10/04/2019

like everything else that happens in life, there's lesson learned

the hardest part of this startup experience I've been having this past two years?

first, it's that I'm alone most of the time. 
ada enaknya, sih. I have the time for myself, atur sendiri mau ngapain. nggak ada yang texting nanyain posisi udah di mana saat lagi zen moment sarapan di sareeng - seperti yang kerap terjadi dahulu. 
trus karena nggak ada orang lain, well, gue nggak perlu ngobrol basa-basi.

it's fine. except for the fact that I *do* like berbasa-basi. 
sungguh, gue tipe orang yang datang ke kantor untuk ngobrol, berteman, makan siang bareng. to make connection with other people. 
begitulah paguyuban geng tante dan dedek-dedek brondong binaan terbentuk pada awalnya. 

during my years in the previous work unit, I didn't come to the office to actually work and build a career. 
I was trying to find a meaning in my work, but failed to find it. so I steered my way to build relationships instead. and I found friends.   

di unit kerja sekarang, yang berbentuk startup (internal kantor), alhamdulillah I found what had been lacking: the meaning, the why, the golden circle. 
the friend(ship) part? well, tim startup gue ini dibangun bersama orang yang gue sebut teman, sih. 
tapi karena faktor lokasi kerja, gue kerap ngantor sendiri saja. 
kadang rindu punya teman diskusi, saling melempar ide dan opini. 
rindu berbasa-basi. mengocehkan hal-hal di luar pekerjaan; keluarga, masalah, gosip, film favorit, you know.. the things that make us human.  

even though this way I get to learn to enjoy my own company. 
sebagai tipe manusia yang mendapatkan energi dari berbagi dan berinteraksi dengan orang lain (yang membuat nyaman), kondisi sehari-hari sendiri ini bisa dibilang sempat melumpuhkan. 
felt like I was gasping for air. lebay, yah hahaha. tapi begitulah yang gue rasakan.  

seiring waktu, kondisi ini memaksa gue menghadapi hal yang gue takuti: sendiri, tanpa teman berbagi. gue jadi terpaksa belajar.. buat menata hati dan memanfaatkan "ruang sendiri" ini. 
I start by listening to podcasts, bergabung kelas webinar, and through diving into the depth of my own thoughts. 
hingga akhirnya terbentuklah ide untuk buat akun @agilehome, board trello untuk diri sendiri, dan pakai aplikasi Calendar untuk menata waktu. I also try making conversations with myself again. 
hingga akhirnya sekarang gue mulai menanti-nanti ruang sendiri ini. sudah terbayang akan melakukan apa saja, sendirian, dan itu cukup menyenangkan. 

oh, where were we? 
hardest part of being in this startup... 
secondly, I miss having a corner. 
tempat di mana gue bisa bersandar, meletakkan semua barang bawaan dengan aman. 
and I mean that literally. haha. 
suatu tempat yang tetap sehingga gue tak perlu kerap berpindah-pindah dan membawa serta segala yang gue butuhkan. 

but at least I learn to 
a) know my needs ahead, 
b) pack lightly, 
c) getting used to bring heavy loads. 
I bring my work tools, minuman, dan snack ke manapun pergi. 
and that kind of reminds me of this portable equity concept. 
yang gue bawa ke mana-mana bukan cuma yang terlihat, tapi juga yang nggak kasat mata. 
my knowledge, my capabilities, my ideas, my reputation, my networks. 
semua hal itu nggak terikat pada titel atau perusahaan manapun. I can bring it anywhere I go. 

is there a third on this?
guess there is. 
it's that I have to be assertive. in voicing my opinion, to get my desired results, and also to save me from unwanted consequences. 
dan hal ini tidak mudah buat gue, yang sampai detik ini pun masih sangat tidak enakan. 
ugh. 

sepertinya gue perlu membaca (ulang) 7 habits for highly effective people. 
random I know, haha. tapi ini yang jadi jawaban adit waktu gue tanya kok dia bisa lempeng minta apa yang dia mau - tanpa menafikan fakta bahwa dia menggenggam kartu sakti triple majority: fakta bahwa dia laki-laki jawa beragama islam di indonesia yang mirip white men privilige di barat sana. jawaban dia tidak gue duga sama sekali, yaitu dia baca buku 7 habits. 
anggaplah gue butuh personality makeover. 
berguna bukan cuma buat idup di startup 'kan. 


No comments:

Post a Comment