buku yang sedang giat gue baca adalah "Membesarkan Anak Hebat dengan Metode Montessori." sebenarnya sih kata "heybat"nya agak mengganggu buat gue, karena visi gue untuk anak bukan jadi hebat yang jenius atau superior, melainkan anak yang bahagia dan percaya diri. tapi ternyata isi buku ini gak se-pretentitious judulnya. gue begitu menikmati membaca buku ini karena menjelaskan cara berpikir anak, cara menstimulasi anak, dan bagaimana menyediakan tempat hidup yang baik bagi anak. praktis, plus dengan alasan yang masuk akal.
bab awal buku menjelaskan tentang sejarah montessori dan kenapa metode montessori direkomendasikan bagi anak. jadi, awalnya si maria motessori ini memperhatikan bahwa anak umur 3-4 tahun senang mempelajari keterampilan hidup sehari-hari, seperti merawat sekolah, menyiapkan makanan, dan membantu memelihara kebersihan lingkungan. gue quote dari buku:
"anak yang diperlakukan dengan hormat (merasa dihormati) dan didorong untuk mencoba keterampilan baru, secara emosi akan lebih berkembang dibanding anak yang hanya disayang dan dimanja."
jadi, metode ini mengaitkan kedua pemahaman tersebut. untuk membesarkan anak yang percaya diri, kita perlu membuatnya mandiri. anak sendiri menyukai membantu orang dewasa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga hal itu bisa dijadikan media menumbuhkan rasa percaya dirinya.
di montessori, anak-anak bebas memilih aktivitas, mau berjalan-jalan sendiri, atau berkreasi sendiri. guru cuma membantu memilihkan aktivitas yang menghadirkan tantangan dan eksplorasi baru. nanti ketika anak selesai main, anak-anak mengembalikan mainan ke tempat semula. karena itu, diperlukan ruangan yang nyaman dan teratur untuk anak. buat rumah lebih aman untuk anak, dengan 2 tujuan:
1. membantu anak lebih mandiri dan percaya diri, dengan mengedepankan prinsip keamanan dan kesehatan
2. merancang rumah yang mencerminkan keindahan dan keteraturan
anak juga memiliki yang disebut masa peka, yaitu masa untuk mempelajari suatu keterampilan dengan cepat dan hampir seperti tanpa usaha, di mana kondisi tersebut bersifat sementara. begitu anak menguasai suatu keterampilan, masa peka menghilang.
misalnya untuk usia 0-6 tahun, masa peka anak adalah untuk keterampilan bahasa. 2-6 tahun untuk musik, keramahan dan sopan santun, serta panca indera.
bab paling penting yang merupakan esensi metode montessori ada di bab "help me to do it myself." di sini dijelaskan bahwa pelajaran hidup untuk anak dibagi menjadi 3 hal, yaitu perawatan diri sendiri, tugas sehari-hari di rumah, dan sopan santun dan keramahan. di sini dijelaskan bagaimana cara kita sebagai orangtua mendorong anak mencoba keterampilan baru.
isi buku selanjutnya adalah tentang parenting, bagaimana menciptakan suasana penuh cinta, menangani tantrum, dan pendekatan positif untuk mendisiplinkan anak. kesimpulan gue, buku ini bisa dijadikan guidance untuk pengasuhan anak sekaligus parenting, dengan cara-cara yang sejauh ini sih sepaham sama gue. dalam artian mengedepankan kepentingan anak, bukan kepentingan orangtua untuk menjadikan anak super ini atau super itu. selain itu, gara-gara buku ini juga gue jadi semakin berhasrat membuatkan kamar yang "indah dan teratur" buat Bumy, ihik. menurut gue, buku ini recommended terutama untuk calon orangtua dan para orangtua baru, karena akan sangat membantu membentuk visi pengasuhan dan pendidikan anak.
bab awal buku menjelaskan tentang sejarah montessori dan kenapa metode montessori direkomendasikan bagi anak. jadi, awalnya si maria motessori ini memperhatikan bahwa anak umur 3-4 tahun senang mempelajari keterampilan hidup sehari-hari, seperti merawat sekolah, menyiapkan makanan, dan membantu memelihara kebersihan lingkungan. gue quote dari buku:
"anak yang diperlakukan dengan hormat (merasa dihormati) dan didorong untuk mencoba keterampilan baru, secara emosi akan lebih berkembang dibanding anak yang hanya disayang dan dimanja."
jadi, metode ini mengaitkan kedua pemahaman tersebut. untuk membesarkan anak yang percaya diri, kita perlu membuatnya mandiri. anak sendiri menyukai membantu orang dewasa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga hal itu bisa dijadikan media menumbuhkan rasa percaya dirinya.
di montessori, anak-anak bebas memilih aktivitas, mau berjalan-jalan sendiri, atau berkreasi sendiri. guru cuma membantu memilihkan aktivitas yang menghadirkan tantangan dan eksplorasi baru. nanti ketika anak selesai main, anak-anak mengembalikan mainan ke tempat semula. karena itu, diperlukan ruangan yang nyaman dan teratur untuk anak. buat rumah lebih aman untuk anak, dengan 2 tujuan:
1. membantu anak lebih mandiri dan percaya diri, dengan mengedepankan prinsip keamanan dan kesehatan
2. merancang rumah yang mencerminkan keindahan dan keteraturan
anak juga memiliki yang disebut masa peka, yaitu masa untuk mempelajari suatu keterampilan dengan cepat dan hampir seperti tanpa usaha, di mana kondisi tersebut bersifat sementara. begitu anak menguasai suatu keterampilan, masa peka menghilang.
misalnya untuk usia 0-6 tahun, masa peka anak adalah untuk keterampilan bahasa. 2-6 tahun untuk musik, keramahan dan sopan santun, serta panca indera.
bab paling penting yang merupakan esensi metode montessori ada di bab "help me to do it myself." di sini dijelaskan bahwa pelajaran hidup untuk anak dibagi menjadi 3 hal, yaitu perawatan diri sendiri, tugas sehari-hari di rumah, dan sopan santun dan keramahan. di sini dijelaskan bagaimana cara kita sebagai orangtua mendorong anak mencoba keterampilan baru.
isi buku selanjutnya adalah tentang parenting, bagaimana menciptakan suasana penuh cinta, menangani tantrum, dan pendekatan positif untuk mendisiplinkan anak. kesimpulan gue, buku ini bisa dijadikan guidance untuk pengasuhan anak sekaligus parenting, dengan cara-cara yang sejauh ini sih sepaham sama gue. dalam artian mengedepankan kepentingan anak, bukan kepentingan orangtua untuk menjadikan anak super ini atau super itu. selain itu, gara-gara buku ini juga gue jadi semakin berhasrat membuatkan kamar yang "indah dan teratur" buat Bumy, ihik. menurut gue, buku ini recommended terutama untuk calon orangtua dan para orangtua baru, karena akan sangat membantu membentuk visi pengasuhan dan pendidikan anak.
Pinjemmmm :p
ReplyDeleteeh gw punya, dan gw lupa taro mana...damn!
ReplyDeleteLove it Ub xxx
ReplyDeleteOgaaah ntar dibawa ke taiwan!! :p
ReplyDeleteSayang amat mak, nyelip di antara tumpukan buku resep dan parenting lainnya kali #pencitraan haha
ReplyDeleteBukunya 'positif' banget dehh be. Jadi tenang bacanya, dan semakin mendamba menciptakan iklim positif dan teratur juga di rumah sendiri.
ReplyDeletekok sekaran carinya susah ya mba..dulu beli dimana?
ReplyDeletedulu sih saya beli di rak majalah di supermarket Fo*d H*ll...
Delete