di post ini gue mau mengenang potongan perjalanan yang nggak ada di itinerary. ya itinerary-nya juga begitu doang, sih, hehe. but these parts of the trip feels nice to recall, because this is the part where we allowed ourselves to be impulsive.
what are those random bits?
- walking down the cultural Arab Street

kita ke sini dua kali. pertama, pas Adit ngajak nyobain Zamzam Restaurant yang konon terkenal enak. sesudah makan kita jalan-jalan santai aja dari Arab Street sampai Haji Lane. berhubung sampai di situ udah maghrib, walhasil nggak ada dokumentasi foto warna-warni a la Haji Lane haha. btw, makanan di resto tadi kurang sesuai selera gue yang sudah membayangkan hidangan khas timur tengah kaya rasa. like I said, the food mostly tastes bland in Sing (or maybe I'm just missing my daily dose of MSG? fat chance it is!).
kali kedua ke Arab Street adalah sesudah trip ke Singapore Zoo. sampai di situ masih jam 4 sore, jadi masih terang dan bikin semangat ngider-ngider (meskipun sejatinya kaki sudah lodoh habis muter-muter di zoo).
pertama-tama, kita ngemil tjantik di 20 Grammes Cafe. ke sini karena gue penasaran pengen nyoba waffle itemnya.
![]() |
| pretty convincing! |
![]() |
| the charcoal waffle. verdict? hmm 7 out of 10 deh. lebih enak waffle original-nya |
![]() |
| silakan zoom in untuk melihat operational hours-nya hakhkahak |
puas di 20 Grammes, kita pun muter-muter di seputar Arab Street. tanpa sengaja, kita menemukan semacam sebuah "gem" tempat makan: it's Kampong Glam Cafe!
gue liat di tripadvisor banyak banget review bagus tentang tempat ini. so let's give it try lah... (untungnya masih banyak space di perut buat makan berat tepat sesudah makan cantik. the perks of banyak jalan kaki...).
![]() |
| our feast. perdana nyoba kopi halia (kopi tarik pakai jahe), and boy it's delish! |
hidangan yang kita coba memuaskan rasanya, udah gitu nggak pricey samsek, dan suasana makan-di-pinggir-jalan-sore-hari juga menambah poin.
dari Arab Street, kita jalan kaki sampai ke hotel. kondisi kaki yang gempor terlupakan sejenak berkat hawa easy breezy afternoon, trotoar yang nyaman buat pejalan kaki, dan pemandangan serupa di bawah ini:
- strolling around the hip and eclectic Tiong Bahru
kita ke sini di hari ke-5, which is our last day in Singapore.
sejujurnya di pagi hari gue udah merasa tepar banget. literally had no power in my body. akhirnya gue berbaring di kamar aja sembari nungguin Bumy dan Adit berenang.
sampai lalu sekitar jam 10an, terasa mulai ada kekuatan untuk jalan kaki dan menaiki bis. we decided we wanted to explore the hip Tiong Bahru area.
kita makan siang di Tiong Bahru Market - yang terasa very alive and appealing. makanannya juga enak-enak! no fast food, no bland dishes. sesudahnya, kita berkeliling, foto-foto, dan juga mampir ke beberapa toko. it's a nice experience I would love to repeat.
sekitar jam 3, kita pun balik ke hotel untuk ngangkut koper dan naik Uber ke Changi.
kelar, deh, reportase liburannyaaa... haha.
Alhamdulillah perjalanannya lancar, dan cita-cita Adit untuk "lebih banyak liat pemandangan" pun tercapai.
kiranya boleh menyusun wishlist for our next trip, we would like to visit
- more parks
- more 'cute' bookstores
- Holland Village
- Gardens by the Bay maybe?
- and museums, I guess.
see you again, Singapore!


































No comments:
Post a Comment