| gambar dari sini |
i just lost the mood to ramble. atau lebih tepatnya, untuk mencurahkan isi hati dan pikiran sambil (berharap) dibaca orang. meski begitu, ada sesuatu yang gue sadari dari fase 'mogok' ngeblog kemaren, yaitu bahwa gue tipe orang yang mengkurasi bagaimana citra gue di mata orang lain. well, yeah, pretty much like most people in this socmed era, actually. gue cuma menunjukkan bagian diri gue yang acceptable; yang normal dan baik-baik saja. malah mungkin yang bisa 'mengesankan' di mata orang lain.
ketika gue lagi mumet atau generally feeling low seperti kemarin, i prefer to keep that part unseen. hidden. nggak diketahui orang lain, jadi gue nggak perlu mengakuinya, and just keep hoping it's only a phase that would soon pass.
but then i realize, that if i want to accept myself the way i am and if i want to learn to grow, then i need to deal with those weaknesses, or things that i perceive as weaknesses. so maybe by mentioning that i went through that phase of "not being okay" here, it can be one of the little steps to be better. i was a mess, yet i'm fine now, and that's just how human lives.
anyway, april was kind of a blur. i just kept moving from one gloomy feeling to another depressive mood and so on and so forth. kalau diingat-ingat apa aja yang terjadi, gue jadi bisa memahami sih kenapa sampe muram banget rasanya bulan itu.
Bumy sempat nggak masuk sekolah berhari-hari karena flu, nggak lama kemudian tiba-tiba mengeluh kakinya sakit. ternyata sendinya semacam bergeser and it took almost a week to recover. masih 'cuti' sekolah, ternyata sakitnya lanjut dengan demam tinggi beberapa hari karena ISPA. gue nggak sempat olahraga karena badan tepar dan literally nggak punya waktu. selain merawat anak yang sakit, gue juga harus bolak-balik ke kantor telkom slipi karena tau-tau dikabarin cuti gue nggak bisa diperpanjang. pihak HR yang terhormat (but no so resourceful it turned out) sendiri baru tau ada peraturan kalo perpanjangan cuti hanya boleh diajukan SATU KALI. jadi ya bubar jalanlah seluruh strategi gue untuk satu tahun ke depan. tadinya gue pikir bisa mengajukan balik kerja lagi bersamaan dengan Bumy udah masuk SD nanti. tapi ternyata sekarang opsi gue cuma mengajukan penempatan kembali jadi karyawan. sementara begitu dulu langkahnya. ini juga udah seminggu berlalu dan belum kunjung ada kabar dari HR telkom. kalo nanti ternyata ditempatin bukan di kantor wilayah Jaksel (yang mana kemungkinannya pun kecil banget), ya berarti harus resign dadah babay dari telkom. atau kalo ternyata nggak diterima untuk balik jadi karyawan lagi (there's a possibility, the HR assured), ya emang harus dadah babay juga, sih.
membeberkannya seperti ini terasa ringan aja, tapi pas menjalani proses ngambil keputusannya, beuh mumet banget. mikirin pro-kontra yang nggak abis-abis, berdebat sama adit, dan tentunya juga gundah gulana karena gue khawatir nggak punya safety net lagi berupa status employment di sebuah perusahaan BUMN besar. tapi seiring waktu, gue sadarin kalo gue emang perlu melewati semua kegundahgulanaan itu. pasti ada sesuatu yang Allah mau benamkan ke diri gue lewat hal-hal nggak enak ini. because sometimes the gift of God isn't wrapped the way you want it to be.
dan ternyata, hal tersulit dari menjalani hari-hari yang muram bukan cuma berusaha melaluinya - dengan selamat. tapi juga gimana biar bisa tetap "produktif" dan tetap memenuhi tugas-tugas yang sudah jadi kewajiban. i was kind of stuck for days, nggak tau mau nulis apa. males ngapa-ngapain. berkubang.
tapi syukurlah pelan-pelan datang kesadaran...
salah satunya bahwa mungkin the demons aren't out there in the big bad world, ever-ready to struck me with their sharp claws; but within me. yang bikin gue jadi nggak produktif atau berkubang, ya diri gue sendiri. bukan keadaan atau siapa-siapa.
jadi, saat ini gue bisa bilang kalau gue baik-baik aja. i'm allright. "pencapaian" kecil seperti berhasil menyelesaikan artikel, atau berhasil berpikir dulu sebelum bereaksi, hal-hal itu yang bikin gue yakin kalau fase muram ini sebenernya kesempatan buat gue menjadi lebih baik. seperti layaknya kesempatan, sometimes it only passes once and that's your only chance to grab it. so i'm thankful for it.
by the way i was writing this while randomly listening to playlists people put on 8tracks. lalu tiba-tiba lagu ini terdengar. it's "no surprises" by radiohead. lucunya, mungkin udah 2-3 tahun ini gue nggak mau dengerin lagu-lagu radiohead lagi. i still like the music, but i just avoid listening to their songs. because i find them so depressing!
but, what are the odds, having gone through some gloomy days, now i perceive this particular song as a breath of fresh air. i still think the lyrics is depressing, but it speaks to me... dearly. it feels like the song is one rare being that understands what i've been through.
no alarms and no surprises; silence can be good after days of storm and thunders.
and i suppose things do get better. i know because one day, out of the blue, my friend Kiti sent me these words...
"most people believe vulnerability is weakness.
but really, vulnerability is courage.
we must ask ourselves... are we willing to show up and be seen?" - Brené Brown
No comments:
Post a Comment