30/01/2016

i hear mirrors

it starts with a random thought.
tiba-tiba gue teringat gimana lewat tafakur gue kerap diajak dan diingatkan untuk berkaca. 
saat berkaca, pantulan diri akan terpampang jelas dan nyata. setiap bopeng, setiap lekuk. setiap kelebihan, setiap kekurangan. melalui berkaca secara spiritual, kita jadi tau seperti apa "wujud" diri.  lalu dari situ, diharapkan kita bisa sadar apa yang perlu secara legowo kita terima, dan apa yang perlu diperbaiki.  

and then I remember some songs... 

1. "I'll be Your Mirror" by The Velvet Underground


the song has this part:
"I'll be your mirror, reflect what you are, in case you don't know
I'll be the wind, the rain and the sunset,
the light on your door to show that you're home.."

kata-katanya indah, tapi juga mengandung semacam warning. hubunganlo dengan pasangan akan menjadi bayangan yang lo liat di 'kaca.' begitupun hubunganlo dengan anak, 'rekam jejak' perilakulo terhadap anak, pun terhadap orang yang berinteraksi denganlo sehari-hari. what they think about you shapes the way they treat you. and eventually, will be a reflecting image of yourself.

kalau lo berhasil membentuk hubungan yang indah dengan pasangan, anak, atau siapapun, then you will find to a beautiful "home" to return to. tapi kalau hubunganlo nggak diurusi dengan baik - ditelantarkan, atau malah diisi rekam jejak yang buruk - maka yang akan lo temui adalah rumah yang bobrok.
hubungan sebab-akibat biasa.
jadi mungkin hikmahnya, jangan keburu ngamuk kalau sikap orang-orang di sekitar lo nggak positif terhadaplo. bisa jadi mereka cuma memantulkan kembali apa yang mereka terima dari lo selama ini.

2. "Mirrors" by Justin Timberlake



man, I just love his performance here. 
JT's hotness aside, this song is beautiful, and deep, yet bears a warning. 

"..this promise that we're making two reflections into one,
'cause it's like you're my mirror, 
my mirror staring back at me"

mirip dengan lagu yang pertama tadi, pasangan akan menjadi pantulan diri kita. 
tapi lagu ini juga semacam memberikan janji yang manis dan menenangkan,

"if you ever feel alone and the glare makes me hard to find,
just know that I'm always parallel on the other side"

ini kayak ngasih tau kalau you're not fighting the fight alone by yourself. mungkin aja pasangan kita juga merasakan kesusahan atau kegelisahan yang sedang kita rasakan, tapi dengan cara yang berbeda dengan kita. gue inget gimana saat kemarin dadakan nggak ada pembantu. gue galau siang-malam mempertimbangkan apakah gue harus berenti kerja lagi. I was wallowing for days. ternyata, adit juga diam-diam pusing mikirin gimana cara nyari pembantu, contingency plan selama nggak ada pembantu, dan rentetan urusan ke depannya. gue baru tau segitu kepikirannya dia pas denger dia bilang, "dada aku sampe sakit rasanya, pusing mikirin ini." antara terharu sama mau ngakak gue dengernya. 

3. "Man in the Mirror" by Michael Jackson



it's a timeless classic. and a very wise song, too. 

"I've been a victim of a selfish kind of love
it's time that I realize that there are some with no home, no nickel to loan
could it be really me, pretending that they're not alone?

a widow deeply scarred, somebody's broken heart, and a washed out dream,
they follow the pattern of the wind, you see
'cause they got no place to be, 
that's why I'm starting with me

I'm starting with the man in the mirror, I'm asking him to change his ways
and no message could've been any clearer: 
if you wanna make the world a better place, take a look at yourself 
and then make a change. "

lagi-lagi ini bikin gue keinget materi tafakur: mengorbitlah di diri sendiri. nggak perlu ngurusin kenapa orang begini, kenapa dunia begitu. seperti halnya motivasi, hal-hal dan kondisi yang sifatnya eksternal atau di luar kendali diri, juga nggak akan efektif. 
motivasi eksternal nggak bisa memberi pengaruh jangka panjang, apalagi membentuk karakter.
begitu pula hal-hal eksternal, things that we have no control over, let alone can change.   
stop expecting people to change. stop wishing the world could change. bukannya mau ngasih perspektif yang suram, tapi kita justru perlu curahin energi ke hal-hal yang emang jadi porsi kita, yang ada dalam kendali kita. jangan ngatur Tuhan harusnya gimana ke kita, tapi kita justru perlu numbuhin rasa ingin lebih banyak berbuat baik, rasa ingin lebih taat.
stop comparing. stop trying to think positively. 

just see things as they are. 
and I guess that can only be done by constantly looking at our soul in the mirror. ada banyaaaakkk yang perlu dibenahi, ada banyaaakkkk sumber syukur, dan ada banyaaakkk sumber kesadaran. 
that being said, I'm writing this for myself. hahaha. ya siapa lagi yang gue tau banyak kekurangan dan khilafnya sehingga perlu banyak refleksi dan diingetin selain diri gue sendiri? 



22/01/2016

a year-long holiday

aah udah januari aja! 
not that I'm complaining though (alhamdulillah bisa ketemu tahun baru), but boy, ain't time flies... 
satu hal, desember yang penuh dengan libur panjang kemarin bener-bener nge-recharge quality time gue sama adit dan bumy. yes, meskipun konsep "quality time" sendiri udah jadi a bit of cliché. it's been overdone to the point where titel ibu bekerja pastiii selalu dikaitin sama "how to have quality time with your children." 

pic from here
I grew up thinking kapanpun waktu  yang dihabiskan bersama nyokap, itulah "quality time" gue dengannya. tapi setelah balik kerja LAGI, gue kembali merasa kualitas sama sekali nggak bisa dicapai tanpa kuantitas. 
pulang kerja, kalau bisa gue maunya langsung tengkurep di tempat tidur. hanya tersisa sedikit energi untuk bisa main-main, senang-senang, dan babysitting anak, setelah dikuras office hours dan macet. 
kalau melihat bumy secara kasat mata sih, dia terlihat hepi-hepi aja meski 'cuma' bisa bermanja dengan gue lewat dibacain buku selama 5-10 menit, dimandiin, disuapin, atau ditemenin latihan electone di hari kerja. 
jadi, kualitas itu relatif. 
but at least I myself could tell the difference between bersama anak secara fisik aja atau bersama anak with all my heart and soul. 

nah, thanks to all tanggah merah yang bererot di bulan desember, gue jadi bisa "be present" buat anak dalam waktu yang layak, kondisi fisik yang bukan cuma sisa-sisa, dan pilihan kegiatan yang juga lebih kreatip. 

as I wrote in this blogpost, kita nggak plesir keluar kota. so these are the random things we did instead:

- ngider-ngider bintaro. 

hahahaha matter loh ini! buat kita setidaknyaaa :D
jadi, once upon a day kita bingung gitu mau keluyuran ke mana. awalnya mau nyoba coffee shop yang lagi sering tampil di instagram. tapi sesampainya di situ, ternyata tempatnya kecil (not really a problem sih), penuh (everyone seems to rely what their leisure spots would be on reference from the selebgrams), and not smoking-free (the dealbreaker for us). meskipun udah dapat tempat parkir (it was a struggle, maybe since we came on a saturday afternoon), tapi kita batal mampir. 
bingung juga mau ke mana, sementara perut udah laper. berhubung kita udah di sektor 1, kita putusin melipir ke D'hoek. 
bisa dibilang tempat jajan ini nostaljik buat gue dan adit, hehe. pas jaman bumy masih fase MPASI, kita bolak-balik ke sini sehabis ngambil pesenan MPASI di Mamma Kanin. di d'hoek opsi makanannya macem-macem buanget. ada sate RSPP, pasta, soto ayam, blenger burger, nasi kebuli, you name it they have it. 

abis makan, berhubung hari itu panas banget, maka kita beride untuk ngadem di bioskop. setelah cari-cari, akhirnya pilihan jatuh ke Lotte Bintaro. ini pertama kalinya kita main ke sini, dan ternyataaa.. we fell in lovve xD 
bayangin, ada bioskop XXI, plus playground (Playtime kayak di Aeon), plus arcade zone yang luas, plus Lotte Mart jadi bisa sekalian belanja groceries, pluuus Bersih Sehat Refleksi (menaikkan ponten 50 poin), trus opsi tempat makannya juga lumayan variatif.. walhasil, sejak tau tempat ini, kita jadi suka mampir kalo weekend, hehe. 

selain Lot 9, di mana lagi ya tempat nongkrong yang azig? ke BXC udah malessss karena susah banget dapet parkir. di lain kesempatan, kita malah nyobain mie ayam di seberang STAN, trus ngebungkus martabak san fransisco pulang. tolonglah para warga Bintaro yang terhormat, kasih gue rekomendasi... 


- ngider-ngider Jakarta. 

di suatu sabtu, secara impulsif kita main ke Museum Satria Mandala.
sebenernya ini untuk menuhin keinginan bumy, karena udah lama dia penasaran mau mampir, terutama buat "liat tandu jenderal Sudirman!" 
koleksi museum ini ternyata lumayan. yak, ini pertama kalinya gue masuk ke dalem sini meskipun posisinya di sebelah kantor persis. kalau halamannya sih sering, secara sehari-harinya gue numpang parkir di situ. 
kelar dari museum, berhubung masih jam 11an, kita kepikiran untuk mampir ke museum yang lain. pilihan saat itu adalah ke Gedung Antara di Pasar Baru yang konon ada museum jurnalistiknya. 
tapi sebelum ke pasar baru, kita mau maksi dulu dan sambil jalan, lewatin kawasan pecenongan. why not mampir, rite? kita pun maksi di RM Medan Baru. yes, the infamous Medan Baru dengan sambal ganja dan burung puyuhnya hahahha. it was a feasttt. love love the dishes (but no so much love for the price, ngok). 
sesuai rencana, abis makan kita ke pasar baru. saat kita memasuki gedung Antara yang dituju, eh.. kok kosong melompong? tau-tau ada satpam menghampiri kita, dia bilang lagi nggak ada event. jadiii museum jurnalistik itu teh event semata xD yaudah daripada bengong-bengong doang, kita foto-foto dan keliling Pasar Baru :D 
gue kok agak sedih ya pas liat-liat kondisi di sini. pedagangnya hampir semua "old school" baik itu tampilan tokonya, produk yang dijual, begitupun cara mereka menjual. pengunjung kawasan situ juga sedikit. kebanyakan cuma lewat atau liat-liat (kayak kita). mungkin pas bokap-nyokap gue masih di usia produktif, tempat ini masih jadi pilihan untuk berbelanja ya.. tapi generasi sekarang sepertinya udah mulai melupakan ada yang namanya pasar baru. 





















- oh ya di bulan desember kemarin selain gue ulang tahun (a proud 32 yo!), ulang tahun pernikahan, juga ada momen bisa bersua sama Kiti. iyaa, dia singgah sejenak ke sini karena Ncin nikah :D  

we finally had our "quality time" after monthssss. mulai dari tafakur bareng (hikss kangeeeen), dilanjutkan dengan gue dan adit ngajak kiti makan di HaloNiko! thank God she loves the dishes! selesai makan, catching up kabar, curhat, dsb, kita ajak kiti ke agenda selanjutnya, yaitu nonton Star Wars: The Force Awakens. xD ini momen nonton kedua kali buat gue, adit dan bumy. tapi tetap aja masih seru laaah *nelen ludah tiap Poe Dameron muncul*. 




alhamdulillah ditraktir sama mantan bos super baik hati, pak Kun (paling kiri) :D




di HaloNiko!




with our "soul" mother :D
menjelang akhir tahun, orang-orang kantor gue ngadain maksibar. untungnya, inisiator dan koordinator acara hari itu - salah seorang manager - orangnya asik. jadilah abis makan, dia ngajak kita nonton bareng. dan tebak apa yang ditonton? none other than Star Wars: The Force Awakens... hattrick-lah gue ciiin. tapi alhamdulillah, yang ketiga ini ditraktir dan nontonnya di studio 4DX-nya Blitz pula x))))

lastly, how did we spend our new year's eve?

kebetulan gue ambil cuti di 31 desember itu - sementara kemarinnya adit yang cuti gara-gara si mbak pulang kampung. di rumah, gue ngajak bumy crafting ala-ala. kita bikin ginian. gue nulisin doang, bumy yang ngedikte xD




sore-sore, gue ajak bumy ke pacific place buat jemput bapaknya. mol waktu itu sepiii banget, entah karena orang-orang agak ngeri ngemol atau pada nyimpen tenaga buat begadang. abis itu kita makan malem di CJ Tom Yum, trus balik ke rumah untuk ganti piyama, ngegotong kasur ke ruang tamu buat tidur-tiduran nonton film sambil ngemil bertiga, trus masang hasil crafting di puun depan rumah.




sebutlah ini "wish tree" ahahaha. 

ternyata damai banget rasanya yak di rumah aja. emang tahun ke tahun aktivitas malem tahun baru kita begini melulu sih (well, except on 2011 karena gue kudu lembur ngantor, ugh bad memory) and it never fails to excite me, cin.. karena kayak kata lagu: when I am with you, there's no place I'd rather be <3<3<3

04/01/2016

what's in a year?

gambar dari sini
this is 9 pm on a saturday night. and where am I right now?
di kasur aja, cyiin, sementara bumy dan bapake sudah terlelap. tumben yah kita 'disiplin' banget di malam libur, udah kayak malam hari kerja aja. maklumlah, 'kan lagi long weekend. oh yes, libur natal ini empat hari aja gituu... dari kemarin kita udah jalan-jalan random seharian, begadang, dan bangun siang. bisa dibilang udah cukup kenyang bergaya hidup 'hedon' selama beberapa hari ini, hihihi. tapi hari ini, kayaknya badan mulai tepar, jadi dari jam 8 udah mulai merapat ke kasur. bumy dan bapaknya sih yang begitu. gue masih anteng di ruang tamu, sembari blogwalking, buka socmed, dan sejenak nonton "Annie Hall" yang kebetulan diputar di AMC. 

karena nyebut socmed, gue jadi keinget kalau banyak orang yang lagi menghabiskan long weekend ini dengan berlibur entah ke luar kota atau luar negri. kita mah di sini-sini aja. menikmati jakarta yang lengang, hahaha dalih standar ini. to be honest kalau 'amunisi'nya ada, ya tentunya pengen liburan jugalah. tapi, lagi-lagi diliat dari postingan socmed orang-orang, tempat wisata malah justru penuh. iya, mulai dari yang di bandung sampai di los angeles, keluhannya sama: tempat wisata penuh sesak, dan jalanan dari-menuju tempat wisata macet. jadi kayaknya kalaupun next time punya amunisi, mending dipake buat plesir saat low season, deh. lagian, suasana kantor di mana banyak yang lagi cuti gini justru enak buat dinikmati *kedip-kedip licik* hehehe. 

saat ini sebenernya gue lagi nggak punya topik khusus buat 'dibahas' di blog. well, I guess you could tell blog gue ini memang tempat ngelantur yang cenderung tidak informatif - no sarcasm or irony intended, really. this blog is just a place where I could feel connected with myself. 

what should I talk about? since we're getting closer to new year, how about making somekinda review of how this year has been? 
it doesn't have to be on chronological order, but at least I could have something to reflect upon. let's start it with..
- about school choice 
ini salah satu sumber dilema/kepusingan terbesar gue dan adit tahun ini. meskipun pilihannya hanya antara 2: a "new" school or the incumbent - tapi kita maju-mundur terus dalam proses membuat keputusan. 
sejujurnya sih, kita nggak merasa 100% sreg saat membuat pilihan, karena we sort of waited for something to happen. a 'sign' yang bisa melonjakkan rasa sreg kita hingga full 100%. well, that 'sign' never did come. sampai lalu deadline memilih akhirnya hadir dan kita terpaksa membuat pilihan. kalau dipikir ulang sekarang, rasanya sombong banget deh pemikiran kita itu. kenapa merasa berhak diberikan pertanda, dorongan, atau apalah sebutannya. bukankah kita justru seharusnya melakukan 'porsi' tindakan kita sebaik-baiknya, yaitu mencari tahu, menghitung risiko, menemukan solusi, dan lain-lain yang kendalinya memang kita miliki? bukannya dengan songong meminta keajaiban supaya tau-tau bisa mampu beli apartemen deket calon SD bumy kelak.. hahaha. 
jadi berarti keputusan diambil dengan agak gambling, dong? yaa bisa dibilang begitu xD 
kalau dibilang mencari yang terbaik, bisa dibilang "terbaik" itu ya yang paling sesuai dengan kebutuhan kita. kita butuh bumy diberi asupan ilmu bukan cuma duniawi tapi juga bekal buat ke akhirat. kita butuh bumy bisa nentuin cara belajar, apa yang mau dia pelajari, dengan "kecepatan"nya sendiri, sehingga dia bisa 'mandiri' dalam berpikir. by choosing this one school, bismillah semoga jalan kita dimudahkan untuk memenuhi (kebutuhan) pendidikan bumy ini.



- tahun ini, gue juga dapat wake up call dalam hal kesehatan. ternyata, gaya hidup yang selama ini dijalani berdampak merugikan buat tubuh sendiri - terbukti, kadar kolesterol (jahat) gue dan adit tinggi, kak! kita emang naif (dan terlalu pede) sih kalo dipikir-pikir, hihihi... makan berlemak-berminyak-penuh gula semaunya, di rumah hobinya jadi couch potato, udah gitu keturunan darah tinggi+diabetes pula dari kedua sisi. jadi ya kita mulai bebenah soal ini. umur emang di tangan Allah, tapi ikhtiar itu wajib, dan merusak diri juga 'kan berdosa. kecuekan kita sama badan sendiri selama ini bisa dibilang 'usaha' merusak diri pelan-pelan in a way. sebelumnya, gue udah lumayan bertekad kuat merombak gaya hidup. menu makan sehari-hari disusun sehingga banyak sayur dan buahnya, goreng-gorengan dikurangi sampe beli phillips airfryer segala, trus olahraga jadi menu wajib sehari-hari. tapi tau-tau... gue dipanggil kerja full-time lagi! valid banget kata-kata yang bilang "setiap perubahan pasti akan dihadapkan pada tantangan." tekad yang udah bulat tadi langsung terhadang kendala waktu dan rutinitas baru. pelan tapi pasti, kita berusaha get around it, sih... road block bukan berarti bikin kita langsung berhenti sama sekali, 'kan. the only problem is, as always, consistency. concern sama kesehatan ini ya harusnya dijadiin habit, gaya hidup. semogaaa kalo bisa konsisten, kita bisa dapet bonus lingkar perut bisa mengecil, bisa crow pose, dan tuntas lari 5 km. aheey.  

- tahun ini juga jadi momen perubahan status gue: from SAHM, back to a WM once again
even though I've been missing bisa jemput bumy tiap hari, bisa bobok siang bareng, les yamaha di hari kerja, dst dsb, but I am thankful for the opportunity to work again. I said it then and I'll say it again: to have a choice is a  privilege! so hopefully I can be a better person by having this 'new' role. 

- a new skincare routine here. nggak banyak wishlist dulu, deh, mau rajin dan rutin aja dalam nerapin rutin ini. 

- new "projects" with fellow blogger/inspiring moms here, and project kalbu with Kiti here. kedua "project" ini bener-bener sarana katarsis sekaligus penyemangat dalam mewujudkan passion gue. alhamdulillah :)

- and 2015 is also very special karena di tahun inilah gue mengenal majelis tafakur.  
gue merasa, hal-hal yang disampaikan di majelis bener-bener apa yang selama ini gue butuhkan. gue diajarkan mengenai tauhid from stratch. setelah dijalani hampir 10 bulan ini, makin terasa kalau ilmu agama yang gue terima sebelum kenal tafakur tuh normatif banget, dan nggak menanamkan motivasi intrinsik untuk menjadi insan/muslimah yang lebih baik. di sini gue dikenalkan tentang konsep 'baru' tentang iman, tentang keyakinan ilahiyah. berhubung sepanjang hidup gue belajar tentang agama islam lewat cara pandang dan pemaparan yang melibatkan otak aja, jadi tantangan terbesar setelah bertafakur (di mana kalbu yang diisi dan diasah) adalah bagaimana mencabut keyakinan yang sudah ada di diri sejak kecil. 
intinya, kalau gue bisa meringkas kalimat untuk mereview kesan gue terhadap majelis ini, yang bisa gue bilang hanyalah: thank you for the disillusionment

kesimpulannya, there's a lot to be thankful for this year. meskipun sempat rada depresi, alhamdulillah bisa jalan-jalan, alhamdulillah kita semua sehat-sehat, alhamdulillah bisa menikmati banyak momen kebersamaan dengan keluarga. 
oh ya terkait parenting, gue sempat ikut beberapa seminar di tahun 2015. seru, membuka mata, dan ngasih banyak ilmu. tapi kalaupun bisa membuat resolusi, sepertinya gini:
- terkait parenting, I want to apply more verbs instead of putting on adjectives, to-do lists, atau nambah ilmu. not that it's bad. tapi gue pengen bisa mewujudkan hal-hal yang selama ini cuma gue pelajari, baca, atau angan-angankan doang. pengen bisa bacain buku cerita buat bumy tiap malem. pengen bisa SABAR (wishlist semua orangtua nih kayaknya - dan sebenernya ini udah dikabulkan loh, karena 'kan dikasih Allah media latihannya setiap hari hehe). pengen disiplin menjauhkan gadget kalau lagi bersama anak. pengen bener-bener dilakuin, deeehh pokonya. 

- buat hal-hal duniawi, antara lain seperti yang dicantumkan di bawah ini


hehe.. but the bottomline is, I hope this will be a great year; meaning I will be "great" in everything I come across. 
happy new year, y'all!

23/12/2015

red dot random

aah, please allow me to pour out remah-remah perjalanan kemarin. inginnya, sih, masih punya banyak bahan buat diceritain, hehehe... semoga next time bisa lebih panjang dan lama yah plesirnya (gini mulu doanya xD).

di post ini gue mau mengenang potongan perjalanan yang nggak ada di itinerary. ya itinerary-nya juga begitu doang, sih, hehe. but these parts of the trip feels nice to recall, because this is the part where we allowed ourselves to be impulsive. 

what are those random bits?

- walking down the cultural Arab Street





kita ke sini dua kali. pertama, pas Adit ngajak nyobain Zamzam Restaurant yang konon terkenal enak. sesudah makan kita jalan-jalan santai aja dari Arab Street sampai Haji Lane. berhubung sampai di situ udah maghrib, walhasil nggak ada dokumentasi foto warna-warni a la Haji Lane haha. btw, makanan di resto tadi kurang sesuai selera gue yang sudah membayangkan hidangan khas timur tengah kaya rasa. like I said, the food mostly tastes bland in Sing (or maybe I'm just missing my daily dose of MSG? fat chance it is!). 
kali kedua ke Arab Street adalah sesudah trip ke Singapore Zoo. sampai di situ masih jam 4 sore, jadi masih terang dan bikin semangat ngider-ngider (meskipun sejatinya kaki sudah lodoh habis muter-muter di zoo). 
pertama-tama, kita ngemil tjantik di 20 Grammes Cafe. ke sini karena gue penasaran pengen nyoba waffle itemnya. 


pretty convincing!


the charcoal waffle. verdict? hmm 7 out of 10 deh. lebih enak waffle original-nya
silakan zoom in untuk melihat operational hours-nya hakhkahak
20 Grammes is quite cozy. cocok bangetlah untuk duduk-duduk santai setelah menggempor seharian, sembari makan waffle dan flavoured tea panas. 
puas di 20 Grammes, kita pun muter-muter di seputar Arab Street. tanpa sengaja, kita menemukan semacam sebuah "gem" tempat makan: it's Kampong Glam Cafe!
gue liat di tripadvisor banyak banget review bagus tentang tempat ini. so let's give it try lah... (untungnya masih banyak space di perut buat makan berat tepat sesudah makan cantik. the perks of banyak jalan kaki...). 
our feast. perdana nyoba kopi halia (kopi tarik pakai jahe), and boy it's delish! 












how would I rate Kampong Glam Cafe? 9 out of 10! 
hidangan yang kita coba memuaskan rasanya, udah gitu nggak pricey samsek, dan suasana makan-di-pinggir-jalan-sore-hari juga menambah poin. 

dari Arab Street, kita jalan kaki sampai ke hotel. kondisi kaki yang gempor terlupakan sejenak berkat hawa easy breezy afternoon, trotoar yang nyaman buat pejalan kaki, dan pemandangan serupa di bawah ini:











sesampainya di hotel, kamipun menyegarkan diri di rooftop pool YMCA hahah

- strolling around the hip and eclectic Tiong Bahru 
kita ke sini di hari ke-5, which is our last day in Singapore. 
sejujurnya di pagi hari gue udah merasa tepar banget. literally had no power in my body. akhirnya gue berbaring di kamar aja sembari nungguin Bumy dan Adit berenang. 
sampai lalu sekitar jam 10an, terasa mulai ada kekuatan untuk jalan kaki dan menaiki bis. we decided we wanted to explore the hip Tiong Bahru area. 


































kita makan siang di Tiong Bahru Market - yang terasa very alive and appealing. makanannya juga enak-enak! no fast food, no bland dishes. sesudahnya, kita berkeliling, foto-foto, dan juga mampir ke beberapa toko. it's a nice experience I would love to repeat.

sekitar jam 3, kita pun balik ke hotel untuk ngangkut koper dan naik Uber ke Changi. 








kelar, deh, reportase liburannyaaa... haha. 
Alhamdulillah perjalanannya lancar, dan cita-cita Adit untuk "lebih banyak liat pemandangan" pun tercapai. 
kiranya boleh menyusun wishlist for our next trip, we would like to visit
- more parks
- more 'cute' bookstores 
- Holland Village
- Gardens by the Bay maybe? 
- and museums, I guess. 

see you again, Singapore!