18/11/2011

TSI Trip


minggu lalu, akhirnya kami berhasil merealisasikan rencana ke Taman Safari Indonesia (TSI). udah lama berangan-angan bawa Bumy ke situ karena dia udah mulai kenal binatang-binatang, gue bayangkan it would be exciting.

Sabtu lalu, kita jalan dari rumah di Karawaci jam 6:30 pagi. barang-barang yang gue siapkan selain baju dan makanan, adalah lima jenis mainan yang berbeda dan lima buku bacaan. sebetulnya ini perjalanan agak jauh ke-tiga setelah tempo hari ke Sukabumi dan Bandung, jadi gue nggak begitu overprepared. walaupun tetap sedikit gentar Bumy kumat cranky-nya kalau jalanan macet dan dia udah nggak betah di carseat. tapi Bismillah kita berharap semoga semuanya lancar-lancar aja.

saat memasuki tol Kebon Jeruk, gue bilang ke adit, "beb, hati-hati" dan langsung ditiru sama si little imitator "bee, bebii, ati(ati)" berrrrkali-kali hahaha. perjalanan sampai keluar tol Jagorawi lancar, jam 8:30 kita tiba di exit tol Puncak. mulai deh ngantri. heran juga pagi-pagi udah macet.
setelah merayap sekitar 30 menit, kita sampai di TSI. awalnya kita sempat mau naik bis supaya kita bisa dapat penjelasan dari guide dan karena gue deg-degan melewati kandang binatang buas (biasalah, emak parno). tapi saat kita tanya ke petugas "pak, bisnya kapan berangkat?" dijawab dengan "nggak tau, nanti nunggu penumpangnya agak banyak." sementara kita liat di 'terminal'nya cuma ada 3 orang calon penumpang. jadi kita putuskan masuk pakai mobil pribadi aja. 


perjalanan di tengah satwa lancir-lancir aja, pengunjung masih sepi, jadi masing-masing mobil bisa cuek berhenti di satu tempat satwa agak lama. kita keluar dari tempat satwa dan masuk ke theme park-nya sekitar jam 10:15. ternyata, konter mainan maupun show satwa baru mulai jam 11 teng. akhirnya kita jalan-jalan aja, Bumy main perosotan, dan kita foto sana-sini.
saat akhirnya sudah jam 11, kita malah memutuskan untuk turun (maksudnya kembali ke arah tempat parkir), karena perut udah lapar. pertimbangan kita saat itu antara lain:
1. mainan-mainannya belum ada yang bisa dinaiki Bumy sendirian, dan kondisinya nampak kurang sophisticated.
2. ada family gathering sebuah (later we knew ada 2) perusahaan, dan show satwa tertentu sudah di-booking mereka. jadi penonton jelata macam kami cuma bisa nonton dari samping-samping arena penonton yang duduk. males juga yah bo.
3. kita berniat makan di Rindu Alam, bukan di kawasan TSI. khawatir perjalanan naik udah macet, jadi kita putuskan segera capcus dari TSI.

sebelum sampai di tempat parkir, kita mampir dulu ke toko souvenir. menurut gue sih barang-barangnya berkualitas biasa aja, dengan harga yang hampir overpriced. tapi 'mahal'nya sih masih wajar, gak ngerampok banget. ragam barangnya juga gak unik, jadi nggak begitu mewakilkanlah untuk jadi souvenir.
dari situ, kita mampir lagi terlebih dahulu di konter kereta mini yang mengelilingi Baby Zoo. awalnya sih penumpangnya cuma kita plus satu orang anak usia 7 tahunan (iya sendiri aje gitu dia). tapi saat kereta mau berangkat, ada lagi serombongan keluarga terdiri dari 7-8 orang.
tentang kereta mini itu, i think it should come with a warning. bukan apa-apa ya bo, gue kira lintasannya cuma mengelilingi Baby Zoo aja. ternyataaa ada bagian di mana kita melintasi bangunan semacam gua buatan, gelap, berisi dinousaurus-dinosaurus yang bergerak-gerak dan pake sound effect yang lumayan bikin takut! yahh karena gue emang bernyali mini, emang gampang takut aja bawaannya. adit sih cuma cengar-cengir. poin lain yang bikin deg-degan, gue khawatir bumy juga takut dan teriak-teriak nangis! tapi alhamdulillah selama di dalam dia cuma ngeliatin dino-dino berisik itu sambil melongo, bahkan sempat bilang ke gue "gapapa... gapapa!" hahaha.

Bumy di Cimory

dari situ kita capcus ke Rindu Alam, lalu turun dan berhenti untuk snack sore di Cimory. dari info lalu lintas di twitter, arus buka-tutup di puncak dijadwalkan jam 3 sore, tapi ternyata kita baru boleh turun jam 4:30 sore aje. jadi yah garing juga nunggu. perjalanan di tol dalam kota merayapppp, dan begitu memasuki tol Kebon Jeruk malah ngantri kayak hari kerja, huhuw. Bumy udah mulai cranky, minta nenennn terus. di rest area Tangerang, kita berhenti untuk beli nasi padang, baru deh balik ke rumah. 

at Rindu Alam
gue dan adit memberi konklusi untuk trip kita tadi.
1. agak males juga mengulangi jalan-jalan ke puncak, karena kita bawaannya parno ketemu macet. karena macet sudah menjadi menu sehari-hari, we keep trying our best to avoid it, and it's kinda tiring! jalur puncak sendiri gak bisa diprediksi, jam buka-tutupnya gak selalu on time. belum lagi perjalanan kita sendiri menuju Karawaci masih juga padat.
2. agak males juga mengulangi wisata ke TSI. gimana yah, kurang seru aja. mainan dan fasilitasnya juga kurang bagus. mengenai ini, malam setelah sampai di rumah, gue tau dari Nisha dan Lia kalau terjadi kecelakaan di kereta wisata TSI. sepertinya sih bukan kereta mini yang kita naiki, melainkan kereta macam odong-odong yang digunakan untuk keliling TSI.
3. tapi lumayanlah, Bumy excited juga liat binatang apalagi saat kuda atau llama menghampiri dan menjilat-jilat jendela mobil.

ohya di jejeran foto ini hampir gak ada foto satwanya, haha. adit nyetir sementara Bumy malah menolak duduk di carseatnya saat kita lagi melintasi tempat satwa. jadi gue harus megangin Bumy deh dan kamera terlupakan. 
please find more photos at my other blog

No comments:

Post a Comment