25/11/2015

#relationshipgoal

kalau lagi melancong ke ranah tumblr atau twitter, sekarang ini gue kerap menemukan postingan anak-anak muda (uhk!) berupa foto mesra pasangan entah-siapa, yang dilabeli dengan caption "#relationshipgoal."
biasanya foto tersebut nggak cuma mesra, tapi juga beautifully edited, dan menggambarkan keunikan/keasikan/kekerenan tertentu. entah ada yang lagi mandi bareng di bathtub (tapi dibikin artistik dan nggak NSFW bangetlah haha), atau lagi hiking ke gunung berdua, atau nonton konser, apalah apalah. 
dengan kata lain, foto-foto itu layak ditempelin #relationshipgoal karena emang membuat yang liat jadi mupeng. 


kira-kira yang semacam inilah :))) (pic from here)

trus gue inget-inget, gue juga 'mengukir' semacam #relationshipgoal sejak jaman SMA-kuliah-muda dulu. kalau sekarang gue masih abege/kuliah, pastinya gue bakalan seperti abege jaman sekarang: getol meretweet postingan foto-foto yang membuat mupeng itu. sayangnya (atau untungnya?) dulu belum ada socmed. 

karena emang, kalau diliat lagi sekarang, #relationshipgoal gue waktu SMA dulu culun banget xD - not to mention '90s abis nuansanya. 
berhubung gue anaknya (pemimpi yang) visual, jadi gue membayangkan #relationshipgoal berupa adegan ala-ala video klip: 
ceritanya gue lagi pulang bareng sesecowok yang lagi gue taksir, kita jalan berdua dan POV-nya seolah diliat temen-temen gue dari belakang. nggak ada yang spesial macam gandengan tangan, rangkulan atau amprokan, sih. sekadar jalan berdua.. seraya diliatin orang-orang... hakahakak. 
iye norak xD dan gak jelas banget! 
tapi dipikir-pikir... khayalan itu simpel banget juga, sih. serasa tujuan hidup udah terpenuhi cuma dengan bisa menggandeng cowok idaman pulang sekolah bareng. 

berlanjut ke jaman kuliah, #relationshipgoal gue berubah menyesuaikan dengan minat dan aktivitas gue saat itu, yaitu... jadi grupis band temen. hahahahah maklum anak muda!  

jadi #relationshipgoal saat itu ya nggak jauh-jauh, kepengen punya pacar anak band yang bisa diajak menikmati dan 'diskusi' soal musik, kencan nonton konser, dibikinin lagu, begitu-begitulah *muntah* kekekek. 

pas udah lulus kuliah, #relationshipgoal gue berubah jadi lebih.. apa ya, "dewasa" mungkin. bisa ditebak 'kan, kalau visi yang ada di kepala gue adalah kewong. kebeneran, waktu itu ik juga udah berhijab, jadi cita-citanya kepengen membina keluarga samawa dengan calon imam yang baik pula. ahsek. meskipun umur baru 21, pengennya sih buru-buru nikah. seriously, daripada dicerewetin sama nyokap melulu... 

(dan baru tersadar beberapa tahun kemudian betapa ngaconya pertimbangan tsb huahahha).
saking "serius"nya beta punya cita-cita, gue sampai bikin daftar, loh, berjudul "10 things I want in a man." more or less 10 lah, agak lupa pastinya berapa. tapi intinya, gue me-list down satu demi satu kualitas apa aja yang perlu dimiliki lelaki idaman gue itu. 
yang keinget sampai sekarang, gue menginginkan cowok/pacar/suami gue kelak orangnya percaya diri, maksudnya he can lead tapi nggak bossy atau songong. dia bisa ngomong sama orang asing atau di depan publik - hal-hal yang gue nggak berani lakuinlah. 
'kualitas'nya juga meliputi urusan fisik, kayak badannya harus lebih tinggi dari gue, badannya nggak kerempeng tapi juga nggak kegendutan, bisa nyetir, dll. pokoknya selain buat jadi pacar, bisa merangkap buat partner ke kondangan, supir pribadi, dan sandaran nafkah hidup. 
(kenal istilah "mestakung" 'kan? well as strange as it may sound, beberapa bulan setelah gue nyusun daftar itu, gue kenal si A yang kelak menjadi pacar dan suami... alhamdulillah yaa).



tapi selain kewong, gue juga punya visi #relationshipgoal yang lain, siik... yang lebih romantiz, yaitu road trip berduaan. untung ternyata adit juga suka road trip (padahal kayanya kelewat ditulis di wishlist, hehe). tapi pas udah dijalani, kalau dalam khayalan getting lost seems fun, kenyataannya, ya repot juga. malah kadang jadi kepancing berantem! 

trus ketika udah nikah dan akhirnya hamil, #relationshipgoal gue mengambil bentuk imaji mengurus anak dengan penuh kehangatan sama suami. tercapaikah? well, ternyata raising a kid is a d*mn hard work. penuh dengan keringat, airmata, dan teriakan, hahaha. 



boro-boro bisa terlihat mevvah begini pas baru punya anak. yang ada badan kurus kering karena ngASI, muka demek karena kurang tidur, dan... banyak cicilan :)))

kalau gue review sekarang, pas usia 20an, #relationshipgoal gue terasa kental dengan idealisme. maunya pasangan harus begini, begitu. gue kekeuh dengan apa yang gue percaya sebagai hal yang 'bener.' jadi, kebayang 'kan, hubungan gue isinya ngotot-ngototan terus? penyebabnya tak lain ya karena gue menuntut perfection. 


selain itu, lagi-lagi mungkin karena masih usia 20an, gue cenderung nggak sabaran, maunya dapat hasil memuaskan secara instan. padahal baru gue ketahui di kemudian hari, kalo yang namanya hubungan - apapun dan dengan siapapun - selalu perlu diusahakan. dan usahanya itu banyaaakkk... seperti maintenance hubungan, mengembangkan diri jadi lebih 'dewasa,' sampe berinvestasi! investasinya bukan (cuma) dalam bentuk reksadana atau properti, tapi berupa waktu, pengalaman (indah), kesetiaan... dan lain-lain. sebelum gue 'ceramah' lebih lanjut, sebaiknya dipasang disclaimer yah kalau gue bukan pelaku relationship teladan. cuma tau teori, itupun kulit-kulitnya aja. :)))


anyways, meski curhatan kali ini berisiko mengumbar aib, tapi seru aja rasanya kilas balik.. gue bisa sekalian mengevaluasi juga seberapa banyak 'selera' #relationshipgoal gue berubah setelah sekian tahun. 

Adit pernah cerita tentang pendapat temennya. menurut orang itu, fase tersulit dalam pernikahan itu ada di 5 tahun kedua, atau menjelang 10 tahun. kita berdua heran dengernya... karena kalo di kasus kita, 5 tahun PERTAMA itu justru yang bener-bener sulit banget! 
tapi menurut temennya Adit, fase 5 tahun kedua dianggapnya tersulit karena saat itulah timbul pertanyaan atau protes di diri masing-masing insan, "kok lo masih kaya gini aja sih? kok lo gak berubah sih? padahal gue udah sabar banget loh selama ini ngadepin elo yg kayak gini/gitu dan berharap elo bisa berubah." 
kondisi yang kita hadapin emang berbeza... hubungan kita justru struggle to survive di 5 tahun pertama. protes-protesnya ya terjadi saat itu, "kok lo gini banget sih? nah elo kenapa kaya gitu banget? ubah dong! gak suka deh gue!" jadi SEPERTINYA, di perjalanan 5 tahun kedua ini, kita semacam yang "ah dia mah emang begitu. mending gue beginiin aja, deh." 
rasanya, sih, begitu... again, i'm no expert. 



sekarang, kita menuju 8 tahun perkewongan dan gue udah di usia 30an (yay?). pastinya #relationshipgoal gue juga berubah, dong. tapi ada yang nggak berubah, gue masih pemimpi yang visual haha, jadi gambaran #relationshipgoal yang ada di pikiran gue sekarang adalah

- rutin olahraga bareng, setiap hari kalo bisa! sama
- keliling dunia! sama yang di bawah ini nih..


tema: duniavvi :)))
tapi, #relationshipgoal seharusnya nggak melulu hal-hal di permukaan, ya. maksud gue, nggak selalu harus sesuatu yang visible, yang bisa difoto dan diedit seindah mungkin. in terms of 'untangible' things, sepertinya gue juga perlu menyusun #relationshipgoals. 
hmm, let me think... 
goals gue kayanya ini:
  • bisa bergerak maju dari kesalahan-kesalahan masa lalu. move on yang bener-bener dadah babay sama past mistakes. nggak ada ngungkit-ngungkit, nggak berkubang dalam penyesalan, dan nggak ada self-blaming.
  • orbit dalam setiap hubungan ada di diri GUE. instead of pusing mikirin kenapa dia gini, kenapa dia gitu, gue mau bisa secara otomatis fokus sama apa yang bisa GUE lakukan. lagian, dengan fokus di diri sendiri, akan berasa sih, kayaknya, kalo diri ini buanyaaakkk banget kekurangan yang perlu diperbaiki. jadinya moga-moga malu hati untuk menuntut ini-itu ke orang lain padahal... (isi sendiri dalam hati). 
  • gue juga terinspirasi dari kata-kata yang ditulis sama @nadiahf di salah satu postingan fotonya, it says "Imagine being reunited with your family in jannah, that is the definition of success." wow... saya juga mauk, ingin! 



samawa banget ya ceu!

gue inget, setiap gue ulang tahun, Adit selalu doain "semoga kamu bisa lebih dewasa, yaaa..." tahun demi tahun, doa itu pasti disebut! awalnya sih sensi yah, gue. meskipun sadar banget kalo gue emang... begitu. hehehe. 
tapi, sekarang gue juga diem-diem mengamini doanya ituh. semogaaa gue lebih dewasa, yang berarti akan lebih bisa berempati, nggak impulsif, mikir sebelum bertindak, dan yang terpenting, mampu menanggung konsekuensi. 
kebetulan, tanggal anniversary kita cuma beda satu hari sama hari ulang tahun gue. semoga doa-doa dese untuk gue itu bisa terkabul, hingga memberi efek positip juga pada pernikahan kita.

di tafakur sering dibilang, "suami atau istri itu mitra taat kita; kadang bisa jadi sumber kebahagiaan, kadang bisa jadi ujian." 
makanya... banyak maklum deh sama sang mitra taat ini! (colek Adit)  

now tell me, what's your #relationshipgoal?

No comments:

Post a Comment