Showing posts with label singapore. Show all posts
Showing posts with label singapore. Show all posts

15/08/2018

singapore trip with the baby

olala.. it's truly been a while. 
yesss gue SEGITU sibuknya handle 
1) kerjaan, 
2) bayi mungil, 
3) anak pra-abege 
(dll menyusul)
sampai nggak sempat ngeblog (atau ngoceh ngalor-ngidul membayangkan ada yang peduli).

ah emang sedari dulu gue bukan ibu yang rajin mendokumentasikan ina-inu anaknya. 
waktu bumy kecil dulu masih mending... bisalah rutin ngeblog sebulan sekali. pas sam sekarang, tangan rasanya nggak cukup "cuma" sepasang. dihimpit hectic aja rasanya.
begitu udah ada waktu luang yang memungkinkan hands-free, gue memilih molor. minimal leyeh-leyeh untuk menghela napas - sambil nonton netflix. 
but here we are! 

seminggu lalu, kita memberanikan diri plesir bawa bocah-bocah. 
dengan kondisi sam belum genap 8 bulan, plus gue dan adit belum berpengalaman bawa bayi naik pesawat, it's a bit risky, I know. 
menurut gue, plesiran kali ini sejatinya hanya mindahin lokasi ngangon anak. gue tau bakalan capek dan repot. tapiii a change of scenery wouldn't hurt lah. semacam sedikit bonus buat mamak yang sehari-harinya dikeroyok kerepotan belaka. harapannya di singapur meskipun repot, tapi paling nggak mamak hepi bisa menghirup hawa non-berpolusi dan berkesempatan blanja-blenjong. 

but first! izinkan gue memaparkan hal-ihwal yang mesti dihadapi menjelang keberangkatan... 


bayinya atitt huhu
- sehari sebelum bertolak ke singapur, sam demam 37,5 - 38,3 derajat celcius. sepertinya sih karena batuk pilek. 
gue bawalah dia ke dokter spesialis anak di KMC. karena dokter2 yang biasa ditemui lagi pada gak praktek, maka kemarin itu pertama kalinya gue konsul sama Dokter Made. ternyata beliau helpful banget. meriksanya bener-bener teliti dan menyeluruh. dijelasin kalo Sam kena common cold (aja alhamdulillah), nggak ada infeksi telinga, nafasnya juga grok-grok karena dahak yang terjebak di tenggorokan bukan di paru-paru. dokternya ngasih harapan kalau ini infeksi virus aja maka dalam 2-3 hari ke depan demamnya bakal reda. sungguh jelas, dan puas mamak jadinya. 

- on the other hand, gue belum sempat menyusun itinerary blasssss. adit nagih melulu yang cuma gue respon dengan dengusan. 

- sementara karena sam udah mamam, maka gue siapkan ransum berupa 4 set meal mamma kanin untuk dibawa ke sana (which is also his favorite). karena selama lagi demam ini dia males makan, gue berharap dengan ransum MK paling nggak dia bisa makan yang dia doyan. gue siapin dengan rapi jali di dalam cooler bag dan gue masukin ke freezer malamnya. 

- and then sekitar jam 11 malam, kita menemukan kalau obat batuk yang perlu diminumin ke sam tumpah. kebayang refotnya kudu nyari obat di sing, kita tilpunlah apotek KMC untuk janjian ambil obatnya jam 4 pagi keesokan hari.

- eh iya, flight kita tuh jam 5:20 pagi. 

- jam 3:30 pagi, taksi bluebird yang mau nganterin sudah tiba. kita grasak grusuk masukin barang ke taksi. 
pak supirnya komen, "ini perginya dadakan ya bu?" ehe.

- jam 4 pagi kita sampai di KMC, tebus obat 5 menit cus masuk tol jorr. 

- jam 4:10... gue berteriak di dalam taksi, "ya Allah ransum si sam ketinggalan!!" mao pingsaaaaannnn.
akibat dimasukin ke kulkas, cooler bag berisi ransum si sam nggak keangkut. 
adit segera nilpun supir gue yang alhamdulillah ngangkat telpon. gue segera nelpon ART (pulang pergi) yang alhamdulillah juga ngangkat telpon buat kasihin kunci rumah. setres nda kira-kira hahahha. supir gue pun segera melesaaaat ngebut nyusulin itu ransum ke bandara. 

- sampai di bandara jam 4:50, adit melenggang ke konter check-in, dikasih tau embaknya "oh sistemnya udah closed, pak." 
KETINGGALAN PESAWAT AJAH KAK. 

x)))))))))

saking lemesnya, gue sampe nggak bisa ngomel. padahal that's my automatic response in this kind of mess. hahaha. langsung gue telpon mamak buat minta maaf, minta ampun, minta ridho. uh... the power of restu orangtua tuh emang ya.. masya Allah. 

alhamdulillah, kita bisa dapat seat di flight berikutnya sekitar satu jam sesudahnya. 
and the flight with our infant? well, he screamed and cried almost the entire flight. 
aslilahhh, gue dari yang awalnya malu dan nggak enak sama penumpang lain sampe BODO AMAT gue nggak tau mau ngapain lagi huhuhu. kita udah siapin ear muffs tapi boro-boro deh nggak bisa dipakein karena anaknya meliuk-liuk saat ngamuk. 
kalau direview sekarang, kemungkinan karena kita terbang di jam sam lagi ngantuk-ngantuknya tapi doi nggak bisa tidur di tempat dan suasana yang nggak familiar buat dia. plus doi juga lagi nggak enak badan. 

selama di sing, kita cuma ke 
- sentosa karena bumy ngidam main luge. alhamdulillah kesampean dan si bocah menganggap that's the highlight of the trip, the rest of the days were just "membosankan!"
- ngider-ngider mooool
- national gallery 
- dinner at chijmes, which became the highlight for adit and me haha. udah lamaa banget berniat makan di sini, padahal beberapa kali nginap dekat-dekat situ tapi nggak terwujud untuk mampir. we ate at prive at night; makanannya enak-enaaak dan suasananya juga sangat okss. 
- haji lane, arab street, dan sekitarnya. 

sangat sangat tidak ambisius. dan membosankan sih emang hahaha. 
but I was too overwhelmed with kerempongan. 
sam nggak mau ditaro di stroller jadi ya dia digendong melulu. 
gue nggak berani pack lightly saat keliling-keliling, jadi tenaga lumayan kesedot buat angkut beban. 
tapi dari sini gue (dan adit) jadi belajar soal beberapa hal yang berguna, yang nggak berguna, dan what to note for our next trip(s). 

- stroller pockit pinjaman dari ibu peri Ika Loekita comes really handy karena ringan dan easy to assemble. semoga ke depannya sam udah mau ditaro di stroller. 

- sayota electric lunch box ini jugaaa... pinjaman dari bun-Ka dan sangat sangat membantu. bubur bisa dibikin langsung di situ, untuk manasin makanan juga oke karena fungsinya mengukus, jadi panasnya awet (nggak kayak kalo dipanasin pakai microwave). ukurannya juga kecil dan nggak makan tempat. 

- buat mandiin sam kita pakai bak mandi tiup gitu. ini enak juga untuk dipakai. permukaannya empuk, dan nggak licin. 

- packing suggestions that we did and found to be useful: bawa buku rumah sakit anak. bagi-bagi baju anak dalam sealed plastic bag harian (1 day 1 bag). oh dan aplikasi Pack yang enak dijadiin checklist (--> screenshot on the right)

- what we need (to improve):  PLAN AN ITINERARY. siapin gendongan yang bahannya nggak gerah. siapin perlak yang ringan buat dibawa-bawa. obat-obatan jangan cuma 1 botol jadi ada cadangan kalau tumpah. siapin wadah untuk snack kering yang gampang dirogoh tapi nggak gampang tumpah. siapin sippy cup because we didn't bring any in sing dan gue jadi harus kasih fresh ASI kalau si bocah haus hahaha. 

sejauh ini sih itu aja yang kepikiran...
mungkin untuk akomodasi keinginan si anak gede untuk berpetualang, baiknya sih kita bagi dua tim. adit sama bumy untuk kelayapan, gue ngendon ngadem sama bayi. 
yaay we made it (foto bertiga. difotoin ibu-ibu yang lewat haha)

night at chijmes

our stay at oasia. ini di lantai 12, enak buat leyeh-leyeh.

city tour bertiga saja (bumy not pictured), mamak felt successful bisa gondol dan suapin bayi "sendirian"
  
si kakak yang direpotin bawa-bawa ransum adeknya.. 



of course this is by request. "wooy gantian fotoin mamakk" kalo nggak mah boro-boro bisa berpose

25/01/2017

singapura tahun lalu (part 2)


(lanjutan dari celoteh di post sebelumnya.. hehe)

di hari keempat, kita menjelajah kawasan Serangoon. kita mampir ke NEX Mall untuk beberapa hal ini:

- Sushi Express. sebenernya chained resto ini tersebar di banyak tempat di Sg. keunikannya adalah di sini sushinya diklaim enak, dengan harga yang affordable. di resto ini, kita tinggal pilih sushi mana yang mau dimakan dengan cara nyomot dari piring-piring sushi yang berjalan di "rel" yang melintang di depan meja kita. setiap piring harganya SDG 1.50 aja (kalo ga salah). namanya juga resto sushi murah, di sini setiap customer dikasih allocated time, kalo nggak salah maksimal 1,5 jam deh. 
taste-wise, it was so-so. nothing really special. tapi lumayanlah, bisa makan sushi dengan harga nggak mencekik. 
oya kalaupun ada kiat yang bisa gue bagi, mendingan dateng jangan di rush hour macam jam makan siang atau malam. bakalan ngantri soalnya. kita aja tiba jam 11 yaitu pas saat resto akan dibuka, tapi udah menemui antrian. 

- hal lain yang bikin kita bela-belain datang ke sini adalah waterpark-nya. too bad ujung-ujungnya malah batal.. karena saat itu puanaasss banget, jadi kita larang Bumy main. 

source
- last but not least, adalah untuk menyambangi public library yang ada di dalam mall ini. siang itu kebetulan hari kerja/sekolah, dan mall dipenuhi buanyaakkk banget anak sekolah. mereka pada makan siang dan jajan di situ. di bagian rooftop di mana waterpark berada, gue liat ada banyak tempat bimbel. begitu masuk ke perpustakaan, wuih rame banget pengunjungnya. dan mereka beneran dateng buat duduk baca-baca, bukannya ngadem doang (kayak kita). demografi pengunjungnya sih mayoritas anak sekolah, dan... the elderly alias aki-aki dan nini-nini. I was at awe!

I could get used to this
aktivitas kita di hari keempat masih berlanjut. dari Serangoon, kita ke Mustafa Centre buat beli oleh-oleh. sempat mampir di mesjid yang historis gitu buat sholat dzuhur. kelar belanja di Mustafa, kita jalan kaki sampai ke Jalan Besar Road. sepanjang jalan ditemani pemandangan bangunan-bangunan bernuansa etnik nan colorful. 



tujuan kita salah satunya adalah ke Queensway Shopping Centre, yang katanya tempat belanja sport shoes dan pernak-pernik belanja lainnya dengan harga miring. begitu sampai, well, emang beneran segedung isinya berhubungan sama olahraga semua, sih, tapi kita malah nggak belanja apa-apa. 

tujuan berikutnya yang (kita kira) udah nggak jauh dari situ adalah ke Henderson Waves Bridge. tapi ternyata perjalanan kita ke sini antiklimaks abizzz. setelah sempat salah naik bis, kita turun di satu titik yang kita kira jadi tempat masuk untuk mencapai si jembatan. berhubung si jembatan ini bagian dari Southern Ridges Walk, alias hiking trail sejauh 5 kilometer yang membawa kita melintasi 3 taman gede, jadi agak tricky buat kita untuk nemuin tempat masuknya. culun bener dah!! akhirnya, tau nggak, saking udah LETIHnya nyari-nyari tempat masuk, jadinya kita memutuskan... cussss balik ke hotel. huahahhaha. auk ah. next timenya kudunya pagi-pagi kali, atau naik cable car dari Sentosa. 


the day didn't end there. setelah tepar mencari Henderson Waves Bridge, kita ngaso sejenak di hotel. trus kita sepakat buat makan malam di Newton Food Centre *pijet-pijet kaki*. 
emang udah lelah banget sih badan, tapi hasrat mencoba tempat baru masih menggelora. jadilah kita ngangkot lagi menuju lokasi - yang untungnya nggak terlalu jauh dari hotel. sampai di situ, suasananya 'meriah' dan festive banget. ternyata hawker centre ini andalannya sea food. jadilah kita berpesta pora makan.. mungkin di sinilah tempat makan paling enak selama kita di Sg. 


suasana Newton Food Centre malam itu




makan besaar <3

di hari kelima, highlightsnya adalah tour de museums. 

aselik museum di Sg kerennya maksimal. setengah hari dihabiskan dari museum ke museum, lalu kita makan siang di Just Acia yang lumayan ekonomis tapi enakkk. udah gitu es krim dan minumannya free flow, hehe. 







wearing his stickers proudly like badges
sesudah makan siang, kita meluncur ke arah Esplanade buat ikut-ikutan the locals nungguin kembang api hari kemerdekaan. tapiii... lagi-lagi hari ini trip kita antiklimaks. 

1) nyari Gardens by the Bay nggak ketemu. don't ask. x))))

2) kelelahan dan kepanasan nongkrong nungguin kembang api. seriously we couldn't stand the weather.
3) ke Marina Barrage buat piknik syantik sembari nunggu kembang api pun udah enggan... karena beneran deh kita LELAH. 

akhirnya kita melipir ke arah Orchard lagi... sempat ngaso di skatepark depan 313 Sommerset. just chilling... and peacefully letting go the chance to watch the fireworks, huhu. sesudahnya kita makan malam dan belanja di Cineleisure Orchard yang sepertinya sih tergolong tempat belanja bocah-bocah hipster Sg - diliat dari tipe barang-barang yang dijual. 


it's the last day of our trip. kita pun nggak seambisius hari-hari sebelumnya, jadi itinerary cuma untuk mampir ke ArtScience Museum to see the magical Future World Exhibition. 

















mengingat kembali trip kita di 2015, wishlist gue waktu itu adalah kepengen mengunjungi


  • more parks - alhamdulillah tercapai, bisa mampir ke SBG. tapi tetep penasaran sama Marina Barrage dan Henderson Waves Bridge, hehe. 
  • more 'cute' bookstores - kepengen mampir lagi ke Tiong Bahru tapi nggak sempat. 
  • Holland Village - lagi-lagi GAGAL mengunjungi Dempsey Hill karena kaki sudah sangat, sangat tepar (yes, we walked and ngangkot a lot there). padahal kita udah lumayan deket dari lokasi. 
  • Gardens by the Bay maybe? - gagal maningson. 
  • and museums, I guess. - alhamdulillah, yang ini kesampean. 
I love this city more than I can explain. semoga someday Jakarta beneran bisa mengimbangi keteraturan di Sg. dan tentunya, semoga tahun ini kita bisa 'absen' lagi ke Sg, maybe for another week or two, hehe. Aamiin... 

capek ngangkot ya, Bhum? isn't it a privilege? :)

24/01/2017

singapura tahun lalu (part 1)


kemarin gue baru mengunggah foto-foto selama di singapur ke FB. 
sebenarnya males sih terlalu 'aktif' di platform tsb… terasa kurang bebas, mungkin akibat terlalu banyak sodara yang bisa 'mengintip' kehidupan gue di situ. 
tapi kok ya sayang kalau foto-foto itu ngendon aja di hape? gue memperlakukan FB sebagai album foto online. saat ini, bisa membuka ulang foto-foto bumy waktu masih balita tuh rasanya beruntung banget. karena foto-foto itu diambil pakai hape lama, yang sekarang mungkin udah nggak bisa dinyalain karena chargernya entah di mana, atau hapenya sendiri mungkin keselip dan nggak disentuh lagi. sementara gue juga nggak tau backup foto-fotonya ada di mana… 

jadi, gue ambil risikonya deh, untuk dianggap oversharing, demen nyampah, atau bahkan mungkin doyan pamer haha. I simply want to be able to find these photos easily when I want to remind myself of the moment.

oke cukuplah ya justifikasinya. 
kembali ke soal plesir ke Sg tempo hari, sembari mengkurasi satu demi satu foto untuk ditampilkan, mau nggak mau gue jadi mengulas perjalanan tersebut. 
the trip was indeed enjoyable. gue rasa kita punya cukup waktu untuk menjelajah Sg. banyak tempat yang, bukan cuma bisa dikunjungi, tapi juga dinikmati. 

di hari pertama, kita ngider-ngider impromptu ke Vivo City, cuma buat ngajak Bumy nyobain playground, watching the locals on a Friday night, dan menikmati aroma laut di sore hari dari pinggir dermaga.

hari kedua, kita main agak jauh ke Singapore Discovery Centre dan National Army Museum yang berada dalam satu compound yang sama. the trip was kinda tiring, buat Bumy maupun kita. to be honest, gue merasa cukup sekali aja menyambangi tempat ini. just to tick it off our itinerary. cuma ya berhubung Bumy suka hal-hal berbau ke-tentara-an, bagi dia tempat ini super fun. 


di SDC. dia beneran lelah.. haha
hari ketiga, kita ke kawasan Chinatown. ada tiga tempat baru yang kita sambangi, antara lain the Red Dot Design Museum, URA Centre, dan Maxwell Food Centre. mari ditelaah satu per satu. 

  • Red Dot Design Museum: bayar. dan sesungguhnya khalayaknya segmented banget, yaitu mereka yang memang berkiprah di bidang desain (produk, grafis, dsb). buat kami yang kaum jelata, jadinya nggak nyambung blas sama yang dipamerkan di sini. as pathetic as it was, kita cuma jadiin tempat ini sebagai sasana ngadem, dan.. what else, berfoto-foto. darn tourists! haha… 


  • URA (Urban Redevelopment Authority) Centre: this places is located just across the Red Dot Museum. gue tertarik ngajak Bumy berkunjung karena terlihat sangaat sangaaaat menarik kalau ditilik dari postingan yang diunggah oleh mereka yang masuk ke dalamnya di Instagram. the sad thing is, we couldn't get inside the place because it was closed at the time of our arrival! padahal, Bumy kayanya akan  suka banget sama apa yang ditampilkan di sini, seperti rupa-rupa maket, display tata ruang urban, dan berbagai inovasi desain. gue pernah ngajak Bumy ke pameran arsitektur anak UI gitu di Galeri Nasional, and he went ballistic! maaf ya nak kali ini cuma bisa liat dari luar, huhu… tapi ada aja bright side yang bisa ditemukan. kebetulan di pelataran URA Centre saat itu disediakan semacam tempat bersantai - yang sangat ramah bagi anak dan warga kota (the entire point of this place exactly). tempat ini merupakan perwujudan program Our Favourite Place, yaitu sebuah program "that supports projects initiated and implemented by the community to enliven public spaces across Singapore to build community interactions and create shared memories." (source)
he's so excited!



keren 'kan?!
di area Our Favourite Place tsb disediain kursi-kursi, dan beberapa piano yang bebas dimainkan (yang ini perwujudan projek kreatif berjudul Play It Forward). 
yaudah deh, ngeliat piano, otomatis gue si #ibubijak kepikiran buat nyuruh Bumy latihan.. hahaha. lumayan banget kaaan, lagi jalan-jalan tetep bisa latihan, gratis pula. 
  • Maxwell Food Centre: well, it's just another hawker centre. tapi konon tergolong recommended, lagipula letaknya bener-bener selemparan batu dari URA Centre. gue menemukan daftar makanan halal yang bisa dicicip di blogpost ini
sambil makan, gue liat-liat peta dan menemukan kalau hendak ke Singapore Botanic Garden, kita bisa menuju MRT station terdekat dengan melintasi Ann Siang Hill terlebih dahulu. why missed it? 
jadilah kita berjalan santai di siang menjelang sore itu sambil disuguhi pemandangan indah bangunan-bangunan cantiks sepanjang Ann Siang Hill Road dan Club Street
"Just a little outside of the main Chinatown area, the interconnected enclaves of Ann Siang Hill and Club Street have pretty much everything, from trendy bars and intimate restaurants to chic boutiques and even a hidden green space for a quiet night time stroll after all that indulgence. Here’s our ultimate guide to eating, drinking, shopping and partying in this hip part of town (which is conveniently close to Singapore’s CBD)."(source)

Ann Siang Hill



another highlight from the third day is our next destination that day, which was the Singapore Botanic Garden (SBG). we spefically chose that day karena hari itu akan digelar konsernya Singapore Symphony Orchestra di tengah taman. bertempat di Shaw Foundation Symphony Stage, we would be enjoying classical music that afternoon. next time kalau mau menjelajah SBG lagi, I will keep in mind to bring alas tikar yang agak lebar, lotsa drinks and beverages, dan obat oles anti nyamuk, hehe. 



ohh I felt so civilized and cultured, haha. 
and here's some random pics...
at the Killiney Kopitiam's headquarter
watching buskers at Orchard Road

16/08/2016

the august holiday



Is this what people call post-holiday blues?
Hati gue nlongso bener rasanya hari ini.
Setelah hampir seminggu di singapur, hari ini – Jumat, gue pun back to work.
Diawali dengan bangun kesiangan. Karena itu ditambah kemacetan nan biasa, Bumy telat 10 menit sampai ke sekolah. Padahal cuma seminggu menikmati kondisi tanpa macet dan public transportation yang (amat) layak, tapi perasaan langsung agak-agak eneg gimana gitu.. hahaha.
Di perjalanan menuju kantor, muncul “firasat” bos ter(not)cinta bakal nyuruh gue pergi keluar kantor hari ini. Padahal gue berekspektasi bisa ngaso-ngaso maniez di kantor; kayak ngeblog, maksi sama tante-tante, lanjut bobok siang sejenak dua jenak xD tapi ya namanya buruh, kudu nurut apa kata majikan, 'kan. Dan bener aja, jam 8an gue dititahkan ngikut rapat di luar kantor. Hhhh....
Saat mau berangkuts, hati jadi semakin mangkel ketika menyadari kalau charger laptop gue RAIB. Belengcek banget nggak sihhhh... Tapi alhamdulillah the so-called rapat bisa selesai jam 4 sore (itupun udah seharian). Jadi di jam 5 sore ini gue udah bisa nongkrong ngopi sembari nungguin Adit ketemu dosen.
What is it that I wanted to talk about?
Singapore has been.. refreshing. Capek sih, as expected. Tapi pikiran dan mental jadi jernih dibuatnya. Entah karena efek jalan kaki hampir 10 km per hari (hiperbol), atau juga karena segala keteraturan di sana ngasih kita perspektif ‘baru’dalam hidup. Itu esensinya traveling, ‘kan? To gain something intangible: experience, inspiration, and the chance to miss your home. Enam hari tetep ajah kurang rasanya. Adit langsung ambisius, “Insya Allah next time kita dua minggu ya di sinih.” Aamiin. 
Tapi tau nggak, hal pertama yang terucap dari mulut gue begitu menjejakkan kaki di lobi terminal 2 Cengkareng adalah, “Aslik enakan di sini.” Yes, in Jakarta I mean! Hahaha… Dan Adit setuju dong, dengan pernyataan gue ituh. 
Kenapa, yak? Well, yang terutama banget banget sih karena cuacanya… Di sg rasanya sumukkkk bin lembap ampun-ampunan. Keluar dari ruangan (ber-ac) langsung terasa drastis banget perbedaan hawanya. Alasan kempi sih, tapi emang begitu adanya yang dirasakan. Bukan berarti lantas bakal menampik kesempatan buat tinggal di negara selain Indo lah. Naluri merantau gue masih tetep kentel kok secara emang #urangawak haha.. intinya hanyalah, Indonesia nyaman banget buat ditinggalin. Cuaca nih faktor besar untuk dipertimbangkan kalau mau pindah negara, nggak sih? Gue mau nggak mau teringat almarhum Weich yang begitu berat menjalani minggu-minggu awalnya di Sydney yang kebetulan pas lagi musim dingin. Sedingin-dinginnya di Jakarta, ya palingan kalo lagi rutin hujan (plus banjir plus macet). And that's what I'm used to sejak dilahirkan. 
Udah gitu Jakarta juga rasanya lebih ‘berwarna.’ 
Gue pernah denger seorang businessman (lupa namanya) Indonesia yang sukses di New York bilang kalo “Sekarang ini istilah yang tepat bukan lagi ‘If you can make it in New York, you can make it anywhere’ tapi ‘If you can make it in Jakarta, you can make it anywhere!’” Sebegitunya bok!
Ya jelas aja, di sini metromini sama angkot bisa seenak-enaknya ngubah trayek, jalan di trotoar aja kudu hati-hati karena jadi tempat lewat motor x))) tapi kalo pernyataan tadi lebih serius ditelaah, buat para pelaku bisnis gue tebak Jakarta nih challenging. Mungkin karena konon regulasi bisa dibengkokkan sedemikian rupa tergantung siapa yang beking, udah gitu karakter pasarnya juga unik – at least kata Adit yang lagi kuliah marketing hehe. 
Kebetulan lagi-lagi pas baru sampe di Soetta dan lagi jalan ke parkiran mobil, kita tau-tau nemu kejadian orang lagi berantem. Kita langsung berkomentar, “Yang kaya begitu di sono kayanya nggak ada, yak!” Sempat sih liat ada pasangan berantem di Changi, tapi ternyata orang endonesah juga haha.



Kalau sebagai rakyat jelata/buruh, gue menilai Jakarta lebih ‘nyaman’ in a way apa-apa lebih murah (penting!), fasilitas lengkap, plus memungkinkan buat punya support system. Kalau dibandingkan di sana, ya jelas kita di Jakarta dimanjakan bangetlah. Iya, dimanjakan dengan berbagai loop holes yang ada. Jujur gue lebih seneng kalo Bhumy bisa berangkat dan pulang dari sekolah pakai transportasi umum dengan aman nyaman, bisa banyak jalan kaki, dan bisa menikmati udara yang bersih (kalau lagi nggak kena kabut asep yah). Tapi selagi masih tinggal di Jakarta, ya dinikmati aja segala kemudahannya haha. 
Sekarang soal jalan-jalannya... Berbeda dengan kunjungan ke sg sebelumnya, kali ini gue mau berepot-repot bikin itinerary. Tema besar kunjungannya sih nggak ada… Cuma kebetulan akan bertepatan sama National Day alias hari kemerdekaan sg di tanggal 9 Agustus. Selain bakal berkesempatan liat national day parade, kunjungan ke seluruh museum juga akan gratis di hari tersebut. Jadi of kors agenda ke museum kita masukin ke itin. Nginep kali ini alhamdulillah kesampean di Royal Plaza on Scotts yang di kawasan Orchard. Kita emang udah berangan-angan mau nginep di sini waktu kunjungan bulan November lalu, karena berada di tengah pusat keramaian. Nyari makan nggak suseh karena bertebaran food court dan dekeut banget sama MRT maupun bus station. Tapi kita ambil deal yang tanpa sarapan sih, biar lebih ekonomis haha. 

Ringkasan kegiatan kita selama di Sg seperti inih...
First day (Friday, Aug 5): 
  • Mendarat di sg jam 11 siang 
  • Check in jam 1
  • Ngisi perut ke Food Opera ION Orchard
  • Cuss ke Vivo City ngajak Bumy main air
  • Malamnya ngider di seputar Bras Basah (cek entrance fee Singapore Art Museum aka SAM ternyata sekitar SGD 10 per orang, jadi mendingan nunggu 9 Agustus biar gratis hehe)
  • Dinner di Subway di SMU (just across SAM).

Second day (Saturday): 

  • Sarapan di Killiney Kopitiam HQ - haha di (mana deui) Killiney Road yang ternyata cuma 1 km-an dari Orchard Road
  • Melancong ke Singapore Discovery Centre & National Army Museum
  • Had a late lunch di Raffles City Mall (yang letaknya di atas MRT station City Hall)
  • Jalan sore ke arah Haji Lane dan numpang sholat di Sultan Mosque
  • Hang out di sekitar Orchard, kebetulan malam minggu, jadi rame gitu, sempat liat atraksi buskers juga.
the view that I miss
Third day (Sunday): 
  • Ke Paragon untuk menyambangi The Soup Spoon dan Toys R Us
  • Mengarah ke Chinatown untuk mampir ke Red Dot Museum, URA Centre, dan makan di Maxwell Food Centre
  • Dari situ, jalan kaki melintasi Ann Siang Hill, cuss ke MRT station menuju keee
  • Singapore Botanic Gardens
  • Malamnya mau ke Dempsey Hill tapi udah nda sangguuup.
Fourth day (Monday): 
  • Had a verrrry late lunch at Serangoon NEX Mall demi bisa makan di Sushi Express. 
  • Abis itu main ke public library-nya. Awalnya mau ajak Bumy main air di waterpark yang ada di Skygarden mall tersebut, tapi cuaca lagi puanaas banget. 
  • Lanjut ke Mustafa Centre buat beli oleh-oleh, trus jalan kaki sampai ke Jalan Besar Road menuju ke...
  • Queensway Shopping Centre dan Henderson Waves Bridge
  • Berangkuts ke Novena Square buat beli Paula’s Choice 
  • Makan malam di Newton Food Centre.


Fifth day (Tuesday): pi bersdeyy singapuur. 

  • Sarapan di Killiney Kopitiam lagi - tapi kali ini yang di Lucky Plaza ajah. 
  • Memulai tour de museums diawali dari Singapore Art Museum di mana lagi ada eksebisi Imaginarium, yang dilanjutkan ke National Museum of Singapore yang walking distance ajah dari SAM. 
  • Ke Esplanade di mana udah banyak orang berkumpul. 
  • Nyebrang Helix Bridge, sampailah di The Shoppes at Marina Bay
  • Balik dari situ, kita pun ke arah Orchard, mampir ke mall 313 Sommerset dan Cineleisure yang hipster ke-gen Y-gen Y-an haha.





Sixth day/last day (Wednesday): 

  • Sarapan di sebrang hotel ajah, yaitu di KFC-nya Far East Plaza. 
  • Dari situ lanjut ke Esplanade buat mampir ke ArtScience Museum


Berhubung menghabiskan waktu cukup lama - hampir 3 jam - di eksebisi Future World nan cetar ituh (memikat anak-anak banget eksebisi inih), jadi kita udah nggak sempat mampir ke mana-mana lagi. Sekitar jam 1 kita balik ke Orchard untuk maksi, trus ke hotel ambil koper, dan langsung cusss ke Changi.
Alhamdulillah trip kemarin berjalan lancar. Meskipun sehari sebelumnya rasanya capeekk banget; gue kudu ke dokter gigi Eko malem-malem karena tambelan gigi tiba-tiba copot(!) dan harus nginep di Karawaci karena perlu ngambil koper dan stroller. Badan gue juga tadinya udah nggak enak, kayak mau flu gitu. Tapi alhamdulillah selama di sg terasa baik-baik aja. 
Di post-post lanjutan nanti sih maunya membahas lebih lengkap dan seksama mengenai tempat-tempat yang dikunjungi kemarin. (Yaah lagian apalagi sih tujuan liburan selain buat bahan apdet blog??) Hehe.. Wait for it, blog! 
Penutup:
"bonus" rela disuruh keluar kantor hari ini: bertemu bunda Nissa solehah yang rajin bekerja dan merawat kulit muka <3