06/11/2014

ordinary monday

monday monday here again in dishevelled attire...*)

gini deh, dari bangun tidur pun udah 'lecek' karena malamnya telat naik kasur dan pagi-pagi nemenin suami masak. but! alhamdulillah setelah berjibaku dengan macet, mules sampai mendengking-dengking (di tengah macet), drama anak nggak mau dilepas ke sekolah, lupa bawa charger laptop, kriyep-kriyep ngantuk di tengah hari, dan lain sebagainya, here we are, surviving thru the day and weekend as well.

weekend kemarin lumayan berkualitas, karena sabtunya adit bolos ngampus, hehe. biasanya 'kan dia ngampus seharian dan gue kabur ke mrican bawa bumy supaya nggak garing di rumah aja (dus, mesti masak!).
dia bela-belain bolos karena kebetulan sekolah bumy ngadain Science Fair dan si anak bakalan "tampil" memeragakan eksperimen science. format acaranya bener-bener "fair" alias pameran, jadi ruangan-ruangan di sekolah sampai ke halaman disulap jadi lorong pameran berisi booth-booth dengan eksperimen sciencenya masing-masing. booth bumy meragain "capilarity." 
overall, science fairnya seru, bisa sekaligus jadi showcase kemampuan murid-murid - bukan cuma yang preschool, tapi juga level SD - dalam berbahasa inggris dan pemahaman pelajarannya. ngasih gambaran buat kita kalau mau nyekolahin sampai SD nanti. 








anyways, we spent the rest of the day visiting rumah eyangnya bumy, trus ke mrican buat tidur siang (oh joy!), lalu nitipin bumy ke oma karena mau "kencan"... dengan terapis masing-masing di Bersih Sehat hahaha. aih bahagia banget rasanya disentuh lagi oleh ibu-ibu BS xD
di perjalanan menuju ke BS, it was just the two of us in the car. tiba-tiba tercetus, "are we turning into a boring couple?" 
karena, ada banyaakkkk pilihan aktivitas untuk dilalui di malam minggu. lagi bisa berduaan pula; tapi bukannya liat pameran apa kek, kencan di tempat-tempat lucu apa kek, nonton, ke bedah buku, liat mini konser, or anything yang susah dilakuin kalau bawa anak, kita malah.... 
(emang sih, dipijit adalah sesuatu yang sedang kita butuhkan saat itu... instead of any soul-charging activity.)
adit menghibur, "nanti ada waktunya lah untuk yang begitu-begitu." x))

"untungnya" perjalanan dari rumah nyokap ke tempat BS di taman ubud macet, jadi kita sempat ngebahas yang lain-lain; quality time tercapai jadinya hehe.
salah satunya kekhawatiran gue soal proses adaptasi bumy di sekolah barunya. tadinya 'kan dia sekolah cuma sampai jam 11, sekarang sampai jam 1:30 siang. dia emang suka ngeluh capek, dan juga "sekolahnya nggak seru." mungkin karena semua aktivitasnya 'terarah' dan 'serius', yah? yang gue ucapin ini kesan semata, sih, karena gue liat anak-anaknya nggak pernah terlihat lari awur-awuran pas outdoor time.
udah gitu, montessori time juga butuh ketekunan dan kehati-hatian meskipun yang dilakuin hal-hal sederhana kaya menjepit makaroni dsb. 


tapi gue dan adit perhatiin perkembangan bumy dalam sebulan sejak bersekolah di tempat baru pesat banget.
untuk pemahaman agama, dia udah hapal al-fatihah dan bacaan-bacaan sholat, udah bisa wudhu, iqomat, bahkan ngingetin kita sholat. waktu awal dia 'pamer' kebisaan ini, gue terkaget-kaget, tapi trus nyadar kalo "o iya ya 'kan sekolahnya sekolah islam."

perubahan lain yang keliatan adalah dia bisa tekuuunn melakukan sesuatu selama berpuluh-puluh menit. nggak tau juga apa kaitannya erat dengan no more tv and gadget. tapi dia jadi lebih antusias buat menuangkan cerita lewat gambar, crafting, dan latihan nulis padahal nggak pernah gue suruh. untuk yang terakhir ini, dia sekarang emang jadi kepo sama huruf dan cara membaca. sama berhitung juga! kemarin dia nanya, "2 tambah 2 jadi 4 ya ma?" dia peragain ngitungnya pake jari tangan. "trus kalo 5 + 5? tu wa ga pat... sepuluh ya?" 

yang lainnya ya tentu aja soal attitude, sekarang dia hampir selalu makan sendiri, bilangnya, "anak (menyebut nama sekolahnya) 'kan kalau makan sendiri!" nyiapin baju sendiri, udah gitu eager banget bantu-bantu di rumah xD 


gue ngebahas ini semua bukan bermaksud defensif atau nyeneng-nyenengin hati, sih... well, maybe in a way iya juga, hahaha. gue mencoba mengubah perspektif dengan meyakini kalau sekarang ini bumy lagi menjalani proses adaptasi. dan seperti yang kita tau, other than that IT TAKES TIME, bergerak keluar dari comfort zone pastinya memberikan efek ketidaknyamanan.... 


an "addict"'s step to recovery haha
masih soal sekolah, ada satu kejadian yang jadi eye-opener buat gue. tadi pagi, kita lewatin sebuah SMA digit, dan adit bilang, "itu si A kenapa nggak disekolahin di situ aja, sih? kenapa harus homeschooling yang mahal dan jauh dari rumahnya?"
A ini keponakan gue yang somehow nggak cocok di sekolah konvensional. not that he has learning disabilities or anything sebenernya, cuma secara psikologis nggak cocok. dia "anak tante" banget karena dibesarkan oleh tante-tantenya yang semuanyaaa nurutin apa mau dia. misalnya, dia gak bisa makan XYZ, kalau hujan gede harus 'berlindung' ke mall, nggak bisa naik angkot, dst. in short, dia dibesarkan oleh fasilitas pelindung.
gara-gara bahas si A, adit jadi kepikiran "mungkin dengan kita pilih sekolah bumy yang sekarang ini, kita bertindak sebagai fasilitas belajar buat dia, karena kita keluarin dia dari zona nyamannya untuk menuju perbaikan."
yeah, that's a new way to look at it.

lagian, adit juga sekarang ini makin sreg, karena menemukan temennya nyekolahin 2 anaknya di sekolah yang sama. yang satu udah SD pula. ya khas cowok kalo shopping... udah nemu yang sesuai kebutuhan trus ya udah, beli. sementara gue? maunya liat semuaaaa pilihan yang ada sebelum memutuskan, hehehe. 

masih soal si mas, terlihat perkembangan juga dari les-lesnya (cuma dua kok hehe). permainan electone-nya tergolong baiklah. emang kita belum beliin electone, sih, latihannya masih pake piano ELC (yang padahal tidak direkomendasikan buat latihan oleh kakak guru, karena tutsnya nggak selembut electone, nadanya juga nggak tepat sama). awal-awal mainin not di electone, bumy suka frustasi karena merasa itu susah dan dia nggak bisa. tapii gue ajak dia sering-sering latihan di rumah. iya, pake piano ELC itu! xD
gue semangatin dia pake omongan, "mi, tuts yang di sini agak susah ya dipencetnya? nggak gampang kayak electone?" dia jawab, "iya ma!"
gue bilang, "nah, kalau bumy bisa mainin lagu dengan bener di piano ini, nanti di electone akan jauh lebih mudah, mi!" 

pas di kelas les, gue ingetin, "tuh kan, mi, lebih gampang 'kan mainnya?" dan dia ngangguk-ngangguk kesenengan hahaha. berkat sering latihan (meski nggak di electone beneran), dia jadi lebih pede untuk main, dan nggak lagi gampang frustasi kalau salah atau nemuin kesulitan.
yaah, metode gue kemungkinan besar ngawur, siih, hehe.
gue dan adit belum beliin electone selain karena harganya muahal, juga takut anak kehilangan minat di tengah jalan. maklumlah, kelas menengah yang di tengah-tengah banget, jadi sebisa mungkin meminimalisir risiko. :)))
di les renang juga kemampuannya berkembang dan makin berani. yeah, apapun yang dia pilih nantinya sih kita nggak bakal bisa maksa, emang... cuma bisa "mengarahkan" (OMG can't believe i'm finally repeating my parents' line).

once more soal si mas, a couple of weeks ago dia ikutan lomba lari pertamanya, yaitu di jakarta kids dash run di ancol. 800 meter sahaja, tapi dia buanggaaa banget bisa finish. malah jadi penasaran, "kapan nih bumy lomba lari lagi?" -___-
kalo gue lihat, dari ikutan lomba lari ini, dia belajar sportivitas. doi 'kan karakternya kompetitif dan cenderung nggak mau kalah, ya; misalnya lagi main sama Naya trus adu entah-apalah, kalau kalah, komentarnya "aah, kamu curang!"
tapi pasca lomba lari ini, dia jadi tau kalau yang menang adalah yang lebih kuat lari. jadi, nggak ada tuh komen curang-curang dari mulutnya. dia malah kagum sama yang menang, karena dia ngerasain ngos-ngosannya nyelesaiin lari sampe ke garis finish haha. 




atas before, bawah after :))

sebagai penutup, ada foto-foto dari reuni bumy sama temen-temen sekolah lama. bukan cuma bumy yang reuni, tapi emaknya juga! udah kaya jumpa fans aja deh, temen-temennya pada histeris saat ketemu. xD 
ihik, lagi-lagi maaf, ya, nak, mengeluarkanmu dari zona nyaman. semoga kita bisa belajar banyak hal baru dari perubahan ini, dan semoga jadi bertumbuh lebih baik lagi #mencobabijak







*): dicomot dan dimodif dari "sunday, sunday"-nya blur hehe...

No comments:

Post a Comment