Kisah 1.
Gue : Bumy tadi makan pakai apa?
Bumy : (J)engkol. (dengan gestur menganggukkan kepala dan senyum manis).
Kisah 2.
Bumy main sendiri di atas kasur, dengan guling sebagai pemeran pembantu imajiner. Gue nguping ocehan dia yang seolah sedang ngobrol sama si guling, "Mama marah-marah. (Bilang) 'Bumy! wacuwakaguwuguwawa!'" trus plok! plok! plok! Doi nabok pahanya sendiri bertubi-tubi. Sungguh, gue bukan pelaku KDRT!
Kisah 3.
Bumy takut sama capung. Sepertinya sih gara-gara disodorin capung sama bokap gue (mungkin maksudnya supaya Bumy familiar sama serangga -__-). Weekend kemarin gue sempat memanfaatkan ketakutannya ini sebagai ancaman saat lagi nyuapin doi makan. Tapi gue sadar itu nggak bener (haha), jadi tadi malem gue coba mengarang cerita dengan tokoh utama capung, supaya doi gak takut lagi. Nama tokohnya si Cepi, capung yang baik hati, sopan, dan pintar (sugesti terselubung). Sepertinya sih Bumy suka sama kisah si Cepi, semalem sampai jam 10 lewat doi serius dengerin dongeng gue dan begitu selesai satu babak, doi bilang "Lagi! Cerita capung lagi!"
No comments:
Post a Comment