15/09/2011

morning bell

berawal dari keluhan mutual gue dan adit di tengah kemacetan, "susah amat sih kita bangun pagi?!" karena untuk kesekian kalinya kita telat bangun dan berdampak terjebak in routine traffic jam madness kota jakarta. kebetulan sehari sebelumnya gue baru membeli buku "Allah Maha Pemurah Maka Engkau Gampang Menikah" oleh Ustadz Yusuf Mansur. tak disangka-sangka, gue menemukan bagian yang sukses membuat gue mewek sampai gak bisa membacakannya buat adit tanpa membuat suara jadi ciut dan berulang-ulang menyeka sudut mata :')

"Ketika saya jalan-jalan ke toko buku di kawasan Senen, saya membaca sebuah puisi yang membuat air mata saya menetes. Ada sebuah tulisan yang sangat menggugah hati saya.

'Alangkah nikmatnya orang yang bisa bangun pagi. Betapa bahagianya orang-orang yang bisa melihat fajar. Betapa bahagianya orang-orang yang bisa melangkah shalat subuh ke masjid, menghirup udara segar, merasakan desiran angin, merasakan segarnya udara pagi. Betapa indahnya kubayangkan, ketika tangan kanan menuntun istri dan tangan kiri menuntun anak. Betapa enaknya seorang ayah yang bisa bercanda bersama anaknya ke mesjid.'

Ternyata, tulisan itu dibuat oleh seorang ayah yang sudah 15 tahun merindukan kehadiran seorang anak. Ya Allah, dia yang tidak punya anak saja bisa membayangkan hal itu, sedangkan saya yang punya anak tidak pernah membawa anak saya shalat subuh ke mesjid."

*sniffs*
*counts my blessing*

6 comments:

  1. plakkkkkkk.....thx 4 reminding :(

    ReplyDelete
  2. :((((((((( gw malah blom kepikiran...huhuhu

    *lempar pikiran ttg tas ke tong sampah*
    ..............
    .............
    *ngais kembali....simpen utk bbg*

    ReplyDelete
  3. Responnya Nisha juara banget deh, bawa-bawa tas xD

    ReplyDelete
  4. Ubeeee swiiiiiiiiiiiit! Aku jd pengen baca bukunya @__@ Adakah e-booknya?? :DDD Ceritain dong Ubbbb xxx

    ReplyDelete
  5. ubb aku tak tau versi e-book buku ini ada atau gak :(
    tapi kamu bisa pinjam punyaku kok kalo nanti udah balik ke sini... hihihi. isi bukunya sih tentang 'metode' mencapai keluarga samara baik bagi yang sudah berkeluarga maupun yang belum. it's quite interesting actually, kuceritain lewat email deh.

    ReplyDelete