25/04/2012

Blur & I

my favorite pic of the band today. they look their age :) such a wake up call, isn't it?
i've been into this band since i was 13 or 14. kalau diingat2, konyol juga, karena waktunya bersamaan dengan kedoyanan gue akan boyzone dan take that - which, in case you live in a cave, are boybands. but when you're young (and silly), it's normal to have random likings that didn't connect one another, right? maybe i was just into pretty boys with all my raging hormones and such.

band ini terdiri dari empat orang college boys dan disebut-sebut sebagai pelopor britpop.
album pertama mereka yang gue miliki adalah Blur (1997), itupun berkat video klip mereka yang mulai sering diputar di MTV Asia kala itu. setelah jatuh suka pada album tersebut, mulai deh gue mengoleksi album-album mereka yang lain. mengejutkan juga buat gue, karena soundnya jauhhhh berbeda dari album yang pertama gue punya itu.
- album Leisure (1991): menurut gue, sound di album ini raw banget, ambiencenya very pop (dengan beat dustak dustak di beberapa lagu) dengan lirik dan ritme lagu yang simpel. di film No Distance Left to Run (NDLTR), mereka bilang kalau saat itu they were very naive and inexprienced, mereka gak merhatiin isi kontrak yang disodorin record company. jadi yaah materi di album ini very much dicampurtangani oleh kepentingan komersil.

- album Modern Life is Rubbish (1992): i liked this album a lot. musik mereka mulai berkembang ke satu arah yang lebih jelas, menurut gue. dan ternyata album inilah yang jadi cikal bakal penunjukkan Blur sebagai pelopor britpop. gue merasakan mereka mulai bereksperimen dengan berbagai jenis bunyi, alat musik, dan "genre" dalam semangat british invasion yang menggebu-gebu. kenapa pakai ada semangat british invasion segala? karena lagu-lagu di sini mengenalkan kita pada kehidupan di inggris dengan segala kegelisahan sekaligus keindahannya. di film mereka, Starshaped, ada adegan di mana Damon ngajak moviemakers ke supermarket ala sevel gitu, and he said "these are our candies" sambil nunjuk ke jejeran permen, lantas "and here is our culture" sambil nunjuk ke deretan majalah. dia bilang, saat itu dia ngerasa budaya inggris sedang 'dijajah' oleh USA. mulai dari lifestyle (fast food restaurants, merk-merk fashion), sampai ke musik (saat itu sedang era grunge, with Nirvana becoming number one band).
tapi mereka sukses mengembalikan kecintaan rakyat UK pada musik mereka sendiri, because they can relate with 'characters' depicted in Blur's songs. this album also made me fall in love with great britain, the way a 14 year old kid would be fascinated by a certain country and vow she's gonna live there someday, hehe.

- album Parklife (1994): gue suka album ini karena bagi gue, terkesan hidup, dinamis, dan range musik yang ditawarkan juga luas. mulai dari lagu Parklife yang berisik, Clover Over Dover with its beautiful melody, To The End yang ballad abis, sampai This is Low yang... mellow yet brilliant. album ini mengukuhkan popularitas mereka di music scene UK.

- album The Great Escape (1995): this was my favorite album at that time. the songs are catchy but with deeper and more captivating lyrics. Damon mulai memperkenalkan pada tokoh ciptaannya yang lain, yang gelisah, stuck, atau merely boring (Ernold Same, di album-album sebelumnya ada Tracy Jacks, Dan Abnormal, Charmless Man). album ini menjadi tonggak battle of the bands antara mereka dengan Oasis. di film NDLTR, they said they were so sick of it (kompetisi gak-mutu yang rekaan media semata), except for Damon, maybe. dia menikmati jadi sorotan, bahkan buat dia, kesuksesan terasa lebih manis karena ada a sense of winning (mengalahkan Oasis di chart, dengan lagu "Country House" jadi no 1 di hari releasenya yang bersamaan dengan release single "Roll with It"nya Oasis). album ini mengisahkan kehidupan yuppies with their 9 to 5 routine, and then by the time they're in their 40s they would have breakdown, realizing they've spent their lives living in the rat-race and chasing material things that doesn't give them any sense of true happiness nor fulfillment. seperti yang gue tulis di sini, dulu gue cuma hapal lirik lagu-lagu di album ini by heart dan mengapresiasinya dengan merasa kasihan pada tokoh-tokoh di album ini. tapi sekarang, i'm like "damn! i feel like it's me and my life they're singing about here!" i am in the rat-race, ngumpulin uang demi the indonesian dream yang melibatkan pundi-pundi uang dan aset, ber'kompetisi' disadari maupun tidak (seringnya sih tidak, eg: melalui social media) dengan sesama middle class, white-collared, strugglers lainnya ("liaat gadget baru gue! liaat gue abis liburan di x! liaat i have a perfect life!"). and boy, it's frustrating. for me, it is. Damon menulis lagu-lagu di album ini menjelang atau pada usia 25 tahun. di saat yang sama dengan gue saat ini, bukan secara usia, tapi saat di mana gue mulai memasuki dunia kerja, nyari uang sendiri, dan tersilaukan oleh iming-iming nyamannya kehidupan middle-class jika gue tekun berada dalam balap tikus ini. bahkan dengan mengorbankan kebahagiaan diri sendiri (doing the job i hate). Damon, you are a genius.

- album Blur (1997) with hit songs like Song 2 and Beetlebum. album ini berhasil menembus US dan mereka mulai dikenal international-wide. gue suka banget dengan sound di lagu ini yang terkesan lebih kasar, berani (bereksperimen dengan tatanan bunyi yang gahar dan dihasilkan dari digital tools), dan 'gelap'. Coxon sendiri bilang di NDLTR, menurut dia di album ini mereka menjadi diri mereka sendiri. they made the music they truly wanted to make. di sini gue mendapat kesan musik mereka yang evolving, more mature, and the personnels themselves also became more talented, in my opinion. di album ini, ada lagu "You're So Great" yang dibuat dan dinyanyikan oleh Coxon. i was fascinated by this song, baru tau kalau dia ternyata talented juga menciptakan lagu, and it's a great song!

- saat gue kelas 2 SMU, tahun 1999, Blur mengeluarkan album 13. their hit song was Coffee & TV. lagu ini bahkan menjadi soundtrack film Cruel Intentions. lagu ini catchy banget, video klipnya juga memorable dengan tokoh milky si kotak susu. tapi for some sok-tau reasons, gue menolak membeli album ini. gue merasakan Blur 'berubah' hahaha... menjadi sesuatu yang less-exclusive, bagi gue yang tinggal di indonesia lebih khususnya. hit song mereka ini membuat mereka lebih "top 40s" di radio dan tv indo, serta disukai orang-orang yang bahkan gak kenal lagu-lagu mereka sebelum ini. sindrom apa ya ini namanya? snobisme sok-indie-kah? atau gue insecure aja band kesayangan gue dikonsumsi dan bahkan disukai oleh lebihhh banyak orang?
ada kisah lucu yang mejadikan album 13 ini memorable bagi gue, meski gue gak pernah memilikinya. saat kelas 1 SMU, dengan kenorakan khas abg, gue pakai papan nama di baju gue bertuliskan "BLUR" haha. di saat yang sama, gue naksir jungkir balik pada seorang teman sekelas yang bahkan gak berani gue ajak ngomong, hahaha. suatu hari, gue datang ke sekolah di hari libur demi nyelup batik. di tempat celup, cuma ada 2 orang selain gue sampai tiba-tiba si cowok yang gue suka ini nongol. selesai nyelup, tau-tau dia bilang, "ris, lo dah beli album Blur yang baru?" huahahhaha it's been 13 years and i could still recall EVERY WORD. terlepas dari kekagetan gue yang amat sangat, i could still manage to maintain my snobbishness. gue jawab "gue gak beli, (album barunya) jelek." and there, our conversation ended. and i think that was our longest conversation.

gue sendiri berhenti antusias terhadap band ini sejak mulai kuliah, atau lebih tepatnya sekitar tahun 2001. tahun 2002, Blur menghasilkan album Think Tank, dilanjutkan dengan The Best Of. tentunya gue gak membeli album-album itu.... saat kuliah, gue ngeband membawakan lagu-lagu acid jazz. tahun 2002-2005 i was into US alternative rock (if one may call it that way), dan mulai rajin menyambangi gigs bersama dan di mana teman-teman yang penggila weezer dan ozma main. saat itu gue juga mulai semakin intens berinteraksi dengan media internet, dan telinga gue jadi kenal Sigur Ros, M83, The Radio Dept, Interpol, and many more bands with much more ranging kinds of music.
makanya saat 'kembali' menekuri kecintaan gue terhadap Blur lagi akhir-akhir ini, gue berpikir, "where the heck was all those years in 2000s gone?"
well, gue memasuki dunia kerja (2005) dan was really into music and bands yang 'disodori' toko buku aksara :))) i was really into kings of convenience, sondre lerche. dan juga band lokal macam the upstairs, white shoes, sore zeband, the adams, the sastros.
lalu gue menikah (2007) dengan cowok yang suka band GIGI hahahha. gue nggak lagi memicingkan mata pada lagu-lagu afgan dan yovie and nuno.
gue beranak (2009) dan untuk alasan di mana hanya Tuhan dan gue yang tau, library itunes gue hampir gak nambah selama dua tahun.

i was evolving, and so did Blur.
mereka sempat disbanded pada 2003. hingga lalu mereka rujuk dan konser reuni pada 2009. Graham Coxon sudah menghasilkan 8 album solo hingga saat ini. Damon Albarn membentuk gorillaz, rocket juice & the moon, the good the bad and the queen, countless solo projects (yang terbaru adalah Dr. Dee), and also numerous collaboration projects. selain dari segi produksi album, musikalitas mereka juga berubah ke suatu arah yang memberikan kesan settled dan lebih confident.


*the reason i'm back?*
i feel like i need to get back to my roots. because i start losing the sense of who i really am. i lost touch with things i enjoy the most because i drowned myself in the combination of motherhood+mundane activities+boring job. i need to know myself again, and this band is one thing i know from my past. their music reminds me of who i used to be and who i am. i'm not always that boring mother who constantly on the verge of breaking down... it reminds me of this girl who spent her time daydreaming while singing Blur's songs on the top of her lungs, who believes she will visit england, who's optimistic, saw the world with this big eyes filled with curiousity and enthusiasm. not this bored, pesimistic, and timid little fellow.

sekarang gue mencoba mengejar ketertinggalan gue akan Blur's rite of passage. gue nonton puluhan video mereka di youtube (all those concerts! i wanna be at Hyde Park, singing out to them on stage!), mengoleksi album lengkap Coxon, and religiously listen to them on daily basis (i need to catch up more than a decade long of his solo albums!), serta membaca artikel tentang mereka selama periode tahun 2000an.
lagu-lagu yang i particularly like at the time are Out of Time, Under The Westway, Sunday Sunday, songs from their The Special Collection Set album, Coxon's Love Travels at Illegal Speed album. tapi yahh i've always liked pretty much a mixture of everything they, or Damon, or Coxon, had created. gue juga suka beberapa lagu gorillaz dan lagu-lagu baru Damon di Dr. Dee. i recently pre-ordered their box set, released to commemorate 21st year of their journey in music.

maybe this is my way to reinvent myself. digging into who i really am, to find out what i really want, and to confirm what really matters to me. whether it's to be true to myself, or to 'blend in' the conformity thus losing a sense of who myself is and the way i feel about things-just like Damon had warned in many of his early songs.

No comments:

Post a Comment