah purna. sesudahnya kita cuma bisa menghela napas dan tergugu.
he had dreams. he had sooo many unfinished tasks and plans. hidupnya terbentang jauh di hadapannya... dia bisa membentuk hidupnya dalam rupa apapun untuk meraih apapun yang dia cita-citakan. dia bisa menjadi siapapun yang dia inginkan. tapi ternyata waktunya untuk menapaki hidup habis pada 29 oktober 2012.

this makes me realize something.... to be able to say you have succeeded in living, can not be measured by any number. it's not the amount of years we have been or will be living. bukan dari jumlah tahun, jumlah harta, atau jumlah kesenangan.

semasa hidupnya, purna kerap memberikan pesan-pesan yang menyejukkan hati, yang mengajak pada kebaikan dan jalan yang lurus. dari sekian "testimonial" yang dituangkan di milis, hampir seluruhnya berkata dia orang yang bersahabat, idealis, humble. the kind of person who "walk the talk."
karenanya, di mata gue, dia 'lulus' dari hidup ini dengan sukses. dia 'menyentuh' kami semua dengan semua kebaikan dan kebijaksanaan yang telah dia tebar.
bahkan setelah dia kembali, dia 'mengajarkan' bahwa waktu untuk "hidup", to truly live, not merely surviving, itu terbatas. we don't have our entire lives ahead of us, waiting for us.

to live long is the greatest gift... if you could make the most of your life.

RIP Purna Atmaja (1984 - 2012).

2 comments:

  1. Kalo baca kisah sedih gini, gue yang suka bete bete gak jelas & mengeluh ttg ini itu jadi tertampol. We only live once, carpe diem lah. Jangan diem diem cemberut ajah hahaha. Alfatihah utk purna

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang sedih dan mengguncang banget berita duka ini :(

      gue ingin mengenang beliau lewat tulisan kecil ini, dan berharap bisa ngambil hikmah dari kepergiannya.

      makasih udah mampir ya, Risti :)

      Delete