meskipun gue merasa diri gue rada ansos di kalangan ibu-ibu, tapi sempat juga gue terlibat mommy drama. waktu itu issuenya seputar (dan dengan orang-orang di) sekolah anak. lucu juga kalo dipikir-pikir!
ceritanya gini, di sekolah Bhumy yang lama, ada beberapa ibu yang melontarkan keluhan mereka tentang sekolah. beginilah, begitulah. sejujurnya, keluhan mereka itu juga sama seperti concern gue. makanya, beberapa bulan sebelum tahun ajaran kelar, gue udah rajin mensurvey beberapa sekolah lain. dari beberapa sekolah yang udah gue liat dan sambangi, gue simpulkan kalo sekolah (lama) Bhumy masih lebih unggul, karena banyak faktor bagusnya yang nggak gue dapetin di sekolah lain.
balik ke soal ibu-ibu yang ngeluh. waktu itu mereka memaparkan keluhan sambil misuh-misuh, bahkan percakapannya juga udah bernada destruktif menurut gue, karena pake nyinyir dan mocking. gue sendiri sebelumnya pernah mengeluh soal kekurangan sekolah itu secara terbuka, yaitu lewat grup WA juga. tapii ketika itu di chatroom, setelah melakukan "studi banding," gue merasa perlu nyampein kalo "woy, sekolah ini masih ada kelebihannya, loh." seenggaknya untuk menawarkan pandangan yang objektiflah, kalo nggak bisa menghibur ibu-ibu itu (ya nggak sih mereka perlu dihibur? 'kan udah repot misuh-misuh tapi nggak bisa nyari sekolah lain?).
eeh gara-gara itu gue dimusuhin, dong! x)))))
yang mana bikin gue heran... lha 'kan gue ngomong (eh ngetik) bukan berdasar emengan semata, tapi lewat survey dan bahkan trial di beberapa sekolah lain. sementara mereka? ngebandingin langsung kayanya juga nggak deh, cuma hearsay atau modal browsing.
bagian lucunya adalah, ibu-ibu yang "kontra" itu bikin grup WA sendiri. :)))) ditengarai supaya bisa bebas misuh-misuhin ibu-ibu lain yang nggak sepemikiran sama mereka. termasuk yang terkesan ngebelain kayak gue. mereka juga suka ngumpul-ngumpul sok eksklusif, padahal beberapa di antara mereka itu 'deket' sama gue. bukan kayak BFF or anything, tapi cukup suka berikrib-ikrib manislah 'ma gue. pernah juga satu dari mereka (sok?) kelepasan "eh nanti mau gini di X, kan ya?" yang gue respon dengan "oh ya? nggak tau, nggak diajak gue." zzz...
lalu gimana kelanjutan dari drama itu? well, gue sih udah mindahin Bhumy dari sekolah lama itu ya. sementara dedengkot grup WA tandingan itu sampai sekarang anaknya masiih setia ngendon di sekolah yang sibuk dikomplain itu. #tongkosongnyaringbunyinya :)))))
bagi gue, lesson learned dari drama nggak-penting-tapi-ngenekin itu mungkin
- gue jadi nggak mau terlalu aktif di chatroom grup manapun, apalagi grup ibu-ibu yang baru gue kenal. rawan salah persepsi, bo.
- jangan terlalu fanatik mencinta maupun membenci suatu sekolah. hahaha. biasa ajaa, malu 'kan kalo nanti dikecewain atau malah dibikin seneng sama itu sekolah?
- kalo udah kadung terlibat drama sama ibu-ibu kurang piknik, pilihannya cuma: hadapi, lawan, atau... tinggalin. akun socmed-nya tinggal dibikin mute. sapa seperlunya kalo ketemu. pokoknya minimalisir urusan, deh.
![]() |
| oh how we all wish for world peace :))) |
demikian curhat kali ini, wassalam.
kekekke.

No comments:
Post a Comment