28/07/2012

dysentery days

hari Selasa tanggal 24 juli, around 8 PM:gue, bumy, dan adit makan malam di kawasan benton junction karawaci. saat sedang makan, bumy bilang dia pengen pup. 10 menit setelah pup, dia bilang "mau pup lagi, pah, perut bumy sakit." adit sempet bete, "kok pupnya tadi gak sampai selesai sih, mi? nanti aja kita pup lagi di rumah." tapi bumy merengek dan bilang perutnya sakit. akhirnya adit bawa bumy lagi ke toilet (yang lokasinya di seberang benton junction, yaitu di times bookstore). tapi sebelum sampai di toilet, doi kecipirit! saat itu terlihat dia mencret dan nampak udah gak bisa menahan gejolak perutnya.
sekembalinya dari toilet, adit bilang dia notice pup bumy ada darahnya. tapi gue gak langsung panik, karena siangnya nyokap bilang di telpon bumy ngeluh pantatnya gatal dan digaruk-garuk terus. jadi gue pikir bisa aja pantatnya lecet jadi seolah pupnya berdarah.

8:45 - 9 PM: setelah makan malam, kita mampir dulu ke food mart untuk beli sayur dan buah-buahan. saat gue sedang belanja, adit membawa bumy ke toilet LAGI karena dia ngeluh masih pengen pup. begitu balik dari toilet, adit ngomong dengan panik ke gue, "beb, beneran pup bumy ada darahnya. dia juga sakit perut." UH-OH.
akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke rumah, naro belanjaan, ganti baju, dan nyiapin apapun itu in case bumy harus dirawat di rumah sakit. gue bbm DSA langganan, beliau menyarankan gue ke IGD terdekat untuk cek feses bumy. saat gue cek suhu badan bumy pakai termometer kuping, hasilnya 39.2 derajat! padahal saat makan malam badannya masih terasa normal.

9:30 PM: kita tiba di IGD RS Siloam Karawaci. di IGD, dokter yang memeriksa ngasih tau bahwa gerakan usus bumy cepet banget, dan saat dipegang perutnya, bumy juga bilang "sakit di sini" sambil nunjuk ke bagian tengah perutnya. dokter langsung merujuk bumy untuk dirawat karena dari gejalanya menunjukkan bumy kena disentri. tapi untungnya doi masih open for discussion dan gak langsung vonis dengan cara yang bikin kita makin panik. saat gue dan adit cerita kalo bumy masih mau minum, dan kita mau nunggu hasil lab untuk fesesnya dulu  kalo emang antibiotiknya masih bisa diminumin, dokternya setuju aja asal kita terus pantau suhu badan dan menjaga bumy supaya gak dehidrasi.

10:45 PM: hasil lab di siloam menunjukkan kalo di feses bumy positif ada entamoeba. jam 11 malam kita kembali ke rumah, minumin bumy parasetamol dan benzoyl metronidazole.

hari Rabu, 3:15 AM: pas bangun sahur, suhu badan bumy 38.8, jadi kita kasihin parasetamol lagi. saat itu, bumy udah ogah-ogahan disuruh minum.

6 AM:  kita bangun dan notice bumy pup sambil tidur :( pupnya encer dan yak, masih ada darahnya. suhu badannya juga masih 38-an. akhirnya gue dan adit sepakat bawa bumy ke KMC dan nyiapin barang-barang in case bumy harus dirawat di situ.
gue bbm DSA lagi, nyeritain kalo hasil pup bumy ada entamoeba-nya, doi udah males minum, suhu badannya masih tinggi, dan pupnya masih keluar. beliau langsung nyuruh kita dateng ke IGD KMC.
ketika kita bawa ke KMC, bumy lemeeess, dan ngeluh perutnya sakit :((

9 AM: alhamdulillah perjalanan ke KMC gak macet, sesampainya di KMC bumy langsung diperiksa GP. beliau nelpon DSA untuk konsultasi kondisi bumy, akhirnya diputuskan bumy harus diinfus dan segera check in.
dan tibalah itu, #thatawfulmoment sebagai orangtua yang harus mendampingi anak dipasangin infus. i knoowww, this may sound so lame, tapi aseli aku tak setegar itu, huks. pas banget pula saat bumy harus diinfus, adit harus ke administrasi untuk ngurusin kamar. beta sendiri dehhh yang kudu nenangin bumy *gemeter*

usaha pencolokan jarum yang pertama gagal, karena jarumnya jadi bengkok setelah dicolokin. bumy yang udah ketakutan, semakin ribut dan gak tenang karena udah ngerasain sakitnya ditusuk. total ada 3 orang yang megangin bumy, dia terus usaha memberontak dan teriak-teriak "sakiiiiitt! udaaahh! copot ajaaaa!"


bapaknya tau beres, huh!

tapi gue sungguh sangat bersyukur, awful moment yang harus gue hadapi hanya sebatas itu. karena begitu bumy (dan kita) masuk ke kamar perawatan, pelan-pelan kondisi bumy membaik. awalnya emang masih cranky dan curigaan setiap suster atau dokter jaga masuk. tapi lama-lama dia bisa beradaptasi untuk beraktivitas dengan kondisi tangan kanan terpasang infus.
hari itu, bumy pup hampir 1 jam sekali. sampai dengan malam jam 7:30, dia udah pup (mencret) sekitar 15 kali. untungnya dia gak makin lemes karena asupan elektrolit dari infus, dan antibiotiknya juga efektif karena diberikan lewat infus (doi masih susah diminumin obat via oral). 

udah pakai kostum RS

saat DSA kontrol, menurut beliau pergerakan usus bumy cepet banget, makanya dia sakit perut. kita juga diberikan penjelasan lengkap kap tentang penyakit disentri. menurut beliau, biasanya pemulihan memakan waktu 5 hari, tapi bisa lebih cepat tergantung kondisi anaknya.
semakin malam, nafsu makan bumy membaik. jam 9 malam dia minta nambah makan dan setengah jam kemudian malah minta pisang.

gue sendiri masih bingung bumy kena bakteri ini dari mana.
mungkinkah dari es buah yang kita makan hari Sabtu lalu? (adek gue baru ngaku dia beli es batu bukan di tempat langganan yang udah jelas airnya mateng).
mungkinkah akibat main di lego corner times bookstore?
mungkinkah karena bumy sempat jatuh di 'padang rumput' Taman Sari? tangannya megang tanah trus dia masukin ke mulut sesudahnya?
mungkinkah Bibah anak ART garuk-garuk pantat trus karena mereka suka main bersama, bumy ketularan melalui mainan?
mungkinkah ini ina itu?
mungkinkah karena gue ibu yg lalai?? but does that even matter now? bukannya yang penting gimana mencegah hal ini terjadi lagi sama bumy?

hufffh.

hari Kamis: hari kedua bumy di RS, gue jagain dia sendirian karena adit ngantor. bokap nyokap sempet dateng nemenin sih, jadi gue bisa turun sejenak ke circle K di seberang KMC. frekuensi pup bumy alhamdulillah menjadi 3 kali aja, dan sebagian besar sehabis makan. pupnya mulai berbentuk, and most importantly, no more blood. nafsu makan semakin membaik, badannya juga makin seger (banyak omong, banyak gerak).
ketika DSA kontrol siangnya, beliau bilang kalau besok kondisi bumy semakin oke, kita udah boleh pulang. horeee!

bumy mulai bosen di kamar, jadi gue ajak dia keluar kamar dan 'nongkrong' di lobby children ward supaya ganti suasana. yang lucu dia bilang, 

          Bumy (B): "ke rumah baru yuk, ma!"
Gue (G): "emang deket sih, mi. tapi kan bumy masih sakit."
B: "udah sembuh! udah sehat! yuk yuk!!" sambil ngangguk-ngangguk bersemangat.
G: "kalo kita ke rumah baru, nanti kita tidur di mana? kan belum ada tempat tidurnya."
B: "di ubin aja!"

hooo. iya dehh, bayi.
I see the usil look is back


hari Jumat: bokap-nyokap dateng lagi, tapi cuma sebentar. DSA dateng untuk kontrol jam 4, dan kita dibolehkan untuk pulang malem itu juga :D jadi jam 7 setelah adit dateng, kita capcus dehhhh. untuk makan malam sekaligus 'merayakan' momen ini, kita pilih Dijan's di Kemang. makanannya enak, apalagi poffertjes-nya. interior restonya Londo banget, furniturenya old school yang keren gitu. 

ready to check out!


fluffy heavenly babies

kita sampai di Karawaci jam 10 malam, nyokap minta bumy dibawa ke rumahnya dulu. surprisingly, bumy masih on banget. loncat-loncat, lari-lari, super cerewet, seperti sediakala. alhamdulillah udah sehat lagi :D semoga makin kuat ya, Bum.

24/07/2012

something (from) more.

di hari libur kemarin, gue baca-baca edisi lama More magazines yang ada di rumah. bagi yang belum tau, More adalah majalah yang segmen pembacanya berusia 35 tahun ke atas. contentnya gak berfokus pada sensuality and look, tapi lebih ke how to gain serenity, how to achieve financial independency, how to build your own business, etc, yang intinya lebih ke pengembangan diri. somehow that suits me better than magazines whose customer segment is 20 to 30-something women. menurut gue majalah dengan segmen usia 20an terlalu 'berat' ke isu penampilan, sex performance, dan hal-hal yang sepertinya berusaha membentuk perempuan jadi pribadi yang 'seragam' dan likeable by society. urusan pengembangan diri cuma jadi fitur. 
in other words, gue suka banget baca majalah ini karena memberikan semacam penyegaran in my hectic and ambitious 20's surroundings.
 

kata-kata pada salah satu artikel di More (lupa yang mana) yang kurang lebih begini "ketika wanita memasuki usia 30 tahunan, dia akan mulai mempelajari hal-hal baru, make new friends, pursue their goals" terlintas di kepala gue pagi ini.
begitu sampai di kantor, hal pertama yang gue lakukan adalah membuka website IFI (Institut Francais-Indonesia) untuk mencari tau jadwal pembukaan kelas terbaru. hal ini bukan terjadi tiba-tiba. juni lalu, gue udah berkeinginan melanjutkan (atau tepatnya sih memulai kembali) belajar bahasa perancis. semua berawal dari semakin seringnya gue sering merasa stuck dan bosen di kantor. pelampiasan gue tentunya internet. untungnya, my incessant and random browsing activity took me to many places: musik, film, crafting, berkebun, financial planning, dan banyak lagi hal lain yang menggugah minat gue. i thought, instead of just sitting around, i could actually make something out of this. i could actually be 'productive' by doing things that may actually be my passion.
dari kesadaran itu, gue mulai nyari-nyari outlet untuk menyalurkan keinginan belajar yang meluap-luap. i thought about re-taking french lessons. i started crocheting. i applied to QMPC. gue jadi pengeeeen banget belajar banyak hal yang belum pernah gue dalami.

mengenai kursus perancis, selain karena ingin serius belajar (lagi), gue ingin punya kesibukan selama nungguin adit (my work ends at 5 pm, his at 7-7:30 pm), daripada nagging dan malah gangguin doi kerja. aktivitas yang pertama terlintas di pikiran gue adalah untuk ngelanjutin kursus bahasa perancis di wijaya. gue pernah kursus di situ saat kuliah dulu. i took the 4-hours saturday class (i was jomblo -_-). gue pikir, daripada being miserable dan bengong tiada bermanfaat di rumah, mendingan nyibukin diri. gue bela-belain menempuh perjalanan 30 km dari karawaci ke wijaya-untungnya ada shuttle bus khusus perumahan lippo, jadi perjalanan gue sentosa. sekarang, kantor gue udah deket banget dari CCF Wijaya (dulu disebutnya begini), and i just thought it would be nice to re-learn things that used to excite me. in fact, i am still excited to learn french. gue selalu merasa memiliki ketertarikan khusus dalam mempelajari bahasa. dan terlebih, it's french! the place where i long to live in :D

saat membaca tulisan di More tadi, gue jadi tergelitik untuk mencari lebih jauh pemaparan "kenapa" di usia menjelang 30 tahun ini hasrat gue untuk belajar kembali menggebu. gue menemukan ini dari wikipedia:
'the Catch-30 Passage...between age 28 and 32', stressing that 'it is not uncommon, at the approach to the thirties, to tear up the life structure one put together to support the original dream of the twenties,' and to start anew - 'to create the basis for the next life structure.'
kurang lebih begitu penjelasan 'intelek' yang gue dapatkan.
kalau memikirkan "the next life structure" yang gue inginkan, to be honest saat ini sih gue belum menyusun visi yang jelas dan terperinci. i haven't found out what i want, but i know exactly what i don't want.
i'm not in love with my job. gue menikmati coding tapi ritme kerjanya terlalu predictable dan boring buat gue.
gue gak suka being stuck in an 8-to-5 job, 5 days a week. too many hours wasted just to sit around, waiting for tasks to be delegated. i want a job that requires me to get out of the house 2-3 times a week, and not more than 3-5 hours every time.

anyways, ekspektasi gue saat ini yang penting mulai belajar french lagi, menyelesaikan tahapan kursus dengan lengkap (pada periode kursus sebelumnya gue gak ikut ujian akhir. can't recall why. -__-), and enjoy the whole process. think less, feel more, kalo kata rene suhardono hehe. i hope that feeling of being stuck could be washed off by experiencing new, exciting stuff.

12/07/2012

someday, someday

(this post was made on February 2012 and had been hidden in "Draft" since).

saat sedang browsing apartmenttherapy.com, gue menemukan sebuah artikel yang judulnya menggelitik banget: Someday, Someday: Embracing Your Dream Home Style. oh gosh, bagian "someday, someday"nya itu loh :))) i totally get the feeling!

saat ini gue masih tinggal di love-shack-nan-humble/rumah pertama kami di karawaci di mana setiap hari diperlukan 3-4 jam perjalanan dari situ ke kantor *sigh*
kondisi bangunannya juga masih 'asli' seperti pertama kali dipindahtangan dari si penjual. bagian belakang rumah masih bocor meskipun udah 3 kali panggil tukang (yang berbeda-beda), halaman rumput di depan rumah suka di-eek-in kucing (kamprett), kamar mandi yang toiletnya bikin nyeri urat kalo lama-lama ditongkrongin, dan dapur yang bikin gue ilfeel setiap kali melangkah ke situ (hahaha sekalian dijadiin alibi males masak).

needless to say betapa gue mendamba rumah yang lokasinya jauhhhh lebih dekat, dan bangunannya lebih bagus (oh-so-obvious!) hehe.
angan-angan boleh tinggi, tapi tetep aja harus berkaca pada keadaan yang ada sekarang dong. saat ini, kita belum afford untuk pindah karena:

1. Bumy masih dititip ke nyokap gue.
kalau kita pindah lokasi rumah jauh dari nyokap, Bumy akan dititipkan di daycare, (setidaknya sampai gue bisa resign :p) dan daycare yang 'layak' mahal aje.

2. Baru tau kalau kantor adit yg sekarang punya rule bahwa karyawan yang punya utang KPR gak bisa mengajukan utang baru sebelum 2 tahun.
jadi angan punya rumah baru ini realistisnya bisa terwujud jika a) Adit pindah kantor, atau b) kita dapat rejeki untuk beli rumah ke-dua tanpa fasilitas KPR karyawan.

jadi, terlintas di benak gue dan adit untuk membuat kondisi yang ada di rumah sekarang menjadi minimal lebih nyaman. beberapa bulan lalu, warna cat rumah kita ganti. tapi untuk renovasi skala 'besar', entah kenapa masih aja kita maju-mundur.
seharusnya emang 'ni rumah dibuat nyaman untuk kita tinggali. yang urgent banget sebenernya bagian belakang rumah. sekarang nih, kondisinya "rock n roll" banget huahaha... barang-barang just scatter around the room tanpa ada tempat atau ruangan khusus. rak sepatu nongkrong dekat meja makan dekat tumpukan barang-barang bayi bumy. bagian belakang ini juga tertutup, walhasil kondisinya lembab/ngelekep.
jadilah meja makan sekarang nganggur, karena ya pastinya mana nyaman makan dengan pemandangan rak sepatu, kardus susu, dan tempat beras karena nggak ada tempat untuk naro semua barang itu??
selain ngelekep + berantakan, di bagian belakang rumah ini juga ada kebocoran, yang meski udah 3 kali ganti tukang, mulai dari yang biayanya sekian ratus ribu sampai hampir jut, tetep aja persistent bocornya T__T. duuh mau dibawa ke mana sih hubungan kita, rum(mah)?

di ujung artikel, si penulis berkata "So. What about you? Are you living your dream? Does it feel like a loooooong way off? Does 'someday' seem to be arriving suddenly? Do you have a sacred little stash of clipping, too?"

boy, for me, it does seem like a long way off :D urusan nyari rumah emang jodoh-jodohan banget, this i agree. pengalaman kita nyari rumah di antaranya:
- waktu belum punya anak, liat-liat ke BSD (nusa loka dan neo catalonia). fasilitas lengkap tapi lokasinya jauh banget dari rumah nyokap di karawaci. karena kita gak sreg membiarkan bumy diasuh pembantu atau babysitter saja, jadi ya pilihan lokasi rumah harus menyesuaikan dengan rumah nyokap.
- pas udah punya anak, liat-liat ke bintaro, BSD lagi, dan jagakarsa. BSD kita nilai masih terlalu jauh lokasinya dari kantor. emang sih pilihan transportasinya beragam, fasilitasnya juga lengkap banget. faktor lain yang bikin 'minder' adalah harga cluster barunya yang tinggi dan peminatnya banyak (baru tau kalau ternyata untuk mendapatkan rumah di cluster baru, kita harus daftar 3 hari sebelum launching cluster tersebut. setelah itu, baru nama kita diundi. belum tentu dapet juga!).
karena di BSD kandas, pilihan bergeser ke bintaro. di sini banyak cluster kecil dengan harga yang masih di bawah BSD. kita sempet liat-liat dan naksir satu cluster di dekat Sektor 9. begitu pula di jagakarsa, udah nemu cluster kecil yang apik dan harganya masuk, ternyata mentok di alasan nomor 2 di atas (scroll up deh). huhuhu.

jadi untuk sementara waktu, gue cuma bisa berharap dan berdoa, sembari mensyukuri apa yang ada. alhamdulillah sekarang udah punya rumah mungil tempat bernaung meski kondisinya 'seadanya' banget, hihi. to have a place we call our own, where we can just be ourselves and not having anyone interfering with our private life (in my case, hal ini bisa diterjemahkan menjadi: mau gak nyetrika dua minggu kek, mau gak beresin tempat tidur kek, gak ada yang komentar! and yes, we can walk around naked if we want to hahaha). rejeki pasti nggak ketuker, kalau udah saatnya kami menempati rumah idaman itu, pasti segalanya akan mudah dan lancar, dari berbagai faktor.

nah, bicara soal 'a stash of clipping' tentang bagaimana rumah impian itu berwujud, i do have one! gue sungguh-sungguh senang menjelajahi begitu banyak website home decor and design untuk mengumpulkan gambaran ideal rumah impian. gue bahkan udah punya "check list" spesifik seperti apa ia akan berwujud. yaitu

- luas tanahnya 120 meter persegi. bangunannya terdiri dari 2 lantai. ada 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi. ada kamar pembantu dan toilet untuk pembantu. ada area servis yang 'terpisah' dari rumah. 


- kenapa perlu ada 3 kamar? satu kamar gue dan adit, satu kamar bumy, satu lagi... kamar kerja gue :D akan ada rak-rak buku dan meja kerja gue menghadap ke jendela. dan semua kamar itu dilapisi parket hehe.


- am not a fan of minimalist style. menurut gue sesuatu yang sifatnya trendy begitu gak akan everlasting. kayak dulu saat gue SMA, lagi trend gaya rumah mediterania. sekarang udah keliatan out of date aja gitu. if i could define my favorite style, it would be a mix of tropical and art deco, hehe. so there would be lengkungan, high ceilings, the kind of house you see in movies from 1950's.
this one's on the beach
this one's in a downtown neighborhood
sebenernya gaya rumah yang gue suka selain itu adalah country house, macam di pedalaman inggris gitu, hahaha. tapi pastinya gak masuk lah yaa untuk iklim tropis.

- a clean and bright kitchen. kalo untuk yang satu ini, gue rooting for style minimalis. semakin minimalis semakin bagus! gue gak suka gaya kitchen set yang berlemari-lemari atas bawah gitu lho. maunya area masak tuh bersih dan 'sepi', supaya kalau ada yg tumpah bisa gampang keliatan (agak gak masuk akal yee).

maunya ada almari untuk naruh segala macam printilan

- gue mau ruang tamu yang nyampur dengan ruang keluarga, gak ada kesan terpisah untuk kedua jenis ruangan itu. jadi ruang tamu seolah cuma perpanjangan dari ruang keluarga. gue mau rumah yang gak perlu sekat pembatas jelas... jadi gak ada ruangan yang nampak terpisah (kecuali service area). 

- i want four sides of walls with windows, gak ada sisi yang menempel ke tembok rumah orang lain.


- ruang tamu/keluarga yang dipenuhi cahaya matahari pagi.



- teras outdoor 
 
- lokasinya di jakarta selatan, di mana sekolah bumy hanya 2 km jauhnya dari rumah kami. bentuk perumahannya cluster, dengan cuma 20 rumah, tidak dekat dari jalan raya, dan kondisinya aman.




in conclusion, doa gue untuk keinginan punya rumah adalah
1. Semoga ada rezeki untuk bisa memiliki rumah sesuai seluruh kriteria di atas.
2. Semoga gue bisa resign dengan sehat dan bahagia.

AMIN ya ALLAH.