15/07/2013

the school phase

berkat postingan random updates sebelumnya, gue jadi terpancing untuk membuat reportase hal-hal lain yang baru aja melintas di kepala.

salah satunya tentang urusan sekolah bumy. tadi kita dari tetum untuk mengambil student kit. isinya buku panduan seputar kegiatan akademik, dan pengambilan seragam. tapi berhubung seragam udah kita ambil dari jauh-jauh hari, jadi tadi kita cuma dapat pengarahan dari kepsek.

ketika sampai di rumah, gue membaca-baca lagi dengan lebih teliti buku panduan yang tadi diberikan. ternyata isinya detil banget. bukan cuma kalender kegiatan akademik, tapi juga mencakup visi misi sekolah, apa yang diharapkan dari orangtua, sampai jenis potongan rambut anak! haha. gue akan coba menuangkannya dalam bentuk poin-poin berikut:

- soal keterlibatan orang tua.
di bagian visi dan misi sekolah, dijelaskan panjang-lebar tentang harapan pihak sekolah akan keterlibatan orang tua, terlebih AYAH dalam urusan pendidikan anak. ayah (dan ibu tentunya) diharapkan hadir dalam kegiatan-kegiatan sekolah yang memerlukan kehadiran orang tua. dijelaskan juga mengenai kenapa keterlibatan ayah itu penting, dari sisi psikologis. btw, ternyata tetum ini didirikan sama para lulusan pascasarjana psiko UI. gue jadi paham kenapa proses assessment-nya melibatkan psikolog segala.
trus, ketika gue baca kalender kegiatan, ada hal-hal kayak "membuat poster laporan kegiatan saat berlibur," dan "membuat prakarya untuk ibu," dan semacamnya. saat pengarahan dari kepsek tadi, beliau juga ngejelasin kalo nanti orangtua akan banyak terlibat ngerjain "pe-er" anaknya. dan akan ada sesi parent of the week/month juga, di mana ortu (entah ayah atau ibu) akan datang untuk mengisi sesi sebagai guru tamu. haha. jujur, gue jadi excited sendiri. karena memang ini tujuan gue jadi IRT: untuk terlibat dalam urusan pendidikan dan pengasuhan anak. seneng banget kalo ketemu 'jodoh' sekolah yang juga mengajak ortu untuk involved.

buku pengarahan ini benar-benar memuat petunjuk atas apa yang diharapkan dari orang tua dan seperti apa wujud keterlibatannya.
misalnya pada poin kehadiran anak, dijelasin kalau saat circling time di awal waktu sekolah, anak akan diajak berdoa lalu semacam 'mengabsen' teman-teman sekelasnya sendiri. nah, kalau ada anak yang terlambat dan tidak masuk, nanti akan didoakan bersama-sama. lalu ditulis begini di buku pengarahan, "Sekalipun demikian, bila keterlambatan dan ketidakhadiran terus berulang, teman-teman di kelas pasti akan bertanya kenapa X terlambat terus atau sering tidak masuk. Bila anak terlambat, biasanya ia akan merasa malu di hadapan teman-temannya -- kami tidak memberikan hukuman fisik seperti sekolah lain, namun dengan sendirinya muncul kontrol moral dari lingkungan."
sesudah itu, dituliskan harapan sekolah untuk orangtua: ortu diharapkan menegakkan konsistensi di area ini.jadi, konsekuensinya udah disebutkan di awal. tindakan yang diharapkan juga disebutkan dengan jelas. fair and square.

lalu di poin lain soal program makan bersama, ada segenap harapan tingkah-laku anak yang ingin dibentuk, berikut harapan sekolah dari orang tua, yaitu "Program Makan Bersama akan berhasil apabila di rumah diberikan makanan bervariasi dan kesempatan makan sendiri."

jadi in a way, menurut gue, ini cara sekolah bilang, "it takes a village to raise a child, bok!" hehe. sekolah bukan cuma third party di mana ortu tau beres. tapi harus terlibat dan konsisten juga ngelakuin pendidikan di rumah.

- soal teknis kegiatan persekolahan.
ini yang agak 'lucu' menurut gue, tapi bikin terperangah juga. selain disebutkan secara terperinci apa aja yang perlu dibawa dalam tas anak ke sekolah setiap harinya, dikasih tau juga besar tas anak seberapa, jenis sepatu yang bagaimana, barang apa aja yang perlu ditinggal di sekolah. trus, pakaian anak yang direkomendasikan tuh yang bagaimana, sampai ke potongan rambut anak! hihihi.

hal lain yang bikin kagum (baca: hepi) adalah poin soal ngadain ulang tahun di sekolah dan pemberian hadiah pada guru. untuk yang pertama, dilarang bawa makanan maupun goody bag untuk merayakan ultah anak. anak malah disuruh membawa pohon untuk ditanam, dan membawa foto-fotonya mulai dari lahir sampai dengan sekarang. nanti anak akan disuruh bercerita tentang biografi dirinya. seru!
trus seputar hadiah untuk guru, ditekankan kalo sekolah gak menerima hadiah pribadi sebagai tanda kasih. professionalism is the key word.

- soal jejaring sosial.
ini juga wasn't expected. ternyata ada concern soal tingkah-laku (orang tua) di dunia maya. up to date, yah. pada poin ini, intinya ortu diharapkan "bersikap dewasa" kalau mau update status atau curhat online mengenai hal-hal seputar sekolah. baik itu tentang temennya anak, sesama ortu, atau mengenai sekolah sendiri.

boleh dibilang gue terkagum-kagum pada sophisticated-nya tetum merancang suatu sistem persekolahan. udah gitu bahasa yang digunakan untuk memberikan pengertian pada para ortu juga articulate banget (poin khusus). wise tapi nggak menggurui.

tapi, dari pengalaman menggunakan jasa daycare di mana anak dititipkan on daily basis, gue jadi paham bahwa konsep atau sistem boleh aja dirancang sebaik mungkin, tapi dalam pelaksanaan, sebagai customer ya gue harus berpartisipasi 'mengawasi' dan juga mewujudkan kemitraan yang baik.
untuk sekarang, harapan gue adalah bumy bisa cocok, betah, dan berkembang di tetum. dan semoga gue juga bisa konsisten dan disiplin menunjang kegiatan persekolahan anak.
"Everything is a phase, even the good parts.
Just when kids start sleeping, they stop napping;
just when they start walking, they begin throwing tantrums;
just when they get used to soccer, they add piano lessons;
just when they start putting themselves to bed, they begin having homework and needing their parents' help again;
just when they get the hang of taking tests, along comes texting, dating, and online hazing." - Bruce Feiler.

4 comments:

  1. Ah Tetum ga buka cabang di seputaran Tangerang ya? Keren sekolahnya..

    ReplyDelete
  2. Semoga Bumy betah di sini dan guenya juga cocok, deh, Sa.

    ReplyDelete
  3. woaaa....sounds like a good school!
    semoga bumy cucok ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. konsepnya thorough banget sih, bun... moga pelaksanaannya juga oke. thanks bunda, amin semoga betah ;)

      Delete