07/11/2017

hello rain

sepanjang hari ini mendung. 
muram.
just like the kind of mood that's been looming over me lately. 
tauk deh.. rasanya november ini diwarnai dengan nuansa ketidakpastian. gue nggak bisa menghindari perasaan galau yang makin hari makin menggelayut. 

- rumah belum kelar juga.
well, ternyata rasa percaya yang gue paparin di blogpost sebelumnya nggak cukup. waktu pengerjaan rumah kita bener-bener meleset dari perkiraan, and worse, om arsitek/pemborong ngaku udah kehabisan dana. gila kan! pas dicek, emang sih mostly semacam tinggal finishing pekerjaan, tapi ya tetep aja, belum layak huni. mana perut gue semakin gede, mobilitas semakin sulit. bawaannya encok aja gue tidur di kasur kamar kos. urusan rumah ini menguras emosi banget ternyata... ekspektasi bukan cuma meleset, tapi juga kandas harapan untuk bisa nempatin dengan nyaman sembari nunggu lahiran. 

sejak tau fakta itu, otomatis proses menunggu jadi semakin nggak menyenangkan. ya gimana, lha wong kita jadi terombang-ambing dalam ketidakpastian. napsu untuk blanja blanji printilan rumah maupun perlengkapan bebi pun menguap lenyap. haha padahal itu lumayan jadi distraksi yang efektif sebelumnya... ya iyalah, space untuk naro barang-barang yang bakal dibelanjain belum ada, pun untuk duitnya kita nggak tau harus seberapa dalam lagi merogoh kantong demi renovasi ini kelar. 

- adit cabs ke eropah selama hampir 2 minggu.
mending kalo buat kerja, ini mah jalan-jalan tok -__- 
well, to be fair, rencana jalan-jalannya ini udah ada sejak sebelum gue tau kalo hamil. dan nggak pake bayar pula. jadiii, dia punya semacam geng sejak kecil yang tinggal di kompleks perumahan yang sama. one day, one of them semacam dapet rejeki nomplok dan dengan begitu saja nraktir 15 temen gengnya untuk... jalan-jalan ke yurop. well, I guess jalan-jalan nyewa bis ke puncak is soooo last millennium. hampir setahun lalu mereka nyusun rencana ini, udah booking tiket, hotel and everything, jadi ya "kebetulan" aja rencana tripnya ada di minggu ke 34-36 kehamilan gue inih. 
sempet sih doi mau mundur teratur, recently ya setelah tau urusan rumah nggak beres. tapi gue juga kasian liat rencananya gagal... jadi ya sekarang cuma bisa berharap gue bisa setrong ngurusin bumy dengan perut nan buncit dan kondisi tinggal di kosan ini. 
(but still, siapa yang bakal mijetin gue tiap malem?? huhhhh). 
(tak memungkiri hati pun kebat-kebit ditinggal. HHHHH). 
their Eurotrip pocket book - pake preambule bok
- lokasi kerja yang belum definitif.
gue udah sering bahas lah ya soal bikin startup kemarin. selama 3 bulan mengandung dan mengusahakan kelahiran produk, hitungan administratifnya kita kayak lagi ikut pelatihan (extended version), tapi status kita masih jadi karyawan di lokasi kerja yang lama. 
setelah 3 bulan dijalani, minggu lalu kita udah melalui tahapan sidang, yang kurang-lebih mirip penjurian di America's Next Top Model (gosh I miss that show). di sidang ini, yang dinilai katanya sih sisi personal masing-masing orang, apakah punya passion yang cukup untuk jadi bahan bakar ngegedein produknya? apakah bisa berjuang? mau banyak belajar? stuff like that. 
jadi bisa aja dalam satu tim nggak semuanya lolos ke tahap berikutnya, yaitu secara definitif jadi (di tlkm disebut) inovator. kalau nggak lolos, ya kembali jadi karyawan reguler seperti sebelumnya, yang waktu dan lokasi kerjanya nggak fleksibel, dan pastinya kinerja juga nggak bakal diukur dari valuasi produk yang kita bikin, tapi hal-mustahal yang lazim jadi tolok ukur kinerja di unit tsb. 
oh well, sekarang tinggal tunggu keputusan sidang. sebuah proses yang untuk gue berupa campuran rasa sedikit cemas, banyak galaunya heuu... 

daftar ini kalau mau ditambah-tambahin bisa sih makin panjang. 
I could easily add
- belum dapat ART nginap maupun pulang-pergi. kalaupun udah dapet juga bingung sih, mau disuruh tidur di mana. -__-
- semakin mendekati HPL, semakin dagdigdug pula hati awak. bakal lahiran spontan atau terjadwal dengan caesar kayak sebelumnya? haduh.. masih aja gue takut melahirkan. kalau liat artis-artis (via Instagram) yang dengan gagah berani operasi caesar, gue takjub. ngeliat yang mau ngejalanin proses lahiran normal, makin salut rasanya. 
baru dua hari yang lalu gue nyeret adit ikut childbirth education class di Nujuh Bulan Studio. bener-bener bagus materinya, mulai dari soal relaksasi, cara bernapas, cara bergerak aktif, sampai what to expect di saat persalinan, semuanya dijelasin detil. kelar mengikuti kelas ini, kita pun mantep buat menggunakan jasa doula. apa itu doula mungkin bisa dibaca di sini yah. semoga bermanfaat, insya Allah. 

hhh.. I think I worsen my already-gloomy mood dengan dengerin lagu-lagunya Suede. 
it's not so bleak, dear self. alhamdulillah ada pak supir yang bisa nganterin ke mana-mana. alhamdulillah udah bisa belanja printilan bayi sama Nisha ke ITC Kuningan. soal rumah, alhamdulillah pekerjaannya udah bisa dilanjutin lagi as I'm writing this... 
iseng ngubek-ngubek lemari di rumah nyokap, eeh nemu jumper mothercare Bumy dahulu kala. still good and crisp as new!
dua bumil mengarungi ITC

the still-being-renovated kitchen :|
at least tegel kuncinya udah kepasang.
can't tell whether it's a top priority, oh well... 
gue pun sekarang mencoba rutin jalan kaki 30 menit setiap hari, sebagai wujud dari ikhtiar bergerak aktif sesuai dengan yang dianjurkan di childbirth class kemarin. it kinda helps me to focus on my breathing and movement, also serves as a time to contemplate di tengah situasi yang (sebenarnya memang selalu) tidak menentu. 
the walk kinda reminds me to just keep moving forward. I mean, that's the only thing we're supposed to be doing, 'aight?

Sajak Seorang Tua untuk Istrinya ~ WS Rendra
Aku tulis sajak ini
untuk menghibur hatimu
Sementara kau kenangkan encokmu
kenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilang
Dan juga masa depan kita
yang hampir rampung
dan dengan lega akan kita lunaskan.
Kita tidaklah sendiri
dan terasing dengan nasib kita
Kerna soalnya adalah hukum sejarah kehidupan.
Suka duka kita bukanlah istimewa
kerna setiap orang mengalaminya.
Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah untuk mengolah hidup

bekerja membalik tanah
memasuki rahasia langit dan samodra,
serta mencipta dan mengukir dunia.
Kita menyandang tugas,
kerna tugas adalah tugas.
Bukannya demi sorga atau neraka.
Tetapi demi kehormatan seorang manusia.

No comments:

Post a Comment