Showing posts with label flick. Show all posts
Showing posts with label flick. Show all posts

19/04/2016

what I need to know about parenting, I learn it from..

Orange is the New Black.

gue udah pernah bilang sebelumnya, kalau serial ini membuat gue tergila-gila. gue bener-bener dibuat takjub dan terinspirasi setiap kali nonton, ya karena jalan ceritanya, karakter-karakternya, dan terutama, sama insight tentang gimana para perempuan ini bertahan hidup di penjara.
perempuan-perempuan yang ditampilkan di sini, meski emang bertitel "inmates" alias pesakitan, tapi they're basically "regular" women. kebanyakan dari mereka nyemplung ke penjara karena latar belakang ekonomi, meskipun later on I know kalo bukan itu doang faktor yang bikin seseorang terperosok ke penjara. contohnya sang tokoh utama, si Piper, yang anak orang kaya dan berpendidikan tinggi. begitupun Nicky yang gue sebut sekilas di sini. mereka nggak kekurangan duit, tapi tetep bisa kecebur melakukan kejahatan, and thus, end up in prison.



bicara soal terinspirasi, keseluruhan tiga season ngasih gue banyak banget insight, salah satunya ya soal parenting. yang unik, diceritain ada ibu dan anak yang dipenjara bareng, yaitu Daya dan ibunya, Aleida... technically sih ibunya duluan yang dipenjara, dan ketika tau anaknya dipenjara, hal pertama yang Aleida lakukan saat ketemu Daya adalah... nampar. haha, tapi tindakan itu bisa dimengerti banget! ya kalau diliat pakai kacamata emak-emak, siapa coba yang mau anaknya ngikutin jejak langkah yang salah? meskipun diri kita sendiri yang dicontoh.. *atut* 

anyways, beberapa kali gue menemukan diri gue mewek sembari nonton OITNB. episod yang berkesan banget tuh yang tentang Hari Ibu. jadi, penjara yang jadi background serial ini adalah Lichfield, penjara dengan tingkat keamanan rendah, di mana mereka yang dipenjara juga bukan pelaku kejahatan 'berat.' terharu deh ngeliat gimana 'perjuangan' anak-anak yang ibunya dipenjara hanya untuk bisa menghabiskan satu hari bersama sang ibu dalam kondisi seru dan ceria, meski masih tetap di dalam penjara.
diceritain juga betapa pusing ibu yang dipenjara saat menemui kenyataan anaknya getting out of hand. gimana coba caranya 'mengontrol' dan menjaga hidup anak-anaknya dari pengaruh buruk, sementara mereka sendiri lagi dipenjara? 


kiri: Daya, kanan: Aleida, Daya's mom
ada juga konflik yang dihadapi Daya yang tadi gue mention. dia hamil gara-gara pacaran sama seorang sipir (John, yang guanteng dan muanis banget hihihi). singkat cerita, seiring kehamilannya bertambah besar, Daya makin yakin kalo dia mau kehidupan yang jauuuh lebih baik buat anaknya. so she finally decided to give her child up for adoption. 
but then there's a twist!
ibunya, Aleida, ternyata ngebohongin pihak pengadopsi supaya anaknya Daya/cucunya bisa tetap bersama ibunya... emang sih, dengan segala risiko kemiskinan, kejahatan, dan sejenisnya. tapi itu semua semacam "nggak ada apa-apanya" dibandingkan terpisah dari ibu sendiri.... 
this is what she (Aleida) said exactly, 


Aleida: "I know that feeling you got when you had her in your arms. And if that went away forever, you'd be all kinds of f*cked up."
Daya: "You make her sound like she's drugs."
Aleida: "The worst kind. She's gonna make you feel better than you ever thought you could, then drain all your money and ruin your life.
You're always gonna need her. And even when you hate her, you're gonna love her."
that's it. I soooooo can relate with what she's describing. 
that's exactly what having a child is like... 
dan karena pada episod tersebut juga diceritain flashback Aleida waktu masih muda dan ngurus Daya yang masih kecil, mau nggak mau gue jadi teringat my own mamak. the one I always have fights with (yep, even until today). digambarin gimana pelan-pelan Daya mulai 'jauh' dari ibunya sendiri, emotionally. and I think that's also what happened between me and my mamak. 
dari awal gue dan dia nggak bisa berteman. iya, nggak bisa aja. karena beda generasi, kali. atau beda "style." atau bisa juga karena karakter kita terlalu sama. hahaha entahlah! yang jelas, pas adegan demi adegan flashback Aleida diputarkan, gue jadi kayak ngeliat apa yang nyokap gue alami dan rasakan saat ngebesarin gue yang beranjak ABG... 
boy, it was damn hard to watch! x( mewek berember-ember gue nontonnya... 

semacam disadarkan kalo selama "itu" ternyata nyokap selalu sayang sama gue. in her own way. 
because even when she hates me, she still loves me damn much. 
hiks. 

dan sekarangpun, setelah gue sendiri jadi ibu, itulah yang gue rasakan. my kid is like my drug. candu.
semua prioritas berubah, jungkir-balik bahkan, begitu dia hadir. I'm no longer that important. 
bagian yang akan gue tulis berikutnya mungkin melenceng jauh banget dari topik Orange is the New Black. adalah sekelumit isi tausiyah yang tempo hari gue dengar di kantor, yang ngasih tau kalo ternyata, Allah menciptakan "miniatur"nya di dunia, dalam wujud seorang IBU. 

kalau ditilik dari asal katanya (kebetulan yang ngomong ahli fiqih S2 or S3 dari Kairo, so I think she knows what she's talking about), 
ibu dalam bahasa Arab juga disebut dengan istilah murabbi, yaitu miniaturnya "Rabb."
Rabb disebut juga Al Khalik (pencipta), Ar Razziq (pemberi rizki), dan Al Malik (pengatur), sesuai dengan sifat-sifatNya. 
dan semua sifat ini ada di diri seorang ibu... ibu 'menciptakan' anak ke dunia (atas kehendak Allah), ibu memberikan rizki kehidupan pada anak-anaknya, dan juga udah 'bawaan' seorang ibu untuk jadi tukang ngatur... in this case mulai dari mengatur lewat didikan pada anak-anaknya, sampai mengatur hal-hal kecil perikehidupan. 

fakta ini lalu dikaitkan dengan perintah dan ketentuan Allah. kalau Allah nyuruh atau melarang kita melakukan sesuatu, jangan tanya "kenapa?" justru kita perlu bertanya "apa hikmahnya buat gue?" 
karena cinta Dia pada kita tuh bener-bener unconditional - hanya bisa dianalogikan dengan cinta ibu pada anaknya.. Apa yang seorang ibu lakukan pasti demi kebaikan anaknya... 

jadi mungkin karena itulah ridho Allah = ridho orangtua, dan juga kenapa surga sampai disebut ada di telapak kaki ibu.  

oh mother... sekarang ini, gue merasa bersyukur banget seandainya performansi gue sebagai seorang ibu bisa seujung kukuuuuu aja dibanding nyokap gue. sebanyak apapun kekurangan beliau selama membesarkan gue sampai sekarang,tetep nggak akan bisa gue tandingi. 
"I have to keep reminding myself that I am their mother. Sometimes we are sitting at home and I feel like we are waiting for our mom to come home.- Ruby Wax"

22/02/2016

wildest dreams

tempo hari Lita nulis tentang 30 hal yang dia nggak suka. it kind of inspired me to make a list out of something. but since I'm not in the mood to remind myself of things I dislike, jadi kali ini gue susun a list of my current favorite things aja. hal-hal yang dimasukin di sini random, seperti layaknya pikiran gue yang suka melompat-lompat ke sana ke mari, hehe. so please, bear with me through the rest of the list.   

• gara-gara Grammy 2016, gue jatuh cinta abis-abisan sama dua hal ini: 
a) Demi Lovato singing a cover version of Lionel Richie's "Hello" (merinding gila mak!).


and b) Hamilton
ini adalah judul pertunjukan teater Broadway yang menang Grammy untuk kategori Best Musical Theater Album. awalnya perhatian gue tercuri gara-gara Lin-Manuel Miranda, sang kreator sekaligus bintang pertunjukan ini, ngerap saat bacain acceptance speech-nya. kok seru amat 'ni orang?, gue pikir. setelah baca sana-sini, gue pun hinggap ke video opening number "Hamilton" yang dihadirkan live saat Grammy. opening number alias lagu pembuka ini mengenalkan siapa sih Hamilton ini, yang disebut "America's 'Founding Father Without a Father'" dengan memaparkan sejarah singkat masa kecilnya dan gimana dia sampe merantau ke dataran Amerika. silakan diliat sendiri, deh, betapa KEREN GILAKnya performance para pemain dan musiknya! 



gue nonton ini bersama Bumy, yang kemudian juga sama melongo dan terpukaunya kayak gue. dia abis-abisan bilang Leslie Odom, Jr. "keren, ma! bagus suaranya!" hahaha. ih, semoga someday kita bisa nonton pertunjukan di Broadway ya, nak! (menerima ucapan doa online dengan hashtag #emakinginnontonbroadway).

• next one is about skincare. (told you it's gonna be random)
berbeda dengan saat gue berceloteh seputar skincare regimen sebelumnya, di mana gue belum memakai pre-essence, sekarang gue udah pake. 
buat pagi, gue pakai SK-II Facial Treatment Essence yang alhamdulillah banget kali ini nggak bikin wajah bruntusan. dianalisa lagi, ada perbedaan yang memang kentara. sekarang gue rajin double cleansing. diawali dengan mengusap muka pakai Vichy Micellar Water untuk ngilangin makeup, dilanjutin dengan Sulwhasoo Cleansing Oil, lantas cleansing foam/scrub - which makes me wonder whether I've been TRIPLE cleansing :| 

apapun istilahnya, yang jelas it's all been ok.  
gambar dari sini
buat malam, gue memakai pre-essence yang berbeda. bukannya mau sok ala-ala skincare junkie yang paham kenapa malem dan pagi harus beda produknya, sikk... murni karena kebetulan ada sampel pre-essence yang belum dipake, haha. akhirnya gue prawanin juga History of Whoo's Ja Saeng Essence yang kebetulan sudah gue kekep beberapa lama. gue udah mendengar banyak review positif tentang produk ini, tapi to be honest belum muncul keinginan membara buat nyoba. singkat cerita, I finally gave it a try, dan udah hampir sebulan gue pakai produk ini, jadi layaklah ya buat kasih testimoni? tanggapan gue terhadap produk ini termuat dalam satu kalimat sahaja: it does me wonder. 

uh-huh, no more no less than a wondrous effect it is. terdengar terlalu lebay kah? hehehe. percayalah, gue tidak dibayar dengan produk gratisan sama Whoo (#kode). all I know is, sejak pakai ini, my skin has been supple, dan jerawat jadi jarang nongol (hanya sesekali saat mau dapet dan itupun cepet kering abis 'disumpal' pake si Ja Saeng ini). jadi begitulah, how can I not love this product?
kepikiran mau beli full size-nya sih, tapi pas gue tanya mbak BA-nya, dijawab harganya lebih dari 2 juta rupiah. er... agak gentar yah eke jadinya #dilema #pilihmukaapacicilan. mungkin gue bakalan restock sample size lagi, sik kalau begini caranya. tapi kalaupun gue somehow bisa beli full size, gue rasa setahun juga nggak abis, deh. karena ini aja cuma 5 ml tapi awet sebulan.  

• next on my favorite things is hosting friends.
gue baruuu aja berceloteh di blogpost ini, betapa gue seneng kalau bisa menjamu teman-teman yang mampir ke rumah. tempo hari 'kan ada Ika dan suami yang mampir ke rumah buat berlatih moto dengan cara motoin kita sekeluarga, hahaha. ya kita mah seneng banget atuh xD udahlah disamperin, dipotoin pula!
lalu minggu laluuu, kita kedatengan tamu lagi. kali ini konco-konco kentel gue jaman SMP. kaget dan seneng banget gueee, karena kita bisa kumpul lagi dan mereka sudi mampir ke pelosok ciganjur uhuhuhu. 
semoga Allah kasih gue banyak kesempatan buat latihan jadi nyonya rumah yang oke, yaak hehehe... 


hasil photo sessionnya <3

rasanya baru sekejap berlalu sejak kita gegoleran nonton vcd take that dan boyzone live in concert sepulang sekolah. hiks :')

• perihal tontonan, Orange is the New Black adalah tv show yang membuat gue melotot malam demi malam demi namatin season 1-3 dan bermata panda keesokan harinya. this show is a real bad a**! emang I would not recommend this show for anyone who's conservative in mind, sih. ada graphic depiction of s*x, profanity, and violence, even. tapi cerita yang disampaikan bener-bener 'hidup' lewat para tokohnya. I don't think I've ever fallen in love with so many characters in a show before. 




- lastly, THIS.
It's a very nice and inspiring writing by someone whose life seems to be led by passion. 
Let me quote some parts:
"If you feel you’re stupid, read books. If you think you’re smart, read more books. 
"Membicarakan atau mendiskusikan buku bersama orang lain yang juga senang membaca buku adalah satu dari sedikit kebahagiaan yang tidak mahal — dan jauh lebih baik daripada ikut membicarakan gosip terbaru para selebritas. Saling bertukar buku, tentu saja, juga lebih baik dibandingkan dengan bertukar pasangan. 
"Membaca buku adalah salah satu pekerjaan paling sulit yang saya tahu — dan itulah alasan kenapa banyak orang tidak suka membaca buku."
karena tulisan tadi dan lain hal, gue menyadari kalau buku adalah passion gue yang nggak pernah padam dari dulu sampai sekarang. it makes me feel alive. 
maka gue pun mulai 'memaksa' diri untuk kembali menyentuh dan akrab dengan buku. 
perjalanan diawali dengan langkah-langkah kecil... seperti memperbarui keanggotaan di Rimba Baca. gue kepikiran melakukan ini supaya selain pilihan bacaan Bhumy semakin banyak, juga untuk merangsang minat bacanya. nilai keanggotaannya totally worth the price (cuma Rp375.000/tahun) dibandingkan membeli sendiri. 

kebetulan banget, tau-tau Gemma (@lilbibliophile) ngajak ikut meramaikan hashtag #SatuHariSatuBuku-nya. tujuannya selain mendokumentasikan buku yang dibaca bareng anak, juga untuk ngasih review buku-buku yang udah dibaca. 

maunya sih bisa melangkah lebih lebar lagi ke depannya... gue mulai menargetkan kelar berapa buah buku per 2 minggu, trus kalau bisa, organize a book club sama temen-temen. berhubung gue anaknya seneng sharing, jadi rasanya kecintaan itu bisa tersalurkan lewat menceritakan opini dan berdiskusi soal buku sama orang lain. ada yang tertarik gabung? monggo banget lohhh. 







something to start the book club with...

one afternoon at Rimba Baca


if this is not inspiring, then what is?

05/01/2015

all this is that

hhh... selama desember kemarin gue sama sekali nggak rambling di blog.
sibuk banget sih, nggak. yaah standar aja rutinitasnya: nganter sekolah, 'nongkrong' bengong-bengong di kemang berharap dapat inspirasi buat artikel, nganter les, masak, nginem, gitu-gitu deh. tapiii... bulan desember ini emang gue jadi lebih banyak berkontemplasi (baca: bengong).
wajar kali ye, bukan cuma karena udah masuk penghujung tahun, tapi juga banyak momen-momen reminder, contohnya: Bumy udah 5 tahun ajah. weww anakku bukan balita lagii! udah gede, udah mau SD! *histeria mamah muda*
daaann... gue udah tigapuluhsatu tahun bok. alhamdulillah wa syukurillah. bersyukur diberi usia dan kesempatan menikmati hidup, tapi juga ada rasa malu mengingat belum banyak berbuat buat orang lain.
selain itu, bulan desember juga momentum anniverssary pernikahan, peringatan tragedi tsunami aceh, natalan, tahun baru, yang semuanya bisa jadi pengingat dan bahan buat refleksi diri.

kalau gue lihat entry bulan desember yang gue buat tahun-tahun sebelumnya, sepertinya lebih banyak perubahan yang terjadi di periode-periode itu dibandingkan sekarang.
contohnya catatan milestone perkembangan Bumy, entah itu dari disapih, toilet trained, atau masuk sekolah. trus juga perubahan kondisi hidup, kayak pindah rumah, pindah kerja, atau traveling ke tempat-tempat baru. sementara gue melihat tahun ini nggak banyak terjadi loncatan atau letupan. not that it's bad, sih. gue memaknai ini sebagai episod menjalani pilihan-pilihan yang udah dibuat. mungkin kayak belajar naik sepeda, ini adalah saat di mana kita udah menguasai sepeda roda 2, dan sekarang lagi belajar menjaga keseimbangan.

gue masih di rumah sambil kerja freelance sembari memasuki CLTP tahun ke-2.
adit masih kerja di tempat yang sama.
kita masih menempati rumah ciganjur, desember ini genap 2 tahun. sempat pakai ART trus nggak, trus pakai lagi dan kapok lagi haha.

tapi, pastinya ada perubahan selain bertambah tua, 'kan?
i hope so! at least i'd like to think i've 'learned' a few things the past year... seperti

- kalau biasanya hidup gue diisi dengan target-target, kali ini, membuat NY's resolutions aja nggak. waktu mau mencoba bikin, yang terjadi malah gue reality check ke idup sendiri.
berapa ya buku yang belum kelar gue baca? jawabannya, numpuk!
berapa ya tempat yang belum jadi dikunjungi?
what good deeds did i miss doing? karena ternyata bukan cuma kesempatan aja yang bisa kelewat.
udah gitu tahun ini gue nggak jadi medical check up. standarlah, karena males, juga enggan, dan cemas. nah ya, cemas. rasanya gue jadi jauh lebih pencemas semenjak ngejalanin hidup lebih banyak di rumah. gue jadi takut nyetir sendiri (sambil bawa Bumy) memasuki tol, gue kadang cemas di tempat ramai, trus gue juga gampang annoyed kalo ada sesuatu berjalan di luar rencana atau harapan.
so, maybe this year i ought to be more relaxed, to loosen up and quit fussing about the small stuff. tapi tetap perlu meneguhkan niat buat medical check up, sih.


amen. pic from here


- i talked about this paradigm shift regarding our choice for Bumy's education here. ujung-ujungnya sih jadi membawa ke soal toleransi, yang dimulai dari keluarga sendiri.

- related to that, i do believe that family should always comes first. perhatian, cinta, dan dedikasi untuk keluarga itu semacam investasi yang nggak akan pernah rugi. hal ini perlahan-lahan gue pahami melalui interaksi gue sama mricans, juga sama extended family dari pihak gue dan adit. yaah, pelan-pelan karena gue emang bawaannya individualistis dan maunya serba praktis. wujudnya jadi males ikut acara-acara keluarga, trus kalau untuk urusan keluarga yang jadi pertimbangan awal selalu "ngeribetin gue, nggak, nih?"
but aging seems to improve me on this. 
gue juga jadi semakin yakin betapa nggak ada ruginya ribet-ribet demi keluarga sendiri setelah membaca artikel ini; ada kata-kata begini:
“Spend more time with your folks. It’s a different relationship when you’re an adult and it’s up to you how you redefine your interactions. They are always going to see you as their kid until the moment you can make them see you as your own man. Everyone gets old. Everyone dies. Take advantage of the time you have left to set things right and enjoy your family.”
time is the one thing you can never get back.



Mason Jr. in 12 years time. pic from here
- lastly, gue jadi inget salah satu film favorit yang menurut gue layak menjadi masterpiece, yaitu "Boyhood." disutradarai sutradara ngehek Richard Linklater, film ini bukan cuma gokil karena difilmkan selama 12 tahun, tapi penuturan dan pesan yang disampaikan juga menusuk ke sanubari.

film ini kayak ngajarin gue dan adit tentang parenting, being a parent, and also about life.
how to talk about sex with your kids, how to try to make your kids understand about the choices you make as a parent,  also that the journey to be a friggin' good parent and a good person is a long one.

gue sendiri jadi menyadari kalau nggak akan ada keluarga yang sempurna, begitu juga gue sebagai orangtua nggak akan bisa mengukirkan hidup yang sempurna buat anak gue karena gue dan partner ya manusia, nggak sempurna. kepribadian orangtua, cara orangtua membesarkan anak, kondisi kehidupan anak saat kecil, hal-hal itu emang punya andil dalam membentuk kepribadian anak. tapi apa pilihan-pilihan si anak or how the kid will turn out to be, itu  di luar kendali orangtua. we can only hope they will turn out alright.

film ini juga menyadarkan betapa hidup terdiri dari hal-hal indah, menyebalkan, menyedihkan, sulit, enak, dan ribuan rasa lain all rolled into one. pilihan kita mau fokus mengingat atau menilai hidup kita dari momen yang mana; misalnya mau mengingat orangtua kita lewat kenangan indah sama mereka, atau lewat hal nyebelin yang mereka pernah lakukan....
seperti kata-kata yang pernah gue baca, "in the moment, it doesn't matter about the ending at all."
yeah, it really doesn't matter how things will end. just seize the moment. (or maybe let the moment seize us, seperti kata Mason Jr. di film ini).


image from here. and yes, "Jesse" is Mason Sr. in this movie

there are also some memorable dialogs from this movie (pastinya!). like this one,
Mason: So what's the point?
Dad: Of what?
Mason: I don't know, any of this. Everything.
Dad: Everything? What's the point? I mean, I sure as shit don't know. Neither does anybody else, okay? We're all just winging it, you know? The good news is you're feeling stuff. And you've got to hold on to that. 

dan dialog ini, damn! i think every parent is bound to say this at one point, dan bahkan kalau nyokap gue lebih articulate, she would definitely say the same thing.


Mom: [Mason is leaving for college] This is the worst day of my life.
Mason: What are you talking about?
Mom: [Starts crying] I knew this day was coming. I just... I didn't know you were going to be so fucking happy to be leaving.
Mason: I mean it's not that I'm that happy... what do you expect?
Mom: You know what I'm realising? My life is just going to go. Like that. This series of milestones. Getting married. Having kids. Getting divorced. The time that we thought you were dyslexic. When I taught you how to ride a bike. Getting divorced... again. Getting my masters degree. Finally getting the job I wanted. Sending Samantha off to college. Sending you off to college. You know what's next? Huh? It's my fucking funeral! Just go, and leave my picture!
Mason: Aren't you jumping ahead by, like, 40 years or something?
Mom: I just thought there would be more. 

:')


i guess this video of "The Fall" from Rhye could set the mood right for this post. well, do enjoy.





27/11/2013

the weekend with girl from mars

i had a me-time galore last weekend. setelah minggu sebelumnya yang padat dan cukup bikin kelimpungan. nyiapin (seribu perintilan) ultah bumy (atau bisa juga disebut: pertama kalinya kami menghelat acara yang melibatkan banyak orang di rumah sendiriii), ngebut bikin artikel for the upcoming MD's project, dan alhamdulillah dapet cipratan kerjaan copywriting dari Nisha xixixi <3<3

bokap nyokap nginap sejak kamis malam di rumah. besoknya, mereka bawa bumy ke karawaci sepulang sekolah. jadi, resmi sejak jumat siang gue memiliki rumah untuk diri sendiri :P
tapi malah bingung gitu mau ngapain....
glundungan di kasur sampe bosen. akhirnya memutuskan nyetel dvd yang udah dibeli dari dua bulan lalu tapi belum juga ditontonin.
  • "the paperboy": ada nicole kidman, matthew mccoughnahey, sama zac efron, tapi filmnya lebih "festival' daripada "hollywood"-y. gak bisa bilang gue suka sama ceritanya sih, tapi film ini kuat juga 'tonjokan'nya ey. bikin kepikiran sampe sebelom tidur :|
  • "penelope": picked this movie randomly, tapi debi bilang film ini bagus. gue juga berharap demikian saat memilih karena ada james mcavoy-nya. ternyataaa... what happened was worse: film ini bikin jatuhati ugal-ugalan sama mr. mcavoy nan tampancharmingbritishpula! xD but also a feel-good romance&family movie it is. tentunya gak sah disebut begitu kalo gak bikin mata basah di satu dua adegan.
  • "on the road": film dari tahun 2012, main casts-nya belum ada yang gue kenal selain tom sturridge, kiki dunst, dan kristen stewart. tapiii, dua cowok main casts ini bikin termehek-meheeek (nobody uses this word anymore, right? only makes it legal for me to put it in here). aarghh sam riley + garrett hedlund = ibuk-ibuk menjelang 30 tahun yang kelojotan terpesona. hysteria aside, i think this movie is not your typical hollywood movie. lebih "jiffest" lah macam si paperboy (which is to be expected, lha wong ceritanya dari buku fenomenalnya jack kerouac, the one and only "on the road"). sedikit banyak mengingatkan pada "motorcycle diaries" karena tema coming-of-age-nya. tapi yang ini terasa lebih "amerika," karena memotret kegalauan kaum muda amerika di tahun 40an, dengan karakter-karakter yang restless, don't wanna settle, dan gak takut keluar dari comfort zone. inspiring lah.
  • "paris manhattan": LOVE THIS MOVIE TO THE MOON AND BACK. film ini tentang cewek yang suka banget sama woody allen dan film-filmnya. ain't that soooo familiar or what?! yang makin bikin hati teraduk-aduk (by excitement!) adalah skenarionya yang "woody allen" banget!! lucu, tolol, witty, unpredictable, tapi hit you on the gut saat menyuguhkan hikmah dan kebijaksanaan hidup. this movie is a homage to woody allen, yet ALSO serves as a love letter to his fans! can't say how much i lovvve, luurrveee, the movie :)))

so, that's day one.
on day two, noo we didn't have somekinda hornymoon day. kita berdua bangun pagi-pagi karena masing-masing punya agenda. adit ikut volunteering benerin sekolah ke parung, sementara gue menunaikan janji untuk... senam sama ibu-ibu kompleks. oh yes, i'm "there," at the point where i put on my training suit at 6 am on saturday morning, to mingle and jiggle.
meskipun demikiaaan, seru juga olahraganya (baca: bikin badan rontok, keringetan, dan ngos-ngosan). sesudahnya, berhubung si embak telah kembali bekerja, gue menghabiskan pagi dengan glundungan lagi di kasur... LOL. saat-saat seperti ini nih, ternyata malah bikin kangen banget sama anak. si koala. bocah lucu. yang mengganggu mama dengan pertanyaan "kok?" dan "kenapa?"nya 111000 kali dalam sehari. huks. 


sorenya, gue nungguin kiti dateng ke rumah. we were about to have a date that saturday night... not just a regular date, but a DATE WITH TIM WHEELER AND ASH. hahaha... oh yeaah (no-pun intended), satu lagi band masa muda gue dihadirkan ke jakarta. excited banget jiwa forever-13-tahun-kuu.
jalanan jakarta juga bersahabat banget sore itu, jadi jam 5an kita udah sampe di senayan.
begitu tiba di lapangan D, tercium... bau rumput itu. hembusan angin dan keriuhan dari speaker raksasa itu. i instantly felt like home. funny, huh. maybe because the place has been holding some memorable events in my life. weezer. blur. and now ash. SUBHANALLAH.


di awal malam itu, anginnya terasa agak dingin. gue sempet menyesal gak pake jaket atau numpuk baju di badan. penontonnya bisa dibilang sepi, tapi semangat nostalgia dan kekangenan yang mutual di antara sanubari para hadirin bikin suasananya jadi terasa intim. bagaikan a private gig. beneran deh gak dilebih-lebihkan, haha. (ya Allah, lagi nulis ini tiba-tiba terdengar "Lost in You" dari media player....).

ash tampil enerjik, dan mr. wheeler ramaah banget sama kite-kite. momen "ledakan kerinduan" gue terjadi kala lagu "sometimes" dan "angel interceptor" hihihi, ini nih yang bikin kecanduan sama konser. 
gue jadi inget jaman kuliah dan jatcin sama seorang pria 'aneh' dari provinsi yang istimewa, haha. jadi inget juga sama masa-masa SMP dan doyan nyetel kaset "1977" sekaligus OST. Angus. ajaibnya, ash ngebawain lagu "Jack Names The Planet" yang cuma bisa gue temukan di kaset Angus itu!


1977 = celebration of long-lost youth <3

"sometimes it happens feelings die.
all years are lost in a blink of an eye.
we once had it all, but events conspired. 
sometimes...." 


hati dan kepala gue juga membuncah akibat raungan distorsi gitar dan dentuman drum yang seolah jadi trademark musik masa muda gue. era sembilanpuluhan. kangen banget sama tune macam begini! jadi kepikiran, apakah tune ini akan jadi 'klasik' dan semakin langka? and will today's youngsters cringe at the sound of it the way i did when i heard my dad's 70's music as a teenage kid? but i believe good music perseveres. one day, another teenage kid will fall in love with this kind of music perpetual adolescents like ash made.

  

busuk banget foto-fotonya yaa. maklum deh dari jarak jauh (yang kanan dari screen. iseng diambil setelah kiti komentar muka tim wheeler "model-model tom cruise."), dan gue juga gak pernah ngotot capture foto dan video saat konser. karena bakal ada banyaaak foto yang lebih keren yang diambil sama para fotografer dan juga rekaman video konser versi lengkap yang akan di-upload-in ke youtube. jadi ngapain ngerusak momen merekam kenangan di kepala dan hati sendiriii.

oiya, efek rumah kaca/pandai besi juga tampil dengan sangat memukau. lagu-lagu pandai besi bikin teringat sigur ros. megah, bagai mimpi, dan menghanyutkan. love them. highlight dari performance mereka adalah cholil sang vokalis ngajak anaknya ke panggung. sepanjaaang performance, si bocah kecil berdiri di samping bapaknya, dan kadang tangannya megangin ujung kemeja bapaknya. :"}}} (pas lihat akun instagram tim wheeler, ternyata dia ambil foto si anak yang lagi ikut manggung, dan dikasih caption: "The band on before us has a 3 year old genius prodigy amongst their ranks" :D)

malam itu, gue, kiti dan adit sampe di rumah jam 11an. bukannya langsung tidur, malah asik ngobrol. mana yang dibahas soal keuangan, yang ada malah makin semangat ngoceh. tiba-tiba sekitar jam 12:30 pagi, listrik mati. bubaaar deh. esoknya, kita sempat maksi dulu bertiga di demang cafe di sarinah. lagi-lagi nostalgia! terakhir kita barengan ke sini ya pas ngerayain ultah pertama bumy tiga tahun lalu. tempatnya masih cozy, makanannya masih enak-enak. cuma kok sepi banget yaa untuk minggu siang?



setelah semalaman bersama dan gak kepikiran buat foto berdua...zzz. 

well, anyway, i guess all there is to say now is... alhamdulillah.

13/03/2013

rambling day wednesday


i'm writing this from a place called "the cafe at pistos," and a famous face is sitting on the table next to me. menemukan tempat ini secara tidak sengaja. awalnya mau melipir ke KFC (sahaja), tapi parkirnya penuh. i was looking for a coffeeshop. pengennya "me time" nulis/merenung/bengong di tempat yang gak crowded, serve tasty sweets, and of course, free wifi. this place caters the first two: there's only 2 groups of guest (myself counts as one), and this chocolate tiramisu i ordered is quite good. as for the wifi, kok gak bisa buka satu halamanpun di browser. boo. (UPDATE: ternyata wifi-nya cepet, mungkin karena tinggal gue doang tamunya).

hari ini gue mengantar bumy ke daycare. loh, kok masih taro bumy di daycare?
well, tadinya per maret mau langsung 'diputus' keanggotaannya. tapiii, saat gue observasi selama di rumah, bumy masih berpikir dia akan balik lagi ke daycare. dia suka bilang, "nanti bumy sama C, O, dan K mau gini gitu gini gitu." khawatir bumy 'jetlag' karena perubahan yang all-so-sudden, akhirnya kita putusin bumy ke daycare 2 kali seminggu aja. atau menurut istilah di daycare-nya, ambil "cuti."
dengan cara gini, dia seneng bisa ketemu temen-temennya, dan gak sumpek di rumah. embak-nya di daycare juga tetep sama, dan kalau mau masuk full-time lagi gak perlu masuk waiting list. 
faedahnya buat gue, yatentusaja, gak sumpek di rumah juga hahaha. bisa "me time" kayak sekarang. nulis-nulis, eat good food, enjoy a newfound venue on a weekday. blissful!

now let's put some updates on this blog.
- dalam sebulan ini, gue (dan adit) udah dua kali nyobain totok di dian kenanga. gue totok wajah, adit totok badan. dia bilang sih sakit-sakit gitu ditotok, mungkin karena yang notok lelaki yah. sementara gue asik-asik aja... uenak malahan, haha. 
pertama kali nyoba di DK yang di ampera, kali kedua di pejaten. di pejaten emang lebih mahal tapi tempatnya jauuh lebih bagus. satu orang ditotok di satu kamar sendiri (kalo di ampera sharing berdua), trus tiap kamar ada tempat bilas badan. kalah deh bersih sehat (place-wise). tapi untuk badan, gue masih prefer BS, dipijet-pijet 'manja' gitu. 

- minggu lalu, ngajak mricans makan di CJ tom yum. the best part is they love it. nyokap dan debby sih yang doyan, bokap gue lempeng aja karena dia gak suka seafood apalagi tom yum -_- 
kaya gue, mereka tergila-gila tom yum dan salad mangganya. nyokap gue sampe pesen salad mangga buat dicemil di rumah. 

- weekend lalu, jumat malam kita berkeliling di jagakarsa tapi yang ke arah lenteng agung. di deket stasiun, adit ngajak ke restoran betawi gitu. tempatnya bagus, desainnya cocok buat keluarga karena ada tempat lesehan dan kolam-kolam ikan. makanannya juga enak. gue nyobain sayur asem ala betawinya, puedeesss tapi seger. 
sabtu paginya kita nyari sarapan di sekitar jagakarsa lagi. nemu tukang bubur ayam yang 'bersih' dan lumayan enak yang ngetem di warung glenmore (kalo gak salah namanya gini). kelar sarapan, kita kerja bakti di rumah.  
malamnya, kita bingung mau ke mana. akhirnya memutuskan jalan aja dulu, along the way baru putusin mau nongkrong di mana-which basically is our philosophy kalo nyari makanan. 
akhinya kita nyangkut di la codefin. setelah liat-liat dvd, kita jalan keluar dan mampir ke souly butter kitchen. what a cozy and cute little place! we had a cupcake, a croissant, and lycee iced-tea. it was a good (and sweet) little treat for our saturday night.



the next day, kita ke pasaraya blok M untuk ngikutin seminar parenting. the good thing about was it's held in a playground. jadi bumy dan adit bisa main-main sementara gue ngikut seminar. 
judul seminarnya "lepas emosi agar bebas bully," bagus juga isinya meski pembicaranya agak bikin bosen. datar dan 'teknis' banget cara bicaranya. 
ohya ada yang lucu. ketika kita lagi nunggu lift untuk turun dari playground itu, ada ibu-ibu yang dengan judesnya nanya-nanya ke petugas playground. "di sini mainannya choo-choo train doang?! gak ada apa-apa lagi?! gak worth it banget harga segini! blablabla" trus ujung-ujungnya dong dia bilang, "nanti saya tulis di blog nih! harganya kemahalan padahal mainannya cuma dikit!" gue dan adit yang... liat-liatan, trus pas liftnya finally dateng, adit bilang, "buruan tutup, jangan sampe satu lift sama kita!" hoahahha. 
wah udah gak jaman surat pembaca atau complaint letter, tinggal cuap-cuap di blog. seleb blog kali ya doi?? 
menurut kita, dari segi harga, tempat itu terbilang standar playground di mall. tempatnya juga bagus dan masih baru. ketika kita bertanya-tanya kenapa si ibu segitu betenya, kita baru ngeh, kalo doi bawa anak 3 orang. mungkin dia ngerasa rugi bandar ya karena gak puas tapi udah keluar duit sekaligus 'banyak.' 
jadi, salah siapa dong??

- berhubung selasa tanggal merah, jadi kebersamaan ala weekend kita bisa bertambah. selasa pagi, kita brunch di tempat yang kayanya lagi hip di twitter (hahah), mangia di pangpol. we had maple bacon pancake (kayanya lebih cocok disebut crepes), big breakfast, nasi jeruk with ikan dori (lupa namanya), "after your hard night" juice, and hot tea. here's what i think,
--> food-wise: nothing extraordinary. 
--> place-wise: very cute meskipun sempit. perabotnya dari moje semua kayanya, hehe. 
--> price-wise: it's in jakarta selatan, so IDR 200rb untuk bertiga is not surprising lah ya. although i think we would come here again once in a bluemoon. 
yang penting 'kan udah ke-checklist dari daftar "current hip place to try," ambil foto diri dan makanan 100 kali, dan woro-woro via path/twitter (no i didn't!).


- watched these following flicks:
--> "silver linings playbook": bikin hati dicubit-cubit, senyum gemes tapi nangis trenyuh juga. tapi in the end, aftertaste film ini mengingatkan pada komik jepang.  
--> "flight": adit's choice. gue cuma nonton 20-30 menit dilompat-lompat. definitely didn't want to watch first 10 minutes of it! adit nawarin liat kejadian kecelakaannya berkali-kali (freak!), tolong yahhh. dia nonton sampe rampung sih, drama gitu kata doi.
--> "book of love": chose this karena simon baker jadi pemeran utama prianya. yang di the mentalist itu loh. film yang aneh. aneh as in jelek.
--> "the master": is this movie supposed to be artistic and deep and full of philosophy crap? i just didn't get it. it's weird. and watching current version of joaquin phoenix made me feel uncomfortable :S
--> "ghost town": ricky gervais' in it! need i say more? hehehe. he is not as hilarious as he is on stand-up shows or talkshows. he plays a dentist, an antisocial and such a pain in the ass. tapi filmnya sweet banget. i lovelove this last dialog,
girl: "it (her tooth-ed) hurt when i smile."
him: "i can fix it." 
uhuhuhuh.

there goes my updates (ramblings). laptop gue baterenya tinggal 25% dan tempat ini sungguh kekurangan colokan, ternyata. 
ada sih colokan, tapi posisi tempat duduknya panas semua. mereka gak sediain tirai (yes i asked), sementara di tempat duduk yang adem gak ada colokannya. hUufTb4ng3d kan.


okeeei, semoga abis ini gue bisa ngerjain peer bikin artikel dengan baik dan benar yah. because this nongkrong is meant to be productive, haha.


21/01/2013

two weekends in one

akhir pekan dua minggu lalu, kita
  • pagi-pagi ke honda di cipete. soalnya udah harus servis sekian kilometer, dan supaya beresnya gak terlalu lama.
  • selagi nunggu mobil diservis, kita nyari tempat "brunch." memutuskan untuk jalan kaki aja menyusuri jalan cipete. sevel dan circle k? naah, it's weekend, so we deserved something more "organic" :P akhirnya nemu lavish coffee. tempatnya nyaman. tapi menu makanan yang tersedia terbatas, jadi beberapa kali kita minta menu A or B, dijawabnya gak available. minumanpun saat itu cuma ada latte untuk hot beverages-nya. setelah nongkrong kira-kira sejam, dateng deh tamu lain. sepasang ibu-ibu setengah baya. trus mereka ngerokok aja gitu... yaudah berarti saatnya capcus.

  • balik lagi ke hondanya ya jalan kaki lagi. syukurlah saat itu matahari gak terik. bumy hepi-hepi aja jadinya (gak minta gendong, phew). kita berhenti di nusa indah untuk beli ayam pop bekal makan siang di rumah. sembari nungguin ayam pop, gue ajak bumy main di taman sebelah restoran. tamannya jadoel dan kurang terawat gitu (sayangnya) tapi lumayan bumy bisa lari-lari, liat burung gereja dan manjat-manjat. 
  • setelah mobil kelar, kita mampir sebentar ke trakindo untuk beli tanaman. jadi tau nama-nama pohon hias. sayangnya karena tukang kebon yang dikasih nomornya sama tetangga gak bisa-bisa dihubungi, kita cuma beli pohon sedikit dan pilih yang nanemnya gampang. 
  • lantas sorenya mati lampu ajuaah dari jam 2 sampe 5 sore. lagi-lagi alhamdulillah hari mendung jadi gak gerah. malamnya mricans (bokap, nyokap, debi) dateng ke rumah. bumy hepi banget karena rumah rame.
melepas rindu
  • keesokannya, minggu, kita memutuskan untuk jalan pagi ke sekolah alam. ternyata dari rumah gue ke sekolah citra alam gak ada sekilometer jauhnya. pantes anak tetangga banyak yang sekolah di situ. sekolahnya luasssss, dan alam-i banget hehehe. sebenarnya mau lanjutin sampai ke sekolah alam indonesia (SAI), tapi berhubung bumy naik sepeda dan jalanannya diem-diem menanjak, kita batalin deh khawatir bumy di tengah jalan capek ngegowes.
  • setelah itu kita berkebon: adit nanemin pohon yang dibeli kemarin, gue nyabutin gulma dan mungutin sampah di halaman. capek juga bok untuk gue yang gak pernah nge-gym ini :P
  • siangnya mas-mas indovision dateng untuk masang. horeeeeee, i would definitely love staying in more! (adit won't read this, right?)
  •  perdana menyambangi resto CJ di lebak bulus. hidangan andalannya, tom yum, emang juara deh. adit sampe budeg katanya makan tom yum haha. as for me, i'm in love with this salad mangga <3

  • but, my most proud-of achievements this week are: setrikaan beres DAN (jadi juga) ngegosek wc. bring it on, kehidupan IRT!!

...berhubung catatan weekend dua minggu lalu telat dibikinnya (hehe), mau sekalian aja ah bikin catatan weekend minggu kemarin.
  • oh, minggu kemarin terasa bagaikan a loooong weekend. karena selasa gue ijin gak ngantor. bumy badannya panas, gue curigai sih mau kena flu ketularan adit. ternyata bener. selama gue di rumah, alhamdulillah badannya gak panas lagi. kita di rumah berduaan seharian :3 awalnya sih ada momen berantem-berantem kecil (mama ngamuk, bumy mewek. standarlah yaa). tapi seiring dengan hari berjalan, jadi bisa getalong juga. gue nyetrika 'ditemani' bumy yang mau duduk tenang di karpet. gue bawain mainan, buku gambar, krayon, dan buku cerita supaya dia anteng. and it worked. hahaha dasar calon IRT culun. berhasil begini aja bangga buanget.
  • rabu, gue ngantor karena bumy udah sehat. tapi emang mulai meler sih. pas gue jemput sorenya, ingus doi lumayan deras. akhirnya, kamis gue memutuskan ambil cuti. awalnya sih mau pakai modus sok bertanggung jawab ("kasian nanti temen-temen bumy di daycare ketularan") tapi sebenernya gue juga males ngantor tenan! ternyataaa, kamis itu banjir parah di mana-mana. gue kaget jam 9 pagi adit nongol lagi di rumah dengan badan basah kuyub turun dari ojeg. ternyata KRL cuma bisa sampai pasar minggu. kantornya juga udah ngejalanin business contigency plan (BCP) karena lokasi kantor di bunderan HI udah gak bisa diakses. but, it turned out to be a blessing in disguise. kita jadi bisa snuggling di rumah. kita masak ayam panggang ala kenny roasters. bikin pudding coklat. nonton dvd "the impossible." ohya berhubung gue cutinya setengah mendadak, jadi gak nyiapin bawa charger hp dari kantor. jadilah hari-hari libur kemarin tak 'terganggu' gadget sama sekali (padahal gatel banget mau nyampah ini-itu di socmed, hahaha).
anak abis kena flu malah ujan-ujanaan heuhh
  •  besoknya, jumat, adit ngantor di german centre (terkait BCP tadi). jadi gue dan bumy ikut berangkat bareng deh. setelah adit turun di BSD, gue lanjutin perjalanan ke karawaci. hellow oma opa (and that good feeling of being taken care of), here we comeeee! hehehe. sore-sore, gue diajak nyokap fitting kebaya untuk acara nikahan adek gue. seneng deeeeh, gue jadi dapet tambahan baju 1 biji karena bahan yang dibeli nyokap gak bisa dipake buat furing, hoahoa. free biaya jahit, yang paling penting!! :)))) setelah itu kita ke summarecon mall karena nyokap gue insisted mau beliin celdam buat adek gue yang cowok (dan sudah kuliah tingkat pertama. once a momma's boy, always a momma's boy).
    koibito at oma's house
  • the next day, saturday, adit and i went out without the kid (one of the perks of living-not-so-near-your-mom's-anymore: anak dimonopoli. ihiyy!). gue nyalon, adit refleksi. abis itu kita pacaran di supermol, hoahaohoa. 
  • ohya, sabtu ini gue dan adit dirempongkan oleh urusan bikin undangan adek gue. to repeat the previous jargon: once anak sulung, always anak sulung. mau dan selaluuu aja dirempongin urusan adek(-adek)nya. anyways, the undangan thingy turned out to become a little project. here's a "sneak peek" (gaya bener kaya crafter ajah):

  • anyways, weekends slided over too soon. tau-tau udah minggu! kita balik ke rumah melati sebelum jam makan siang. karena hari lumayan panas, jadi kita ngejar nyelesaiin cucian. lumayan bisa 2 kali nyuci. sambil nungguin cucian dan menikmati cenat-cenut hari pertama haid, gue nonton "anna karenina" sementara adit dan bumy main-main. it's a great movie - from a great story, of course.

...and now here we are again on monday. *bobok di depan monitor*