anyways, seminar ini diadakan oleh the daily media, itu loh 'perusahaan' di balik fashionesedaily.com dan mommiesdaily.com-which i visit religiously (meski jarang berkontribusi ngasih komentar). gue tertarik datang ke seminar ini terutama karena bakal melihat dan mendengar ligwina langsung, hihi. i can't say i'm her fan, tapi gue pikir dia pribadi yang heybat dan i was so excited to be an audience of her public speaking.
jujur ya, menurut gue materi yang diberikan saat itu pemula banget.. wahaha, belaguuu. tapi gue (seperti kawan-kawan gue para emak lainnya) udah sering baca ilmu seputar financial planning. kalo ngumpul aja yang dibahas reksadana, ahmad gozali (materi investasinya lohh yang dibahas hihi), properti, KPR... jadi kita udah familiar sama istilah dana darurat, dana pendidikan, pensiun, proteksi, dan sebagainya (meskipun belum memulai investasinya hehe).
pembahasan seminar yang lengkap bisa didapat dari para emak2 blogger terkenal, salah satunya di nishadias.blogspot.com hehe.
hal-hal menarik yang pengen gue share di sini justru kata-kata ligwina seputar kenapa kita perlu financial planning, dan betapa dia seperti 'kita' banget; emak-emak yang doyan belanja, seneng-seneng, tapi 'tertampar' kenyataan bahwa kita juga pengatur kondisi finansial keluarga.
- "semua yang di sini income-nya ada batasnya kan? kalo gak ada batasnya pasti lo gak akan ikut seminar ini." >> hihi i found it witty.
- "it's not how much you earn, it's how much you can save." >> word!! gue ngerasain banget pusing ngatur budget supaya bisa alokasi sekian rupiah untuk ditabung.
- we women are emotional and we tend to be emotional buyers. wina nyeritain saat dia dulu baru punya anak, saldo di tabungan tinggal seratus ribu sekian, dan membawa bayinya survey sekolah. dia tercengang menemui biaya pendidikan yang ajegilhee besarnya. ujug-ujug saat ada saudaranya menawarkan asuransi pendidikan, karena terbutakan oleh kata "pendidikan" and the need to be responsible for her child, dia beli aja tanpa menelusuri seberapa besar benefit yang didapatkan. alih-alih untung, pada tahun ke-tiga dia udah gak sanggup bayar preminya (yang emang gedee) dan saat mau menutup asuransi tersebut, ternyata return yang didapat cuma NOL rupiah.
- "TUJUANLO APA?" >> kata wina, kalau kita gak tau tujuan kita apa, seperti yang dia alami dengan asuransi pendidikan di atas, begitu ditawarkan suatu produk keuangan, tanpa tau seberapa besar yang kita perlukan, kita main ambil aja tawaran itu tanpa menggali sebenarnya kita untung atau rugi.
nah ini dianalogikan dengan perjalanan kita masuk ke tol jagorawi... karena gak tau tujuannya ke mana, kita melaju ajaa terus... di tengah jalan, baru deh sadar, ohyaa sebenarnya tujuan kita ke bandara cengkareng! gak nyambung kaaan. >> really, this also applies to life T__T
- di sesi tanya jawab, ada cewek yang akan menikah dan berencana jadi ibu rumah tangga setelah ganti status nanya how can she achieve financial independence by being ibu rumah tangga? wuih kebetulan banget.. ini salah satu hal yang udah gue rencanakan untuk tanya juga! to my surprise, wina answered, "lo yakin mau jadi IRT? dulu setelah nikah gue juga jadi IRT selama 7 tahun sampai akhirnya gue resign! you have to bear in mind that sebaik-baiknya suami kita, kita tetap harus MINTA uang ke dia. so no, i don't think you can achieve financial independence by being an IRT and not earning money." >> jlebbb... strike one untuk 'cita-cita' gue berhenti kerja, jadi trophy wife, dan menghabiskan duit suami.
- gue 'terpilih' untuk mengajukan pertanyaan ke wina!! hoahoaa ge-ro-gii boo x) gue nanya soal dana kesehatan setelah pensiun, gimana cara mem-budget-kannya dan kapan, apakah sekarang saat planning dana pensiun, atau nanti-which means dimasukkan ke biaya hidup kita setelah pensiun. jawaban dia, "you're so lucky to have asuransi kesehatan setelah pensiun. nggak ada loh perusahaan di indonesia yang ngasih benefit itu." >> strike two!
oya jawabannya adalah kita perlu bikin plan dana kesehatan setelah pensiun, dihitung keperluannya sekitar berapa dan kita mulai investasi deh dari sekarang.
- "kalau lo beli proteksi, jangan nyari untung!" >> misalnya lo udah punya asuransi kesehatan dobel, trus lo mencoba tricky nyari untung dari asuransi yang ngasih santunan harian. ingat, tujuan beli asuransi adalah proteksi, ada premi juga kan yg musti dibayar, jadi biar efisien disesuaikan sama kebutuhan.
- "kalau berinvestasi, jangan serakah! inget lagi, tujuanlo apa?" >> ini misalnya untuk dana pendidikan jangka pendek lo taro di deposito, trus lo bilang 'tapi bunga depo kan kecil, mendingan gue taro di reksadana campuran.' masing-masing investasi ada resikonya, jadi jangan karena mau nyari untung yg gak seberapa, tujuanlo malah jadi gak tercapai.
- "rejeki emang udah diatur, tapi (anak) yang di depan matalo itu wajib diurus!" >> jlebb lagih.
- di situ wina minta kita semua yang dateng untuk berkomitmen menabungkan minimal 10 persen dari income bulanan. kalo bisa 20%, 30%, lebih bagus lagii. tapi ada kata-kata dia yang lagi-lagi menancap di hatiku, dia bilang misalnya kita lagi ngumpulin dana darurat, terus di tengah jalan tergoda ikutan sale, jadi tergoda juga deh buat makai duit di dana darurat itu. dia bilang, "berhenti menyabotase diri kita sendiri!" (gue baca di bheboth.wordpress.com kata-katanya "stop sabotaging yourself from being a billionaire!" wuihh i wanna be a billionaireee!). it struck me hard. kita sendiri yang bersusah-payah ngumpulin duit, terus demi kesenangan 'sesaat,' kita menggagalkan usaha yang kita buat SENDIRI untuk kehidupan yang lebih baik. that doesn't only apply in terms of money i guess, but also to life in general. that. is. so. DEEP.
(btw untuk meng-counter napsu belanja cewek yang emosionil, ligwina menyarankan kita membuat magical shopping account. misalnya kita sisihkan 300 ribu per bulan, dalam tiga bulan kita udah punya 900 ribu dan pas ada sale, tenang deh karena kita bisa pakai dana itu buat belanja "apa aja yang lo mau!" hihihi).
- this is a quote from ligwina('s dad, actually) that shook me to da core: "your education is not my obligation. it's my RESPONSIBILITY."
- and last but not least, she said, "The risk of NOT investing is greater than the risk of investing itself." >> camkan itu, ome!
Mantaapppp gannnn... :D gw males mau review kan lo ama nisha udah wkwk :D
ReplyDeletegue ma nisha kan mahasiswa teladan heheheh
ReplyDeletenever think about this before ;D
ReplyDeletebiar aja abi yang mikir ahhh, gue masih hobi untuk ngabisin duit tanpa mikir banyak ;p paling stop klo dah di plototin abi yahahahahhaha ;D
Di bagian mana dari blog gw ya gw ngereview financial seminar kemarin hauhauhauhauha >>> everyone dont go to the link above! you have been warned! XD
ReplyDeletegue belum bisa investasi (berhubung belum berpenghasilan). selama ini ide investasi sepenuhnya ada di otak suami, sebagian gue tau, sebagian gue nggak tau TujuanDiaApa. gue sebenernya rada panik nih, udah beranak, dan sekarang anak gue udah 21 bulan.. gue merasa belum merencanakan atau menginvestasikan apapun. (gak nyaman aja tergantung 100% menggantungkan nasib suami gue, kan gue gua tau TujuanDiaApa). kan katanya harusnya udah mulai start investasi kalo bisa sebelum kita nikah ya.. hadeuuh.
ReplyDeletebtw, gue juga dulu mikirnya anggaran belanja tuh ditabung setahun nunggu sale akhir tahun gede2an.. tapi mana tahaaan yak gak belanja setauun.. hihi
Ima: hahaha kalo dipelototin, lo cengar-cengir tanpa dosa deh yaa..
ReplyDeleteNisha: paling nggak ada poto ligwina sama gue eh kita sebagai eviden deh :P
Nuri: kalo setahun mah kelamaan, gak kuat bunn.. ligwina juga nyontohinnya 3 bulan doang kok, dia kan sangat ibu-ibu ;)
gue sebelom nikah gak kenal sama urusan investasi-investasian, anak udah lahir juga belum ngeh. nah pas suka dengerin ligwina di radio, baru deh melek mata ini. akhirnya sekarang baru MULAI membenahi urusan keuangan. daripada deg-degan mending bikin rapat keluarga bun :D